
" Drey ... apa Lo gak merasa sudah menyakiti perasaan bik Imah dengan mengatakan hal tadi padanya ?" tanya Rina sembari menatap Felicie setelah mereka berada di perusahan.
" Hmm ... gue rasa tidak. Gue yakin kalau bik Imah akan mengerti akan alasan gue melakukan itu. " ucap Felicie seraya menghentikan pekerjaannya yang sedang menandatangani sebuah dokumen.
" Tapi tadi gue melihat wajah Bik Imah sedikit berubah mendengar perkataan Lo !" ujar Rina lagi.
" Enggak lah ... ! Gue yakin bik Imah bisa menerimanya. Gue hanya ingin merasakan suasana mansion kita sedikit lebih ramai jika kita sarapan atau makan malam dengan banyak orang. Apa Lo gak merasa kalau mansion itu terlalu sepi, Rin ... ? Gue hanya ingin membuat kita seperti sebuah keluarga. Lagi pula sebelumnya kita sudah melakukannya. Jadi, menurut gue gak adil aja kalau hanya karena bik Imah kurang menyukai Lily lalu membuatnya tidak boleh makan bersama kita lagi !" ucap Felicie dengan wajah serius.
" Tapi apa Lo gak berpikir kenapa bik Imah bisa sampai tidak menyukai Lily ?" tanya Rina serius, karena ia yakin Audrey tahu apa penyebab dari sikap yang di perlihatkan bik Imah.
" Gue tahu, Rin ... bik Imah tidak menyukai Lily karena ia masih mencurigai kalau Lily lah penyusup dan pelaku semua kejadian aneh di mansion. Tapi, jangan karena kita mencurigai seseorang lalu membuat kita bersikap tidak adil padanya. Lagi pula hingga saat ini, kita tidak menemukan bukti yang menunjukkan kalau Lily lah pelaku dari semua keonaran itu ! ucap Audrey berusaha bersikap rasional.
" Tapi, Drey ... bukan hanya bik Imah saja yang curiga. Gue juga mencurigai Lily ?" ujar Rina dengan tegas.
" Ya, gue tahu ! Gue paham kalau Lo masih curiga padanya. Tapi sebelum kita bisa menemukan bukti yang jelas, kita hanya bisa sekedar curiga dan gak berhak menghakiminya." ucap Audrey.
" Tapi, Drey ... semua sikap yang Lily tunjukkan memang pantas untuk di curigai. Apalagi kini ia terlihat sangat dekat dengan Bella. Lo kan tahu, kalau gue sudah lama curiga dengan Bella. Lagi pula apa Lo gak heran kenapa Bella mau dekat Lily, sedangkan dia hanya seorang pelayan. Apa Lo, gak ingat bagaimana Bella tidak menerima gue awalnya karena tahu gue cuma pelayan cafe !" Rina berusaha menyadarkan Audrey.
Audrey menghela nafas dengan pelan mendengar semua yang di katakan Rina. Sebenarnya ia juga menyadari akan hal ini. Tapi ia selalu berusaha berpikir positif karena ia tidak ingin menuduh seseorang jika belum terbukti bersalah.
" Gue mengerti alasan kecurigaan Lo, Rin ... ! Gue juga sempat menaruh curiga pada mereka berdua. Tapi pada akhirnya kembali lagi, gue gak bisa menuduh orang lain jika belum ada bukti di tangan gue. Sampai sekarang semua usaha yang telah kita lakukan tidak menemukan hasil. Jadi, gue harus bersikap netral untuk saat ini. Tapi jika sampai suatu saat gue mendapatkan bukti, elo jangan khawatir ... gue orang yang pertama akan membalas semua perbuatan mereka ! Jadi, Lo jangan mengkhawatirkan hal itu ! " ucap Audrey dengan menatap serius wajah Rina.
Rina langsung terdiam begitu mendengar perkataan Audrey. Ia bisa menerima alasan yang diberikan Audrey. Benar, hingga detik ini mereka belum bisa menemukan bukti yang konkrit akan keterlibatan Lily dalam semua masalah yang terjadi
di mansion. Semua hanya berdasarkan kecurigaan Rina dan Bik Imah saja, karena melihat gerak - geriknya yang sangat mencurigakan. Seperti kata Audrey, mereka harus mendapatkan bukti itu agar bisa memberikan pelajaran buat Lily dan Bella.
Di tengah keheningan yang terjadi, tiba - tiba terdengar suara handphone Audrey berbunyi, hingga membuat Audrey dan Rina tersadar.
" Halo ... siapa ini ? " tanya Audrey, karena gak mengetahui nomer yang menghubunginya.
" Halo, Drey ... ini gue Salsa ! " ujar suara di sebalik handphone Audrey.
__ADS_1
" Eh, Lo Sa ... dari mana Lo tahu nomer handphone gue ? Soalnya handphone gue yang lama udah hilang !" ucap Audrey merasa heran karena nomernya yang sekarang hanya diketahui teman - teman dekatnya saja seperti Rina, Zia, Dea dan Bella, selain kakaknya Kevin dan Drake.
" Oh, sorry gue menanyakan nomer handphone Lo pada Zia ... kebetulan kemarin gue ketemu dengan Zia dan Dea di butik langganan kita." ujar Salsa sembari tertawa kecil.
" Oh, dari Zia ... terus Lo ada apa nih, menghubungi gue ? Tumben model terkenal menelepon gue !" ucap Audrey ikut tertawa.
" Sialan Lo, Lo yang model terkenal tapi sayangnya memutuskan untuk pensiun dini ... hehehe ! " ujar Salsa.
" Hahaha ... bisa aja Lo, Sa ... ! Gue bukan pensiun tapi berhenti sebentar buat ngurusin perusahaan orang tua gue !" jawab Audrey.
" Oh ya, maaf Drey ... sebelumnya gue turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua Lo ... semoga Lo selalu sabar dan kuat ya ... !" ujar Salsa dengan tulus.
" Thanks Sa ... gue udah bisa menerimanya dan baik - baik aja sekarang. Tapi, btw Lo ada apa nih menghubungi gue ?" tanya Audrey.
" Syukurlah kalau Lo udah baik - baik aja sekarang, Drey ... !
Itu, sebenarnya gue mau nawarin Lo buat jadi model. Kemarin gue di panggil agensi, mereka menanyakan nomer Lo sama gue ... Perancang Stevie K. meminta Lo buat jadi model utamanya. Jadi agensi meminta gue untuk menanyakan nya sama Lo ... Elo bisa kan ?" tanya Salsa setelah menjelaskan maksudnya.
" Hmm ... kapan acaranya ?" tanya Audrey akhirnya setelah memutuskan untuk menerimanya.
" Tiga hari lagi acaranya ... tapi sore ini kita harus gladiresik terlebih dahulu. Lo bisa gak datang sore ini ... ? Secara gue tahu Lo sibuk di perusahan ?"
" Hmm ... sore jam berapa ? Kalau gue udah selesai kerja biar gue usahain datang."
" Pukul setengah enam, Drey ... Lo bisa kan ?".
" Hmm ... gue usahain. Mudah - mudahan gue bisa. "
" Bagus ... ntar gue serlok lokasinya ya ... !" .
" Okey ... !" .
__ADS_1
" Ya, udah ... gue cuma mau nyampein itu sama Lo. Nanti kita ngobrol panjang lagi setelah selesai gladi, ya ... !".
" Okey ... sampai jumpa nanti sore !".
" Bye, Drey .... !" .
" Bye ... see you !".
Bibir Audrey menyunggingkan senyum kecil setelah selesai menutup teleponnya.
" Siapa, Drey ..." tanya Rina penasaran karena melihat Audrey tersenyum.
" Teman gue di model. Dia nyampein pesan dari agensi. Ada designer yang mau memakai gue jadi modelnya. "
" Oh, jadi sore ini, Lo mau ketemu dengan dia ?".
" Ya, sekalian mau glasiresik. Nanti Lo ikut gue, ya ....!" .
" Okey ... ! Oh, ya Drey ... sebentar lagi lo harus menemui salah - satu klien di luar."
" Hmm ... ya, gue ingat ! Ya, udah ..
kita berangkat aja sekarang biar gak kena macet."
" Okey, Drey ... !" .
Rina lalu menyiapkan semua berkas yang akan mereka bawa.
Lalu setelah semua selesai, Audrey dan Rina bergegas keluar dari ruangannya.
**********************************
__ADS_1