
" Bel ... mulai sekarang, ini kamar buat lo." ucap Audrey.
" Makasih, Drey ... gue beneran gak menyangka kalau gue bisa
tinggal disini bersama Lo. Tapi ini beneran gak papa ... gue takut menambah beban Lo." ujar Bella memasang wajah sedihnya.
Padahal ia pikir akan tinggal
di kamar Audrey, seperti biasanya kalau ia sedang menginap disini.
Walaupun kamar yang disediakan untuknya juga bagus. Tapi ia lebih suka kamar Audrey.
" Apaan sih ... kaya orang lain aja.
Gue malah yang senang, mansion bakalan makin seru karena ada Lo dan Rina. " ucap Audrey dengan senyum di bibirnya.
" Makasih banget, Drey ... !" ujar Bella.
" Udah, makasih melulu, bosan gue dengarnya ... hehehe. " Audrey tertawa kecil.
" Abis gue gak tahu harus ngomong apa lagi sama Lo. Lo emang sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidup gue. " puji Bella.
Meski kerap kali karena hal inilah yang membuat ia begitu benci dan iri dengan sikap baik yang ditunjukkan Audrey pada semua orang. Karena ia selalu menganggap itu hanya sebagai pencitraan agar Audrey mendapatkan pujian dan perhatian dari mereka, terutama dari para pria di kampus.
" Sama ... Lo, Rina, Zia dan Dea juga sahabat terbaik buat gue.
Jadi gue gak mau dengar lagi kalau Lo merasa gak enak. Sekarang sebaiknya Lo istirahat, gue juga mau tidur. Besok gue harus kerja. " ucap Audrey hendak meninggalkan Bella bersama Rina.
" Okey ... btw, kamar Lo yang mana, Rin ... ?" tanya Bella penasaran.
Rina mengulum senyumnya mendengar pertanyaan Bella.
" Oh, gue tidur bareng dengan Audrey !" jawab Rina dengan santai.
" Sialan ... kenapa gadis kampung ini bisa tidur sama Audrey ! Padahal gue yang lebih dulu kenal dengan Audrey dan jadi sahabatnya. Pasti gadis kampungan ini juga punya maksud tersembunyi di belakang Audrey. Dasar Audrey, b***h ! Mau aja Lo dibohongi !" Bella langsung menggerutu kesal dalam hati begitu mendengar hal ini.
Tapi dengan pintarnya ia mengeluarkan senyum manis diwajahnya agar mereka tidak tahu kalau ia sedang mengumpat mereka berdua.
" Awalnya gue tidur di kamar tamu juga kaya Lo, Bel ... tapi setelah Audrey pulang dari yang menghilang kemarin gue diajak tidur bareng dengan dia. Padahal gue udah nolak. Ya, kan ... Drey !"
__ADS_1
Rina sengaja mengatakan ini agar Bella tidak iri padanya.
" Iya, Bel ... ! Udah, yuk Rin ... ngantuk gue. Lo juga istirahat Bel ... besok kuliah kan ! " ucap Audrey merasa kalau yang dilakukannya bukanlah sebuah masalah.
" Hah ... iya. " sahut Bella cepat.
Audrey dan Rina kemudian keluar dari kamar Bella. Gak tahu kenapa , beberapa hari ini badan Audrey sering cepat kelelahan dan bawaannya pengen tidur.
Begitu melihat mereka keluar Bella, melemparkan bonekanya ke arah pintu untuk meluapkan rasa kesalnya pada Audrey. Ia gak terima karena Audrey lebih memilih Rina yang tidur dengannya dibandingkan Bella yang sudah jauh lebih lama berteman dengannya.
Tapi untuk kali ini ia harus memainkan perannya dengan sangat baik agar semuanya berjalan dengan mulus.
Audrey langsung tertidur begitu merebahkan dirinya di tempat tidur. Rina yang baru saja selesai mandi hanya menahan senyum melihat Audrey yang terlihat kelelahan.
Sementara itu di negara lain, Kevin kakaknya Audrey terlihat begitu bingung bagaimana harus menyampaikan berita menyedihkan ini pada adiknya.
Setelah pencarian di beberapa tempat yang mirip dengan gambaran Audrey, ternyata anak buahnya tidak bisa menemukan apa - apa tentang keberadaan orang tua mereka. Hingga ia memutuskan untuk menghentikan pencariannya.
Meskipun ia tahu pasti kalau Audrey akan sangat bersedih dengan berita ini. Tapi ia harus tetap menyampaikannya, karena ia ingin Audrey tidak terlalu berharap lebih jauh dan mulai belajar menerima kenyataan. Sama seperti dirinya.
Walaupun berat tapi mereka harus tetap kuat dan bertahan demi menyelamatkan semua aset yang
Daddy dan Mommy. Meski mereka harus mengikhlaskan perusahaan yang sedang dikelola Audrey saat ini demi menyelamatkan perusahaan lain.
" Gimana ... kapan Tuan akan menyampaikan berita ini pada Audrey ?" tanya Rifky dengan serius setelah menyelesaikan tugas yang diberikan Kevin.
Meski masih dalam waktu yang belum terlalu lama, sejak Rifky di perintahkan oleh Kevin untuk belajar IT ... ia sudah mulai diterjunkan dengan beberapa seniornya menangani pengamanan beberapa data penting yang ada di perusahaan.
Ia sangat bersyukur dengan kesempatan yang ia dapatkan sejak mengenal Audrey dan Kevin.
" Hmm ... mungkin dalam beberapa hari ini. Aku harus menyiapkan mental untuk menyampaikannya sama Audrey.
Karena aku tahu, dia masih sangat berharap orang tua kami saat ini masih hidup." Kevin mengatakan ini sambil matanya menatap langit - langit ruangannya.
" Tapi Tuan Kevin harus tetap memberitahukan padanya. Saya gak mau dia semakin berharap.
Mungkin saat dia bermimpi tentang orang tua kalian, itu karena alam bawah sadarnya masih sangat berharap orang tua kalian masih hidup. Tapi dalam kenyataannya malah sebaliknya. Jadi dia harus siap menerima meski menyakitkan." ujar Rifky dengan serius.
" Ya, kamu benar ... ! Kalau begitu dalam dua hari ini aku akan menghubungi Audrey. " ujar Kevin akhirnya.
__ADS_1
" Baiklah ... semoga Audrey bisa kuat menerimanya." sahut Rifky.
" Hmm ... semoga saja. " kata Kevin.
" Kalau begitu saya permisi, Tuan Kevin. Saya harus kembali ke base camp. Drake bisa marah kalau saya terlalu lama meninggalkan latihan. " Rifky berdiri dari tempat duduknya.
" Hmm ... tunggu ! " Rifky menghentikan langkahnya mendengar perkataan Kevin.
" Ya, ada apa Tuan Kevin ?" tanya Rifky.
" Apa kakak kamu sudah punya pacar ?" Kevin menanyakan ini karena ia sedikit penasaran dengan wanita yang menemani adiknya Audrey.
" Setahu saya tidak ada Tuan Kevin. Mbak saya, Rina ... sama seperti dengan saya, ia sangat ingin kuliah. Jadi saya rasa saat ini ia hanya ingin fokus dulu pada pendidikannya. Tapi kenapa Tuan menanyakannya ?" tanya Rifky setelah menjelaskan mengenai Rina.
" Tidak apa - apa ! saya hanya penasaran dengan wanita yang jadi sahabatnya Audrey. " jawab Kevin dengan jujur.
" Oh, kenapa tuan harus penasaran dengan status mbak saya ?" tanya Rifky heran.
" Hanya penasaran saja ! Sudah, kamu bisa pergi sekarang !" Kevin mengusir Rifky keluar dari ruangannya agar ia tidak bertanya lagi.
Ia juga tidak mengerti kenapa ia harus penasaran mengenai hal ini.
Padahal Kevin sama sekali belum pernah bertemu dengan wanita ini. Ia hanya melihat wajah Rina dari foto yang pernah di perlihatkan Audrey ketika berada
di sini.
Waktu itu ia hanya ingin melihat wajah sahabat baru adiknya. Sama juga dengan yang pernah ia lakukan ketika ia diperlihatkan foto Zia, Dea dan Bella. Tapi ia tidak pernah bertanya pada Audrey mengenai kekasih mereka.
" Sial ... !" umpat Kevin kesal lalu keluar dari ruangannya menuju
ruang latihan bela diri.
Ia harus meregangkan otot - ototnya agar tubuhnya bisa lebih rileks dan melupakan sejenak semua masalah yang harus
di tanganinya.
**********************************
Hai Semua ....Jangan lupa like, vote dan komentnya ya ... 🙏🙏😘
__ADS_1
Love You All ❤️❤️