
Begitu selesai melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, Audrey kembali merebahkan tubuhnya. Bukan untuk tidur. Ia hanya ingin beristirahat sejenak dari semua masalah dan rasa sakit yang di - alaminya saat ini.
Audrey lagi memikirkan cara untuk segera pergi dari mansion ini tanpa ketahuan oleh mereka bertiga. Jika ia terlalu lama berada di mansion ini, mungkin ia akan segera kehilangan nyawanya.
Sebenarnya bisa saja Audrey menggunakan jalan tersembunyi yang ada di ruangan walk in closet di kamarnya. Tapi untuk saat ini ia belum terlalu yakin. Belum ada waktu yang tepat. Entah kenapa belakangan ini, Lily lebih sering berada di mansion. Ia sudah jarang pergi keluar. Hampir beberapa jam sekali, ia datang
ke kamar Audrey buat menyiksa fisik Audrey. Baik itu dengan makian atau pukulan.
Begitu juga dengan Bella. Ia yang biasanya jarang pulang, sekarang malah langsung pulang begitu selesai di butik. Dia pun melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Lily.
Audrey dan Rina tidak tahu apa yang membuat Lily dan Bella semakin bertambah kejam beberapa hari ini padanya.
Apakah karena Lily sudah bosan melihat keberadaan Audrey di - mansion lalu ia ingin mel***p kan Audrey segera atau karena ia marah dan cemburu di sebabkan Lily curiga kalau Reno mau melakukan sesuatu padanya.
Belum lagi, Audrey harus menghadapi sikap Reno yang setiap hari semakin menjijikkan. Sudah beberapa kali ia hampir m**p**k*sa Audrey. Sejak terakhir ia mengatakan hal itu pada saat Audrey pura - pura tertidur. Untung saja saat ia ingin melakukan itu padanya, Lily mendadak masuk. Pernah juga Reno mencoba kembali saat tengah malam. Tapi syukurnya Rina menemaninya tidur di kamar. Hingga Reno selalu gagal melaksanakan niat jahatnya pada Audrey.
Tapi karena kesal, akibat keinginannya jadi tertunda. Reno malah ikut menyiksa Audrey.
Bahkan siksaan yang di berikan Reno lebih menyakitkan di - bandingkan dengan yang di - lakukan Lily dan Bella. Jika mereka berdua hanya m*n**par wajah atau m*mu**li tubuhnya, tapi Reno malah m**ca*buk nya dengan ikat pinggang miliknya. Hingga tubuh Audrey di penuhi luka. Bahkan tak jarang Reno me*e*d**g badan Audrey dengan keras.
Belum lagi Reno suka me*c**m b*b*r nya dan me**e*tuh badan Audrey dengan sesuka hatinya. Seakan - akan Audrey adalah boneka yang bisa ia mainkan kapan saja.
Saat ini tubuhnya masih di penuhi dengan luka yang memanjang. Semalam Reno kembali me**i*sa Audrey. Bahkan kali ini Lily ikut bergabung dengan Reno. Mereka melakukannya secara bersamaan.
Entah apa sebabnya, mereka berdua tiba - tiba masuk ke kamar Audrey lalu melampiaskan semua kemarahan mereka dan kemudian me**i*sa nya.
Luka yang belum kering di tubuh Audrey kembali terbuka. Rina yang berniat mengobati semua lukanya di larang keras oleh Lily. Ia sengaja mengancam akan memecat Rina dan Titi jika mereka berani membantu Audrey.
Sehingga Audrey sangat menderita saat ini.
" Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak akan mungkin bertahan lebih lama jika masih tetap berada di sini !" gumam Audrey resah.
__ADS_1
Baru saja ia memikirkan hal itu, tiba - tiba Lily masuk ke kamarnya dan langsung berteriak kencang ke wajah Audrey.
" Hey, j**a*g ... ! Bangun ... Lo bukan nona besar lagi di mansion ini. Jadi jangan bertingkah sesuka hati Lo !" mata Lily menatap Audrey dengan tajam.
" Apa lagi ini ? Kenapa dia bisa bangun sepagi ini ?" batin Audrey.
" Woi, bangun ! Gue tahu sebenarnya elo udah bangunkan. Buka mata Lo ! " bentak Lily sambil menarik tangan Audrey dengan kasar.
Terpaksa Audrey membuka matanya. Ia tidak ingin Lily semakin bertambah marah.
Audrey dengan mata yang masih bengkak karena semalaman ia menangis menahan rasa sakit di - badannya. Audrey bahkan sulit untuk tidur karena takut Reno masuk ke - dalam kamarnya. Sementara ia tidak bisa mengunci pintu kamarnya. Karena jika ia bisa melakukan itu mereka akan tahu kalau Audrey sudah bisa bergerak dari tempat tidur meski belum bisa berjalan kembali.
" Nangis Lo ! hahaha .... itu belum seberapa. Masih ada yang lebih menyakitkan jika elo berani menggoda Reno !" akhirnya Audrey mengerti apa alasan Lily semakin sering me**i*sa nya.
Ternyata benar ia marah karena cemburu.
Audrey masih tetap dengan perannya yang seakan - akan ia tidak bisa mendengar dan berbicara di depan Lily dan lainnya. Ia hanya menatap Lily dengan mata tak mengerti.
" Pasti elo yang merayu Reno. Kalau tidak mana mungkin Reno mau melakukan itu sama perempuan ca**t kaya Lo !
Audrey menggerakkan matanya dan tetap tidak merubah ekspresi wajahnya.
" Dengar, ya baik - baik. Waktu Lo udah gak lama lagi. Eh, tapi Lo gak bisa dengar ya ... hahaha. Gue udah muak melihat wajah lo. Kenapa sih, elo gak m**i - m*t* ! Padahal ramuan yang gue berikan sama Lo lebih tinggi dosisnya di - banding kan dengan yang gue kasi ke wanita tua itu !" umpat Lily sambil mencengkram dengan kuat wajah Audrey.
Audrey sudah tak terkejut lagi mendengar apa yang baru saja
di katakan oleh Lily. Selama ini ia dan Rina sudah mengetahuinya. Tapi sayang mereka tidak memiliki bukti mengenai hal ini. Baik Audrey maupun Rina tidak pernah melihat secara langsung ketika Lily melakukannya.
Andai saja saat ini Audrey memegang handphone lalu merekam semua perkataan Lily. Ini bisa menjadi bukti yang kuat.
Audrey yang sudah terbiasa mendapat perlakuan buruk dari Lily hanya bisa menahan rasa sakit dan amarahnya yang ingin meledak keluar di wajahnya tanpa mengeluh sedikitpun karena ia harus tetap memainkan perannya yang tidak bisa untuk berbicara.
__ADS_1
" Hahaha ... Lo itu c*c*t ! Sekarang elo itu sudah tidak berharga sedikitpun. Lo hanya seonggok daging yang tidak berguna ! Seharusnya gue dan Bella membuang elo ke jalanan. Biar elo jadi pengemis ! Pasti Lo bisa menghasilkan uang yang banyak. Tapi sayangnya Reno melarang kami. Reno bilang lo hanya bisa keluar dari mansion ini jika elo sudah m*t* ! Jadi, jangan pernah berkhayal kalau elo bakal kami lepaskan dengan mudah. " ujar Lily tertawa lebar dengan wajah yang menyeramkan.
" Tapi apa sebenarnya alasan sehingga kalian begitu tega melakukan ini padaku ? Apa cuma karena harta atau ada hal lain yang belum aku ketahui ?" tanya Audrey dalam hati.
" Lo, mau tahu alasannya, hah ... !
Dengar, gue benci melihat Lo terlahir sempurna. Kaya, pintar,
banyak di sukai pria. Kami bahkan harus rela memberikan t*b*h kami agar mendapatkan sedikit uang untuk bertahan di dunia yang penuh intrik ini. Sementara Lo dengan mudahnya mendapatkan semua itu tanpa harus bekerja keras seperti yang gue dan Bella lakukan. Terus gue muak melihat sikap Lo yang sok baik dan dermawan itu ! Ini juga yang di rasakan oleh Bella. Dia sudah membenci Lo sejak lama.
Bella muak melihat sifat lo yang munafik ! Jadi, jangan pernah berharap kalau kami bisa melepaskan Lo dengan mudah !" ujar Lily seperti orang kesurupan. Padahal ia tahu kalau Audrey tidak bisa mendengar semua perkataannya.
" Oh, ya ... selain itu ada satu lagi rahasia besar. Aku pernah mendengar Reno di hubungi seseorang. Tapi sayangnya Reno tidak mau memberitahu gue. Cuma Reno yang tahu kenapa ia harus mendekati lo ! Jadi jangan pernah bermimpi kalau elo bisa merayu Reno dengan t*b*h yang c*c*t ini ! Dia hanya sedikit bermain - main dengan Lo ! " ujar Lily melampiaskan rasa kesalnya dengan m*n*m*ar pipi Audrey setelah ia selesai bicara.
Audrey sedikit terkejut mendengar perkataan Lily. Tapi dengan cepat ia menutupinya agar Lily tidak sempat melihat perubahan di wajahnya. Ternyata, semua ini tidak seperti yang ia pikirkan. Jika memang Reno sengaja berniat mendekatinya dengan melakukan segala cara. Pasti ada rahasia besar di baliknya. Lily dan Bella hanya di jadikan alat bagi Reno untuk memuluskan rencananya.
" Dengar ! Berdoa saja agar umur Lo sedikit lebih panjang karena gue semalam sempat mendengar ada yang memberi perintah pada Reno untuk segera menyingkirkan lo. Sebentar lagi elo akan segera menyusul kedua orang tua Lo yang sudah lebih dulu m*t* ! Hahaha .... " Lily terlihat begitu puas ketika mengatakan hal ini. Seakan - akan ia sudah menunggu hari itu terjadi pada Audrey.
" Ternyata capek juga kalau bicara sendirian. Sayang, elo sekarang gak bisa ngomong dan gak bisa mendengar yang gue katakan sejak tadi. Kalau gak pasti lebih seru. Gue bakalan bisa melihat wajah elo yang ketakutan." Lily berkata sembari menatap wajah Audrey dengan tatapan yang di - buat seakan - akan ia iba melihat nasib Audrey.
" Ingat, ya ... mumpung elo masih bisa bernafas, Lo harus banyak - banyak berdoa. Mungkin saja ada keajaiban yang bisa menolong nyawa Lo agar bisa tetap hidup.
Tapi sepertinya itu gak akan mungkin terjadi ... hahaha. " Lily tertawa puas setelah mengatakan itu.
" Bye, c*c*t .... !" ujar Lily sebelum beranjak keluar dari kamar Audrey.
Begitu Lily keluar dari kamarnya, Audrey segera menghirup nafas sebanyak - banyaknya. Ia seperti kehilangan oksigen setelah mendengar omongan Bella.
Sekarang ia tidak bisa membuang - buang waktu lagi. Kini nyawanya sedang di pertaruhkan. Ia tidak ingin m**i konyol tanpa melakukan sesuatu buat hidupnya.
" Gue harus melakukannya segera sebelum semuanya terlambat." ucap Audrey sembari menatap tajam ke arah pintu kamarnya.
__ADS_1
Ia harus selalu bersikap waspada mulai detik ini. Audrey tidak akan tidur hingga ia berhasil keluar dari mansion.
**********************************