
Bella yang baru saja pulang dari tempat kerjanya berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman. Tanpa sengaja ia melihat Lily kembali menaburkan serbuk ke atas makanan. Tapi yang membuatnya heran, kenapa sebelum ia melakukannya terlebih dulu Lily memisahkan setiap jenis makanan ke sebuah mangkuk kaca dan Bella tahu seperti yang ia lihat pagi tadi, piring itu di letakkan Lily di depan Audrey.
Bella buru - buru pergi setelah melihat Lily menyelesaikan kerjanya dan menunggu di meja makan. Tiba - tiba ia melihat mbak Nana jalan dengan terburu - buru ke arah dapur.
" Maaf li ... mbak gak bisa bantuin kamu di dapur lagi. Tadi mbak kena diare. Ini baru lumayan enakan setelah minum obat. " ujar Nana pada Lily.
" Oh, gak papa, mbak ... mbak Nana istirahat aja. Ini juga udah selesai. " ucap Lily pura - pura prihatin padahal dalam hatinya Lily bersorak dengan senang.
Nana gak tahu aja kalau sakitnya disebabkan oleh Lily.
Lily sengaja memberikan ramuan agar Nana sakit dan tidak bisa membantunya di dapur jadi Lily bisa lebih mudah melakukan apapun yang ingin ia kerjakan di dapur tanpa harus takut ketahuan.
" Mbak yang jadinya gak enak atau gini aja Li, mulai hari ini dan seterusnya kamu yang bertanggung - jawab sepenuhnya untuk urusan dapur. Saya lihat nona Audrey juga suka dengan masakan yang kamu buat. Tapi nanti kalau Bu Imah sehat dan pulang dari rumah sakit baru kita berdua yang menangani dapur." ujar Nana.
" Baik, mbak ... saya malah senang banget. Mbak jangan khawatir, istirahat aja biar lebih cepat sembuhnya."
" Makasih banget, ya Li .. ternyata saya salah menilai kamu. Ternyata kamu orangnya baik, gak seperti yang di pikirkan Bu Imah. " ujar Nana merasa bersalah karena pernah mencurigai Lily.
" Gak papa, mbak ... wajar kalau saya dicurigai sama Bu Imah. Saya kan baru kerja di sini dan tiba - tiba ada penyusup yang masuk ke mansion, gak ketangkap lagi. Jadi wajar saja kalau Bu Imah curiganya sama saya. " ucap Lily dengan akting memukau.
" Makasih atas pengertian kamu, Li dan gak sakit hati atas sikap yang pernah saya lakukan. Semoga Bu Imah juga bisa melihat ketulusan hati kamu. "
" Aamiin ... makasih karena sudah percaya sama saya, mbak. "
" Iya, sama - sama. Oya, non Audrey belum pulang ya ... ?" .
" Belum mbak Nana. "
" Oh, mungkin sebentar lagi. Tolong kamu siapkan semua ya
di meja makan. Biar nona langsung makan kalau udah pulang. "
" Iya, mbak Nana tenang aja. Ini juga tadi udah mau saya letakkan di meja sebelum mbak datang. "
" Oh, baguslah. Ya, udah Li ... kalau gitu saya ke kamar ya ... !".
" Silahkan mbak ... !".
Nana kemudian berjalan menjauh dari dapur dan ia baru melihat saat melewati meja makan kalau Bella sedang duduk di sana. Mungkin karena tadi tergesa - gesa ia jadi tidak melihatnya.
" Eh, maaf non Bella ... nona sudah lama duduk disini ?" tanya Nana.
" Gak juga, tapi saya lihat kamu jalan ke dapur. " ucap Bella datar.
" Sekali lagi maaf, non ... " .
" Hmm ... udah jam segini, kenapa makanannya belum kamu hidangkan ?" Bella bertanya seakan ia tuan rumah
di mansion ini.
" Maaf non ... sebentar lagi Lily yang menatanya." ujar Nana menutupi rasa kesal melihat sikap Bella yang angkuh.
" Oh, bukan karena menunggu Audrey pulang ?" tanya Bella dengan tatapan sinis.
" Maaf non, saya tinggal dulu. Saya buru - buru mau ke kamar mandi. " ujar Nana pergi tergesa menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Bella.
Tubuhnya benar - benar lemas setelah tadi berulang kali harus keluar masuk kamar mandi.
__ADS_1
Bella semakin kesal melihat Nana tidak memperdulikannya. Ia benar - benar merasa tidak di hargai.
" Awas aja kalau gue udah jadi pemilik mansion ini ... Lo akan gue usir !" gumam Bella.
" Kasihan ... kalau menghayal jangan ketinggian, yang ada Lo yang bakalan kena usir dari sini !" ujar Lily sinis sembari membatalkan niatnya untuk menata makan malam di meja.
Ia pun kembali berjalan ke arah dapur meninggalkan Bella.
Tentu saja Bella meradang begitu mendengar perkataan Lily.
" Hei, pelayan ... Lo tahu diri dong ! Kerjaan Lo cuma babu disini. Jadi, jangan pernah berharap buat menjadi seorang nyonya ! hahaha ... kasihan amat !" balas Bella gak kalah sinis.
Begitu mendengar hinaan yang keluar dari mulut Bella, Lily tentu saja menghentikan langkahnya. Setelah meletakkan makanan terlebih dulu di meja dapur, Lily kembali menghampiri Bella.
" Hah ... hahaha. Lo itu yang harusnya tahu diri. Gue memang babu disini tapi lebih berkelas dibandingkan Lo yang cuma benalu alias numpang hidup. Kalau gak karena Audrey, Lo udah jadi gembel di jalanan. Lo sadar diri dong, kalau Lo itu gak ada gunanya sama sekali !" ujar Lily merendahkan Bella.
" B******k Lo ... tapi yang jelas gue gak harus susah payah menyamar kaya Lo ! Gue lebih berkelas dari pada Lo, makanya bisa berteman dengan Audrey !" ujar Bella gak mau kalah..
" Teman ... hahaha. Teman apa yang punya niat jahat kaya Lo. Mendingan gue kemana - mana. Gue gak ada hubungan dengan dia sama sekali. Sedangkan Lo, ngakunya teman tapi di belakang dia mau menghancurkannya. Ngaca, Lo ... !" ujar Lily dengan wajah marah.
Bella seketika emosi mendengar kata - kata Lily dan langsung berdiri menamparnya. Namun dengan cepat Lily menangkap pergelangan tangan Bella.
Tapi pada saat bersamaan Audrey dan Rina baru saja masuk ke dalam mansion. Tentu saja mereka berdua melihat hal ini.
" Hei ... ada apa ini !" ucap Audrey sembari menghampiri Bella dan Lily.
Tentu saja Bella dan Lily sangat terkejut saat melihat Audrey tiba - tiba sudah berada di dekat mereka.
" Sial ... apa Audrey mendengar semua perkataan gue ?" batin Bella cemas.
" Audrey dengar gak ya apa yang baru saja kami ributkan ?" ucap Lily dalam hati.
disini ? Kenapa kalian bertengkar ? " tanya Audrey menatap keduanya.
" Maaf, non Audrey ... tadi teman nona ini menghina pekerjaan saya yang cuma seorang pelayan. Jadi saya emosi dan menjawab perkataannya ! Eh, saya malah mau di tampar." Lily sengaja menyudutkan Bella di depan Audrey
" Gak, dia bohong, Drey ... gue tadi marah sama dia karena kerjaannya lelet. Gue cuma nanya kenapa makanan buat Lo belum di siapkan juga. Terus dia jawabnya gak sopan. Masa dia bilang kalau gue cuma benalu disini. Makanya gue jadi emosi dan mau menamparnya !" ujar Bella.
Rina yang sejak datang hanya diam dan mendengarkan perkataan keduanya. Dalam hati merasa heran kenapa Bella terlihat begitu membenci Lily ? Begitu juga sebaliknya. Terlihat jelas di wajah mereka berdua kalau mereka saling gak menyukai satu - sama lain. Tapi kenapa ... ?
Pertanyaan ini yang gak bisa Rina temukan jawabannya.
" Hmm ... sebaiknya kalian berdua saling minta maaf. Sepertinya kalian berdua salah - paham saja.
Lily memang pelayan disini, Bel ... tapi bukan berarti kita bisa merendahkan pekerjaannya. Begitu juga dengan kamu, Li ... Bella adalah teman saya, jadi kamu juga gak boleh mengatainya seperti itu. Saya yang memintanya untuk tinggal disini. Kita ini semua sama kedudukannya di mata Allah. Jadi saya harap mulai hari ini kalian berdua bisa saling menghormati.
Sekarang kalian salaman, ya ... saling memaafkan biar gak ada dendam dan kejadian ini jangan terulang lagi !" ucap Audrey bijak dengan tidak memihak pada siapapun.
" Huh ... kalau gak karena harus pura - pura bersikap baik didepan Audrey, malas banget gue megang tangan si j****g ini !" umpat Bella kesal dalam hati.
" Cih ... jijik gue nyentuh dia ! Tapi kalau gak gue lakuin, Audrey bisa curiga !" batin Lily.
Demi tidak membuat Audrey curiga, terpaksa keduanya mengulurkan tangan dan bersalaman.
" Maaf ... !" ujar Bella dan Lily bersamaan sembari pura - pura tersenyum.
Senyum Audrey langsung tercetak di wajahnya melihat hal ini.
__ADS_1
Sedangkan Rina biasa saja sikapnya dan tidak berkomentar sama sekali.
" Ya udah ... kalau gitu malam ini kita semua makan bersama disini ! " ucap Audrey.
Bella malas banget mendengar perkataan Audrey, karena berarti dia harus satu meja dengan Lily
juga. Tapi dia gak bisa menunjukkan kekesalannya di depan Audrey. Jadi mau gak mau dia harus menerima.
" Baik, nona ... sebentar biar saya ambil dulu makanannya. " ujar Lily senang karena kali ini dia sudah bisa makan satu meja dengan Audrey.
" Ya, silahkan ... !" ucap Audrey.
" Lo udah lama pulangnya, Bel ... ?" tanya Audrey setelah Lily beranjak ke dapur.
" Gak juga, Drey ... gue baru nyampe juga, kog ! Kalian baru pulang dari perusahan ?" tanya Bella setelah menjawab pertanyaan Audrey.
" Gak, tadi sempat singgah di cafe bentar. " ucap Audrey.
" Oh, gitu ... !" ujar Bella.
" Ini non Audrey ... silahkan !" kata Lily setelah meletakkan semua makanan di atas meja.
Bella memperhatikan setiap tempat makanan yang di letakkan Lily di dekat Audrey. Itu piring yang sengaja ia sisihkan setelah di taburkan serbuk tadi. Ia masih terus melihat kejanggalan ini hingga akhirnya perhatian teralih saat mendengar omongan Rina.
" Oh, ya ... Drey, kayanya Reno suka deh dengan lo. Lo lihat aja sikap dia sama lo, perhatian banget ! Kalau gak mana mungkin dia sengaja nahan Lo pulang dan ngajak ngobrol sampai lama gitu. Lo lihat sendirikan, dia pasti langsung nyamperin kalau melihat Lo ... kaya di cafe tadi. " ujar Rina sengaja ingin melihat reaksi Lily dan Bella, karena ia yakin kalau sebenarnya mereka saling mengenal.
Benar saja meskipun Bella dan Lily berusaha menutupi rasa terkejut di wajah mereka tapi Rina masih sempat melihat kilatan marah di mata mereka berdua sebelum kembali bersikap wajar.
" Apaan sih Lo, .... udah sekarang kita makan, yuk ... laper gue. Kalau tadi Lo mau makan di cafe pasti gue gak akan lapar kaya gini !" ucap Audrey.
" Hahaha ... sorry ! sayang aja uangnya, Drey ... sementara di
mansion Lily udah masak banyak !" sahut Rina dengan santainya.
Lily berusaha tersenyum mendengar omongan Rina, meski hatinya kesal membayangkan Reno duduk berdekatan Audrey.
Meskipun dia sadar ini dilakukan demi rencana mereka tapi tetap saja ia cemburu.
" Udah ...yuk kita mulai makan ! " kata Audrey sembari mengambil makanan.
" Maaf, non ... saya makan ya !" ujar Lily pura - pura sopan sebelum mengambil makanan untuk dirinya.
" Ya, silahkan Li ... !" sahut Audrey ramah.
Bella dan Rina kemudian mulai mengambil makanan yang tersedia di meja. Bella melirik menu yang di makan Lily. Sama gak ada bedanya dengan yang ia makan.
Hal ini semakin membuatnya kesal. Bisa - bisanya Audrey mengizinkan Lily duduk di tempat yang sama dengan mereka.
Mesti kesal tapi Bella tetap mengunyah makanan yang di buat Lily.
**********************************
Hai, bestie ... 😍😍
Selamat membaca lanjutan ceritanya, ya ... !
Jangan lupa like, vote, komentnya.
__ADS_1
Buat yang sudah mendukung dan terus mendukung Mommy, makasih banget, ya ... 🙏🙏😘
Love You All ❤️❤️❤️