Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 51


__ADS_3

" Apa ... Papa serius ? " tanya Reno tidak percaya dengan yang di sampaikan oleh Papa nya.


" Hahahaha ... si tua bangka itu


telah berhasil rupanya menyingkirkan orang tua Audrey.


Berarti rencana ku akan semakin mudah. Pantas saja waktu itu Audrey jatuh pingsan. Itu berarti karena ia terkejut mendengar berita kematian orang tuanya." ujar Reno senang.


" Hmm ... sekarang dimana gadis


itu ? Apa dia masih di mansion nya ? " tanya Papa Reno.


" Itu yang aku tidak tahu Pa ...


Audrey di bawa pergi beberapa


orang pria dalam keadaan pingsan ? " ujar Reno.


" Bagaimana kau bisa tidak tahu.


Dasar bodoh ... !! Apa kau tidak


bisa mencari tahu di bawa kemana dia. Karena dari yang Papa tahu, ia tidak ada di Lo**** saat ini." kata Papa Reno dengan


nada keras.


" Dari mana aku bisa tahu !


Aku tidak bisa masuk lagi


ke mansion nya, sejak Audrey


pergi. Para b*******n itu melarang


bik Imah membuka mansion untuk siapapun selama Audrey


belum kembali." jawab Reno sengit.


" Berarti pelayan tua itu tahu siapa mereka dan di mana keberadaan putrinya Eldric


sekarang." ujar Papa Reno.


" Papa kenal dengan bik Imah ?"


tanya Reno heran.


" Tentu saja. Pelayan tua itu sudah


ikut bersama mereka sejak lama.


Sepertinya ia juga tahu tentang


semua rahasia mereka. Papa rasa sebaiknya kau menyingkirkan Imah juga agar tidak ada yang menghambatmu." ujar Papa Reno dingin.


" Hmm ... kalau begitu nanti aku


akan mencari cara agar bisa masuk kesana." jawab Reno sambil memikirkan perkataan Papa nya.


" Harus, jika tidak kau bisa kehilangan jejak Audrey. Kau juga


harus menyelidiki siapa pria yang


membawanya."


" Baik ... sekarang aku tutup teleponnya. Aku mau bersiap -


siap untuk pergi ke mansion Audrey."


" Okey ... kau jangan sampai gagal. Kalau tidak mau nyawa kita hilang di buat tua bangka itu !".


" Ya ... " sahut Reno singkat lalu


memutuskan sambungan telepon


mereka.


* * * *


Sementara itu hari ini Bella berusaha datang kembali


ke mansion. Tapi kali ini ia sengaja datang bersama Zia dan


Dea agar Rina dan Bik Imah


luluh dan membolehkan mereka


masuk.


" Pak, tolong izinkan kami masuk.


Kami hanya ingin bertanya mengenai kabar Audrey." ujar Zia


membujuk penjaga.


" Maaf, non Zia ... bukan saya tidak menghormati non sebagai


temannya non Audrey. Tapi kami


di perintahkan untuk tidak mengizinkan siapapun masuk


ke mansion." jawab salah satu


penjaga.


" Baiklah, tapi tolong bapak sampaikan pada bik Imah bahwa


saya dan Dea datang. Pasti bibi


akan memberikan izin buat kami."


ujar Zia mengalah.


" Baik, non ... saya akan coba sampaikan. Tapi jika setelah saya menyampaikan maksud nona, Bu Imah tetap tidak memberi izin, saya mohon maaf. " kata penjaga


itu.


Perkataan penjaga ini membuat Bella kesal. Tapi ia menahannya


dengan pura - pura memasang

__ADS_1


wajah sedih agar bisa mendapatkan keinginannya untuk


masuk ke dalam mansion.


Penjaga yang di mintai tolong oleh Zia pun lalu berjalan masuk


ke halaman mansion. Sedangkan


yang lain masih tetap menjaga


pintu gerbang.


Penjaga segera mengetuk pintu


mansion untuk memberitahukan


tentang kehadiran Zia dan Dea.


Lily yang sedang bekerja dekat dengan pintu segera membukakan ketika mendengar ketukan di pintu.


" Ada apa pak ? " tanya Lily.


" Bu Imah mana ? " tanya penjaga.


" Oh, Bu Imah sedang berada


di kamar, mungkin lagi sholat." jawab Lily dengan cepat.


Bik Imah dan Rina memang kebetulan lagi berada di kamar.


Lily tidak tahu mereka sedang


melakukan apa. Karena belakangan ini, Imah dan Rina


sering ke kamar tamu setelah


selesai makan.


" Lagi sholat, ya ... ? ".


" Iya, Pak. Memangnya ada perlu apa ya, Pak ... ? " tanya Lily penasaran.


" Itu di luar ada temannya non Audrey. Mereka minta di izinkan


masuk. Tapi saya tidak berani


memberikan izin sebelum mendapatkan persetujuan dari


Bu Imah." jawab penjaga menjelaskan.


" S**l ... tinggi juga pengaruh wanita tua itu ternyata. Bahkan


penjaga yang menyeramkan ini saja harus minta izin dengannya."


umpat Lily dalam hati.


" Oh, masalah itu Pak ... tadi Bu Imah sebelum sholat berpesan pada saya untuk mengatakan pada bapak, agar memberikan


izin buat teman - teman


nona untuk masuk. Karena tadi


Lily sengaja melakukan karena tadi Reno menghubunginya agar


mencarikan cara supaya Reno


bisa masuk ke dalam mansion.


Karena pasti Reno sekarang sudah berada di luar.


" Benarkah Bu Imah berkata seperti itu ? " tanya penjaga itu


belum yakin.


" Ya benarlah, Pak ... masa saya


berani berbohong." jawab Lily


dengan wajah meyakinkan.


" Hmm ... baiklah kalau begitu.


Saya akan membuka pintu gerbang buat teman - temannya


non Audrey." ujar penjaga karena


merasa yakin dengan omongan


Lily yang terlihat jujur.


" Ya, Pak ... " sahut Lily senang karena berhasil meyakinkan


penjaga.


Benar saja di pintu gerbang kini


Reno juga sedang menunggu mendapatkan izin untuk


di bukakan pintu gerbang.


" Bagaimana Pak, apa Bik Imah


mengizinkan kami masuk ? " tanya Zia.


" Ya, non ... " jawab penjaga sambil berusaha membukakan pintu gerbang. Tapi kemudian


di cegah oleh para penjaga yang lain.


Pada penjaga lain menatap gak percaya mendengar perkataan


temannya. Karena sebelumnya


Bu Imah tidak ada memberikan


instruksi pada mereka untuk


membukakan pintu, meskipun


itu buat temannya non Audrey.

__ADS_1


" Tunggu dulu, apa kamu yakin


Bu Imah memberikan izin ? " tanya


penjaga lain gak yakin.


" Iya, tadi Bu Imah memberikan pesan pada seorang pelayan agar membukakan pintu buat


temannya non Audrey."


" Pelayan yang mana ? Memangnya bu Imah kemana ?


Kenapa harus memberikan pesan pada pelayan ? " tanya mereka.


" Oh, itu ... Bu Imah sedang sholat.


Tadi sebelum sholat Bu Imah


berpesan pada pelayan itu untuk


membuka pintu buat teman - temannya non Audrey."


Seringai licik keluar dari mulut Reno mendengar omongan penjaga b***h itu. Ternyata tidak


sia - sia ia menempatkan Lily,


simpanannya selain Bella


di mansion ini.


" Hmm ... siapa nama pelayan itu ? " tanya mereka masih belum


yakin.


" Aduh, kalau itu saya lupa menanyakannya. Sepertinya ia


pelayan baru. Karena sebelum saya pulang kampung ia belum


kerja di sini."


Penjaga ini memang tidak mengenal Lily. Karena saat Lily


masuk untuk bekerja, ia sedang


berada di kota kelahirannya.


" Hmm ... apa kau yakin dia tidak


berbohong ? ".


" Tentu saja. Ia terlihat jujur saat


menyampaikan pesan."


" Baiklah ... " akhirnya para penjaga percaya juga dengan


perkataan temannya.


Setelah itu mereka segera membukakan pintu buat Zia dan yang lainnya.


Zia dan yang lain akhirnya bisa


menarik napas lega setelah mendengar mereka dibolehkan


masuk ke mansion.


Apalagi Bella, ternyata tidak sia -


sia ia mengajak Zia dan Dea datang bersamanya.


Padahal ini semua karena Reno


yang sudah terlebih dulu menghubungi Lily untuk memberikan alasan yang tepat


buat penjaga.


" Terima kasih, Pak ... " ucap Zia dan Dea setelah mereka di bolehkan untuk masuk.


Sedangkan Bella dan Reno hanya


menganggukkan kepala mereka.


Lily yang sengaja membuka pintu


mansion menunggu kedatangan


Reno kekasihnya.


Sejak terakhir kejadian Audrey pingsan, ia belum bertemu


dengannya lagi, selain melalui


telefon.


**********************************


Semangatttt .... !!!


Meski lagi kurang sehat 😁😘


Jangan lupa berikan Like, Koment


yang positif, Vote dan Hadiah


yang banyak.


Buat yang sudah setia membaca


dan memberikan dukungan buat


karya yang Mommy buat, Mommy


ucapkan terima kasih ... 🙏🙏😘😍


Semoga kalian selalu sehat dan


di berikan Rezeki yang melimpah.


Aamiin ... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2