Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 33


__ADS_3

Ruang makan di mansion Audrey terdengar bising karena suara Zia.


Ia begitu semangat hari ini karena


semua tugas yang tidak ia mengerti telah di selesaikan dengan cepat oleh Audrey. Zia juga mulai memahami cara mengerjakannya setelah semalam


Audrey menjelaskan padanya berulang kali.


" Berisik, Lo ... " ucap Dea sambil mengunyah makanan.


" Biarin, gue lagi senang. Kalau gini caranya, gue bisa cepat wisuda kaya Audrey ... hehehe." sahut Zia dengan mulut berisi makanan.


" Gaya Lo ... ntar juga lupa lagi." ejek Dea.


" Gak ... gue udah hapal mati biar gak lupa. " bantah Zia.


" Hehehe ... bagus dong kalau kaya gitu. Jadi gak sia - sia, gue ngajarin Lo semalam." ujar Audrey.


" Iya, dong ... nanti gue bakalan nanya mata kuliah yang lain gimana cara ngerjainnya." ucap Zia semangat.


" Asal jangan cuma semangat hari ini aja ya, Drey ... besok - besok mulai malas lagi. " Dea menyindir Zia.


" Ya, gak lah ... gue jamin. Biar Lo bangga karena sekarang punya teman pintar kaya gue." Zia ngomong dengan percaya diri.


" Hahaha ... " Meja makan itu pun penuh dengan suara tawa mereka,


karena ulah Zia.


" Rin, Ky ... berkas - berkas kalian udah di bawa semua kan ... ? Gak ada yang ketinggalan ... biar nanti lebih cepat Lo daftar kuliahnya." Audrey menatap Rina yang duduk di depan nya.


" Udah, semua Drey ... " jawab Rina dan Rifky serempak.


" Bagus lah ... jadi gue bisa langsung mengajukan beasiswa buat Lo berdua ... mudah - mudahan elo berdua bisa kuliah dengan cepat." ucap Audrey.


" Aamiin .... " ucap mereka bersamaan.


" Yuk, kita berangkat, udah pada selesai kan ... ? " ajak Audrey yang sudah selesai sarapan.


" Udah ... " lagi - lagi mereka menjawab serempak.


Audrey tertawa melihat tingkah mereka. Kini mereka pun bangkit dari kursi nya masing - masing.


" Bik, kami berangkat ya ... " pamit Audrey, begitu pula dengan yang lain ikutan pamit pada Bik Imah yang berdiri di dekat meja makan.


" Ya, non ... hati - hati di jalan." jawab Bik Imah sopan.


" Okey ... " sahut Audrey memberikan senyum pada Bik Imah.


Mereka berlima pun sekarang menuju garasi mobil Audrey. Setelah menaiki mobil yang akan mereka kendarai, mobil pun perlahan mulai keluar dari mansion. Begitu tiba di jalanan, mobil di pacu dengan cepat menuju kampus.


Rina yang berada di mobil Audrey hanya bisa berpegangan dengan kuat karena takut melihat mobil Audrey melaju kencang. Sedangkan Rifky, tertawa senang.


Ia seperti sedang berada di film yang sering di tonton nya.


Suatu hari, ia harus bisa mengemudikan mobil seperti Audrey, tekad Rifky dalam hati.


Akhirnya Audrey dan teman - temannya pun sampai di kampus.


Audrey yang sudah beberapa hari tidak ke kampus kembali menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang ada.


" Zia ... tolong antar kan Rina dan Rifky ke kantin dulu ya .. gue mau ke biro dulu buat ngurus wisuda, baru setelah itu ke ruangan dekan mengajukan beasiswa Rina dan Rifky." ujar Audrey.


" Okey, honey ... " sahut Zia cepat.


Kini Audrey berjalan meninggalkan teman - temannya.


Hari Wisuda nya sudah tinggal beberapa hari lagi.


Sedangkan Rina dan Rifky mengikuti langkah Zia dan Dea.


Bella yang hendak menuju kantin terkejut melihat kehadiran Rina, si pelayan cafe. Ia pun bergegas menghampiri mereka.


" Zia ... ngapain Rina ke kampus kita ? " tanya nya penasaran.


" Eh, gue kira, Lo udah gak mau temenan sama kita lagi. Abis nya Lo sekarang udah gak pernah mau gabung sama kita lagi. Ya, kan De ... " ujar Zia langsung tanpa menjawab pertanyaan Bella.


" Bukan gitu, loh, Zi ... gue sibuk kerja. Kerjaan gue sekarang bukan cuma satu. Jadi gue gak bisa terlalu sering bareng dengan kalian." ucap Bella berbohong, sambil melirik ke arah Rina dan Rifky.


" Siapa cowok ganteng ini ? " batin Bella.


" Sibuk kerja apa sibuk pacaran ? " todong Zia.


Wajah Bella langsung berubah mendengar omongan Zia.


" Sialan, resek banget si Zia ... mau gue ngapain, terserah gue la."


omel Bella dalam hati.


Tapi di depan Zia, ia bersikap kebalikannya.


" Kenapa Lo diam, Bel ... benarkan omongan gue. Lo lagi sibuk pacaran. " ujar Zia lagi sambil menatap serius ke arah Bella.


" Gak lah, Zi ... mana ada waktu gue buat pacaran. Hari - hari gue cuma kerja dan kerja. Gue gak mau ngerepotin kalian terus.


Kemarin aja, Audrey yang bayar sewa apartment gue ... gue malu, dong kalau terus - terusan di bayari." Bella memasang wajah sedihnya, agar Zia dan Dea percaya.


" Hmm ... jadi yang kemarin gue lihat Lo masuk ke mobil sport itu, Lo sama siapa kalau bukan pacar Lo ? " kini Dea yang bertanya pada Bella.


Bella menutupi rasa terkejut di hati nya. Bagaimana Dea bisa tahu. Apa kemarin dia melihat gue ? Tapi gue udah hati - hati banget biar gak ketahuan Zia dan Dea, batin Bella. Ia harus mengatakan sesuatu agar mereka tidak mencurigai nya.


" Oh, maksud Lo yang itu, De ...

__ADS_1


salah lihat Lo, kemarin itu gue sama teman cewek, kog ... kebetulan teman gue itu lagi pinjam mobil pacar nya, karena kami harus buru - buru buat mengerjakan event. Gue sekarang sering ngambil job SPG buat pameran mobil. " mulut Bella begitu lancar mengucapkan kalimat bohong tanpa beban sedikitpun.


" Tapi kayanya yang gue liat bawa mobil itu cowok, deh ... gak mungkin gue salah liat." bantah Dea.


" Hahaha ... rambutnya emang di potong pendek kaya cowok gitu, De .. dia gak suka rambut panjang, gerah katanya. Tapi sumpah, gue beneran sama cewek loh waktu itu. " demi meyakinkan Sea dan Zia bahkan Bella berani bersumpah.


Dea dan Zia saling bertukar pandang, penjelasan Bella masuk akal juga. Mungkin aja, waktu itu Dea gak melihat terlalu jelas.


" Bella ... lagian kalau Lo emang beneran udah punya pacar, kita gak masalah, kog. Cuma kan gak ada salah nya sebagai sahabat kita cerita. Itu aja, sih ... " Dea berusaha bersikap bijak.


" Sumpah, De ... gue belum punya pacar. " ucap Bella meyakinkan


Dea.


" Ya, udah la, mudah - mudahan Lo gak bohong. " ujar Dea.


" Gak mungkinlah gue bohongin kalian, kita kan sahabatan udah lama." kata Bella dengan pasti.


Rina dan Rifky yang melihat perdebatan mereka hanya mendengarkan dengan seksama.


" Oya, btw Rina ada perlu apa ke kampus ? " Bella mengulangi pertanyaan nya yang belum sempat terjawab.


" Rina bakalan kuliah di kampus kita. Audrey lagi mengusahakan beasiswa buat mereka." Zia menjawab pertanyaan Bella.


" Oh, mereka maksudnya ? " tanya Bella lagi.


" Rina dan Rifky. Rifky ini adiknya Rina. Setelah Ibu mereka meninggal, mereka memutuskan


untuk tinggal di sini. Audrey menawarkan mereka untuk kuliah lewat beasiswa. " kata Zia menjelaskan pada Bella.


" Oh, gitu ... bagus deh. " ucap Bella singkat. Padahal dalam hati dia mengutuk Audrey yang sok perhatian. Kenapa juga pelayan kampung ini ikutan kuliah di kampus ini. Mana adik nya ikutan kuliah lagi. Syukur nya cowok ini lumayan ganteng.


" Sekarang Audrey nya kemana ? " tanya Bella yang gak melihat keberadaan Audrey, musuh terbesar nya.


" Tadi sih, Audrey bilang mau ke biro dulu buat ngurus wisuda, baru setelah itu ketemu Dekan buat mengajukan beasiswa Rina sama Rifky." jelas Zia.


" Kalau gitu, kita nunggu Audrey


di kantin aja. " ujar Bella sok baik.


" Kami memang mau kesana tadi.


Tapi tiba - tiba Lo nongol. " sahut Zia.


" Ya, udah ... kita ke kantin, yuk ..." ajak Bella ramah. Dia menahan rasa marah nya dengan pura - pura memegang lengan Rina.


Rina berusaha tersenyum melihat sikap Bella. Ia tidak begitu


mempercayai nya.


Kini, mereka berempat berjalan


Audrey yang sudah selesai dengan semua urusan nya, kini berjalan menuju parkiran. Ponsel nya ternyata ketinggalan di dalam mobil. Saat ia hendak membuka pintu mobil terdengar suara Reno


memanggil. Audrey lumayan terkejut, ternyata Reno beneran datang ke kampus nya.


Reno baru saja keluar dari dalam mobil, rupanya mobil Reno sudah terparkir di sebelah mobil Zia.


" Udah mau pulang atau baru nyampe, Drey ? " tanya Reno begitu berada di hadapan Audrey.


" Oh, gak ... gue mau ngambil hand phone, ketinggalan di mobil tadi. " sahut Audrey.


" Yang lain mana ? " tanya Reno sambil celingukan.


" Lagi nunggu di kantin. Gue juga mau kesana. Lo mau ikut ? " Audrey bertanya pada Reno sambil mengambil ponsel nya.


" Ikut, dong ... " sahut Reno.


" Yuk ... " ajak Audrey setelah menaruh toga dan perlengkapan wisuda nya di dalam mobil.


Reno menganggukkan kepala sambil mengikuti langkah Audrey.


" Habis dari kampus, mau kemana lagi, Drey ... ? " tanya Reno yang berada di samping Audrey.


" Mau ke kost Rina, dia mau ngambil barang - barang nya." jawab Audrey.


" Oh, dia mau pindah kost ? " tanya Reno lagi.


" Iya ... sekarang Rina kan harus tinggal berdua sama Rifky. Jadi harus pindah, karena kost nya kan khusus buat wanita." jelas Audrey.


" Terus mereka udah dapat belum tempat tinggal nya ? " Reno sedikit penasaran.


" Kebetulan gue ada apartment kosong. Dari pada gak di tinggalin, mending di pakai sama mereka." ujar Audrey.


" Oh, beruntung banget ya Rina punya teman kayak kamu, Drey ...


baik hati, cantik lagi. " ujar Reno mengeluarkan sedikit gombalan nya.


" Gue juga beruntung punya sahabat kaya mereka. Rina itu juga baik dan jujur. Jadi gue senang temenan dengan mereka."


ujar Audrey.


" Itu mereka. " tunjuk Audrey setelah sampai di depan kantin.


Langsung saja kantin heboh melihat Audrey datang bersama seorang pria. Belum pernah sekalipun mereka melihat, Audrey jalan berdua dengan seorang pria.


Bella yang melihat Audrey datang bersama Reno merasa terkejut.


Bagaimana bisa Reno terlihat begitu akrab dengan Audrey, hingga bisa jalan bareng seperti ini ? pertanyaan ini muncul di benak Bella.


Rifky yang sempat melihat perubahan di wajah Bella, karena kehadiran Audrey dan Reno mengerutkan kening nya.

__ADS_1


Tanpa di sadari Bella, Rifky terus memperhatikan gelagat nya yang terlihat gelisah.


Reno yang juga sudah melihat keberadaan Bella, berusaha bersikap biasa agar Audrey dan yang lain tidak curiga.


" Gimana, Drey ... bisa Rina dan Rifky kuliah di sini ? " tanya Zia begitu Audrey sampai di meja mereka.


" Alhamdulillah, mereka diterima.


Ternyata nilai mereka berdua sangat memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa. " ujar Audrey dengan menampilkan wajah gembira


Rina dan Rifky langsung mengucapkan kata syukur. Mereka langsung berdiri menghampiri Audrey dan memeluknya.


" Udah, sesak gue ... " canda Audrey.


Rina dan Rifky melepas pelukan mereka sambil tertawa.


Reno kesal melihat Rifky, begitu bebas memeluk Audrey. Sedangkan. Bella mencibir dengan sinis melihat sikap mereka.


" Oh, ya Reno ... kenalin nih Bella, teman kita. " ucap Audrey mengenalkan Bella.


Bella yang namanya di sebut oleh Audrey terlihat sedikit gugup.


Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya pada Reno sebagai perkenalan diri nya.


Reno juga membalas dengan anggukkan pada Bella.


" Kemana aja Lo, Bel ... kata Zia sama Bella, elo udah jarang ngumpul bareng mereka. Udah punya pacar, ya ... ? " tanya Audrey tanpa maksud apa - apa.


Tapi perkataannya ini membuat Bella merasa khawatir, karena Reno juga ikut mendengar nya.


" Enggak lah, gue sibuk kerja, Drey ... mana ada waktu buat pacaran. " jawab Bella menutupi ras kesalnya.


" Oh, gitu ... semangat ya." ucap Audrey dengan senyum manisnya


" Makasih, Drey ... " ucap Bella membalas senyuman Audrey, dengan menahan marah di hati nya.


" Rin, Lo masih mau disini atau kita langsung pergi ke kost Lo ? " tanya Audrey setelah selesai dengan Bella.


" Langsung ke kost aja ya, Drey ...


tadi kita kan udah sarapan di mansion, jadi gue masih kenyang."


kata Rina.


" Okey, Lo bertiga harus kuliah kan ? Jadi kami aja yang pergi, ya ... " ujar Audrey melihat Zia, Dea dan Bella.


" Sebenarnya gue pengen ikut, tapi hari ini si kulkas yang masuk. Jadi gue gak berani ijin. Nanti gue gak lulus di buatnya. " ucap Zia dengan muka manyun.


" Ya, udah ... Lo kuliah aja yang rajin biar cepat lulus. " ucap Audrey.


Bella mencuri pandang pada Reno. Ia sudah beberapa hari tidak bertemu dan menghubungi Reno. Begitu juga sebaliknya.


Reno yang tahu kalau Bella melihat nya hanya melirik singkat.


" Udah, sana masuk ... kami pergi dulu, ya ... " ujar Audrey.


" Iya ... ini juga kami mau masuk." sahut Zia bangkit di ikuti Dea dan Bella.


Audrey pun berjalan menjauh bersama Reno, Rina dan Rifky.


Sedang Zia, Dea dan Bella melangkah masuk ke dalam lokal mereka.


" Oya, Ren ... sorry banget. Kaya nya Lo gak bisa ikut ke tempat kost, gue ... soalnya cowok dilarang masuk. " kata Rina melihat Reno terus mengikuti mereka.


" Oh, jadi Rifky nunggu di mana ? " tanya Reno kaget, karena ia gak menduga sama sekali.


" Kalau Rifky, kemari. gue udah minta ijin sama ibu kost ... lagian dia kan adik kandung gue. Jadi di bolehin." jawab Rina.


" Oh, gitu ya ... ya, udah gak papa.


Ntar aku nunggu di sekitar kost kamu, aja Rin ... baru setelah itu aku bisa bantu kalian beres - beres di apartment." Reno berusaha agar bisa tetap ikut.


" Terima kasih, tapi sebaiknya jangan ...bukan aku menolak kebaikan kamu, ya ... tapi kami berdua bisa kalau sekedar beres - beres. Lagian Audrey bilang, apartment nya juga selalu di bersihkan. " tolak Rifky yang memang gak suka lihat Reno.


" Ya, udah gak papa kalau begitu.


Oya, Drey ... nanti aku boleh menghubungi kamu kan ... ? " tanya Reno menahan rasa marah karena perkataan Rifky.


Padahal ia sangat ingin tahu dimana lokasi apartment mereka.


" Hmm ... boleh. " ujar Audrey.


" Okey, kalau gitu, kalian hati - hati, ya ... gue mau balik ke kantor aja.


Tadi nya sih udah ijin, karena kirain bisa ngajak kalian jalan bareng kaya kemarin." ucap Reno pelan.


" Maaf, Reno ... mungkin lain waktu. " jawab Audrey yang merasa gak enak mendengar perkataan Reno.


" Gak papa, kog .. ya, mungkin besok atau lusa, kita bisa ketemuan lagi. " Reno berusaha terlihat ikhlas.


" Iya ... Okey, Ren ... kami pergi dulu ya ... " ujar Audrey yang melihat Rifky sudah masuk ke dalam mobil.


" Ya, Bye, Drey ... " jawab Reno.


" Bye ... " sahut Audrey lalu masuk ke mobil.


Audrey segera menghidupkan mesin mobil nya, dan perlahan berjalan meninggalkan pelataran parkir kampus.


Sedangkan Reno yang masih menahan emosi di dalam mobil, melihat dengan tajam ketika mobil Audrey perlahan mulai menjauh.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2