
Setelah sebulan di rumah sakit, akhirnya Audrey sudah di izinkan pulang oleh dokter yang merawatnya. Sekarang, semua luka yang ada di badannya sudah sembuh. Meskipun ada sedikit sisa luka yang membekas di kakinya, tapi itu nanti bisa di hilangkan melalui operasi.
Hanya saja, Audrey memutuskan untuk melakukan nanti saja. Toh, dia belum bisa berjalan dan hanya duduk di kursi roda.
Selama ia sebulan di rawat di - rumah sakit, Reno hampir setiap hari datang menjenguknya dan memberikan perhatian yang berlebih.
Meskipun ia tetap belum bisa menerima cinta Reno tapi sekarang Audrey sudah merasa lebih nyaman ngobrol dengannya. Ada saja cerita Reno yang bisa membuatnya tertawa. Reno bahkan menghiburnya saat ia melihat Audrey bersedih waktu ia kehilangan bik Imah. Perlahan rasa curiganya pada Reno mulai menghilang.
Walaupun sebenarnya Audrey juga tahu kalau Rina berusaha menutupi sikapnya agar tidak terlalu terlihat tidak menyukai dan masih tetap mencurigai Reno. Sesekali Rina ikut mengobrol dan membalas sekedarnya jika Reno sedang menyapanya.
Tapi sayangnya hari ini, Reno tidak bisa ikut mengantar Audrey pulang ke - mansion karena ia harus pergi keluar kota buat urusan pekerjaannya.
Audrey menarik nafas dengan berat begitu ia tiba di mansion nya. Kali ini ia tidak akan lagi menemukan bik Imah yang selalu setia menunggunya pulang di - ruang depan.
" Ayo, Drey ... kita turun !" ajak Rina sembari menatap wajah Audrey yang sedih. Ia tahu, saat ini sahabatnya pasti sedang melamun kan tentang bik Imah.
" Hmm ... baiklah !" sahut Audrey singkat.
Rina pun mulai membantu Audrey keluar dari dalam mobil dengan hati - hati. Ia tidak ingin membuat Audrey merasa kalau ia tidak bisa melakukan apa - apa dengan keadaannya sekarang. Walaupun memang kepercayaan diri Audrey sudah mulai membaik, tapi Rina tetap berusaha menjaga agar ia jangan sampai tersinggung.
Sementara itu Bella dan Lily sudah menunggu kedatangan Audrey.
Mereka sudah tidak sabar untuk melihat keadaan Audrey yang sekarang tidak berdaya dan sudah tidak sempurna seperti dulu.
Sebenarnya kalau ditanya apa mau mereka, Bella dan Lily berharap kalau Audrey lebih lama di rawat di rumah sakit agar mereka bisa lebih lama menikmati semua barang milik Audrey.
Sejak bik Imah meninggal, Bella dan Lily semakin bersikap sesuka hati mereka. Bella sering masuk ke kamar Audrey dan memakai barang - barang branded Audrey untuk pergi ke kampus.
Bahkan sesekali mereka tidur di kamar Audrey.
Asisten bik Imah juga tidak bisa berbuat apa - apa pada Bella, karena Bella memang sudah meminta izin pada Audrey saat ia kerumah sakit untuk memakai pakaian atau tas Audrey.
Padahal hanya dua kali Bella menjenguk Audrey di rumah sakit. Ia memberi alasan kalau dia lagi sibuk dengan pekerjaan dan tugas kuliahnya.
Rina membiarkan Audrey menjalankan sendiri kursi rodanya. Ini untuk menambah kepercayaan diri Audrey, bahwa ia masih bisa melakukan sesuatu buat dirinya sendiri.
" Drey ... gue senang banget lihat Lo akhirnya kembali ke mansion.
Mansion sepi gak ada Lo dan Rina. Kangen banget gue !" ujar Bella pura - pura memasang wajah bahagia menyambut Audrey.
" Iya, nona Audrey ... Selamat datang kembali ke mansion. Bella benar banget, sejak nona Audrey gak ada, kerja jadi kurang semangat." Lily menimpali dengan lebay nya.
" Terima kasih atas sambutan kalian berdua. Gue juga kangen dengan Lo, Bel, Li ... ! Tapi mbak Nana dan mbak Nena mana, kog gak kelihatan ?" tanya Audrey setelah membalas perkataan mereka dengan tatapan heran, karena ia tidak melihat keberadaan kedua pelayan tersebut.
Sedangkan Rina memaksakan dirinya agar bisa tersenyum demi menutupi perasaan muak nya melihat sikap Bella dan Lily yang jelas sekali terlihat hanya bersandiwara. Ia terkadang heran kenapa Audrey bisa tidak melihat itu dan masih tetap percaya dengan kedua wanita 🦊 di hadapan mereka ini. Padahal Audrey pintar bahkan jenius, tapi kenapa Audrey tetap tidak bisa membedakan sikap orang yang beneran baik atau hanya pura - pura baik.
" Oh, kalau mbak Nana sedang pergi belanja nona. Sedangkan mbak Nena lagi sakit. Sekarang lagi istirahat di kamarnya, nona !" jawab Lily sembari menarik sudut bibirnya sedikit.
__ADS_1
" Mbak Nena sakit apa ?" tanya Audrey terkejut.
" Kemarin waktu mbak Nena pergi membeli obat ke apotik buat penyakit asam lambungnya, tiba - tiba ada motor yang menyerempetnya, nona ! " ujar Lily.
" Apa ? Jadi kenapa gak dibawa ke rumah sakit ?" ucap Audrey terbelalak begitu mendengarnya.
Rina gak kalah terkejut nya waktu mendengar hal ini. Ia yakin kalau kecelakaan itu pasti perbuatan wanita jahat itu. Tadi jelas sekali ia melihat senyum sinis disudut bibir Lily saat mengatakan nya.
" Mbak Nena gak mau ke rumah sakit, nona ... dia bilang cuma lecet - lecet kecil aja. Sebenarnya yang membuat mbak Nena terbaring karena asam lambungnya yang lagi kambuh !" ujar Lily.
" Hmm ... ayo, Rin ... kita ke kamar mbak Nena. Gue mau lihat keadaannya. Baru setelah itu kita ke kamar bik Imah. " ucap Audrey mulai menggerakkan kursi rodanya. Rina mengikuti Audrey dan berjalan di sampingnya.
Begitu juga dengan Bella dan Lily.
Meskipun sebenarnya mereka malas harus ikut melihat wajah Nena yang menyebalkan. Tapi terpaksa mereka lakukan agar Audrey tidak mencurigai mereka.
Audrey segera masuk ke kamar Nena setelah Rina membuka pintu kamarnya. Ia mulai mendekat dan melihat wajah Nena yang pucat dengan mata terpejam dan tampak sedang menahan sakit. Audrey juga bisa melihat ada beberapa luka di kening dan tangan nya dan luka itu lumayan besar. Bukan hanya lecet biasa seperti yang di katakan Lily.
" Mbak Nena ... ini saya Audrey !" panggil Audrey lembut sembari menyentuh tangan nya.
Bella dan Lily mencibir dengan sinis melihat yang di lakukan Audrey.
" Huh, dasar sok baik ! " umpat Bella dalam hati.
" Hehehe ....sebentar lagi Lo juga akan mengalami hal yang sama sepertinya Audrey dan kalian akan menyusul wanita tua itu !" ujar Lily dalam hati dengan bengis.
Perlahan mata mbak Nena pun mulai terbuka. Ia menatap Audrey dengan perasaan bahagia, karena keadaan nona nya sudah terlihat jauh lebih baik di bandingkan saat ia pergi menjenguknya.
" Ya, mbak ... sekarang saya sudah pulang ke mansion. Mbak ... kenapa gak mau ke rumah sakit ? Luka - luka mbak ini bukan hanya lecet biasa jadi harus di - obati dan di periksa. Begitu juga dengan asam lambung, mbak ... ! Kita ke rumah sakit sekarang, ya ... !" ucap Audrey berusaha membujuk Nena dan tanpa sengaja Audrey menyentuh kaki nya.
" Aduh ... !" jerit Nena menahan sakit karena Audrey menyentuh luka di kakinya.
" Mbak kenapa ... apa kaki mbak luka juga ?" tanya Audrey sembari buru - buru menarik rok Nena ke atas.
Mata Audrey dan Rina seketika terbelalak begitu melihat luka yang memanjang dan lebam di - kaki Nena.
Lily dan Bella terdiam dan tidak berkomentar, mereka terlihat biasa saja, karena sebenarnya mereka juga sudah tahu kebenarannya.
" Ya, Allah ... mbak Nena. Luka ini gak bisa dibiarkan." ucap Audrey menatap dengan raut sedih.
" Rin ... tolong telepon rumah sakit , mbak Nena harus di bawa ke rumah sakit sekarang juga ! " ucap Audrey.
" Gak usah non ... mbak disini aja.
Mbak gak mau membuat nona repot. Nona baru aja pulang. lagipula lukanya udah di - obatin dengan be**di*e, kog ... !" ujar Nena menolak dengan suara terbata.
" Gak mbak ... saya gak mau dengar. Mbak Nena harus di rawat di rumah sakit. Bik Imah sudah meninggalkan saya. Sekarang hanya tinggal mbak Nena dan mbak Nena yang sudah saya anggap sebagai keluarga. Saya gak mau kehilangan lagi. Udah, Rin .. tolong telepon sekarang !" ucap Audrey menolak perkataan Nena.
__ADS_1
Mata Nena berkaca - kaca mendengar perkataan Audrey. Ia bersyukur memiliki majikan seperti Audrey dan orang tuanya.
Nena yang waktu itu usianya masih sangat muda pada saat awal ia di bawa ke mansion dan kemudian bekerja disini karena sudah di tolong oleh Tuan Eldric, Daddy nya Audrey. Saat itu ia berhasil melarikan diri dari genggaman tangan pamannya yang ingin menjual Nena sebagai pe**c*r. Sejak hari itu Nena sudah bersumpah, ia akan mengabdi pada keluarga baik ini.
" Ya, Drey ... gue keluar dulu, ya biar gue telepon !" ujar Rina buru - buru keluar dari kamar mbak Nena dan menuju telepon rumah Audrey yang terletak di ruang tengah.
Rina masih belum sempat mengambil handphonenya di tempat reparasi karena Rina gak mau meninggalkan Audrey sendirian di kamar bersama Reno.
" S**l ... ! kenapa gue gak memperhitungkan hal ini. Bisa gagal rencana gue buat si Nena ! " maki Lily dalam hati dengan kesal.
Setelah ia selesai menghubungi rumah sakit tempat Audrey di rawat kemarin, Rina pun bergegas kembali ke kamar Nena.
" Terima kasih nona ... !" ujar Nena sembari menitikkan air mata.
" Mbak Nena gak perlu berterima kasih ... ini memang sudah kewajiban saya. Pokoknya, mbak harus sembuh !" sahut Audrey sembari menggenggam tangan Nena.
Tidak begitu lama mobil ambulance dari rumah sakit pun datang.
" Maaf, mbak Nena ... saya tidak bisa ikut mengantar ke rumah sakit ! Biar Rina yang ikut bersama mbak, ya .. !" ucap Audrey.
" Tidak apa - apa, nona Audrey. Nona Rina juga biar di mansion saja menemani nona. Saya bisa sendiri." ujar Nena menolak apa yang di katakan Audrey. Ia tidak ingin membiarkan Audrey sendiri tanpa Rina. Bisa saja Lily dan Bella mencelakainya nanti. Nena curiga kalau kecelakaan yang menimpanya karena perbuatan mereka. Karena yang tahu dia pergi ke apotik hanya mereka berdua.
Rina menarik nafas lega mendengar mbak Nena menolak perkataan Audrey. Ia juga gak mau meninggalkan Audrey sendirian di mansion bersama dua 🦊 ini.
" Tapi mbak ... mbak butuh teman buat menjaga mbak disana !" Audrey masih bersikeras.
" Tidak usah, non ... disana kan ada suster. Saya bisa meminta tolong pada mereka jika membutuhkan sesuatu. Nona Rina biar di sini aja menemani nona Audrey."
" Gak papa, Rin ... Lo pergi aja menjaga mbak Nena. Biar gue yang menemani Audrey." ujar Bella dengan senyum liciknya.
" Gak, mbak Nena benar, Drey .. biar gue tinggal nemani Lo. Besok kalau Bella kuliah, elo gak ada teman ngobrol." ujar Rina dengan cepat karena gak ingin memberikan kesempatan pada Bella dan Lily untuk menyakiti Audrey.
Bella dan Lily langsung dengan kesal menatap Rina.
" Iya, non ... non Rina benar. Saya gak papa, di rumah sakit banyak suster dan dokter yang merawat saya. Nona jangan khawatir." ujar Nena tersenyum kecil karena ia senang Rina mengerti dengan maksudnya.
" Baiklah ... kalau itu kemauan mbak Nena. Tapi saya minta kalau mbak ada buruh sesuatu, tolong hubungi saya segera." akhirnya Audrey mengalah.
" Baik, nona ... !" sahut Nena lega.
Kemudian setelah mereka selesai bicara, Nena segera di bawa masuk ke dalam ambulance oleh perawat dari rumah sakit.
Audrey menatap ambulance yang mulai menjauh dari mansion dengan mata nanar. Ia berdoa semoga mbak Nena bisa segera sembuh dari penyakitnya.
Sedangkan Rina sengaja menatap Bella dan Lily lalu tersenyum tipis.
Melihat ini, Lily dan Bella menggerutu kesal dalam hati.
__ADS_1
Padahal tadi mereka sangat senang begitu mendengar Audrey menyuruh Rina pergi ke rumah sakit. Mereka bisa mengerjai Audrey tanpa ada yang bisa menolongnya.
**********************************