Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 35


__ADS_3

Rina dan Rifky, gak menyangka jika apartment yang akan mereka tempati sangat lah bagus.


Terdiri dari tiga kamar, dan fasilitas lainnya. Bahkan setiap kamar ada kamar mandi nya. Juga sudah tersedia tempat tidur dan lemari pakaian.


Rina hanya harus belanja untuk mengisi keperluan dapur saja.


Semua alat - alat dapur sudah ada, lengkap.


" Bagaimana, apa kalian suka ? " tanya Audrey pada Rina dan Rifky.


" Ini, mah ... bagus banget, Drey .. "


Rifky yang menyahut dengan suara bahagia.


Rina menyetujui perkataan adiknya dengan memberi anggukan.


" Syukur, deh ... kalau kalian suka.


Udah, sekarang taruh barang kalian di kamar. Lalu kita keluar belanja buat mengisi bahan makanan di kulkas." ujar Audrey.


" Nanti aja, Drey, biar gue aja yang belanja. ... Lo pasti capek kan ?"


Rina menolak karena gak mau di bayari lagi oleh Audrey.


Sudah terlalu banyak Audrey menolong mereka. Jadi Rina gak ingin merepotkan dia lagi.


" Gue gak capek, kog ... malah gue paling semangat kalo soal begini.


Gue mau beli bahan makanan yang gue suka makan, jadi kalau gue menginap di sini, Lo harus masakin buat gue ... " kekeh Audrey.


" Oh, Lo beneran mau nginap di sini bareng kami ? " tanya Rina.


" Iyalah, dari pada gue sendiri di mansion mending di sini ada Lo dan Rifky. Tapi gak tiap hari juga, gue kan mau wisuda, masih banyak yang mau di urusin. Oh, ya .. sekalian kita beli pakaian buat Lo berdua, untuk acara wisuda gue. " sahut Audrey yakin.


" Kami boleh datang ke acara wisuda, Lo ... ? " tanya Rina gak percaya.


" Iyalah, Lo berdua harus datang.


Lo kan saudara gue ... " jawab Audrey.


" Makasih, Drey ... sudah menganggap kami berdua saudara Lo, padahal kami hanya orang kampung." ujar Rina dengan nada lirih.


" Udah, ah ... malas gue kalau lo


ngomong kaya gini. Pokoknya gue gak mau dengar kata - kata itu lagi, Lo harus percaya diri. " ucap Audrey dengan serius menatap Rina.


" Maaf ... " ucap Rina pelan, dengan perasaan terharu.


" Gak ada waktu buat sedih - sedih, sekarang waktunya bahagia ... yuk, kita pergi. " ujar Audrey memberi semangat.


" Audrey benar, mbak ... kita harus semangat. Kita harus berhasil." sahut Rifky ikut menyemangati Rina.


" Okey ... " sahut Rina singkat dengan wajah cerah.


Ia memang harus membuang rasa tidak percaya dirinya agar tidak mudah di tindas orang lagi.


Dengan semangat mereka bertiga melangkah keluar dari apartment.


Audrey ingin membawa mereka ke butik mommy nya, terlebih dulu untuk mencari pakaian yang akan mereka kenakan saat Audrey wisuda. Baru setelah itu pergi belanja bahan makanan.


Sementara itu Reno, yang ternyata


diam - diam terus mengikuti mobil Audrey dari jarak jauh melihat dengan penasaran ketika mobil Audrey kembali keluar dari basement apartment nya.

__ADS_1


Ia lalu mengikuti kembali arah mobil Audrey bergerak.


" Huh, sial ... dua orang kampung ini bisa menghambat rencana ku.


Jika mereka terus berada di dekat Audrey. " umpat Reno kesal sambil terus melihat ke arah depan, dimana mobil Audrey berada.


" Cara apa yang harus gue buat, agar mereka tidak selalu dekat dengan Audrey ? " Reno berfikir keras untuk melakukan hal apa yang bisa buat Rina dan Rifky menjauh dari Audrey.


" Hmm ... gue tahu caranya , hahahaha .... " tawa Reno terdengar menyeramkan ketika ia mendapatkan ide bagus.


" Yuk, turun kita pilih pakaian buat kalian pakai di wisuda gue. Baru setelah ini kita pergi belanja." ajak Audrey setelah sampai di depan butik mommy nya.


" Drey, tempat ini pasti mahal - mahal harga pakaian nya. Biar kita cari di tempat yang biasa - biasa aja, ya ... " Rina berusaha menolak begitu melihat sebuah butik yang besar dan terlihat mewah.


" Disini gratis, kita gak perlu bayar." sahut Audrey santai.


" Hah, kog bisa ... ? Lagi diskon besar - besaran ya ? " tanya Rina dengan polos menatap Audrey.


" Hehehe ... iya, lagi ada diskon.


Jadi lo gak usah banyak mikir, tinggal pilih yang Lo suka." Audrey berusaha menahan tawanya ketika mengatakan hal ini.


Ia terpaksa berbohong agar Rina mau turun dari mobil.


" Oh, okey, deh ... kalau gitu.


Tadi gue takut, tempat sebagus ini pasti harga baju nya mahal." ujar Rina semangat lalu keluar dari mobil mengikuti Audrey.


" Lo kenapa gak turun, Ky ... ? " tanya Audrey heran melihat Rifky masih anteng di dalam mobil.


" Memang nya di sini ada juga baju buat cowok ? " tanya Rifky heran, karena ia hanya melihat para wanita saja yang banyak masuk ke dalam butik itu.


" Ada, udah keluar ... gak usah banyak mikir. " ujar Audrey memaksa.


" Baiklah ... " Rifky akhirnya keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti langkah Audrey.


" Cih, tampang mereka aja yang sok polos ... ternyata mereka juga mau memanfaatkan kekayaan Audrey." ujar Reno menghina Rina dan Rifky.


Begitu masuk kedalam butik, Rina dan Rifky merasa heran karena para pegawai di butik ini pada menyapa dengan hormat pada Audrey. Bahkan seorang wanita yang berpakaian dengan sangat bagus langsung menghampiri nya.


" Siang, nona Audrey ... sedang mencari pakaian seperti apa ? " tanya Diva, asisten mommy nya dengan sopan.


" Hmm ... tolong carikan buat mereka berdua pakaian yang akan di kenakan buat acara wisuda."


jawab Audrey gak lupa memberikan senyuman buat Diva.


" Oh, buat wisuda non Audrey ya ... ? " tanya Diva memastikan.


" Ya ... Oya, apa pakaian saya sudah siap ? " Audrey menanyakan kebaya yang akan di pakai nya nanti saat acara wisuda.


" Baru saja selesai, tadi rencananya sore ini mau di antar kan ke mansion nona. " jawab Diva.


" Biar saya coba, jadi kalau sudah pas biar langsung saya saja yang membawa nya." ujar Audrey senang, karena kebaya yang sudah di rancang mommy nya sebelum dia meja hijau,


ternyata sudah bisa ia pakai.


" Mari, nona ... " ajak Diva sopan sambil membawa Audrey, Rina dan Rifky ke dalam ruangan mommy nya.


Audrey langsung meminta pada Diva agar mengantarkan pakaian nya ke ruangan mommy nya agar bisa segera di coba. Sekalian pakaian buat Rina dan Rifky.


Setelah Diva keluar dari ruangan, Rina dan Rifky yang sedari tadi kepala nya penuh dengan pertanyaan segera bertanya pada Audrey.


" Drey ... sepertinya, Lo sering belanja di sini, ya ... pemilik butik ini terlihat sangat menghormati Lo." ucap Rina mengeluarkan rasa penasarannya.

__ADS_1


" Oh, itu karena gue lumayan sering datang ke butik ini." ujar Audrey masih belum memberitahu jika ini butik mommy Elif.


" Iya, Drey ... baju disini memang bagus - bagus tapi sayang nya mahal, tadi aku sempat melirik harganya waktu kita berdiri di luar.


Sebaiknya kami gak usah beli baju di sini, kita cari di tempat yang lebih murah saja. Aku gak ada lihat ada kata gratis di tempel tadi. " kali ini Rifky mengatakan keberatannya.


Audrey yang mendengar perkataan Rifky hanya mengulum senyum, sebelum menjawab perkataan Rina dan Rifky.


" Sorry, kalau gue udah berbohong sama Lo berdua. Sebenarnya ini butik mommy gue. Jadi kalian bebas memilih pakaian yang kalian inginkan, alias gratis.


Zia, Dea dan Bella juga sering gue bawa kesini. Jadi, kalian duduk tenang aja, gak usah protes." Audrey akhirnya berkata hal yang sebenarnya pada Rina dan Rifky, agar mereka tidak merasa gak enak.


" Hah ... yang benar ? " ucap Rina dan Rifky bersamaan dengan wajah kaget.


" Iya ... " sahut Audrey singkat.


" Wah, gue gak tahu harus ngomong apa lagi, ternyata butik mewah ini punya mommy Lo yang cantik itu ? " Rina berkata dengan


mulut terbuka lebar karena merasa takjub.


" Memangnya, mbak pernah ketemu sama orang tua Audrey ? "


tanya Rifky penasaran.


" Kalau ketemu langsung memang belum, tapi waktu mbak menginap


di mansion Audrey kebetulan orang tua nya video call ... jadi mbak sempat ngobrol dan melihat wajah mommy dan Daddy nya.


Dua - dua nya memiliki wajah yang sempurna. Mommy nya Audrey cantik, sedang kan Daddy nya ganteng. Jadi wajar saja kalau Audrey bisa secantik ini.


Lagian di mansion kan ada foto orang tua Audrey di ruang tamu.


Kamu gak lihat ? " Setelah menjelaskan dengan panjang, Rina bertanya pada adik nya.


" Aku sempat lihat, sih ... ada foto, tapi gak terlalu memperhatikan.


Soalnya begitu melihat rumah Audrey aku langsung takjub, gak percaya ada rumah sebesar itu di kota. Jadi gak terlalu fokus melihat foto orang tua nya." Rifky dengan polos menceritakan pengalaman pertama nya ketika masuk ke mansion Audrey.


Audrey tertawa kecil mendengar kata - kata Rifky.


Baru saja ia mengatakan sesuatu terdengar ketukan di pintu.


Setelah Audrey memerintahkan untuk masuk, Diva bersama dua orang pegawai butik pun masuk kedalam dengan membawa beberapa pakaian yang akan di coba oleh Rina dan Rifky.


Sedangkan kebaya Audrey, Diva yang membawa nya.


Audrey langsung bangkit begitu melihat kebaya rancangan mommy nya. Ia mencium kebaya itu seperti sedang menghirup aroma dari mommy nya. Karena Audrey sangat merindukan mommy Elif. Walau pun ia tetap berusaha terlihat ceria dan kuat di luar, tapi di dalam hati nya ia menyembunyikan rasa gelisah dan khawatir pada kedua orang tua nya yang hingga hari ini belum juga ada kabar sedikit pun.


" Saya, akan mencoba nya ... dan tolong kalian juga harus mencoba pakaian yang telah mereka pilih." ucap Audrey menyuruh Rina dan Rifky lalu mengambil ke dua kebaya itu dari tangan Diva, kemudian menuju ruang ganti yang tersedia di ruangan mommy Elif.


Begitu di ruangan ganti, Audrey hampir saja tidak bisa menahan air matanya begitu memakai kebaya hasil rancangan mommy nya. Ia benar - benar sangat merindukan kedua orang tuanya.


Ia seperti bisa melihat langsung dengan matanya wajah mommy Elif ketika sedang mengerjakan tahap awal kebaya ini.


" Drey, gimana dengan pakaian ini.


Apakah menurut kamu bagus apa gak ? " terdengar suara Rina memanggil hingga Audrey menghentikan lamunan nya.


Audrey segera keluar dari ruangan ganti untuk melihat Rina dan Rifky dengan memakai kebaya berwarna coklat muda rancangan mommy nya.


Rina dan yang lain langsung menatap Audrey dengan perasaan


kagum. Audrey terlihat sangat cantik mengenakan kebaya ini.

__ADS_1


Apalagi di padu dengan kain songket berwarna gold , membuat


kebaya itu menjadi semakin terlihat mewah di tubuh nya.


__ADS_2