
Rina sangat gugup ketika mengikuti setiap gerakan yang di ajarkan bodyguard yang melatih mereka. Sedangkan Rifky, lebih fokus ... karena ia memang ingin menguasai bela diri dengan benar.
Audrey yang sebenarnya sudah
menguasai bela diri, juga ikut
berlatih dengan mereka.
Setelah satu jam latihan, akhirnya
mereka selesai.
Rina terduduk lemas di lantai karena kelelahan.
" Drey, berat banget ... besok latihan lagi ? " tanya Rina dengan suara serak.
" Nggak kog, aku malah suka, Drey ... dulu aku juga pengen ikut
bela diri tapi gak bisa karena takut
ninggalin Ibu lama - lama sendirian di rumah. " sahut Rifky
gembira.
" Bagus, tuh lihat Rifky ... Rin.
Lo harus semangat, makanya rajin olah raga biar stamina elo kuat. " ujar Audrey menggoda Rina yang sekarang malah rebahan
di lantai.
" Iya, sih ... sejak gue kerja udah gak pernah olah raga lagi. Dulu
kalau di kampung, gue sering sepedaan atau lari pagi. " Rina membenarkan omongan Audrey.
" Okey, kalau gitu mulai besok Lo
harus olah raga lagi.
Di gedung apartment yang kalian
tempati ada ruang gym nya.
Jadi Lo berdua bisa gunain tiap hari. Soalnya fisik Lo harus kuat.
Selama elo berdua belum masuk
kuliah ... kita latihan bela diri tiap hari disini. Bahkan gue pengen
latihannya sehari dua kali. Agar kalian lebih cepat menguasainya.
Gimana, menurut kalian ? " tanya
Audrey setelah memberitahu
fasilitas di apartment.
" Apa ... ??? Lo gak salah, Drey ...
jangan dong, bisa remuk badan gue kalau latihannya dua kali." ucap Rina gak setuju.
__ADS_1
" Aku setuju, Drey ... lagian gak ada yang dikerjakan juga ... mendingan latihan biar cepat
jago seperti bodyguard kamu itu." sahut Rifky setuju.
" Berarti kalian setuju ya, dengan
usulan gue. Biar nanti gue omongin sama pelatih Lo berdua."
Audrey sengaja gak mengindahkan perkataan Rina.
" Audrey .... " teriak Rina lemas.
" Hahahaha .... " Audrey dan Rifky
tertawa lebar melihat wajah Rina
yang terlihat sangat kesal.
" Udah, gak usah malas ... sekarang Lo berdua bersihin badan biar gak gerah. Gue mau renang dulu." ujar Audrey lalu bangkit sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
" Gilak, Lo ya Drey ... badan Lo itu terbuat dari apa sih ? Masa gak
ada capeknya. Baru aja selesai
latihan, sekarang malah mau renang lagi. " ujar Rina gak percaya dengan perkataan Audrey.
" Udah, mbak ... sebaiknya mbak
mandi biar segar. Aku mau ikutan renang sama Audrey." kata Rifky.
" Ih, kamu juga ... kog kalian berdua gak capek, ya ? Sekarang,
tolongin mbak bangkit, pegal semua ini." Rina mengulurkan
Rifky menggendong Rina setelah
membantunya bangkit dari lantai.
" Eh, jangan Ky ... kamu juga lelah.
Biar mbak jalan aja ... " Rina minta
diturunkan dari gendongan Rifky.
" Gak mbak ... Rifky, masih kuat
kalau cuma gendong mbak.
Mbak Rina kan gak berat." Rifky menahan Rina agar tidak turun
gendongannya.
" Benar, kamu gak papa ... ? " tanya Rina gak tega karena takut adiknya kelelahan karena menggendongnya.
" Gak papa, mbak ... " sahut Rifky
melangkah keluar dari ruangan
tempat mereka berlatih.
__ADS_1
Rina memandangi wajah adiknya dari belakang. Ia sangat terharu
dengan perhatian yang di berikan
Rifky padanya. Sebagai kakak, dia
bangga Rifky tumbuh jadi pria yang baik dan bertanggung - jawab. Selama ini, dia juga tidak
pernah merepotkan Rina dengan
permintaan yang aneh - aneh.
Dia benar - benar tau diri dengan
kondisi keuangan mereka. Setelah Rina pergi ke kota, otomatis Rifky lah yang mengurus Ibu mereka.
Mata Rina gak terasa mengeluarkan air mata, hingga
mengenai leher Rifky.
" Mbak ... udah, jangan nangis lagi. Sudah cukup selama ini,
mbak mengeluarkan air mata karena harus bekerja keras buat Rifky dan Ibu. Sekarang saatnya
mbak bahagia. Kita berdua harus
jadi orang yang sukses, agar almarhum Ibu dan Ayah bisa bangga melihat kita dari sana." ujar Rifky menyemangati Rina.
" Aamiin ... Iya, Ky ... mbak hanya bangga sama kamu. Kamu tumbuh jadi seorang pria yang baik dan dewasa. Semoga selamanya , kamu tetap bersikap seperti ini. " ujar Rina dengan suara lirih.
" Aamiin. " sahut Rifky.
Setelah sampai di dalam mansion, Rifky ingin terus menggendong
Rina naik ke lift. Tapi dihalangi
Rina.
Bik Imah yang sedang mengawasi
dua pelayan membersihkan hiasan - hiasan mewah didinding mansion sangat kagum melihat
kekompakan kedua kakak beradik
ini. Mereka terlihat saling menyayangi dan melindungi.
" Semoga mereka berdua juga bisa menyayangi dan melindungi
non Audrey seperti ini." ucap Bik Imah dalam hati.
" Gak usah, Ky ... biar mbak naik sendiri aja. Tapi kamu pengen renang ... udah, renang sana." ucap Rina turun dari gendongan Rifky.
" Oh, okey kalau gitu, mbak ... Aku
nyusul Audrey dulu ya ... " ujar Rifky.
" Ya, sana ... " Rina mendorong pelan tubuh Rifky.
Rina lalu naik kelantai atas, sedangkan Rifky menuju kolam
__ADS_1
renang.
**********************************