Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 39


__ADS_3

Rina sangat gugup ketika mengikuti setiap gerakan yang di ajarkan bodyguard yang melatih mereka. Sedangkan Rifky, lebih fokus ... karena ia memang ingin menguasai bela diri dengan benar.


Audrey yang sebenarnya sudah


menguasai bela diri, juga ikut


berlatih dengan mereka.


Setelah satu jam latihan, akhirnya


mereka selesai.


Rina terduduk lemas di lantai karena kelelahan.


" Drey, berat banget ... besok latihan lagi ? " tanya Rina dengan suara serak.


" Nggak kog, aku malah suka, Drey ... dulu aku juga pengen ikut


bela diri tapi gak bisa karena takut


ninggalin Ibu lama - lama sendirian di rumah. " sahut Rifky


gembira.


" Bagus, tuh lihat Rifky ... Rin.


Lo harus semangat, makanya rajin olah raga biar stamina elo kuat. " ujar Audrey menggoda Rina yang sekarang malah rebahan


di lantai.


" Iya, sih ... sejak gue kerja udah gak pernah olah raga lagi. Dulu


kalau di kampung, gue sering sepedaan atau lari pagi. " Rina membenarkan omongan Audrey.


" Okey, kalau gitu mulai besok Lo


harus olah raga lagi.


Di gedung apartment yang kalian


tempati ada ruang gym nya.


Jadi Lo berdua bisa gunain tiap hari. Soalnya fisik Lo harus kuat.


Selama elo berdua belum masuk


kuliah ... kita latihan bela diri tiap hari disini. Bahkan gue pengen


latihannya sehari dua kali. Agar kalian lebih cepat menguasainya.


Gimana, menurut kalian ? " tanya


Audrey setelah memberitahu


fasilitas di apartment.


" Apa ... ??? Lo gak salah, Drey ...


jangan dong, bisa remuk badan gue kalau latihannya dua kali." ucap Rina gak setuju.

__ADS_1


" Aku setuju, Drey ... lagian gak ada yang dikerjakan juga ... mendingan latihan biar cepat


jago seperti bodyguard kamu itu." sahut Rifky setuju.


" Berarti kalian setuju ya, dengan


usulan gue. Biar nanti gue omongin sama pelatih Lo berdua."


Audrey sengaja gak mengindahkan perkataan Rina.


" Audrey .... " teriak Rina lemas.


" Hahahaha .... " Audrey dan Rifky


tertawa lebar melihat wajah Rina


yang terlihat sangat kesal.


" Udah, gak usah malas ... sekarang Lo berdua bersihin badan biar gak gerah. Gue mau renang dulu." ujar Audrey lalu bangkit sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.


" Gilak, Lo ya Drey ... badan Lo itu terbuat dari apa sih ? Masa gak


ada capeknya. Baru aja selesai


latihan, sekarang malah mau renang lagi. " ujar Rina gak percaya dengan perkataan Audrey.


" Udah, mbak ... sebaiknya mbak


mandi biar segar. Aku mau ikutan renang sama Audrey." kata Rifky.


" Ih, kamu juga ... kog kalian berdua gak capek, ya ? Sekarang,


tolongin mbak bangkit, pegal semua ini." Rina mengulurkan


Rifky menggendong Rina setelah


membantunya bangkit dari lantai.


" Eh, jangan Ky ... kamu juga lelah.


Biar mbak jalan aja ... " Rina minta


diturunkan dari gendongan Rifky.


" Gak mbak ... Rifky, masih kuat


kalau cuma gendong mbak.


Mbak Rina kan gak berat." Rifky menahan Rina agar tidak turun


gendongannya.


" Benar, kamu gak papa ... ? " tanya Rina gak tega karena takut adiknya kelelahan karena menggendongnya.


" Gak papa, mbak ... " sahut Rifky


melangkah keluar dari ruangan


tempat mereka berlatih.

__ADS_1


Rina memandangi wajah adiknya dari belakang. Ia sangat terharu


dengan perhatian yang di berikan


Rifky padanya. Sebagai kakak, dia


bangga Rifky tumbuh jadi pria yang baik dan bertanggung - jawab. Selama ini, dia juga tidak


pernah merepotkan Rina dengan


permintaan yang aneh - aneh.


Dia benar - benar tau diri dengan


kondisi keuangan mereka. Setelah Rina pergi ke kota, otomatis Rifky lah yang mengurus Ibu mereka.


Mata Rina gak terasa mengeluarkan air mata, hingga


mengenai leher Rifky.


" Mbak ... udah, jangan nangis lagi. Sudah cukup selama ini,


mbak mengeluarkan air mata karena harus bekerja keras buat Rifky dan Ibu. Sekarang saatnya


mbak bahagia. Kita berdua harus


jadi orang yang sukses, agar almarhum Ibu dan Ayah bisa bangga melihat kita dari sana." ujar Rifky menyemangati Rina.


" Aamiin ... Iya, Ky ... mbak hanya bangga sama kamu. Kamu tumbuh jadi seorang pria yang baik dan dewasa. Semoga selamanya , kamu tetap bersikap seperti ini. " ujar Rina dengan suara lirih.


" Aamiin. " sahut Rifky.


Setelah sampai di dalam mansion, Rifky ingin terus menggendong


Rina naik ke lift. Tapi dihalangi


Rina.


Bik Imah yang sedang mengawasi


dua pelayan membersihkan hiasan - hiasan mewah didinding mansion sangat kagum melihat


kekompakan kedua kakak beradik


ini. Mereka terlihat saling menyayangi dan melindungi.


" Semoga mereka berdua juga bisa menyayangi dan melindungi


non Audrey seperti ini." ucap Bik Imah dalam hati.


" Gak usah, Ky ... biar mbak naik sendiri aja. Tapi kamu pengen renang ... udah, renang sana." ucap Rina turun dari gendongan Rifky.


" Oh, okey kalau gitu, mbak ... Aku


nyusul Audrey dulu ya ... " ujar Rifky.


" Ya, sana ... " Rina mendorong pelan tubuh Rifky.


Rina lalu naik kelantai atas, sedangkan Rifky menuju kolam

__ADS_1


renang.


**********************************


__ADS_2