Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 80


__ADS_3

Reno yang mengetahui kalau Audrey sedang berada di sebuah cafe, sengaja pergi mendatangi nya. Ia ingin secepatnya bisa menaklukan hati Audrey.


Jika belum berhasil juga berarti ia harus menggunakan cara - cara licik untuk melancarkan rencananya agar cepat terlaksana.


Audrey dan Rina yang sedang berada di cafe terlalu asyik mengobrol hingga tidak menyadari kalau Reno sedang mendekat ke arah mereka.


" Kenapa gak pulang aja sih, Drey ... kita makan di mansion aja." ujar Rina.


" Gak papa, sekali - sekali kita butuh ganti suasana. Gue lagi pengen aja nongkrong di luar bentar. " ucap Audrey tersenyum.


" Iya, gue ngerti, tapi sayangkan kalau si Lily udah masak tapi gak ada yang makan."


" Hmm ... ya, udah ... kalau gitu kita minum aja deh, abis itu pulang. "


" Beneran minum doangkan ?" .


" Iya, sekarang Lo bawel banget, sih ! udah kaya emak - emak ... hehehe."


" Hehehe ... bukan gitu, Drey !


Apa Lo gak capek udah seharian di luar. Mending kita pulang, istirahat."


" Hai, Drey, Rin ... berdua aja ?" sapa Reno sembari mengeluarkan senyum mautnya.


Tentu saja Audrey dan Rina kaget begitu melihat Reno tiba - tiba sudah berdiri di dekat meja mereka.


" Eh, Lo Ren ... iya, berdua aja." ujar Audrey.


" Tumben ... yang lain pada kemana ?" tanya Reno.


" Oh, Kami baru pulang dari kerjaan, terus pengen duduk bentar di cafe. Jadi, gak sempat janjian dengan yang lain. "


" Oh, gitu ... jadi kamu sibuk kerja sekarang ? Gimana, susah gak menjalankan perusahaan ?" Reno bersikap seakan tidak mengetahui kesulitan yang dialami Audrey yang disebabkan olehnya.


" Hmm ....lumayan ! Mungkin karena gue masih baru jadi belum terlalu terbiasa. Lo baru pulang kerja ?" ujar Audrey.


" Kamu kog diam aja, Rin ... ? Gak senang ya gue gabung sama kalian ?" Reno melihat Rina langsung gak bicara lagi sejak ia duduk bersama mereka.


" Gak, bukan gitu ! Gue cuma pengen cepat pulang. Capek, Ren ... pengen tidur aja bawaannya. Tapi nona satu ini malah pengen nongkrong. " jawab Rina cepat agar Reno tidak sampai mengetahui kalau sebenarnya Rina tidak menyukainya.


" Bentar aja, Rin ... setelah ini kita langsung pulang, kog ... !" ucap Audrey.


" Oh, jadi kalian mau cepat pulang, ya ... ? Padahal aku masih ingin ngobrol sama kamu, Drey ... udah lama juga kan , kita gak ketemu."


" Iya, Ren ... gue gak bisa terlalu lama di luar sekarang. Lo, tau kan teman gue Bella, dia sekarang udah tinggal bersama gue. Jadi kalau gue kelamaan di luar, kasihan juga dia !"


Raut wajah Reno berubah ketika mendengar Bella sekarang tinggal di mansion Audrey. Kenapa Lily dan Bella sama sekali tidak memberitahukan hal ini padanya.


" Memangnya teman kamu gak punya tempat tinggal atau orang tua gitu ? Kog bisa tinggal di tempat kamu, Drey ... ?" tanya Reno menutupi perasaan terkejutnya.


" Bella masih punya orang tua sih setahu gue ... tapi dia udah lama tinggal sendiri di apartment, gak tinggal bareng dengan orang tuanya. Karena ada satu masalah, dia gak bisa tinggal di apartment lagi. Jadi gue nawarin ke dia buat tinggal di tempat gue, dari pada dia harus tinggal sendiri di luar sana, biar mansion lebih rame aja."

__ADS_1


" Hmm ... apa mungkin karena aku udah jarang memberinya uang jadi Bella gak bisa bayar apartment lagi ? " batin Reno.


"Kamu baik banget, ya Drey ... teman - teman kamu beruntung punya sahabat kaya kamu. "


" Ah, gak juga, ... kebetulan aja gue sendiri di mansion dan masih ada kamar yang kosong. Jadi gue ajak Rina dan Bella tinggal bareng."


" Itu karena Lo baik, Drey ... belum tentu orang lain melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan." Reno kembali memuji Audrey.


" Audrey memang baik dan gue beruntung punya teman kaya dia. Tapi yang gue takutkan karena terlalu baik, ada orang yang sengaja memanfaatkan kebaikannya untuk hal lain. " ujar Rina dengan wajah datar dan melihat reaksi Reno.


Reno berusaha agar tidak kelihatan terkejut mendengar omongan Rina yang terkesan seperti menyindirnya.


" Sial ... ! Apa jangan - jangan perempuan kampung ini mengetahui sesuatu !" ucap Reno dalam hati.


" Mudah - mudahan apa yang kamu takutkan gak akan terjadi, Rin ... biasanya kalau orang baik akan selalu mendapatkan balasan kebaikan juga dari orang lain." ujar Reno sembari tersenyum, kebalikan dari hatinya yang mengumpat kesal pada Rina.


" Aamiin ... !" ucap Audrey tersenyum.


" Aamiin ... aku yakin akan hal itu." sahut Rina.


" Oya, Drey ... besok sore kamu gak kerjakan ? Aku boleh datang ke mansion kamu ? " ujar Reno.


" Hmm ... boleh aja sih ! Tapi rencananya besok gue mau ngajakin Zia dan Dea tidur di mansion biar makin rame. Jadi kalaupun Lo datang, paling gue cuma bisa bentar ngobrolnya." ujar Audrey.


" Gak papa ... kangen aja ngobrol sama kamu. " ujar Reno.


" Btw, makasih ya Ren atas kiriman bunganya. Besok - besok gak usah dikirim lagi, deh ... gue bingung harus naruhnya dimana lagi. Belum lagi gue belum pernah


" Hahaha ... aku gak berharap dapat balasannya, kog ... cuma kalau ngeliat bunga - bunga yang indah itu aku langsung teringat sama kamu. Makanya aku gak bisa berhenti ngirimin kamu bunga. " ucap Reno dengan tawa lepas.


" Bisa aja Lo ... tapi makasih ya ! " ucap Audrey dengan senyum di bibirnya.


" Tapi kalau kamu memang mau membalasnya boleh juga ... gimana kalau kamu ada waktu kita pergi nonton berdua ... hahaha. " Reno sengaja tertawa agar tidak terkesan memaksa Audrey.


Audrey ikut tertawa mendengar omongan Reno. Sedangkan Rina hanya mencibir dalam hati mendengar perkataan Reno yang basi menurutnya.


" Boleh ... nanti gue beritahu kapan waktunya agar hutang gue lunas dengan Lo. " ujar Audrey.


" Beneran nih, padahal aku cuma bercanda loh, Drey ... !" ujar Reno senang.


" Iya, beneran ... gue juga tahu kog, kalau Lo tadi becanda doang tapi gue memang harus membalas apa yang udah lo berikan sama gue. Jadi ntar, Lo gue hubungi jika ada waktu yang tepat. " ucap Audrey.


" Drey ... kita udah bisa pulang, gak ? Gue ngantuk, nih ... ?" Rina pura - pura menguap agar terlihat ngantuk beneran, padahal ia sengaja melakukannya agar bisa menghentikan obrolan mereka.


" Apa sebaiknya perempuan kampung ini aku ha***i saja ! Dia bisa menghalangi niatku buat mendekati Audrey !" batin Reno geram begitu mendengar yang dikatakan Rina.


" Ren, maaf ... kami udah harus pulang sekarang, nih ... ! " ucap Audrey setelah melihat Rina menguap.


" Oh, ya ... Rina kelihatannya ngantuk banget ! Sekalian aja kita keluarnya, aku juga mau pulang. * ujar Reno.


" Maaf, ya Ren ... mata gue beneran udah gak kuat !" ucap Rina kembali menguap.

__ADS_1


" Iya, gak papa ... kalian pasti lelah karena seharian kerja. Sama aku juga udah pengen istirahat." Reno pura - pura pengertian.


" Ya, udah ... yuk pulang. Jangan sampai Lo ketiduran disini, Rin ... gak kuat gue ngangkat badan Lo !" ucap Audrey bercanda sembari bangkit dari tempat duduknya.


" Yuk ... !" Rina pun bangkit.


Mereka bertiga berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke tempat mobil terparkir.


" Mobil kamu parkir di mana, Drey ... ?" tanya Reno yang kini sedang berada di lift bersama Audrey dan Rina.


" Di lantai satu, kenapa Ren ... ?" ucap Audrey.


" Sayang banget ! kalau di lantai tiga kita bisa bareng jalan ke parkiran. " ujar Reno.


" Oh, hehehe ... kalau gitu kita pisah disini aja, ya ... Ren ... bye !" ucap Audrey setelah tiba di lantai yang ia tuju.


" Ya, bye Drey ... kamu juga Rin.


Hati - hati di jalan, ya ... !" ujar Reno sebelum pintu lift tertutup.


Setelah berada di dalam mobil, Audrey segera menghidupkan mesin mobil dan mulai bergerak keluar.


" Lo, kenapa Rin ... gue lihat kaya gak semangat gitu setelah Reno datang ?" ujar Audrey sembari melirik Rina.


" Iya, gue emang gak suka lihat Reno. Gue masih yakin ada yang gak benar dengannya !" ujar Rina yakin.


" Hehehe ... mudah - mudahan itu cuma pikiran Lo aja. Gue lihat dia orangnya baik, gak yang aneh - aneh." sahut Audrey tertawa lucu melihat wajah Rina yang kesal.


" Lo ini terlalu baik, Drey ... jadi bagi Lo semua orang juga sama baiknya dengan Lo ! Gue kan udah cerita tentang hal - hal ganjil yang Lily dan Reno lakukan saat ada kejadian itu !" bantah Rina kesal.


" Hmm ... tapi gimana caranya Lily bisa kenal dengan Reno, kalau memang Lo curiga dengan mereka ?" tanya Audrey.


Rina terdiam dan berpikir dengan serius agar bisa menemukan jawaban atas pertanyaan Audrey.


Tapi ia belum bisa mendapatkan jawabannya.


Memang kalau dilihat dari status atau pun pekerjaan mereka, rasanya gak mungkin Reno dan Lily bisa saling mengenal.


Namun jika mengingat kembali sikap Reno dan Lily waktu itu, Rina juga yakin kalau mereka saling kenal.


Tapi gimana caranya agar ia bisa mendapatkan buktinya. Sedangkan Rina gak memiliki kemampuan yang besar untuk menyelidikinya.


" Gue juga belum tahu, Drey ... !" jawab Rina jujur.


" Hmm ... kalau gitu kita gak bisa menuduh mereka sebelum ada bukti yang jelas di tangan kita. Beda cerita kalau terbukti memang benar mereka berdua yang bekerja sama melakukan penyusupan itu ! " ucap Audrey.


" Iya, Lo benar, Drey ... !" sahut Rina lirih.


" Udah, gak usah terlalu Lo pikirin, Rin ... ingat aja, kalau kejahatan itu meskipun disembunyikan dengan rapi dan pintar tetap aja akan ketahuan walau mungkin waktunya gak bisa secepat yang kita inginkan. " ucap Audrey dengan tersenyum.


" Iya, Drey ... !" ujar Rina membalas senyuman Audrey.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2