
Audrey dan Rina yang baru saja
masuk kedalam mall, berjalan kearah lift. Rina seperti melihat Reno bersama seorang wanita hendak memasuki sebuah toko sepatu, yang terletak di lantai satu. Tapi karena mereka berdua keburu masuk kedalam lift, Rina tidak bisa melihat dengan jelas.
" Drey ... tadi gue kaya lihat Reno .... " ujar Rina.
" Oh, kenapa gak Lo sapa aja kalau memang Reno. "
" Cuma gue kurang yakin gitu, soalnya gue gak jelas juga melihatnya. "
" Dimana Lo ngeliat Reno, Rin ... ?" .
" Tadi waktu kita mau masuk kedalam lift. "
" Reno sendirian ?".
" Nah, itu ... tadi gue lihat dia jalan sama seorang wanita. Tapi masalahnya, itu Reno atau bukan,
gue gak bisa pastiin juga. "
" Oh, ya udah biarin aja. Mungkin
elo salah lihat kali. "
" Iya, salah lihat gue. Masa kalau dia udah punya pacar, berani deketin Lo ... ! ". ujar Rina heran.
" Ya, gak papa dong, kami juga cuma teman doang. " ucap Audrey .
" Yakin lo, cuma teman ? Jadi siapa yang senyum - senyum gak jelas waktu dikirimin bunga sama Reno ?". goda Rina.
" Apaan sih, Lo ... itu karena gue suka aja lihat bunganya." bantah Audrey cepat.
" Oh, suka bunganya bukan orangnya ... hehehe." ujar Rina menggoda Audrey lagi.
" Ya, enggak mungkinlah ... ! Kitakan baru aja kenal dan dekat sama Reno. " elak Audrey.
" Baru kenal juga gak papa kalau emang Lo suka ... eh, tapi jangan
deh ... gue curiga dengan Reno. "
ujar Rina mendadak serius.
" Hei, kenapa Lo langsung berubah ? Memangnya ada apa, sampai elo curiga dengan Reno ?"
tanya Audrey penasaran.
" Ntar aja deh kita ceritanya. Sekarang kita cari dulu apa yang
mau Lo beli."
" Oh, ya ... gue juga banyak yang mau diceritakan sama elo. Buruan kita cari, biar kita ngomong
di mansion aja. "
" Iya, gue juga banyak yang mau gue sampaikan sama Lo, Drey ... !" .
" Ya udah ... buruan yuk."
Reno yang kini sedang duduk
di cafe bersama Bella sudah mengetahui kepulangan Audrey.
Reno membaca pesan yang
dikirimkan Lily padanya tadi.
" Kamu tahu dari mana kalau
Audrey udah pulang ke mansion ?"
tanya Bella ingin tahu.
Tapi sebenarnya ia sudah bisa
menebak, Reno pasti tahu karena
diberitahu Lily.
" Kamu gak perlu tahu ! Yang paling penting tugas kamu sekarang hubungi Zia dan Dea untuk segera datang ke mansion
menemui Audrey. Kita harus tahu,
Audrey pergi kemana selama ini !"
ujar Reno datar.
" Tapi, mereka pasti gak percaya kalau aku bilang Audrey sudah pulang. Aku harus menjawab apa jika Zia dan Dea bertanya dari mana aku bisa tahu mengenai kepulangan Audrey." ucap Bella memberikan alasan yang tepat.
Reno membenarkan perkataan
Bella. Alasan apa yang harus mereka berikan pada Zia dan Dea nanti saat Bella menghubungi mereka berdua.
Reno berpikir keras agar mendapatkan alasan yang tepat.
" Begini saja, bilang sama mereka
kamu melihat Audrey saat dia
keluar dari perusahaannya. Karena Audrey langsung kerja begitu pulang kesini." ujar Reno setelah berhasil menemukan ide.
" Hmm ... tapi bagaimana kamu bisa tahu sekarang Audrey udah kerja di perusahaan ? Sebenarnya siapa sih ... yang memberitahu kamu, Ren .... ?" pancing Bella.
" Kamu ini, sudah aku bilang gak perlu tahu. Bukan itu yang penting. Kamu lakukan saja apa yang aku perintahkan tanpa banyak bertanya. " bentak Reno keras.
Bella terdiam mendengar bentakan Reno. Reno benar - benar sudah berubah dan tidak
menganggapnya lagi.
" Kamu dengar gak ! Kamu kan yang ngomong sendiri sama aku,
akan melakukan apapun yang aku mau asalkan aku tetap bersama kamu. Jadi lakukan saja ! " ucap Reno dengan sengit.
" Ya, baiklah ... aku akan melakukan yang kamu perintahkan. Mulai sekarang aku gak akan lagi membantah keinginan kamu, Reno. " ujar Bella dengan suara lirih menahan tangis.
" Bagus ... kenapa gak dari tadi kamu kaya gini. Jadi aku gak perlu harus membentak kamu. " ucap Reno tersenyum sinis.
" Maaf .... " ucap Bella.
" Hmm ... Ya, sudah, kamu boleh membeli yang kamu mau hari ini.
Anggap saja ini bayaran buat pekerjaan yang akan kamu lakukan." kata Reno dengan seringai di wajahnya.
Bella gak merasa senang dengan
omongan Reno, meski ia akan
dihadiahi barang bagus.
Tapi ia tetap juga melangkahkan
kakinya menuju butik pakaian merk terkenal.
Audrey dan Rina sudah selesai membeli barang yang ia cari.
Mereka segera masuk kedalam
lift dan turun ke lantai bawah.
" Drey ... kita boleh ke apartment
dulu. Ada yang mau gue ambil."
" Okey, kalau gitu kita ngomong
di apartment aja, lebih aman dan tenang, gak ada orang lain."
" Okey, deh ... ".
__ADS_1
Audrey memacu mobilnya dengan
kencang ketika keluar dari mall.
Ia ingin segera sampai
di apartment dan menceritakan
mengenai Rifky dan orang tuanya pada Rina.
Hanya butuh waktu tiga puluh
menit, mereka tiba di apartment.
" Buruan biar kita bisa cepat pulang ke mansion, Rin ... Bik Imah pasti nungguin kita." ucap Audrey begitu keluar dari mobil.
" Iya, Lo benar ... gue baru tahu
kalau bik Imah itu udah lama banget, ya ikut dengan keluarga Lo. Pantesan aja dia begitu
menyayangi elo. "
" Iya Rin ... bik Imah itu seperti
ibu kedua buatku, karena setiap
mommy dan Daddy pergi pasti
yang nemani aku bik Imah."
Rina membuka pintu apartment dengan cepat agar mereka bisa segera masuk dan berbagi cerita.
Ia sudah tidak sabar menanyakan
keadaan Rifky, adiknya pada Audrey. Kenapa ia tidak ikut pulang bersama Audrey. Lalu disana ia tinggal dimana ? Terus , apa yang ia kerjakan disana ? Begitu banyak pertanyaan yang ingin Rina tanyakan pada Audrey.
" Sekarang gue mau cerita mengenai Rifky." ucap Audrey setelah duduk di sofa.
" Iya, gue udah gak sabar. Kenapa Rifky bisa gak ikut pulang dengan Lo ? " .
" Hmm ... itu karena kakak gue gak mengizinkan Rifky pulang kesini. " jawab Audrey serius.
" Apa ? Kakak Lo ... kog bisa, tapi elo anak tunggal, Drey ... ?" tanya Rina dengan wajah terkejut.
" Hmm .... sebenarnya gue punya
seorang kakak. Dia selama ini
tinggal di London. Memang orang tua kami sengaja merahasiakan
tentang keberadaannya. " jawab Audrey.
" Hah ... maksudnya ? ". tanya Rina
masih gak percaya dengan pendengarannya.
Audrey lalu menceritakan satu -
persatu mengenai masalah orang tuanya dan tentang keberadaan
Kevin kakaknya dengan wajah serius. Bahkan mengenai sebab terjadinya kecelakaan orang tuanya.
" Jadi, Rifky sekarang tinggal bersama kakak Lo, Drey ... ?" tanya Rina begitu menyelesaikan ceritanya.
" Iya ... Kak Kevin meminta padaku
agar Rifky tinggal di sana dan
mempelajari beberapa hal yang
penting dan saat gue bertanya
pada Rifky, dia juga mau. Bahkan
sebelum gue bertanya padanya,
ternyata Rifky sudah menerima ajakan kak Kevin." jelas Audrey.
merindukan adiknya.
" Lo jangan khawatir, dia akan
baik - baik aja. Kak Kevin akan membuat Rifky menjadi seorang ahli IT dan memiliki bela diri yang hebat. Ia akan belajar dengan guru yang tepat." jawab Audrey
menghibur Rina.
" Berapa lama dia berada disana, Drey ... ?" tanya Rina lagi.
" Hmm ... kalau masalah itu bisa cepat atau bisa juga lama. Itu semua tergantung dengan kemampuan Rifky menyerap
ilmu yang diajarkan padanya." jawab Audrey serius.
" Oh ... terus gimana cara kita bisa berhubungan dengan Rifky ?" .
" Hmm ... kita gak bisa menghubungi mereka. Kak Kevin
yang akan mencari cara agar bisa
memberi kabar kita tanpa menimbulkan kecurigaan pada
musuh keluarga gue. Jadi gue harap Lo bersabar. Suatu saat kita pasti bisa menghubungi dan berkumpul lagi dengan Rifky."
" Aamiin ... semoga semua orang
yang berniat jahat sama Lo bisa segera diberantas agar elo bisa
bersama kakak Lo lagi, Drey ... ".
" Aamiin ... itu yang paling gue inginkan selama ini. "
" Gue ngerti, Drey ... gue aja yang baru sebentar pisah dari Rifky udah kangen kaya gini. Gimana lagi dengan Lo, yang udah sekian lama gak ketemu. Bahkan harus sampai merahasiakan dari dunia luar tentang keberadaan kakak Lo."
" Hmm ... iya, dulu kalau gue lagi kangen sama kak Kevin, gue cuma bisa telefon dan hanya saat liburan gue bisa ketemu dengannya."
" Lo yang kuat ya, Drey ....!" .
" Iya, harus ... gue harus kuat.
Lo juga, Rin ....! Sekarang ceritakan sama gue apa yang terjadi di mansion ?".
" Lo tahu apa yang terjadi
di mansion, Drey ... ?".
" Sebagian ... gue udah dengar dari bodyguard, ada penyusup
di mansion kita."
" Benar, Drey ... ada penyusup.
Gue dan Bik Imah mencurigai Lily
pelayan baru di mansion Lo."
" Maksud Lo, kenapa Lo dan Bik Imah bisa curiga sama dia ?".
" Gini, Drey .....!" Rina kemudian
menceritakan dengan lengkap
penyebab timbulnya kecurigaan
ia dan Bik Imah pada Lily.
" Hah ... apa benar seperti itu, Rin ... ?".
" Iya, Drey ... gue dan Bik Imah
__ADS_1
sering mengamati kelakuannya."
" Terus dari mana Elo bisa yakin kalau Lily ada hubungannya dengan Reno ?".
" Karena sikap dan tingkah laku mereka sangat mencurigakan."
" Mencurigakan gimana ?".
Rina kembali bercerita mengenai
Reno dan Lily dengan detil.
" Hmm ... kalau dari cerita Lo, sikap mereka berdua memang sangat mencurigakan tapi kita gak bisa nuduh kalau gak ada bukti."
" Iya, Lo benar Drey ... tapi sampai detik ini gue dan Bik Imah belum bisa menemukan sebuah bukti
dari Lily. "
" Hmm ... sebenarnya sebelum gue pulang kesini, Rifky sempat
berpesan mengatakan pada gue agar jangan mempercayai Reno dan Bella. Rifky juga mengatakan apa sebabnya ia tidak percaya pada mereka."
" Rifky ngomong gitu ke kamu, Drey ... ?".
" Iya, tapi gue belum bisa percaya
sepenuhnya dengan yang dikatakan Rifky. Maaf, Rin ... bagaimanapun gue dan Bella sudah berteman sangat lama, sejak dari SMA. Jadi gue gak yakin kalau dia punya niat yang gak baik sama gue. "
" Tapi, Drey ...maaf, gue juga merasakan hal yang sama seperti Rifky. Dari awal gue gak bisa percaya dengan Bella. Beberapa kali gue melihat dia memandang elo dengan tatapan iri dan benci. Tapi waktu itu, gue pikir mungkin gue cuma salah lihat. Jadi, gak pernah gue sampaikan sama Lo. Tapi setelah mendengar kalau Rifky juga mencurigai mereka. Ini membuat gue yakin kalau Bella dan Reno adalah orang yang patut buat dicurigai. "
Audrey termangu mendengar omongan Rina. Ia merasa bingung, di satu sisi ia tidak terlalu yakin dengan kecurigaan Rina dan Rifky pada Bella, karena selama mereka berteman belum pernah sekalipun Bella berbuat sesuatu yang menyakitinya.
Bella selalu bersikap baik padanya. Tapi di sisi lain, Audrey merasa tidak mungkin Rina dan Rifky berbohong padanya.
" Gue tahu elo pasti gak terlalu percaya dengan omongan gue
dan Rifky. Tapi gue minta, mulai sekarang elo harus lebih berhati - hati dengan mereka. Siapa tahu,
kecurigaan kami ternyata benar."
" Hmm .... iya, gue akan coba lebih
bersikap hati - hati sama mereka.
Terus gimana elo bisa menduga Lily ada hubungan dengan Reno juga, Rin ... ?" .
" Seperti yang udah gue ceritakan sama Lo tadi. sikap dan gerak - gerik menggambarkan seolah mereka sudah saling mengenal dan berhubungan dekat."
" Tapi bagaimana Reno bisa mengenal Lily ? Sedangkan dia baru beberapa kali datang
ke mansion ?".
" Nah, itu juga yang buat gue
bingung, Drey ... dimana mereka
kenalnya ? Kalau kata bik Imah,
Lily juga pernah berusaha mendengarkan pembicaraan elo
dan Reno yang sedang ngobrol
di dekat kolam. Tapi karena kebetulan bik Imah melihat, Lily
langsung pergi."
" Tapi apa untungnya Lily mengawasi gue ? ".
" Itu yang gue gak ngerti. Tapi apa elo gak curiga kalau ada seseorang yang sengaja mengirimnya bekerja di mansion
agar lebih mudah mengawasi dan melakukan sesuatu sama Lo, Drey... !".
" Tapi siapa yang mengirimnya ?
Selain orang yang berniat mencelakakan orang tua gue, gak ada musuh lain lagi."
" Ya, mungkin saja mereka yang
mengirim Lily."
" Kayanya gak mungkin, kalau mereka yang mengirim Lily.
Mereka tinggal di luar negeri,
dari mana Lily bisa kenal dengan
mereka. Lagi pula, kalau memang mereka yang mengutus Lily, gue pasti akan langsung di buat celaka olehnya. Namun dari yang gue dengar dari cerita elo, si Lily ini udah sebulanan kerja
di mansion. "
" Benar juga yang Lo katakan, Drey ... kalau Lily utusan musuh orang tua Lo, gak mungkin juga
dia membiarkan Lo hidup."
" Nah, itu dia maksud gue, Rin ...
mereka itu orang yang sangat berbahaya. Orang tua gue aja udah beberapa kali mengalami percobaan pem*****an. Jadi,
kalau Lily anak buah mereka
sepertinya gak mungkin.
" Iya, juga sih ... bingung gue jadinya. "
" Sama Rin, gue juga pusing mikirin nya. Ya, udah ... intinya
mulai sekarang kita lebih berhati - hati aja. "
" Ya, Drey ... elo harus sangat berhati - hati. Kita belum tahu
kebenaran nya. "
" Okey, sekarang kita pulang yuk ...
udah lumayan lama kita disini.
Bik Imah pasti nungguin kita pulang."
" Ya, Drey ... " .
Audrey dan Rina bersama membawa beberapa barang yang
di ambil Rina dari apartment untuk di bawa ke mansion.
Karena mulai hari ini dan seterusnya, ia akan tinggal dan
menemani Audrey. Lagi pula,
adiknya Rifky juga tidak berada
disini. Dari pada Rina sendirian
tinggal di apartment mendingan
tinggal bersama Audrey. Jadi
mereka bisa saling melindungi
satu sama lain.
**********************************
Selamat membaca ... 😘😘
Semoga kalian menyukainya.
Jangan lupa like, koment yang positif dan Favorit ❤️
__ADS_1
Buat yang sudah setia dan terus mendukung cerita yang Mommy buat, Terima kasih banyak ... 😘😘
Love You All ❤️❤️❤️