Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 104


__ADS_3

Begitu sampai di depan kamar Audrey yang pintunya memang tidak tertutup rapat seperti omongan Lily tadi, Audrey dan Bella pun bergegas masuk.


Rina yang belum mengetahui kalau Audrey sudah pulang, masih serius memilih perhiasan.


" Rin ... Lo ngapain melihat perhiasan Audrey kaya gitu !" ujar Bella dengan wajah terkejut.


" Hah ... ! Eh, Lo udah pulang, Drey ... ? " tanya Rina dan saking terkejutnya melihat Audrey ia menyenggol tas yang di taruh nya di meja dan perhiasan yang sudah ia masukkan ke dalam tas pun jatuh berhamburan.


Audrey menatap perhiasannya yang jatuh di lantai dengan mata nanar. Ia gak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Bella dan Lily menyunggingkan senyum kemenangan melihat keberuntungan mereka. Tanpa harus menggeledah tas Rina, ia sudah membukanya sendiri.


" Syukurlah Lo gak papa ! Tapi kenapa Lo bisa pulang, Drey ?" Rina menghampiri Audrey dengan heran.


" Jadi, maksud Lo, gue gak boleh pulang ke rumah gue sendiri, Rin ... ? " ucap Audrey sinis sembari menatap Rina dengan tajam.


Rina terdiam mendengar omongan Audrey yang terkesan sinis. Apalagi ini pertama kalinya ia melihat Audrey menatapnya dengan tatapan seperti itu.


" Eh, Rin ... Lo tadi belum jawab pertanyaan gue ! Ngapain Lo melihat perhiasan milik Audrey seperti tadi. Terus kenapa perhiasan itu ada dalam tas, Lo ... ? Jangan - jangan Lo berniat mencurinya, ya ... !" Bella tak ingin kehilangan kesempatan untuk meracuni pikiran Audrey.


" Maksud dari omongan Lo, apa Bel ... ?" tanya Rina sambil mengernyitkan dahi.


" Wah, Rin ... gak usah mengalihkan topik pembicaraan.


Lo pasti ngerti maksud gue. Cuma gue heran aja kenapa Lo tega ngelakuin perbuatan hina kaya gini. Kurang baik apa Audrey sama Lo selama ini ! Di temani ke kampung, biayain waktu ibu Lo meninggal, disuruh tinggal di mansion nya, Lo bisa kuliah gratis, naik mobil bagus pula. Bahkan gue yang udah sahabatan lama dengan Audrey aja harus mengalah sama Lo, karena Audrey lebih memilih Lo buat tidur di kamarnya. Apa Lo masih merasa kurang, sampai harus mencuri perhiasan Audrey !" Bella mencecar Rina dengan kata - kata hinaan.


Mulut Rina terbuka lebar mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Bella.


Mencuri ? Kenapa ia dituduh mencuri ? Kepala Rina mendadak pusing.


" Hei, kenapa Lo diam ! Malu, ya karena ketahuan sama Audrey !" kata Bella lagi.


" Maksud Lo apa, Bel ... kenapa Lo bilang gue mencuri perhiasan Audrey ?" tanya Rina yang masih belum paham kalau ia sudah di jebak oleh kedua i*l*s wanita di hadapannya sekarang.


" Aduh, Rin ... jangan pura - pura gak ngerti, deh. Udah jelas - jelas mencuri masih aja berdalih !".


" Sumpah, gue gak ngerti ! Drey ... apa maksud Bella ? Kenapa gue dituduh mencuri perhiasan Lo ? " tanya Rina pada Audrey yang sedari tadi hanya diam tanpa berkomentar apapun.


" Rin, kenapa Lo lakuin ini ? Kalau memang Lo lagi butuh uang, kenapa elo gak ngomong aja ke gue ! Atau kalau Lo pengen perhiasan itu, Lo bisa minta ke gue. Tapi gak harus sampai mencuri seperti itu, Rin ... !" mata Audrey berkaca - kaca ketika mengatakan hal ini.


" Apa ? Sumpah, Drey ... gue gak mungkin mencuri dari Lo. Gue juga tahu kalau selama ini gue udah banyak hutang budi sama Lo. Gue bukan orang yang gak tahu diri, udah dapat semuanya dari Lo, tapi masih tega melakukan hal buruk yang dituduhkan Bella. " ujar Rina dengan wajah pias sembari memegang bahu Audrey.


" Jadi, kalau bukan mencuri itu apa namanya ? Kenapa semua perhiasan Audrey ada di dalam tas, Lo !" tuding Bella dan memandang Rina dengan sinis.


" Tutup mulut Lo ! Sekarang gue ngerti, Lo dan Lily sengaja melakukan ini buat jebak gue kan !" kata Rina dengan menatap tajam ke arah Bella dan Lily.


" Jangan seenaknya aja Lo nuduh gue ! Gue dari tadi di luar sama Audrey ! " bantah Bella menaikkan sudut bibir kirinya.


" Hahaha ... terserah Lo mau bilang apa ! Drey, gue akan menceritakan kejadian yang sebenarnya sama lo. Tadi sepulang dari kampus, Lily menunggu gue dengan wajah ketakutan. Dia bilang ke gue kalau elo telepon dan menyampaikan pesan dari Lo buat menjual beberapa perhiasan milik Lo ! Lo bilang, kalian sedang berkunjung ke perusahaan lalu Lo dan Bella di tahan sama para karyawan yang sudah gak menerima gaji beberapa bulan karena ada yang melakukan korupsi di sana. Lo gak di bolehkan pulang sebelum membayar gaji mereka. Karena itu, Lo menyuruh Lily untuk meminta gue menjualkan beberapa perhiasan itu dan setelah terjual, lalu uangnya akan gue antar ke perusahaan agar Lo bisa di bebasin oleh mereka. Gue juga udah coba telepon Lo beberapa kali, tapi handphone Lo gak aktif. Sumpah, Drey ... ini cerita yang sebenarnya ! Lo percayakan sama gue ? Gak mungkin gue tega melakukan hal yang buruk sama Lo ! Bukankah kita sudah seperti saudara, Drey ... !" kata Rina sembari berjongkok di hadapan Audrey dan memegang tangan Audrey dengan lembut.


Audrey diam dan menatap mata Rina dengan air mata yang sudah mulai menetes di wajahnya.


" Hahaha ... bagus banget cerita yang Lo karang, ya Rin ... ! Kalau penjahat pada ngaku, penjara pasti penuh ! " Bella tertawa lebar dan menatap Rina dengan tatapan menghina.


" Diam Lo ! Lo yang penjahat disini. Gue tahu, Lo gak suka kan sama Audrey ! " bentak Rina keras, sudah gak bisa menahan emosinya lagi.


" Non Rina, kenapa saya ikut kebawa - bawa. Saya mana ada ngomong kaya gitu ke nona. Saya memang hanya seorang pelayan, non .. tapi jangan memfitnah saya sekejam ini ! Sumpah, non Audrey ... saya aja gak tahu kapan non Rina pulang karena saya sedang sibuk di dapur memasak buat makan siang. Setelah saya selesai masak, baru saya tahu kalau non Rina sudah pulang. Jadi saya berniat memanggilnya buat makan siang, karena saya pikir non Audrey dan non Bella akan lama perginya ! Tapi yang saya lihat di kamar non Audrey malah membuat saya terkejut. Saya lihat non Rina mengambil perhiasan nona dan menaruhnya di dalam tas miliknya ! " dengan wajah seperti pesakitan, Lily semakin menyudutkan Rina.


Rina melepaskan tangannya dari tangan Audrey dan melihat Lily dengan tatapan menusuk. Ia gak percaya dengan kebohongan yang di ucapkan Lily demi bisa menjebaknya dan bodohnya ia terjebak kali ini. Kenapa tadi ia dengan mudahnya percaya dengan perkataan Lily. Padahal sudah jelas - jelas selama ini ia curiga pada Lily.


" Drey ... Lily bohong ! Percaya sama gue ! ". ujar Rina kembali menatap Audrey, yang masih menangis dengan pelan.


Wajahnya terlihat sedih.


" Alah, maling mana mau ngaku !


Lo pasti gak tahan kan melihat perhiasan - perhiasan Audrey yang mahal itu ! Lo mencurinya buat lari dari mansion kan ! Karena Lo lihat, Audrey sekarang udah gak bisa melakukan apa - apa jadi elo siap - siap untuk meninggalkannya.


Lo pasti udah bosan kan merawat Audrey ! Kalau Lo memang udah bosan, bilang Rin ... jangan kaya gini. Masih ada gue sahabatnya yang mau membantu merawat Audrey. Gue tulus gak kaya Lo yang cuma pura - pura ! " Bella membalikkan fakta dan terus berusaha agar pikiran Audrey semakin terpengaruh.

__ADS_1


" Drey ... Lo percaya kan sama gue ! Gue gak akan mungkin melakukan hal hina seperti yang dituduhkan mereka ! " Rina mulai cemas karena melihat wajah Audrey yang berubah mengeras. Ia menghapus air matanya dengan kasar.


" Bel, Li tolong keluar dari kamar ini ! Gue mau bicara berdua dengan Rina ! Gue harus tahu apa alasan dia mengkhianati gue ! " kata Audrey tanpa menjawab perkataan Rina dengan wajah datar.


" Tapi, Drey ... gimana kalau maling ini nekat dan melakukan sesuatu yang buruk sama Lo ! " ujar Bella khawatir jika meninggalkan mereka berdua, bisa - bisa Audrey percaya dengan omongan Rina.


" Lo, tenang aja, Bel ... gue cuma mau ngomong sebentar sama dia, buat terakhir kalinya sebagai sahabat ! Kalau dia memang mau melakukan hal buruk sama gue. Walaupun gue gak bisa jalan tapi gue masih bisa untuk sekedar menekan bel darurat atau berteriak ! " ucap Audrey memandang Rina dengan sinis.


Rina langsung terhenyak mendengar perkataan Audrey. Matanya seketika berkaca - kaca. Terakhir kali, berarti Audrey tidak percaya dengan omongannya tadi. Jadi, apa arti persahabatan mereka selama ini. Bahkan dengan begitu mudah Audrey lebih mempercayai kedua wanita i***s itu di bandingkan dirinya.


Sedangkan Bella dan Lily yang mendengar ini bersorak keras dalam hati. Audrey ternyata lebih percaya dengan omongan mereka.


" Ma**us, Lo .. ! akhirnya Lo enyah dari mansion ini ! " umpat Bella.


" Hahaha ... ternyata Audrey memang bodoh ! Ia tidak bisa melihat sahabat yang benar - benar tulus padanya. " gumam Lily menertawai kebodohan wanita di hadapannya ini.


" Kalian bisa keluar sekarang !" ucap Audrey.


" Baik, baik ... kami akan keluar, Drey ! Tapi kalau ada apa - apa, Lo langsung pencet bel, ya !" ujar Bella dengan lembut sembari menyentuh lengan Audrey.


" Hmm ... !" Audrey menganggukkan kepala.


" Yok, Li ... !" ajak Bella.


" Saya keluar ya, non ... !" ujar Lily sopan sembari melirik Rina dengan senyum smirk di - wajahnya.


" Ya ... !" sahut Audrey singkat.


Perlahan Bella dan Lily berjalan, tapi sebelum keluar mereka menoleh ke arah Rina dan menatapnya dengan tatapan yang menyebalkan.


Suara pintu kamar pun tertutup.


Suasana hening kemudian menyelimuti mereka berdua yang tersisa di kamar.


" Drey, tolong percaya sama gue ! Gue gak mungkin melakukan ini sama Lo ! Bukankah kita sudah berjanji akan tetap saling percaya satu sama lain. Tapi kenapa sekarang, Lo lebih percaya dengan mereka ? " ujar Rina lirih menahan tangis.


Audrey menatap Rina dengan lembut lalu meletakkan jarinya ke atas mulut dan menyuruh Rina diam. Ia lalu menunjuk ke arah pintu.


" Apa jangan - jangan ... ?" gumam Rina pelan sembari menutup mulutnya.


Audrey hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban dari kebingungan yang menerpa Rina.


" Rin, gue gak nyangka ... Lo yang udah gue anggap kakak gue sendiri tega melakukan seperti ini sama gue ! Apa kurang semua yang udah kasih sama Lo ? Hah, bilang kalau masih kurang ! Ternyata Lo cuma pura - pura baik selama ini sama gue ! Lo cuma pengen mencuri harta gue !" Audrey berkata dengan suara keras sembari tangannya menulis sesuatu di handphonenya , lalu memberi kode pada Rina untuk membacanya.


" Sumpah, Drey ... gue gak ada mencuri ! Itu cuma fitnah yang sengaja dibuat Lily dan Bella !" Rina yang sudah membaca apa yang di kirim oleh Audrey mulai memainkan perannya.


Ternyata Audrey percaya kalau Rina gak akan mungkin melakukan perbuatan sehina itu padanya. Ia juga mengatakan kalau mereka harus tetap bersandiwara, karena Audrey yakin Bella dan Lily sedang menguping pembicaraan mereka di luar karena Audrey tidak mendengar langkah menjauh saat mereka berdua keluar dari kamar Audrey.


Kenapa ia bisa percaya, ternyata diam - diam Audrey mengambil handphone dari dalam tasnya saat Bella dan Lily terus memojokkan Rina di depannya. Ia terkejut begitu melihat handphonenya tidak aktif, padahal jelas - jelas tadi batere handphonenya masih penuh. Tapi kenapa handphonenya bisa mati ? Berarti Rina tidak bohong saat mengatakan kalau ketika menghubungi nya, handphone Audrey tidak aktif. Disini Audrey sudah bisa menilai, siapa yang sebenarnya berbohong.


Tapi ia harus tahu maksud mereka melakukan ini padanya dan kenapa mereka begitu berniat untuk menyingkirkan Rina agar keluar dari mansion.


" Diam ! Jangan bicara lagi ! Gue muak dengan wajah Lo yang sok baik itu ! " teriak Audrey semakin keras.


" Hahaha ... rasain Lo, perempuan udik ! " ujar Bella pelan.


Lily hanya tersenyum puas karena melihat rencananya sudah berhasil.


" Drey .... kenapa lo gak percaya dengan gue ! "


" Jadi maksud lo, gue masih harus tetap percaya dengan orang yang udah tega maling punya sahabatnya sendiri. Bahkan di mansion yang sudah menampung lo agar elo punya tempat tinggal ... hah !".


" Drey ... !" .


" Pergi ... lo pergi sekarang juga dari tempat gue ! Gue jijik lihat muka lo !".


" Drey, tolong percaya gue !".


" Pergi gue bilang ! Gue udah gak mau dengar apapun dari mulut lo ! Pergi ... sebelum gue berubah pikiran untuk melaporkan lo ke polisi !".

__ADS_1


" Baiklah, kalau memang lo udah gak bisa percaya lagi sama gue. Gue akan pergi dari sini, sekarang juga. Terima kasih buat semua yang udah lo lakukan buat gue.


Terima kasih ... !" .


Audrey tak menjawab, ia memasang telinganya dengan benar. Kini, ia bisa mendengar langkah kaki di depan pintunya sudah menjauh.


" Maaf, Rin ... untuk sementara Lo harus keluar dari mansion. Nanti elo bisa kembali seperti yang gue katakan di chat tadi !" kata Audrey.


" Ya, Drey ... tapi Lo gak harus sampai melakukan ini. Nyawa Lo taruhannya !" ujar Rina lirih.


" Hmm ... gak papa, Rin ! Ini lebih baik, dari pada Lo ikut jadi korban mereka. Target mereka adalah gue ! " kata Audrey.


" Jadi, gue pergi sekarang, Drey ?" tanya Rina gak tega meninggalkan Audrey sendirian dalam keadaan seperti ini.


" Ya, biar mereka gak curiga dan bawa juga pasport gue serta beberapa perhiasan untuk kita nanti.. ! Oya jangan lupa elo harus secepatnya mengurus pasport buat Lo !" ucap Audrey sembari tersenyum.


" Baiklah ! " sahut Rina lirih.


" Pergilah !" ucap Audrey lembut.


" Hiks ... Lo harus tetap hati - hati selama gue belum bisa datang ke sini lagi." ujar Rina mulai menitikkan air matanya.


" Udah, jangan nangis. Kalau lo kuat, gue pasti akan kuat juga. Gue tunggu kedatangan Lo lagi di mansion !" kata Audrey.


" Hmm ... hiks ... hiks !" Rina langsung memeluk Audrey.


" Jangan menangis, nanti mereka senang kalau melihat Lo seperti ini. Hapus air mata Lo, Rin ... !" ucap Audrey sambil membalas pelukan Rina.


" Baiklah, kalau gitu gue pergi dulu, ya ... ! Hati - hati ya, Drey ... !" ujar Rina melepas pelukannya lalu menghapus air matanya dan berusaha tegar untuk meninggalkan Audrey meskipun berat.


" Ya, Lo juga harus hati - hati ! Jangan sampai ketahuan sama mereka !" kata Audrey menepuk tangan Rina dengan lembut.


" Ya, gue pergi !" ujar Rina beranjak dari hadapan Audrey dan mulai berjalan ke arah pintu.


" Drey ... hati - hati !" ujar Rina lagi sebelum kakinya melangkah keluar dari kamar Audrey.


" Ya ... pergilah !" sahut Audrey dengan senyum di bibirnya.


Rina menahan air mata nya agar jangan sampai keluar. Ia harus kuat agar bisa membawa Audrey pergi keluar dari cengkeraman orang - orang jahat itu.


Setelah membereskan pakaiannya dan memasukkan nya ke dalam koper, Rina pun berjalan menuju lift agar bisa segera sampai ke lantai bawah. Ia yakin pasti sekarang kedua wanita i***s itu sedang menunggunya.


Benar saja perkiraan Rina, begitu ia keluar dari lift, Bella dan Lily berdiri menantinya dengan seringai di wajah mereka.


" Hahaha ... akhirnya lo keluar juga dari mansion ini ! Terus - terang selama ini gue capek harus berpura - pura baik dengan lo ! ujar Bella menunjukkan sifat aslinya.


" Silahkan aja Lo tertawa sampai puas sekarang tapi Lo harus tahu kalau Tuhan itu gak pernah tidur. Jadi, setiap perbuatan buruk yang Lo lakukan semuanya akan kembali pada Lo ! Kasihan Audrey punya teman kaya Lo ... Lo itu manusia yang gak ada bersyukurnya sama sekali sudah diberikan teman sebaik Audrey masih saja menikamnya dari belakang dan Lo juga Lily, ternyata dugaan gue dan Bik Imah selama ini benar. Lo dalang di balik semua kejadian di mansion ini ! Kasihan Audrey, sudah percaya dengan dua i***s kaya Lo berdua. " ujar Rina dengan menatap tajam ke arah mereka berdua.


" Diam Lo ! Gak usah sok suci. Lo juga pasti punya niat yang sama kaya kami kalau ada kesempatan, ya, kan ... ! " ujar Bella tersenyum sinis pada Rina.


" Hahaha ... gue salut sama Lo ! Walaupun lo cuma perempuan udik tapi otak Lo pintar juga. Gak kaya Audrey, katanya jenius tapi ternyata bodoh ! Apa kamu kerja sama dengan kami untuk menyingkirkan si c***t itu biar kekayaannya kita bagi rata ?" ujar Lily tertawa terbahak - bahak.


Rina mengepalkan kedua tangannya dengan erat untuk menahan amarahnya yang ingin meledak. Di saat seperti ini ia menyesal kenapa ia tidak serius waktu di suruh Audrey belajar bela diri. Kalau tidak sekarang ia sudah pasti akan membuat wajah mereka berdua babak belur.


" Sudah, pergi sana ! Perempuan kampung kaya Lo, gak pantas tinggal di tempat mewah kaya gini !" usir Bella seakan - akan dia pemilik dari mansion ini.


" Ya, keluar sekarang juga ! Kami sudah gak sabar untuk menyiksa sahabat Lo yang bodoh itu !" ujar Lily dengan senyum smirk nya.


Amarah Rina semakin memuncak begitu mendengar Lily mengatakan akan menyiksa Audrey. Jika tidak ingat ia harus pergi untuk menjalankan perintah Audrey, mungkin ia akan meladeni mereka. Tapi ia tetap harus pergi agar bisa menyelamatkan Audrey segera. Dengan menahan amarah, Rina melangkah pergi meninggalkan kedua wanita yang sudah gak memiliki hati nurani sama sekali.


" Hahaha ... sekarang kita bebas, Ly ... kita pemilik mansion ini !" ujar Bella tertawa bahagia, karena akhirnya apa yang diinginkannya selama ini jadi kenyataan juga.


" Huss ... Lo, jangan senang dulu ! Masih ada Nena dan dua pelayan busuk itu yang harus kita singkirkan ! " ujar Lily dengan suara pelan.


" Ah, ngapain Lo takut sama mereka. Nena juga sudah tidak bisa apa - apa, sejak wanita tua itu mati ! Nanti begitu dia kembali dari kampungnya, kita pecat aja ! Kalau dua pelayan bodoh itu masih kita butuhkan buat membersihkan mansion ini. Jadi jangan Lo apa - apain, Ly ... biarkan saja mereka tetap kerja disini ! " ujar Bella.


Lily membenarkan perkataan Bella. Mereka memang masih butuh tenaga dua pelayan itu meskipun mereka selalu membuatnya jengkel.


" Hmm ... ya, sudah sekarang gue mau mengambil pakaian gue karena gue mau pindah sekarang juga ke kamar orang tua si ca**t itu !" ujar Lily dengan senyum lebar lalu bergegas pergi meninggalkan Bella.

__ADS_1


" Hmm ... sebenarnya gue udah gak sabar buat pindah ke kamar Audrey tapi perempuan s**l*n itu masih menempati kamarnya ! Gue harus bersabar seperti kata Lily !" gumam Bella kesal.


**********************************


__ADS_2