Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 78


__ADS_3

Bella terbangun dari tidurnya karena bermimpi yang sangat menyeramkan. Padahal hari masih gelap, karena masih pukul tiga pagi.


Ia berusaha untuk tidur kembali tapi matanya sudah sulit untuk terpejam. Bella memutuskan untuk keluar dari kamar karena tenggorokan nya mendadak terasa kering. Ia lalu turun kelantai bawah dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman.


Tapi langkahnya terhenti karena melihat Lily sedang berada di sana dan melakukan sesuatu yang mencurigakan. Bella lalu bersembunyi agar kehadirannya tidak diketahui oleh Lily.


" Ngapain dia sepagi ini udah bangun untuk membuat adonan dan masakan ? Sendirian lagi ... ?" batin Bella penasaran.


Padahal pelayan yang lain belum ada yang bangun dan melakukan tugasnya. Gak mungkin juga Lily sengaja lebih dulu bangun dari yang lain karena terlalu rajin agar mendapatkan pujian dari Audrey.


Ia mengintip sembari merekam dengan handphone apa yang sedang dikerjakan oleh Lily. Awalnya Bella tidak menemukan keanehan, karena Lily terlihat serius menyiapkan bahan - bahan untuk ia olah.


Tapi setelah ia menyelesaikan beberapa masakan dan dessert ia melihat Lily menaburkan sesuatu di atas beberapa dessert yang Bella tahu itu kesukaannya Audrey. Baru setelah yang di taburkan nya itu meresap, Lily menaruhnya di lemari pendingin.


Tapi Bella belum curiga, karena ia masih berpikir kalau yang di taburkan nya tadi mungkin gula halus agar rasanya semakin enak.


Bella melihat, Lily membuat jus yang jadi kegemarannya Audrey. Ia membuatnya lumayan banyak. Mungkin untuk Rina dan Bella juga.


Tapi yang membuat Bella heran, kenapa Lily memisahkan sebagian dan kemudian menaburkan sesuatu seperti gula halus atau tepatnya berbentuk bubuk kembali seperti yang Lily lakukan tadi pada dessert.


Ia lalu melihat Lily menaruh botol yang berisi tepung kedalam saku celananya. Kemudian yang membuat Bella curiga setelah selesai terlihat seringai menyeramkan muncul di wajahnya.


Buru - buru Bella pindah tempat dari persembunyiannya begitu melihat Lily hendak berjalan keluar dari dapur.


Ia baru bisa menarik nafas lega setelah melihat Lily kembali kedalam kamarnya.


Tapi ia masih tetap sembunyi, karena khawatir kalau Lily mendadak keluar lagi.


Setelah menunggu beberapa menit dan yakin kalau Lily tidak akan keluar dari kamarnya, Bella menuju dapur dan mengambil air kemudian meminumnya dengan cepat.


Rasa penasaran di hatinya membuat Bella sengaja melihat


dessert dan jus yang telah ditaburi oleh Lily tadi. Tapi tidak terlihat ada yang aneh. Taburan tepung tadi telah menyatu hingga tidak kelihatan sama sekali.


Karena tidak menemukan apapun,


Bella memutuskan untuk kembali


ke kamarnya sembari menunggu matahari terbit.


Setelah pukul enam, Bella memutuskan untuk mandi karena ia yakin Audrey dan Rina juga sudah bangun. Ia tersenyum senang saat memandang wajahnya di cermin sembari berpakaian.


Hari ini ia akan memakai salah satu mobil sport Audrey untuk pergi ke kampus. Ia yakin seratus persen kalau Audrey akan mengizinkan, jika ia meminjamnya untuk pergi kuliah.


Setelah selesai memoles wajahnya, Bella pun keluar dari kamar dan menuju kamar Audrey.


Saat ia baru saja hendak mengetuk pintu kamar Audrey, mereka berdua membuka pintu dan keluar.


" Eh, Lo udah dari tadi disini, Bel ... ? " tanya Audrey ramah.


" Gak, baru aja gue mau mengetuk pintu Lo, Drey ... !" sahut Bella.


Rina berusaha agar terlihat ramah pada Bella dengan mengembangkan senyum di wajahnya. Ia tidak mau kalau Bella sampai mengetahui jika Rina tidak percaya dan curiga padanya.


" Oh, kirain udah dari tadi. Lain kali kalau Lo udah bangun, gedor aja kamar gue, siapa tahu Lo butuh sesuatu. Abis subuh gue sama Rina gak tidur lagi kog ... !" ucap Audrey sembari tersenyum.


" Oh, gue juga subuh tadi kog ... tapi abis itu tidur lagi. " ujar Bella berbohong.


" Ya udah ... kita turun yuk. Sarapan dulu ... Lo mau kuliah kan ? " ujar Audrey sembari berjalan menuju lift.


" Iya, gue kuliah sampai siang hari ini, Drey ... baru setelah itu gue kerja. " ujar Bella.


" Hmm ... bentar hampir aja gue lupa. " Audrey kembali menuju kamarnya meninggalkan Rina dan Bella.


" Teringat gue, adik Lo Rifky dimana, Rin ... ?" tanya Bella membuka pembicaraan meski sebenarnya ia malas, karena ia penasaran tidak pernah melihatnya lagi di sekitar Audrey dan Rina.


" Oh, dia memutuskan untuk kerja di kota lain. " sahut Rina cepat.


" Loh, tapi kalian berdua udah mendaftar kuliah di kampus. Kenapa gak jadi kuliah ? " tanya Bella heran.


" Aku tetap kuliah, tapi Rifky lebih memilih bekerja dulu buat ngumpulin uang." ujar Rina.

__ADS_1


" Tapi waktu kejadian kemarin Audrey dibawa pergi, adik Lo ikut


keluar mengejarnya. Lalu setelah itu ia menghilang juga ?" ujar Bella gak percaya.


Rina bersyukur saat Audrey menceritakan mengenai kejadian kemarin, Reno tidak menanyakan tentang Rifky. Kalau tidak mungkin saja saat itu Rina akan kelihatan gugup menjawabnya.


Setelahnya Rina kemudian memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan jika ada yang menanyakan tentang Rifky agar tidak menimbulkan kecurigaan, setelah ia dan Audrey memikirkan jawaban apa yang cocok jika ada yang menanyakannya.


" Ya, memang Rifky mengejar mereka karena khawatir Audrey


di culik saat itu. Ia juga sempat di bawa oleh mereka dengan mata tertutup dan kemudian di sekap." ujar Rina dengan wajah serius agar Bella yakin dengan ceritanya.


" Terus gimana dia bisa di lepaskan oleh mereka ?" tanya Bella gak percaya.


" Itulah yang membuat Rifky heran. Dua hari kemudian ia


di lepaskan dan diturunkan di jalanan. Tapi yang melepaskan - nya bukan lagi orang yang sama. Rifky sempat kembali ke mansion dan menceritakan nya sama gue.


Lalu memutuskan mengajak gue pergi karena ia takut akan terjadi hal yang lebih menakutkan lagi.


Tapi gue gak mau dan ingin menunggu kabar Audrey. Jadi, Rifky pergi dan lebih memilih bekerja dari pada kuliah. " Rina lega setelah berhasil menceritakan sesuai yang telah ia sepakati dengan Audrey.


Ternyata ada gunanya juga mereka mendiskusikan jawaban apa yang akan ia berikan jika ada yang bertanya.


" Oh, gitu rupanya kejadiannya. Tapi heran juga, ya kenapa adik Lo bisa langsung di lepaskan sedangkan Audrey tidak ! Terus orangnya beda lagi !" ujar Bella masih berusaha mengorek keterangan dari Rina.


Bella masih belum terlalu percaya dengan cerita Audrey kemarin.


Ia juga yakin Reno juga merasakan hal yang sama dengannya.


" Mungkin karena mereka gak


membutuhkan adik gue. Secara dia bukan siapa - siapanya Audrey. " ujar Rina datar..


" Hey, lagi ngobrolin apa, serius amat Lo berdua ?" ucap Audrey yang bergabung kembali dengan mereka.


" Gak ada, cuma gue penasaran aja nanya keberadaan adiknya


" Oh, Rina udah cerita sama Lo, Bel ... !" ucap Audrey berusaha bersikap biasa agar Bella gak curiga.


" Udah sih ... tapi gue merasa masih ada yang aneh aja dari cerita Rina dan cerita Lo, Drey ... !" ujar Bella tidak berusaha menutupinya. Ia ingin melihat reaksi mereka berdua.


" Hmm .... nanti aja kita cerita lagi.


Sekarang sarapan dulu, ntar Lo telat ke kampusnya. Turun, yuk ... udah lapar gue !" Audrey sengaja mengalihkan agar Bella tidak fokus lagi memikirkan masalah itu.


Bella terpaksa menganggukkan kepalanya mendengar omongan


Audrey. Lagi pula ia harus tetap


bersikap baik agar Audrey mau


meminjamkan mobil sport nya


padanya.


Bergegas mereka bertiga turun menggunakan lift menuju lantai bawah.


Bella melihat Lily bersama seorang pelayan baru sudah mengatur sarapan yang ia buat saat Bella memergokinya pagi tadi di meja makan.


" Pagi non Audrey, non Rina ... " Lily mengapa keduanya dengan ramah. Sedangkan Bella ia memang sengaja tidak menyapanya.


Tentu saja Bella sangat kesal melihat hal ini. Lily benar - benar tidak menganggapnya. Padahal kalau dipikir - pikir ia lebih pantas


di hormati di bandingkan Rina yang hanya seorang gadis dari


kampung kecil.


" Pagi, Lily ... ini Bella teman saya.


Pasti kamu sudah kenal juga kan ?

__ADS_1


Karena kamu yang saya tugaskan untuk membersihkan kamar biatnya. Ia sudah tinggal disini , jadi saya harap kamu menghormatinya juga. " setelah membalas sapaan Lily, Audrey menegurnya karena tidak menghargai sahabatnya.


Rina hanya mengangguk kecil membalas sapaan yang dilakukan Lily, kemudian menarik kursi


di samping Audrey.


" Maaf non Audrey ... Pagi nona Bella !" Lily terpaksa menyapa Bella agar Audrey senang dengannya.


" Pagi ... !" Bella tersenyum dengan lebar karena bisa melihat


Lily tak berdaya akibat ditegur Audrey.


Lily menahan emosi begitu melihat senyum di wajah Bella yang ia tahu pasti saat ini sedang


mentertawakan dirinya dalam hati.


" Non Audrey, silahkan dinikmati sarapannya. Semoga nona dan teman - teman nona menyukai


makanan yang saya buat. " ujar Lily sopan sembari tersenyum setelah berhasil mengendalikan emosinya terhadap Bella.


" Ya, makasih ... !" ucap Audrey.


Mereka bertiga mulai menikmati makanan yang dihidangkan oleh Lily dengan tenang.


Tapi Bella dan Rina masih sempat melihat sebelum mereka memulai untuk makan, Lily menyeringai dengan tatapan senang ketika Audrey meminum jus jeruk nya.


Hal ini tentu saja membuat Rina dan Bella jadi merasa heran.


Kenapa Lily terlihat senang saat melihat Audrey menikmati jusnya.


Rina kemudian sengaja meminum jusnya, tapi ia melihat kalau sikap Lily biasa saja tidak seperti ketika Audrey meminumnya.


Bella juga mencoba melihat reaksi Lily saat ia meminum jus miliknya. Tapi sikap Lily biasa saja, bahkan kesannya ia tidak perduli sama sekali.


Hal ini membuat baik Rina dan Bella jadi penasaran. Terutama Rina, karena sejak Lily memegang urusan dapur sudah beberapa kali tanpa sengaja ia melihat seringai di wajah Lily.


" Bel ... Lo nanti pakai mobil gue aja buat ke kampus. Kita kan gak searah, jadi gue gak bisa nganterin Lo ... !" ucap Audrey sembari menikmati dessert yang


di buat Lily setelah selesai sarapan.


Bella hampir saja menjerit dengan keras mendengar apa yang baru saja dikatakan Audrey. Ternyata ia tidak perlu bersusah - payah untuk meminjamnya. Malah Audrey sendiri yang menawarkan padanya.


Lily langsung melotot mendengar yang di tawarkan Audrey pada Bella. Ia mengakui kalau Audrey memang teman yang baik dan gak pelit. Seandainya ia dan Reno tidak menginginkan kekayaannya. Lily pasti akan bahagia jika bisa berteman dengannya.


" Makasih, Drey ... tapi gak papa nih, kalau gue bawa sendiri mobil Lo ke kampus ?" tanya Bella basa - basi.


" Gak papa lah ... biar Lo gak telat . Lagian dari pada mobilnya nganggur di garasi mending di pakai. Rina juga bentar lagi mau gue suruh belajar bawa mobil biar bisa gantian dengan gue bawanya." sahut Audrey tersenyum.


" Wah , Rin ... Audrey baik banget kan ! Gak sia - sia kita punya sahabat kaya dia. " ujar Bella sengaja memuji Audrey.


" Ya, Audrey memang baik malah kebaikan menurut gue. Sehingga banyak orang yang terkadang sengaja memanfaatkan kebaikannya !" Rina mengatakannya dengan wajah datar.


Bella tentu saja hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Rina padahal saat ini hatinya begitu


kesal dengan omongan Rina yang terkesan sedang menyindirnya.


" Udah pada selesai kan ? Yuk ... buruan, ntar kita terlambat. " ucap Audrey pada Rina dan Bella kemudian bangkit dari kursi yang ia duduki.


" Iya, Drey .... gue gak pengen telat hari ini. Lo tau kan gimana killernya Pak Abdi kalau sampai kita telat datang !" ujar Bella.


Bella benar - benar semangat untuk pergi kuliah hari ini. Ia bisa menyetir sendiri mobil sport ke kampus tanpa harus menumpang dengan Zia dan Dea.


" Bye, Bel ... !" ucap Audrey sebelum mobilnya melaju meninggalkan Bella.


" Ya, hati - hati Drey ... !" ujar Bella.


Mata Bella berbinar saat ia sudah berada di dalam mobil Ferrari berwarna merah. Ia melihat wajahnya di spion, ternyata ia memang sangat pantas di dalamnya. Bella kemudian memacu mobilnya dengan cepat di jalanan begitu keluar dari mansion Audrey.


**********************************


Jangan lupa like, vote dan komentnya ya bestie ... 😍😍😍

__ADS_1


Love You All ❤️❤️❤️


__ADS_2