
Reno yang baru saja pulang dari perusahaan berniat untuk melihat Audrey setelah dia selesai membersihkan badannya.
" Sayang, kita makan malam dulu, ya. Baru kamu naik ke lantai atas." ujar Lily manja.
" Hmm ... " sahut Reno singkat.
Lily cemberut mendengar jawaban singkat dari Reno. Tapi ia dengan cepat merubahnya dan mengikuti langkah Reno menuju meja makan. Padahal ia sengaja bersikap manja pada Reno agar nanti saat ia memakai baju dinas
yang baru saja ia beli, Reno akan terpesona melihatnya.
" Sayang, kamu kenapa sih ? Pulang kerja, kog jadi jutek gitu ? Padahal aku kangen banget sama kamu !" tanya Lily dengan suara menggoda saat mereka berada di meja makan.
Lily senang karena mereka hanya berdua saja disini. Nana yang sudah menjadi penurut mematuhi perintahnya untuk menjauh dari setelah ia selesai menyiapkan semua makanan di meja.
" Banyak kerjaan di perusahaan yang harus aku tangani. Bukan kaya kamu. Kerjaannya cuma shoping sama jalan doang !" sindir Reno sengaja, karena ia tahu kalau Lily tidak mendengarkan perintahnya untuk jangan keluar dari mansion dan menghambur - hamburkan uang buat yang gak penting. Selain itu demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Bisa saja ketika Lily shopping di mall, ia ketemu dengan teman - teman Audrey.
Wajah Lily langsung berubah kecut begitu mendengar sindiran Reno.
" Si*l ... ! Kenapa dia bisa tahu sih aku keluar ?" umpat Lily kesal dalam hati.
" Kenapa ? Kamu gak suka aku ngomong kaya gini. Makanya dengarkan apa yang ku - perintahkan. Jangan membangkang !" ujar Reno dengan suara berat.
" Maaf, sayang. Aku hanya keluar sebentar buat menghilangkan rasa bosan. Sekarang, kita tidak begitu memiliki banyak waktu berdua seperti yang selalu kita lakukan selama ini. " ujar Lily memberikan alasan.
" Bosan ? Kamu tetap merasa bosan walau sekarang hidup kamu gak perlu lagi bekerja keras dan harus bekerja sebagai pelayan. Kamu masih bisa bosan setelah semua impian kamu untuk memiliki semua kekayaan yang ada di mansion ini jadi milik kamu ! Apa kamu sudah melupakan jati diri kamu sebelum ini, hah ... ! " ujar Reno kesal.
Lily terdiam dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ia berusaha menahan rasa marah di hatinya mendengar perkataan Reno yang sangat merendahkan harga dirinya. Kenapa Reno harus sampai mengungkit asal - usul dan pekerjaan Lily. Padahal itu adalah hal yang paling ia benci dan ingin ia hapus dari ingatannya.
Bella yang sudah sejak tadi keluar dari lift dan berniat untuk ikut bergabung makan malam, hanya tersenyum simpul mendengar Lily di marahi sama Reno. Ternyata nasib Lily tidak berbeda jauh dengannya.
Reno memang tidak akan pernah berubah. Mau bagaimanapun mereka melayaninya tetap aja dia gak akan pernah merasa puas. Untung saja Reno sekarang tidak begitu peduli dengan keberadaannya jadi Bella bisa bebas keluar dan melakukan apapun yang ia inginkan.
Bella bisa mencari kepuasan dan kesenangan di luar. Ia sudah tidak pernah kekurangan uang dan tidak perlu bergantung lagi dengan Reno atau siapapun sejak butik jadi miliknya. Lagi pula jika ia butuh uang lebih untuk bersenang - senang, sekarang ia hanya tinggal menjual perhiasan Audrey. Walau itu ia lakukan tanpa sepengetahuan Lily. Karena dengan uang yang ia miliki, Bella bisa bergabung dengan kalangan atas dan bertemu dengan banyak pria tampan dan tajir di luar sana.
Makanya ia tidak begitu perduli dengan Reno. Walau jujur, terkadang ia masih merindukan belaian Reno sesekali dan meski dulu ia sempat terpikir untuk merebut Reno dari Lily tapi Bella sadar dan memilih untuk meredam dan menghindar agar tidak mendapatkan kemarahan dari Lily.
Ia lebih rela menghilangkan perasaannya pada Reno dari pada harus kehilangan semua kekayaan yang ada di mansion ini. Toh, Bella masih bisa mencari pria tampan dan kaya di luar sana.
__ADS_1
" Maaf, aku boleh gabungkan ?" tanya Bella pelan setelah ia berdiri dekat meja makan.
" Kamu baru turun atau sudah dari tadi, Bel ?" tanya Lily menutupi gugupnya. Ia tidak ingin Bella tahu kalau baru saja Reno memarahinya. Sementara ia pernah sesumbar dan mengatakan pada Bella kalau Reno sangat mencintainya dan lebih memilih Lily di bandingkan Bella. Padahal sebenarnya dia juga gak terlalu perduli dengan semua hal itu. Tidak berbeda dengan Bella, sekarang yang terpenting baginya adalah harta. Jika Reno memang berniat untuk menikahinya seperti yang pernah ia janjikan tentu ia akan dengan senang hati menerimanya. Bagaimanapun dengan menyandang status sebagai isteri dari Reno adalah hal yang membanggakan. Selain muda, tampan dan ia juga pemilik dari perusahaan besar sekarang.
" Baru aja, Li. " sahut Bella berbohong.
" Aku selesai !" ujar Reno datar dan mengacuhkan keberadaan Bella. Ia lalu beranjak pergi meninggalkan keduanya.
Walaupun Lily kesal dengan sikap Reno, tapi ia tidak berniat untuk menahannya. Lebih baik dia pergi agar Bella tidak merasa curiga akan yang baru saja terjadi.
" Gue juga udah selesai, Bel. Lo gak papa kan makan sendiri. Gue mau ke kamar, istirahat. " ujar Lily bangkit dari tempat duduknya begitu badan Reno sudah masuk ke dalam lift.
" Gak papa, Li. Gue juga cuma pengen makan dikit doang, abis itu mau ke kamar juga." sahut Bella tersenyum tipis.
" Hmm ... ya, sudah ! Lo, gue tinggal, ya. " ujar Lily.
" Okey, Li ... eh, tapi ngomong - ngomong itu Reno naik ke atas mau ke kamar si ca**t ya, Li .. ?" tanya Bella menghentikan langkah Lily.
" Ya ... !" sahut Lily singkat dan melanjutkan langkahnya. Ia tidak ingin bertambah pusing mendengarkan pertanyaan dari Bella. Lebih baik ia menunggu Reno di kamar.
" Hmm ... Apa dia gak khawatir membiarkan Reno berduaan dengan Audrey. Secara Reno seorang karnivora, alias penikmat semua jenis makanan ... apalagi makanan yang di hidangkan seorang wanita yang sama sekali belum pernah tersentuh oleh pria manapun ... Ia masih bersih hehehe ! Walau Audrey sekarang ca**t dan tidak berdaya tapi yang pasti dia seorang wanita yang pernah memiliki banyak kelebihan. Bisa saja sikap buas Reno keluar dan melakukannya karena merasa tertantang dan ingin merasakan hal baru. Ah, tapi sudahlah ! Ngapain juga gue harus memikirkan hal itu. Malah bagus jika Reno melakukannya.
Ia beranjak dari meja makan dan pergi menuju lantai atas, kamarnya.
Mata Reno memindai kamar Audrey begitu ia masuk ke dalam.
Audrey masih dalam keadaan seperti yang sudah pernah ia lihat. Terbaring di tempat tidur dalam keadaan lemah tak berdaya.
" Siapa kamu ?" tanya Reno dingin pada Rina yang duduk menemani Audrey.
" Maaf, Tuan. Saya pelayan baru
di sini. " jawab Rina sopan.
" Hmm ... kamu keluar sekarang. Saya mau bicara berdua dengan dia. " perintah Reno dengan wajah datar.
" Maaf, Tuan tapi, non Audrey nya sudah tidur, Tuan ! Ia tadi sangat kesakitan." ujar Rina berbohong.
__ADS_1
Padahal ia dan Audrey sudah mengetahui kehadiran Reno sejak ia masuk ke dalam lift dan berjalan menuju kamar Audrey.
Sebelumnya Audrey sudah menyuruh Rina dan Titi untuk memasang cctv yang khusus tersambung dengan handphone milik Rina, pada saat Lily pergi dan Bella masih belum pulang ke - mansion. Jadi mereka bisa mengetahui setiap gerakan yang akan di lakukan oleh Reno dan kedua wanita i*l*s itu.
Jadi, tadi begitu melihat Reno mendekat ke kamar Audrey, ia langsung memejamkan matanya dan pura - pura tidur.
" Hmm ... saya tahu dia tidur. Kamu tidak perlu menjelaskannya pada saya. Apa kamu tidak mendengar kata - kata saya. Kamu keluar sekarang !" Reno menatap Rina dengan tajam.
" Baik, Tuan. Saya akan keluar. " jawab Rina enggan. Ia khawatir meninggalkan Audrey berdua dengan Reno. Meski Audrey kondisinya sudah tidak terlalu lemah lagi tapi tetap saja ia masih belum bisa berjalan.
Rina melangkahkan kakinya dengan berat saat ingin keluar dari kamar Audrey. Perlahan ia menutup pintu kamar. Rina berjalan menjauh sembari memperhatikan apa yang terjadi di kamar dari handphone nya.
Reno mendekat ke arah Audrey. Lalu ia duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur Audrey.
Ia memperhatikan wajah dan seluruh badan Audrey dengan seksama.
Sementara Audrey berusaha menenangkan debar di - jantungnya yang berdetak kencang agar tidak terdengar oleh Reno. Jujur, ia juga cemas saat ini. Audrey takut Reno melakukan hal buruk padanya. Sedangkan ia belum bisa membela dirinya sedikitpun dengan keadaannya sekarang.
" Kamu tetap cantik dan menggairahkan meski keadaan kamu ca**t seperti ini. " ujar Reno menatap wajah Audrey mata buas.
Reno menyusuri wajah dan badan Audrey dengan tangannya sembari berkata, " Kamu tahu, Drey ... aku sudah lama tertarik dengan semua yang ada di dirimu. Wajah kamu, tubuh sexy mu dan semua kekayaan milikmu. Waktu pertama kali aku melihat kamu, rasanya aku sudah tidak tahan untuk melakukan dan menikmati semua hal yang ada di dirimu. Tapi kamu terlalu susah untuk di bodohi dan di dekati. Tidak seperti Bella dan Lily. Hanya dengan sedikit rayuan dan setumpuk uang mereka langsung jatuh ke dalam pelukanku ... hahaha. Itu, yang membuat aku semakin penasaran dan ingin kamu takluk di bawahku. Tapi jangan khawatir, rasa penasaranku pada kamu belum hilang. Walau kamu dalam keadaan ca**t seperti ini, aku masih tetap ingin melakukannya. Sebenarnya aku ingin melakukannya malam ini karena aku sudah begitu lama menahannya. Tapi kamu selamat hari ini, karena kamu sudah tidur. Aku mau matamu bisa melihat dan menikmati semua yang akan aku lakukan pada tu**h mu ini. Jadi, persiapkan dirimu, cantik ! ".
Rasanya Audrey ingin bangkit dari tempat tidur dan memaki Reno saat mendengar semua yang ia katakan. Tapi ia berusaha keras untuk menahannya. Selama ini, Audrey berpikir Reno hanya pria jahat dan licik yang menginginkan harta dan semua kekayaannya melalui tangan Lily dan Bella. Tapi ternyata ia benar - benar pria yang menjijikkan. Andai saja saat ini ia tidak dalam kondisi seperti ini, Audrey akan mematahkan kedua tangannya yang sudah berani menyentuh tubuhnya dan menghancurkan benda yang jadi kebanggaan Reno, agar dia tidak bisa melakukan hal itu lagi pada wanita lain.
Tidak berbeda dengan Audrey, Rina yang terus memantau semua yang terjadi di kamar Audrey menggeram dengan keras. Kalau saja ia tidak berpikir dengan benar dan mengendalikan emosinya mungkin saat ini Rina akan berlari ke atas dan me**ki Reno.
" Okey, cantik. Selamat istirahat. Sampai jumpa ! " ujar Reno sembari mengusap bi**r Audrey.
Setelah puas mengatakan semuanya Reno pun beranjak dari sisi Audrey dan melangkah keluar dari kamar Audrey.
Audrey masih memejamkan kedua matanya karena khawatir Reno akan kembali masuk ke - kamarnya. Tapi setelah beberapa menit, ia tidak mendengar pintu kamarnya di buka lagi, Audrey kemudian membuka matanya.
Sekarang ia baru bisa menarik nafas dengan lega.
" Ba**ngan !" ucap Audrey dengan penuh amarah. Emosi dan rasa takut yang di tahannya sejak tadi ia keluarkan. Jujur saja ia sangat ketakutan jika sampai Reno
benar - benar melakukan apa yang ia katakan. Ia tidak boleh lagi berdiam diri. Secepatnya ia dan Rina harus keluar dan pergi dari mansion ini.
__ADS_1
**********************************