Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 88


__ADS_3

Bik Imah bersama asistennya mengawasi Lily yang sedang memasak di dapur.


Sejak kepulangannya dari rumah sakit, meskipun ia tidak bisa bertugas seperti biasa tapi jabatan sebagai kepala rumah tangga di kembalikan padanya oleh Audrey.


Awalnya Audrey tidak setuju karena ia ingin bik Imah istirahat dan fokus untuk kesembuhannya. Tapi bik Imah menolak, karena ia masih ingin melanjutkan tanggung - jawabnya di mansion ini.


Apalagi kehadiran Bella yang sekarang sudah tinggal di sini, membuat bik Imah dan asistennya semakin khawatir. Mereka memang kurang menyukai Bella.


Di antara teman - teman Audrey hanya ia yang berani bersikap dan berbicara kasar.


Lily mengumpat kesal dalam hati. Sekarang ia harus sangat berhati - hari. Ia tidak bisa bergerak dengan leluasa setelah bik Imah kembali. Bahkan Lily tidak bisa seenaknya lagi menaruh obat buat Audrey, karena bik Imah akan terus mengawasi pekerjaannya. Meski ia tidak bisa berdiri dan berbicara dengan jelas tapi bik Imah cukup berbahaya.


Mulai sekarang ia harus mencari cara agar bisa tetap mengerjakan apa yang sudah di mulainya.


Lily tahu dari awal ia bekerja di mansion ini, bik Imah sudah tidak terlalu menyukainya. Apalagi setelah ia menyamar jadi penyusup, bik Imah semakin mencurigainya.


Bik Imah memperhatikan sikap Lily yang meskipun berusaha ditutupinya, terlihat gelisah.


" Lily, jika sudah selesai segera sajikan di meja makan. Sebentar lagi non Audrey akan turun !" ujar asisten bik Imah.


" Baik, mbak ... !" sahut Lily singkat sembari menggerutu dalam hati.


" B******k kenapa gak m*** saja sih, tua bangka ini ! Menghambat kerjaan gue aja !".


Lily bersama Nana segera menata meja makan dengan makanan yang sudah selesai di masak olehnya.


Bik Imah menunggu di dekat meja makan sambil menatap Lily dengan tajam.


Ia kemudian kembali ke dapur untuk mengambil minuman buat Audrey dan yang lainnya.


Lily beruntung kali ini bik Imah tidak ikut kembali ke dapur. Jadi ia bisa mencampurkan obat ke dalam minuman Audrey.


Bella yang baru turun dari lantai atas, menahan rasa kesal ketika melihat bik Imah dan asistennya


yang sedang memperhatikan dirinya.


" Kenapa sih tua bangka ini melihat gue terus ! Apa dia curiga sama gue ?" ujar Bella dalam hati, sembari berjalan ke arah meja makan.


" Pagi non Bella ... !" sapa asisten bik Imah.

__ADS_1


" Pagi ... ! Audrey dan Rina belum turun, bik .... ?" ujar Bella kemudian menarik kursi untuk ia duduki.


" Nana lagi memanggil mereka, non ... !" ujar asisten bik Imah mewakilinya.


" Oh ... !" sahut Bella singkat.


Tapi dalam hatinya ia mengumpat Audrey. "Huh, Dasar manja ... ! Kemarin dia bisa turun sendiri tanpa harus di panggil.


Lily yang hanya bisa berdiri dan melihat dari kejauhan hanya bisa menahan rasa marah di hatinya.


Ia sudah gak di izinin untuk makan bersama lagi dengan Audrey dan yang lain di meja makan sejak bik Imah pulang. Bahkan untuk berdiri dekat meja saja sudah tidak diperbolehkan lagi.


Peraturan ini baru tadi di sampaikan asisten bik Imah padanya saat mereka berada di dapur.


" Hmm ... sepertinya gue harus segera menghubungi Reno dan memintanya untuk mempercepat rencana itu ! Gue udah gak tahan harus bersikap pura - pura baik


di depan Audrey. Tapi sebelum itu gue harus membuat Rina terusir dari mansion ini, " ujar Lily.


Tidak lama, Audrey dan Rina pun turun dan berjalan menghampiri mereka semua.


" Pagi, bik ... pagi semua !" sapa Audrey ramah.


Sedangkan bik Imah terlihat menggerakkan bibirnya, ikut menjawab sapaan Audrey.


" Kita sarapan bareng aja, ya ... ! Lily, kamu kog berdiri di sana.


Ayo, makan ...." ucap Audrey menatap heran pada Lily yang hanya berani melihat dari kejauhan.


Lily tersenyum senang mendengar Audrey memanggilnya. Ia kemudian berjalan mendekat ke meja makan.


" Maaf, non Audrey ... tadi Bu Imah sudah melarang Lily untuk ikut bergabung sarapan bersama nona


di sini. Bu Imah sedang berusaha meminta chef baru untuk datang dan bekerja ke mansion. Jika chef itu menerima tawaran dari bu Imah untuk bekerja disini, maka Lily harus kembali ke pekerjaan awalnya. " ujar asisten bik Imah mengatakan apa yang di tuliskan oleh bik Imah.


" Rasain ! Biar Lo sadar, kalau Lo itu cuma b**u ! " umpatnya senang dan tertawa dalam hati, mendengar Lily tidak diizinkan sama bik Imah.


Walaupun ia sudah memutuskan untuk menerima tawaran kerja sama dari Lily dan membuatnya dekat dengan Audrey, bukan berarti ia menghilangkan rasa benci dan marah di hatinya, pada Lily yang telah berhasil mencuri perhatian Reno darinya.


" Bik Imah, Audrey mengerti kalau yang bibi lakukan semua demi kebaikan Audrey dan mansion. Tapi maaf, untuk kali ini Audrey kurang setuju dengan peraturan yang bibi buat. Sejak orang tua Audrey pergi, lalu bik Imah di rumah sakit ... Audrey tidak suka

__ADS_1


hanya makan berdua di meja makan yang besar ini. Jadi, Audrey meminta mbak Nana dan Lily untuk ikut bergabung bersama Audrey dan Rina di meja makan.


Audrey sudah menganggap kita semua yang ada di mansion ini adalah keluarga. Jadi, biarkan Lily tetap bergabung bersama kita !" ucap Audrey sembari tersenyum ke arah bik Imah.


Bik Imah lumayan terkejut mendengar perkataan Audrey. Biasanya Audrey selalu menerima dan tidak pernah mau mencampuri apa yang telah ia tetapkan.


Tapi kali ini, hanya karena seorang Lily, Audrey menolak keinginannya. Ia menghela nafas dengan berat, ternyata selama ia berada di rumah sakit, Lily sudah berhasil mengambil hati Audrey.


Bik Imah heran, kenapa Rina tidak berusaha mengingatkan Audrey.


Audrey terlalu baik dan gak tega pada orang lain. Terkadang karena sifatnya inilah yang dengan mudah membuat orang lain memanfaatkannya.


Bik Imah menyesali kenapa ia harus tidak bisa berbicara dengan jelas dan tidak bisa berjalan lagi, hingga membuatnya tidak bisa bergerak dengan bebas.


Apalagi begitu ia tiba di mansion bik Imah masih begitu kaget, atas semua kejadian yang menimpa mansion ini.


Ia curiga pasti semua ini karena ulah seseorang yang ada di dalam mansion. Kalau tidak mana mungkin bisa dalam waktu yang bersamaan, semua pelayan bisa tertidur dan tidak mengingat apa yang terjadi.


Begitu pula dengan dirinya. Kenapa jantungnya bisa sesakit itu pada hari ia di bawa ke rumah sakit. Bik Imah mencurigai Lily yang telah melakukan semua ini. Begitu pula dengan penyusup yang masuk beberapa waktu dulu. Tapi sayangnya tidak ada bukti yang bisa ia temukan. Apalagi sekarang, dengan keadaannya yang seperti ini akan semakin menghambat dirinya.


Semua itu membuatnya berpikir dengan keras. Hingga membuatnya belum memiliki waktu bertanya pada Rina secara rinci mengenai apa yang sudah terjadi. Kenapa hanya dalam waktu yang singkat Lily sudah begitu dekat dengan Audrey.


Lily tersenyum lebar mendengar perkataan Audrey yang membelanya. Ia pun dengan percaya diri duduk di dekat Bella.


Ternyata tidak sia - sia semua usaha yang telah ia lakukan dalam mendekati Audrey dan untuk hal itu Lily berterima kasih pada Bella yang telah membantunya.


Ini akan membuat jalan Lily akan semakin mudah untuk mempengaruhinya agar bisa secepatnya mengeluarkan Rina dari mansion. Baru selanjutnya bik Imah dan asistennya. Agar ia dan Reno bisa segera menguasai mansion dan kekayaan Audrey, tanpa harus ada masalah yang berarti. Karena sebentar lagi, Audrey pun akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami bik Imah.


Bik Imah tersenyum dan terpaksa menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Audrey.


Sementara Rina hanya bisa menghela nafas panjang mendengar keputusan Audrey.


Ia sendiri menyesali kebodohannya yang tidak terus berupaya mengingatkan Audrey untuk tidak terlalu dekat dengan Lily dan Bella.


Tapi itu terpaksa ia lakukan karena sampai sekarang Rina sendiri pun belum bisa menemukan bukti atas kecurigaannya selama ini.


Setelah itu, semua mulai menikmati makanan dalam keadaan hening.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2