
Reno tertawa lebar saat mendengar kabar dari anak buahnya kalau Audrey sekarang memang sudah dipastikan tidak bisa menggerakkan kakinya lagi.
Sebenarnya sudah dari hari kedua Audrey dirawat, ia sudah menerima laporan kalau Audrey tidak bisa berjalan. Tapi ia sengaja menunggu sampai seminggu untuk lebih memastikan nya. Sekarang setelah anak buahnya melapor kembali Reno baru memutuskan untuk melihat Audrey.
Ternyata tidak sia - sia ia menyusupkan anak buahnya untuk merusak lampu hias yang ada di pentas catwalk. Reno bergerak cepat setelah mendapat telepon dari Lily.
Setelah mendapatkan kabar terbaru mengenai Audrey itu, Reno pun bergegas pergi ke - rumah sakit. Ia ingin melihat langsung keadaan Audrey. Apakah benar seperti yang dikatakan anak buahnya kalau Audrey sangat terpuruk dan begitu menyedihkan.
Kenapa ia tidak langsung pergi waktu Audrey dirawat dari hari pertama karena ia ingin membuat alibi buat dirinya kalau ia sedang tidak berada di kota ini. Agar bisa lebih meyakinkan Audrey nanti.
Sebenarnya kalau mau jujur Reno memang mulai menyukai Audrey. Walaupun awalnya ia mendekatinya hanya karena melakukan tugas yang di berikan oleh papa nya dan seseorang yang memiliki dendam pribadi pada keluarga Audrey.
Ia sudah berusaha dengan semua cara untuk mendekatinya tapi tetap saja Audrey belum bisa menerimanya.
Oleh karena itulah Reno membuat rencana lain. Dengan membuat Audrey celaka, akan memberikan kesempatan buat nya untuk bisa lebih dekat dengan Audrey.
" Drey ... Lo harus yakin kalau elo bisa sembuh. Dokter bilang elo bisa berjalan lagi kalau rutin ikut terapi." ujar Rina mencoba memberi semangat pada Audrey yang begitu terpuruk.
Audrey hanya diam tanpa menjawab perkataan Rina. Ia belum hilang dari rasa terkejutnya saat mendengar perkataan dokter kalau untuk sementara ini ia akan tidak bisa berjalan. Syaraf kakinya yang terluka membuat sebagian ototnya melemah. Tapi dokter tidak bisa memprediksi sampai kapan kakinya bisa kembali normal.
" Drey ... tolong semangat ! gue tahu kalau elo gadis yang kuat. Jangan patah semangat. Ingat, masih banyak yang harus Lo kerjakan." ujar Rina lagi sembari memegang tangan Audrey.
" Rin ... gue bisa terima kalau gue tahu sampai berapa lama kaki gue ini bisa berjalan lagi. Seminggu, dua Minggu, sebulan atau dua bulan ! Tapi dokter bilang kalau mereka sendiri tidak bisa memastikan sampai kapan waktunya. Bagaimana jika baru setahun, dua tahun gue baru bisa berjalan lagi atau malah selamanya gue tetap dalam keadaan begini. Apa yang harus gue lakukan, Rin ... !" ucap Audrey panjang dengan air mata yang mulai mengalir di wajahnya.
" Enggak Drey ... Lo harus yakin ! Dokter bilang Lo bisa sembuh, cuma Lo harus bersabar. Ada gue, Zia dan Dea yang akan selalu menemani Lo." ujar Rina mengerti kesedihan Audrey.
Reno yang sudah sejak tadi tiba di depan kamar Audrey dan mendengar semua obrolan mereka berdua mengeluarkan seringai licik di wajahnya.
Ia tidak menyangka gadis kuat seperti Audrey bisa juga terpuruk seperti sekarang. Bahkan saat harus kehilangan kedua orang tuanya, Audrey masih berdiri dengan kokoh. Meskipun perusahaannya banyak mengalami masalah, ia tetap berusaha menjalankannya. Ternyata dengan tidak bisa berjalannya Audrey membuatnya jadi melemah dan tidak bisa berpikir dengan rasional.
" Oya, Drey ... tadi Dea dan Zia menghubungi gue dan bilang kalau mereka bakalan menginap di sini lagi. Kita bakalan terus ada buat Lo ! Lo harus ingat kalau kita sudah pernah berjanji kalau selamanya kita saling menjaga satu sama lain. Gue ini saudara Lo, Drey ... ! " ujar Rina lembut.
Audrey memalingkan wajahnya dan menutup kedua matanya. Ia hanya bisa terisak tanpa menanggapi perkataan Rina. Ia juga tahu kalau sahabatnya sangat menyayanginya seperti dirinya yang menyayangi mereka.
Tapi Audrey tidak ingin merepotkan mereka dengan keadaannya saat ini. Baru seminggu aja ia berada di rumah sakit sudah membuat Zia dan Dea berkorban waktu untuknya. Mereka harus bolak - balik dari rumah mereka kerumah sakit terus ke kampus. Audrey tidak ingin seperti itu.
__ADS_1
Sedangkan Rina harus seharian menjaganya dirumah sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas lain. Inilah sebabnya ia semakin tidak bisa terima dengan keadaannya sekarang.
Rina yang melihat Audrey yang masih belum semangat hanya bisa menghela nafas panjang. Ia juga terdiam karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi agar Audrey bisa kembali ceria seperti dulu.
Setelah tidak mendengar mereka mengobrol lagi, Reno pun mengetuk pintu kamar Audrey.
" Masuk !" ujar Rina seraya melihat ke arah pintu.
Reno lalu membuka pintu kamar Audrey dan berjalan masuk, setelah lebih dulu memasang senyum lembut di wajahnya agar Audrey terkesan akan kehadirannya.
Rina yang melihat kehadiran Reno langsung menatap dengan tatapan tidak suka.
" Ngapain juga pria b******k ini datang ! Pasti Lily dan Bella yang memberitahu Reno kalau Audrey di rawat dirumah sakit ini !" Rina membatin.
" Hai, Drey ... maaf, aku baru bisa datang. Aku baru tahu kalau kamu lagi di rawat di rumah sakit !" ujar Reno lembut seraya menghampiri Audrey.
Audrey yang sedari tadi memejamkan matanya langsung membuka mata saat mendengar suara Reno.
Ia gak menginginkan kehadiran Reno. Audrey gak mau Reno melihat keadaannya yang menyedihkan seperti sekarang. Terbaring lemah tanpa daya sama sekali.
Reno lumayan terkejut mendengar Audrey berteriak. Tapi dengan cepat ia menutupinya. Ia benar - benar gak menyangka Audrey yang selalu berbicara dengan lembut bisa bersikap seperti ini. Ternyata kejadian yang menimpanya membuat Audrey jadi tidak percaya diri.
" Drey ... aku datang menjenguk kamu bukan karena rasa kasihan
melainkan karena murni ingin melihat keadaan kamu. Aku hanya ingin kamu tetap jadi wanita yang ceria dan penuh semangat seperti yang aku kenal selama ini." ujar Reno menatap Audrey.
Karena melihat Audrey hanya diam dan tidak merespon perkataannya, Reno kembali melanjutkan omongannya.
" Mungkin kamu gak akan percaya , begitu aku mendengar kabar kamu masuk rumah sakit karena sebuah kecelakaan, aku langsung kemari. Tadi begitu sampai di bandara aku langsung pergi ke mansion kamu, karena aku sangat merindukan kamu selama disana. Meskipun aku tahu kamu gak merindukan aku dan aku sangat terkejut ketika pelayan kamu mengatakan kalau kamu lagi di rawat di rumah sakit. Jadi tolong, jangan mengusirku. Aku gak perduli bagaimana keadaanmu. Aku siap untuk menjadi kaki buatmu ! Please, Drey ... aku amat sangat mencintai kamu ! Walau kamu gak bisa menerima perasaanku, izinkan aku untuk selalu berada di sisimu mulai sekarang !" ujar Reno dengan mengerahkan semua aktingnya agar terlihat lebih meyakinkan di depan Audrey.
Audrey kembali terisak mendengar semua yang dikatakan Reno. Ia gak menduga kalau ternyata perasaan Reno sedalam ini padanya.
" Drey ... jangan pernah merasa kamu gak berharga karena gak bisa berjalan lagi. Ini hanya sementara. Ada aku, sahabat - sahabat kamu yang akan terus menyemangati kamu agar bisa berdiri dengan tegak lagi. Jadi, tolong Drey ... kamu harus tetap semangat ! Lakukan terapi dengan sebaik mungkin. Aku yakin kamu pasti bisa berjalan seperti kemarin !" ujar Reno, kali ini ia bahkan sampai mengeluarkan air mata supaya Audrey percaya dengannya.
Rina yang mendengar dan melihat dari dekat bagaimana akting Reno hampir saja ikut percaya dengan semua yang ia katakan. Tapi untung saja Rina cepat tersadar, kalau semua yang dilakukan Reno hanya tipu muslihat, begitu ia melihat mata Reno yang penuh dengan kelicikan. Walau ia dengan sangat pintar menutupinya, tapi Rina masih sempat melihatnya tadi meskipun hanya sejenak.
__ADS_1
" Maaf, Ren ... Terima kasih atas semua perhatian yang kamu berikan tapi bisakah kamu pulang. Aku ingin istirahat !" ucap Audrey dengan suara serak menahan agar tangisnya tidak lagi keluar.
Reno berusaha agar bisa menahan amarahnya yang ingin keluar mendengar perkataan Audrey yang tidak menganggapnya sama sekali meski ia sudah mengeluarkan akting terbaiknya.
" Baik, Drey ... aku akan pergi. Tapi aku akan tetap datang lagi besok ke sini untuk menjenguk mu, dan tetap ingat apa yang aku katakan tadi. Kamu harus tetap semangat ! Aku tahu kamu wanita yang kuat ! " ujar Reno kemudian berjalan menjauh dari Audrey.
" Reno, terima kasih ! Maaf, karena tadi aku sudah bersikap kasar. Aku beneran lelah beberapa hari ini, karena belum siap menerima kenyataan yang terjadi. Jadi aku harap kamu bisa mengerti. " ucap Audrey sebelum Reno membuka pintu kamar tempat Audrey di rawat.
Ia sadar sudah bersikap keterlaluan terhadap Reno. Padahal Reno hanya ingin menyemangati dirinya.
Reno yang membelakangi Audrey tersenyum smirk begitu mendengar omongan Audrey. Ternyata umpan kecil yang ia berikan berhasil juga.
" Tidak apa - apa, Drey ... kamu gak perlu sampai minta maaf padaku. Sungguh, aku sangat mengerti akan perasaan yang sedang kamu alami. Ya, sudah ... aku pulang, ya ... istirahatlah biar kamu lebih tenang menghadapi semuanya." ujar Reno memasang senyum terbaiknya saat berbalik ke arah Audrey.
" Ya, terima kasih, Ren ... !" ucap Audrey mencoba tersenyum untuk membalas senyuman Reno.
Reno menganggukkan kepalanya, masih dengan senyuman di wajahnya.
" Oya Rina ... aku pulang. Tolong jaga Audrey, ya .... ! " ujar Reno berusaha tetap menampilkan sisi baiknya.
Rina hanya membalas dengan anggukan kepalanya. Ia benar - benar muak melihat sikap Reno.
Sebelum keluar Reno menatap wajah Audrey dengan lembut. Lalu ia pun melangkah keluar dari kamar Audrey dengan seringai penuh kemenangan di wajahnya.
Ia yakin tidak lama lagi Audrey akan tersentuh dengan semua perhatian yang ia berikan.
Begitu melihat Reno sudah keluar dari kamar, Rina langsung berkata pada Audrey " Drey ... ingat, jangan mudah percaya dengan semua yang di katakan Reno tadi.
Aku tidak yakin, sikapnya sebaik yang ia perlihatkan di depan kita."
" Hmm ... gue lelah dan ingin tidur sebentar, Rin ! Nanti kalau Dea dan Zia datang tolong bangunkan gue ... " ucap Audrey sambil menutup matanya kembali.
" Ya, istirahatlah ... !" sahut Rina seraya menghela nafas berat karena ia bisa melihat Audrey mulai terpengaruh dengan sikap Reno tadi. Ia berharap semoga ini tidak berlanjut.
**********************************
__ADS_1