Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 30


__ADS_3

Reno menyerahkan buku menu pada Audrey dengan senyum di wajahnya.


Audrey hanya memesan makanan sekedarnya saja dan segelas jus strawberry. Ia lalu memberikan buku menu itu ke tangan Rina.


Rina juga memesan seperti Audrey. Tapi berbeda dengan Rifky, ia sengaja memesan beberapa jenis makanan. Selain ia berniat mengerjai Reno, ia juga belum pernah merasakan makanan yang di lihatnya di menu. Begitu juga dengan minuman.


Rina langsung mencubit paha adiknya, dari bawah meja.


Sedang Audrey hanya bisa mengulum senyum melihat yang dilakukan Rifky. Ia tahu kalau Rifky, tidak menyukai Reno.


Reno yang tahu Rifky, ingin mengerjainya tetap memasang senyum di wajah liciknya.


" Sepertinya cowok kampung ini harus segera gue buat menjauh dari Audrey. Kalau gak dia bisa saja menggagalkan rencana yang sudah gue buat." batin Reno marah.


" Eh, maaf Reno ... gak papakan aku memesan sebanyak ini. Aku belum pernah makan semua ini di kampung. " Rifky pura - pura memasang wajah bersalah di hadapan Reno. Padahal ia yakin, Reno gak bisa berbuat apapun di depan Audrey. Pasti ia menjaga citranya agar Audrey terkesan.


" Oh, tentu saja gak papa. Kamu boleh memesan apapun yang kamu inginkan. Kamu adik temannya Audrey, berarti kamu adik saya juga." sahut Reno dengan senyum terpasang di wajahnya menatap Rifky.


" Wah, terima kasih. " sahut Rifky senang dan menahan agar tidak tertawa. Ia yakin saat ini, Reno sedang mengumpat dirinya.


" Sama - sama, ... Kamu hanya memesan ini saja, Drey ... ? " kini


tatapan Reno beralih ke Audrey.


" Iya, gue masih kenyang. Tadi sebelum pergi ke sini, gue udah makan." Audrey menjelaskan agar Reno tidak salah paham.


Walau sebenarnya karena Audrey merasa belum terlalu dekat dengan Reno, maka ia masih berusaha menjaga jarak. Meski Audrey sudah tidak curiga lagi pada Reno seperti kemarin.


" Oh, begitu ... baiklah. Aku pikir kamu gak suka dengan makanan di sini." ujar Reno.


" Bukan, dong ... " sahut Audrey ramah.


Reno membalas perkataan Audrey dengan anggukkan kepalanya.


Tidak lama pesanan mereka datang, pelayan cafe langsung menghidangkan di meja.


Belum sempat menikmati makanan terdengar suara Zia yang heboh memanggil nama Audrey.


" Honey, gue kangen banget sama Lo." Zia dengan ceria memeluk Audrey, begitu juga dengan Dea.


Mereka seperti tidak melihat Reno


yang duduk di sebelah Audrey.


" Jahat Lo ya, pergi ke tempat Rina gak ngomong - ngomong ke kita." omel Zia.


" Hehe ... sorry Zi, mendadak soalnya. " sahut Audrey.


Reno mengamati wajah kedua teman Audrey. Ternyata mereka yang sering di ceritakan Bella pada Reno. Ia memang sudah tahu nama mereka tapi baru kali ini bisa melihat dengan jelas wajah mereka. Dulu pernah bertemu, tapi dari jauh. Jadi Reno tidak terlalu melihat dengan jelas wajah mereka. Terlihat mereka berdua, anak orang berada. karena ia bisa melihat dari yang mereka kenakan sekarang.


Reno mengerutkan dahinya karena tidak melihat kehadiran Bella bersama mereka.

__ADS_1


" Bella, kenapa gak bareng dengan mereka ? Kemana, dia ... sejak gue pergi kemarin belum ada kami teleponan lagi ? " gumam Reno dalam hatinya.


" Eh, Rina sayang ... apa kabar ? Gue turut berduka cita ya ... gue, gak tahu kalau Ibu Lo meninggal.


Abisnya Lo berdua gak ada ngabari gue sama Dea. " tanya Zia sambil menghampiri Rina.


" Gue juga turut berduka cita ya, Rin ... Maaf kami gak tahu." Dea lalu memeluk Rina.


Rina yang mendapat perhatian dari mereka merasa terharu.


Ia benar - benar beruntung bisa dekat dengan mereka semua. Walaupun Bella tidak terlalu menyukainya, tapi ia tidak begitu perduli. Rina juga tidak begitu menyukai Bella yang angkuh.


Audrey yang melihat sikap mereka pada Rina menyunggingkan senyum manis di bibirnya.


" Terus siapa dua cowok ganteng ini ... ? " tanya Zia menanyakan begitu melihat Rifky dan Reno.


" Baik, Zi ... Alhamdulillah.


Yang di samping gue, Rifky ... adik gue dari kampung. Karena kami sekarang cuma tinggal berdua jadi dia ikut kesini. Kalau yang ini Reno, teman barunya Audrey dan gue." jawab Rina menjelaskan pada Zia.


" Oh, ganteng adik Lo, ya ... boleh dong jadi pacar gue ... hahaha." Zia yang memang suka bertingkah semaunya bercanda.


Rifky melirik dengan wajah memerah. Ia yang selama ini belum pernah punya hubungan dekat dengan seorang wanita merasa malu karena di goda seperti itu.


" Kenalin, gue Zia ... temannya kakak Lo. Kalau yang ini Dea.


Kami berdua temannya Audrey dan Rina." Zia tanpa risih mengulurkan tangannya ke hadapan Rifky.


" Wah, adek Lo pemalu banget, Rin ... sama kaya lo waktu pertama kali ketemu." ucap Zia terus terang.


" Hahaha ... bisa aja Lo, Zi." sahut Rina tertawa.


Lalu Zia dan Dea mengulurkan tangan mereka ke arah Reno.


" Reno ... " ujar Reno dengan senyum ramahnya pada Zia dan Dea yang telah menyebutkan nama mereka.


" Btw, kenal dimana Lo dengan Audrey ? " tanya Zia langsung setelah berkenalan.


Mendengar pertanyaan Zia, Reno lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Audrey.


Ia juga menceritakan ketika ia bertemu kembali dengan Audrey dan Rina di kampung.


" Oh, jadi Lo kenal sama Reno waktu ulang tahun itu, honey ? " kali ini Zia bertanya pada Audrey.


" Iya, Zi ... awalnya gue gak sengaja buat pakaian Reno kotor di pesta, terus setelah itu kita ada ketemu di sebuah cafe. Terakhirnya ketemu lagi waktu di kampungnya Rina." Audrey membenarkan perkataan Reno.


" Bella kemana, Zi ... kog gak bareng kalian ? " Audrey sengaja mengalihkan Zia agar tidak lanjut menanyakan hal tentang Reno lagi. Ia menanyakan ketidak hadiran Bella.


" Gak tau gue ... anak itu udah kaya hantu, sering hilang gak ada kabar." jawab Zia seenaknya.


" Hahaha ... bisa aja Lo, Zi ... mungkin dia sibuk kali. Bella bilang kan dia punya kerjaan lain selain kerja paruh waktunya." Audrey gak ingin ikut menyudutkan Bella.

__ADS_1


" Ah, terserah lah. Gue sama Dea udah jarang ketemu sama Bella.


Sehabis kuliah dia langsung menghilang." terlihat wajah Zia sedikit kesal.


" Udah, nanti coba kita hubungi lagi. Besok gue mau ke kampus.


Lo berdua kuliah kan ? " Audrey mengalihkan perhatian Zia pada Bella agar gak merasa kesal lagi.


" Iya, dong ... gue sama Dea mau cepat wisuda biar gak kalah jauh dari Lo. " ujar Zia semangat.


" Bagus, dong kalau gitu ... biar kita bisa barengan kerjanya." sahut Audrey senang.


" Eh, kabar Om ganteng sama Tante cantik kita gimana ? " Zia menanyakan Daddy dan mommy nya Audrey.


" Itu dia, Zi .. De, belum ada kabar sama sekali dari Daddy dan mommy sejak terakhir kita teleponan di mansion gue." wajah Audrey berubah sedih mengingat hal ini.


" Mungkin Om dan Tante lagi sibuk, Drey ... jadi belum bisa kasi kabar sama kamu. Nanti pasti mereka ngabari ke Lo kalau udah senggang." Dea berusaha menenangkan Audrey melihat wajahnya yang terlihat sedih.


" Iya, benar tuh yang di bilang Dea, honey. Pasti om dan Tante segera menghubungi Lo begitu kerjaan mereka selesai. Secara Lo anak kesayangan mereka." Zia membenarkan perkataan Dea.


" Hmm ... gue harap memang seperti itu. " gumam Audrey pelan tetap tersenyum. Ia gak mau menunjukkan kegelisahannya pada mereka.


" Kalian berdua pesan makanan juga dong ... biar aku traktir. Ini jadi awal pertemanan kita." tiba - tiba Reno mengatakan hal ini kepada Zia dan Dea.


" Lo beneran mau traktir kami.


Jangan nyesel Lo, ya Reno ... makan gue banyak soalnya." sahut Zia.


" Pesan aja yang kalian suka. Aku gak akan menyesal sama sekali. Aku malah senang bisa berkenalan juga dengan kalian sebagai teman dari Audrey. " Reno dengan pintar mencari perhatian dari teman - teman Audrey, agar ia semakin lebih mudah mendekatinya.


" Okey, siapa takut. " Zia lalu memanggil pelayan untuk mencatat makanan yang ia inginkan. Begitu juga dengan Dea.


Syukurnya Dea tidak terlalu seperti Zia. Ia hanya memesan dua jenis makanan aja.


Reno tetap menjaga senyum terus terukir di wajahnya melihat sikap Zia.


Setelah makanan yang di pesan Zia dan Dea datang, mereka semua pun menikmati makanannya.


Rifky yang sudah gak sabar menikmati makanan ini sejak tadi, langsung mencicipi satu demi satu makanan yang di pesannya.


Sambil menikmati makanan, mereka saling bertukar cerita mengenai hal yang di alami Rina.


Zia dan Dea langsung menawarkan untuk tinggal di apartment mereka yang tidak terpakai. Tapi dengan sopan Rina dan Rifky menolaknya dengan memberi alasan yang sama seperti yang mereka katakan pada Audrey.


Reno yang berusaha mengambil hati Audrey menawarkan kerja di perusahaannya pada Rifky.


Tapi Rifky yang dari awal tidak suka dengan Reno, menolak dengan memberi alasan yang masuk akal. Ia hanya tamatan SMA, jadi belum pantas kerja di perusahaan Reno. Tapi nanti kalau ia sudah selesai kuliah, baru ia akan menerima tawaran Reno.


Reno yang memang cuma basa - basi menawarkan pekerjaan pada Rifky, berteriak senang dalam hati.


Ia juga gak ingin, anak kampung ini berada di sekitarnya.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2