
" Apa ... Papa serius ? " tanya Reno tidak percaya dengan yang di sampaikan oleh Papa nya.
" Hahahaha ... si tua bangka itu
telah berhasil rupanya menyingkirkan orang tua Audrey.
Berarti rencana ku akan semakin mudah. Pantas saja waktu itu Audrey jatuh pingsan. Itu berarti karena ia terkejut mendengar berita kematian orang tuanya." ujar Reno senang.
" Hmm ... sekarang dimana gadis
itu ? Apa dia masih di mansion nya ? " tanya Papa Reno.
" Itu yang aku tidak tahu Pa ...
Audrey di bawa pergi beberapa
orang pria dalam keadaan pingsan ? " ujar Reno.
" Bagaimana kau bisa tidak tahu.
Dasar bodoh ... !! Apa kau tidak
bisa mencari tahu di bawa kemana dia. Karena dari yang Papa tahu, ia tidak ada di Lo**** saat ini." kata Papa Reno dengan
nada keras.
" Dari mana aku bisa tahu !
Aku tidak bisa masuk lagi
ke mansion nya, sejak Audrey
pergi. Para b*******n itu melarang
bik Imah membuka mansion untuk siapapun selama Audrey
belum kembali." jawab Reno sengit.
" Berarti pelayan tua itu tahu siapa mereka dan di mana keberadaan putrinya Eldric
sekarang." ujar Papa Reno.
" Papa kenal dengan bik Imah ?"
tanya Reno heran.
" Tentu saja. Pelayan tua itu sudah
ikut bersama mereka sejak lama.
Sepertinya ia juga tahu tentang
semua rahasia mereka. Papa rasa sebaiknya kau menyingkirkan Imah juga agar tidak ada yang menghambatmu." ujar Papa Reno dingin.
" Hmm ... kalau begitu nanti aku
akan mencari cara agar bisa masuk kesana." jawab Reno sambil memikirkan perkataan Papa nya.
" Harus, jika tidak kau bisa kehilangan jejak Audrey. Kau juga
harus menyelidiki siapa pria yang
membawanya."
" Baik ... sekarang aku tutup teleponnya. Aku mau bersiap -
siap untuk pergi ke mansion Audrey."
" Okey ... kau jangan sampai gagal. Kalau tidak mau nyawa kita hilang di buat tua bangka itu !".
" Ya ... " sahut Reno singkat lalu
memutuskan sambungan telepon
mereka.
* * * *
Sementara itu hari ini Bella berusaha datang kembali
ke mansion. Tapi kali ini ia sengaja datang bersama Zia dan
Dea agar Rina dan Bik Imah
luluh dan membolehkan mereka
masuk.
" Pak, tolong izinkan kami masuk.
Kami hanya ingin bertanya mengenai kabar Audrey." ujar Zia
membujuk penjaga.
" Maaf, non Zia ... bukan saya tidak menghormati non sebagai
temannya non Audrey. Tapi kami
di perintahkan untuk tidak mengizinkan siapapun masuk
ke mansion." jawab salah satu
penjaga.
" Baiklah, tapi tolong bapak sampaikan pada bik Imah bahwa
saya dan Dea datang. Pasti bibi
akan memberikan izin buat kami."
ujar Zia mengalah.
" Baik, non ... saya akan coba sampaikan. Tapi jika setelah saya menyampaikan maksud nona, Bu Imah tetap tidak memberi izin, saya mohon maaf. " kata penjaga
itu.
Perkataan penjaga ini membuat Bella kesal. Tapi ia menahannya
dengan pura - pura memasang
__ADS_1
wajah sedih agar bisa mendapatkan keinginannya untuk
masuk ke dalam mansion.
Penjaga yang di mintai tolong oleh Zia pun lalu berjalan masuk
ke halaman mansion. Sedangkan
yang lain masih tetap menjaga
pintu gerbang.
Penjaga segera mengetuk pintu
mansion untuk memberitahukan
tentang kehadiran Zia dan Dea.
Lily yang sedang bekerja dekat dengan pintu segera membukakan ketika mendengar ketukan di pintu.
" Ada apa pak ? " tanya Lily.
" Bu Imah mana ? " tanya penjaga.
" Oh, Bu Imah sedang berada
di kamar, mungkin lagi sholat." jawab Lily dengan cepat.
Bik Imah dan Rina memang kebetulan lagi berada di kamar.
Lily tidak tahu mereka sedang
melakukan apa. Karena belakangan ini, Imah dan Rina
sering ke kamar tamu setelah
selesai makan.
" Lagi sholat, ya ... ? ".
" Iya, Pak. Memangnya ada perlu apa ya, Pak ... ? " tanya Lily penasaran.
" Itu di luar ada temannya non Audrey. Mereka minta di izinkan
masuk. Tapi saya tidak berani
memberikan izin sebelum mendapatkan persetujuan dari
Bu Imah." jawab penjaga menjelaskan.
" S**l ... tinggi juga pengaruh wanita tua itu ternyata. Bahkan
penjaga yang menyeramkan ini saja harus minta izin dengannya."
umpat Lily dalam hati.
" Oh, masalah itu Pak ... tadi Bu Imah sebelum sholat berpesan pada saya untuk mengatakan pada bapak, agar memberikan
izin buat teman - teman
nona untuk masuk. Karena tadi
Lily sengaja melakukan karena tadi Reno menghubunginya agar
mencarikan cara supaya Reno
bisa masuk ke dalam mansion.
Karena pasti Reno sekarang sudah berada di luar.
" Benarkah Bu Imah berkata seperti itu ? " tanya penjaga itu
belum yakin.
" Ya benarlah, Pak ... masa saya
berani berbohong." jawab Lily
dengan wajah meyakinkan.
" Hmm ... baiklah kalau begitu.
Saya akan membuka pintu gerbang buat teman - temannya
non Audrey." ujar penjaga karena
merasa yakin dengan omongan
Lily yang terlihat jujur.
" Ya, Pak ... " sahut Lily senang karena berhasil meyakinkan
penjaga.
Benar saja di pintu gerbang kini
Reno juga sedang menunggu mendapatkan izin untuk
di bukakan pintu gerbang.
" Bagaimana Pak, apa Bik Imah
mengizinkan kami masuk ? " tanya Zia.
" Ya, non ... " jawab penjaga sambil berusaha membukakan pintu gerbang. Tapi kemudian
di cegah oleh para penjaga yang lain.
Pada penjaga lain menatap gak percaya mendengar perkataan
temannya. Karena sebelumnya
Bu Imah tidak ada memberikan
instruksi pada mereka untuk
membukakan pintu, meskipun
itu buat temannya non Audrey.
__ADS_1
" Tunggu dulu, apa kamu yakin
Bu Imah memberikan izin ? " tanya
penjaga lain gak yakin.
" Iya, tadi Bu Imah memberikan pesan pada seorang pelayan agar membukakan pintu buat
temannya non Audrey."
" Pelayan yang mana ? Memangnya bu Imah kemana ?
Kenapa harus memberikan pesan pada pelayan ? " tanya mereka.
" Oh, itu ... Bu Imah sedang sholat.
Tadi sebelum sholat Bu Imah
berpesan pada pelayan itu untuk
membuka pintu buat teman - temannya non Audrey."
Seringai licik keluar dari mulut Reno mendengar omongan penjaga b***h itu. Ternyata tidak
sia - sia ia menempatkan Lily,
simpanannya selain Bella
di mansion ini.
" Hmm ... siapa nama pelayan itu ? " tanya mereka masih belum
yakin.
" Aduh, kalau itu saya lupa menanyakannya. Sepertinya ia
pelayan baru. Karena sebelum saya pulang kampung ia belum
kerja di sini."
Penjaga ini memang tidak mengenal Lily. Karena saat Lily
masuk untuk bekerja, ia sedang
berada di kota kelahirannya.
" Hmm ... apa kau yakin dia tidak
berbohong ? ".
" Tentu saja. Ia terlihat jujur saat
menyampaikan pesan."
" Baiklah ... " akhirnya para penjaga percaya juga dengan
perkataan temannya.
Setelah itu mereka segera membukakan pintu buat Zia dan yang lainnya.
Zia dan yang lain akhirnya bisa
menarik napas lega setelah mendengar mereka dibolehkan
masuk ke mansion.
Apalagi Bella, ternyata tidak sia -
sia ia mengajak Zia dan Dea datang bersamanya.
Padahal ini semua karena Reno
yang sudah terlebih dulu menghubungi Lily untuk memberikan alasan yang tepat
buat penjaga.
" Terima kasih, Pak ... " ucap Zia dan Dea setelah mereka di bolehkan untuk masuk.
Sedangkan Bella dan Reno hanya
menganggukkan kepala mereka.
Lily yang sengaja membuka pintu
mansion menunggu kedatangan
Reno kekasihnya.
Sejak terakhir kejadian Audrey pingsan, ia belum bertemu
dengannya lagi, selain melalui
telefon.
**********************************
Semangatttt .... !!!
Meski lagi kurang sehat 😁😘
Jangan lupa berikan Like, Koment
yang positif, Vote dan Hadiah
yang banyak.
Buat yang sudah setia membaca
dan memberikan dukungan buat
karya yang Mommy buat, Mommy
ucapkan terima kasih ... 🙏🙏😘😍
Semoga kalian selalu sehat dan
di berikan Rezeki yang melimpah.
Aamiin ... 😘😘😘
__ADS_1