
" Kak ... boleh nanya gak ?" kata Audrey pelan.
" Mau nanya apa sih, baby ... ?Kog, wajah kamu jadi merah gitu ?" tanya Kevin heran.
" Hmm ... itu kak, Daddy dan Mommy pernah ngomong kalau Audrey udah dijodohin sama pria yang bernama Erland, kak Kevin kenal gak sama dia ?" tanya Audrey dengan wajah malu.
Kevin tertawa mendengar pertanyaan adiknya.
" Jadi ceritanya my baby penasaran nih sama calon suami ?" goda Kevin.
" Bukan gitu maksudnya kak ... tapi Audrey kan udah hampir seminggu di sini dan bentar lagi udah mau pulang. Apa dia gak tahu kalau Audrey di sini ?" ujar Audrey dengan pipi merona.
" Hmm ... Erland tahu kamu disini tapi ia tidak bisa datang menemui kamu, selain karena janji yang ia katakan pada Daddy, bahwa ia akan menemui kamu di waktu yang tepat, juga karena ia sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Lagi pula saat ini ia sedang menyelidiki orang - orang yang ingin mencelakai orang tua
kita. Jika ia terlihat bersama kamu, maka mereka akan tahu bahwa Erland mempunyai hubungan denganmu. Hal ini bisa menggagalkan semua rencana yang sudah ia buat."
jelas Kevin dengan serius.
Tanpa sepengetahuan Audrey,
Erland melihat dirinya setiap hari dari cctv yang ada di handphone nya. Ia meminta Kevin untuk menghubungkan cctv mansion
ke ponselnya juga.
Bahkan saat ini ia juga mendengar pembicaraan mereka mengenai dirinya. Erland menarik sudut bibirnya ketika tahu, Audrey menanyakannya.
Sebenarnya Erland sudah begitu
tidak sabar untuk bisa menghampiri Audrey. Erland sangat merindukan wanita yang sudah ia cintai sejak masih
kecil. Tapi ia tidak ingin semua
rencana yang telah ia buat bersama Daddy Eldric jadi gagal.
Musuh Eldric bukanlah orang yang bisa di anggap remeh.
" Hmm ... kak, apa benar Erland orangnya sangat dingin ? "tanya
Audrey memastikan omongan Daddy nya.
Erland lumayan terkejut mendengar pertanyaan Audrey.
Sementara Kevin yang tahu, Erland sedang memantau dari cctv sengaja menggodanya.
" Ya, Erland dingin dan membosankan. Kalau kakak lihat, ia seperti patung es ... ngomongnya juga sedikit. Kakak
yakin kamu pasti bosan kalau
ketemu sama dia. Jika kakak jadi wanita, kakak gak akan mau
bersamanya. Apalagi untuk menikah ... mendingan cari yang lain." ujar Kevin menahan tawa,
karena ia yakin saat ini Erland
pasti sangat kesal dengannya.
Benar dugaan Kevin, Erland langsung menatap tajam melihat
Kevin melalui ponselnya.
Ia benar - benar sangat emosi
mendengar Kevin menjelekkan dirinya di depan Audrey.
Erland khawatir, Audrey malah akan membatalkan niatnya untuk menikah dengannya, karena omongan Kevin.
" Hah, yang benar kak ... ?
Apa dia membosankan seperti itu ? " tanya Audrey terkejut.
" Benarlah, masa kakak bohong ! "
ucap Kevin.
" Oh, tapi Daddy bilang dia orangnya baik meskipun dingin." ujar Audrey.
Erland langsung tersenyum mendengar perkataan Audrey yang membela dirinya. Padahal biasanya, wajah Erland selalu dingin dan datar.
" Daddy ngomong kaya gitu
ke kamu ? Daddy, pasti salah, gak ada baiknya sama sekali." kata Kevin tersenyum smirk.
Erland ingin bisa mencekik Kevin sekarang karena terus menjatuhkan citranya di depan
Audrey. Karena sudah tidak bisa
menguasai hatinya yang emosi,
Erland segera menghubungi Kevin.
Kevin tertawa dalam hati ketika
melihat handphonenya berbunyi dan nama Erland tertera di sana.
Ia sengaja gak mau mengangkat,
__ADS_1
biar Erland semakin kesal.
" Siapa kak, kog gak di angkat ?"
tanya Audrey, karena Kevin hanya
membiarkan ponselnya terus berbunyi tanpa berniat menjawab
sama sekali.
" Biarin aja ... cuma orang iseng."
jawab Kevin santai.
" Oh, tapi berisik banget. Matiin aja deh handphone kak Kevin." suruh Audrey.
Mendengar ini, membuat Erland
segera memutuskan sambungannya agar tidak menganggu Audrey.
Kevin langsung tertawa begitu
melihat handphonenya langsung berhenti ketika Audrey mengatakan hal tadi.
" Kenapa kakak malah ketawa, sih ... ? " tanya Audrey heran.
" Hahaha ... gak ada, cuma tiba - tiba teringat hal lucu aja, baby."
bohong Kevin.
" Oh, gitu ... kak beneran besok Audrey harus pulang ? " tanya
Audrey lirih.
Kevin segera menghentikan tawanya mendengar suara Audrey yang terdengar sedih.
" Maaf baby, kamu pulang karena kita tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama tanpa ada yang memimpin." ujar Kevin sembari
mengusap kepala Audrey.
Meski sedih tapi Audrey menganggukkan kepalanya.
Ia mengerti, semua ini demi
perusahaan Daddy yang sudah dengan susah payah ia besarkan selama ini.
" Udah, biar bisa menghilangkan
rasa sedih kamu, kita pergi shopping ... kamu pasti ingin
berusaha menghibur Audrey.
" Gak usah deh, kak ... aku lagi gak mood. Kita belum juga mendapatkan kabar mengenai
Daddy dan Mommy." tolak Audrey.
" Hmm ... Baby, bagaimana jika
Daddy dan Mommy beneran sudah tidak ada. Kamu bisa menerimanya kan ? " ujar Kevin hati - hati.
Audrey tidak menjawab pertanyaan Kevin. Ia hanya menganggukkan kepala. Walau pun sangat sulit tapi Audrey harus kuat menerimanya. Apalagi ia sudah pernah berjanji pada orang tuanya untuk tetap tegar
dalam menghadapi masalah apapun.
" Kita harus tetap kuat agar Daddy dan Mommy bangga melihat kita.
Jangan biarkan mereka yang telah
mencelakakan orang tua kita merasa senang jika melihat kamu terpuruk." ujar Kevin.
" Ya, kak ... " jawab Audrey pelan.
" Karena kamu gak mau pergi shopping, kita ke tempat latihan aja." ajak Kevin.
" Hmm ... " sahut Audrey singkat.
* * * * * * *
Sudah seminggu Audrey berada di L*****. Kini ia harus pulang kembali ke Indonesia.
Meski ia masih ingin menunggu
kabar pencarian anggota Kevin
tentang keberadaan orang tuanya.
Ia tetap harus pulang karena tidak mungkin perusahaan
Daddy dan butik Mommy nya
di biarkan begitu saja tanpa ada pemimpin yang menjalankannya. Meski ada asisten Daddy yang menjalankan tapi tetap saja sebagai anak dari Eldric, ia harus menjalankan tanggung - jawabnya.
Kevin, Drake bersama teman - temannya juga Rifky mengantar
kan kepulangan Audrey.
__ADS_1
Erland juga ikut tapi ia hanya melihat dari kejauhan.
" Kak, Audrey berangkat ? " ucap Audrey sembari memeluk Kevin dengan erat.
" Baby, kamu harus selalu berhati -
hati. Jangan pernah percaya dengan orang yang baru kamu kenal. Kamu pasti bisa menjalankan perusahaan Daddy,
dengan baik. Kamu harus ingat,
wajah Daddy dan Mommy jika sedang lemah agar bisa tetap
semangat. " pesan Kevin menyemangati Audrey.
" Ya, kak ... " sahut Audrey.
Giliran Drake yang mengucapkan kata perpisahan pada Audrey.
" Queen ... you are a strong girl that I ever know, so don't be afraid of anything. " kata Drake memeluk Audrey.
Audrey membalas pelukan Drake sembari menganggukkan kepala.
Begitu juga dengan teman - teman
Drake yang lain, bergantian memberikan pelukan pada Audrey.
Kini tiba giliran Rifky yang akan mengucapkan salam perpisahan pada Audrey.
" Drey ... tolong sampaikan salam ku kepada mbak Rina. Katakan padanya aku akan baik - baik saja di sini. Jadi jangan khawatir. Satu hal lagi, aku ingin kamu lebih berhati - hati pada Reno dan Bella. Aku tidak percaya
pada mereka. " ujar Rifky dengan wajah serius.
Audrey tertegun mendengar perkataan Rifky. Ia gak menyangka Rifky mencurigai Reno dan Bella.
" Kenapa kamu tidak percaya dengan mereka berdua, Ky ... ?" tanya Audrey.
" Entahlah, tapi aku merasa mereka bukan yang baik dan tulus. Aku pernah tidak sengaja
melihat tatapan benci dan licik
dari mata mereka berdua ketika
melihatmu. Jadi, aku minta berhati - hatilah terhadap mereka."
ujar Rifky lagi.
" Hmm ... semoga dugaan kamu tidak benar , Ky ... tapi terima kasih karena sudah mengingatkan aku." jawab Audrey.
" Ya ... salam buat bik Imah juga."
kata Rifky menghela nafas karena sepertinya Audrey belum percaya dengan perkataannya.
" Okey, kak ... kalian semua, aku berangkat ya ... bye " ujar Audrey sembari melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga pesawat.
" Bye, baby ... " Kevin dan yang lain
melambaikan tangan mereka pada Audrey yang sudah naik
ke atas tangga pesawat.
Tapi saat ia berdiri di tangga paling atas, Audrey melihat seorang pria menatapnya dengan
wajah yang sangat dingin.
Tidak tahu kenapa, ia merasa kalau pria yang ia lihat berdiri di kejauhan itu adalah Erland.
Erland yang tahu, Audrey sedang
melihatnya membalas tatapan
Audrey dengan tatapan hangat.
Melihat tatapan pria itu menjadi
hangat kepadanya, membuat Audrey menjadi gugup.
Setelah bertatapan beberapa saat,
akhirnya Audrey memutuskan untuk segera masuk ke dalam
pesawat.
Erland yang melihat ini hanya bisa menghembuskan nafas kasar, karena kali ini ia harus berpisah lagi dengan Audrey ... dan masih
lama baru bisa bertemu dengan Audrey. Mungkin nanti setelah semua urusan yang berat ini selesai. Erland akan menemui
Audrey dan melamarnya secara langsung.
Tak lama pesawat itu membawa Audrey pergi menjelajah di udara.
**********************************
Maaf, ya semua, semalam Mommy gak bisa Up ... 🙏🙏🙏
Selamat membaca dan nantikan terus episode selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih ... 🙏🙏😘😘