
Audrey yang sudah membersihkan diri setelah tadi tertidur, kini sedang menunggu kedatangan Reno di dekat kolam renang sambil membaca novel diaplikasi yang ada di handphone dan menikmati strawberry yang disediakan Bik Imah.
" Non Audrey ... ada temannya datang." ucap Bik Imah menghampiri.
" Oh, siapa bik ? " tanya Audrey.
" Itu, seorang pria ... tadi dia bilang namanya Reno." kata bik Imah.
" Hmm ... suruh masuk aja bik.
Nanti tolong bawa kesini aja, ya bik ... saya lagi pengen duduk disini." ujar Audrey.
" Baik, non ..." jawab Bik Imah lalu beranjak pergi.
Audrey kembali membaca novel sambil menunggu Reno masuk.
Reno memperhatikan mansion Audrey dengan seksama. Ia melihat setiap sudut dan tempat yang bisa ia lihat. Seorang pelayan yang sedang berdiri di sudut ruangan tersenyum padanya. Reno hanya membalas dengan sebuah tarikan kecil di bibirnya.
" Sebelah sini, Tuan Reno." bik Imah menunjuk kearah kolam.
" Oh, baik bik." sahut Reno lalu mengikuti langkah bik Imah.
" Di mansion sebesar ini, Audrey cuma sendirian aja bik ? " tanya Reno menyelidiki.
" Ya, selain kami para pelayan.
Non Audrey saat ini sendiri. Orang tuanya belum kembali dari perjalanan." jawab Bik Imah menjelaskan.
" Audrey memang anak tunggal, ya bik ... gak ada saudara gitu ? "
tanya Reno lagi.
" Iya, tuan ... non Audrey anak tunggal. Kenapa memangnya Tuan Reno bertanya ? " kini bik Imah balik bertanya pada Reno.
" Oh, gak papa bik ... cuma kasihan aja lihat Audrey ... rumahnya besar tapi sepi." jawab Reno cerdik.
" Gak juga Tuan ... terkadang teman - teman Non Audrey menginap disini. Belum lagi non Rina dan adiknya sering datang.
Tadi pagi juga baru pulang dari sini." ujar Bik Imah.
" Oh, gitu ya bik ... " ucap Reno sambil menganggukkan kepala.
Audrey yang sedang asik membaca, belum menyadari kalau Reno sudah mendekat kearahnya.
" Non ... Ini Tuan Reno nya." panggil bik Imah.
" Eh, iya bik ... makasih." sahut Audrey terkejut ketika melihat Reno sudah berdiri di dekat tempat ia duduk sambil memegang buket bunga dan sekotak coklat.
" Asik banget ... lagi liat apa, Drey ? " tanya Reno dengan tersenyum.
" Hee ... lagi baca novel online.
Duduk Ren ... Sorry ya, terpaksa gue suruh elo duduk disini." ujar Audrey bangkit dari duduknya.
" Gak papa lagi, Drey ... malah bagus kaya gini. Kalo gerah, tinggal nyemplung ... hahaha." jawab Reno sambil bercanda.
" Hahahaha ... bisa aja Lo, Ren ...
oh, ya Lo mau minum apa ? " tanya Audrey pada Reno yang berdiri di depan Audrey.
" Terserah aja deh, apa yang dibuat pasti gue minum. Oh, ya ini buat kamu, Drey ... " ujar Reno lalu memberikan bunga dan coklat yang dibawanya pada Audrey.
" Elo mau bikin mansion gue jadi toko bunga, ya Ren ... Terus apalagi, nih ... ? " kata Audrey lalu membuka kotak yang berisi coklat.
" Lo bawa coklat, Ren ... bisa nambah gendut, dong gue ... hehe." kata Audrey sambil tertawa.
" Gak akan, Drey ... kamu itu pasti gak gampang gendut. Lagian cuma sekotak doang, gak akan terlalu banyak nambah berat badan kamu." ucap Reno yakin.
" Hmm ... bisa aja, Lo cari alasan ya ... btw, makasih buat bunga dan coklatnya, Ren ..." ucap Audrey lalu mencomot satu coklat pemberian Reno.
" It' s Okey ... aku yang harusnya makasih sama kamu. Karena udah diizinin main kemansion kamu yang indah ini." sahut Reno dengan wajah senang.
" Hmm ... Okey, deh ... Lo mau
__ADS_1
jus 🍊 ? " tanya Audrey setelah mereka duduk.
" Boleh, Drey ... sama makanan yang banyak kalau ada ... hahaha."
sengaja Reno bergurau agar Audrey bisa santai dengannya.
" Oh, hahahaha ... Okey.
Bik, tolong buatkan ya pesanan Tuan yang satu ini." ujar Audrey dengan sopan pada bik Imah.
" Baik, non .... " jawab Bik Imah lalu melangkah pergi meninggalkan Audrey dan Reno.
" Tumben sendiri, Drey ... Rina dan Rifky gak datang, ya ? " tanya Reno basa - basi,.padahal dalam hati ia memang mengharapkan hal ini.
" Tadi pagi mereka kemari. Ntar sore baru kesini lagi." jawab Audrey.
" Oh, ngapain sore mereka kesini ?" tanya Reno ingin tahu.
" Gak ada, main aja. Mereka kan belum ada kegiatan yang pasti. Jadi gue suruh datang ke mansion gue, aja." jawab Audrey.
" Hmm .... gitu ya. Kamu baik banget, ya Drey ... mau membantu mereka. Padahal gak ada hubungan sama sekali." puji Reno sambil menatap mata Audrey dengan lembut.
" Memang awalnya gak kenal sih, tapi sekarang mereka udah gue anggap sebagai saudara gue."
" Gue juga mau dong dianggap sebagai pacar .... hahahaha." canda Reno.
" Hehehe ... apaan sih Lo." ucap Audrey tertawa menutupi rasa gugup yang tiba - tiba datang.
Sementara itu ada sepasang mata yang melihat diam - diam dengan
mata yang penuh benci pada Audrey. Ia merasa cemburu melihat kedekatan Reno dan Audrey.
Reno banyak menceritakan hal lucu pada Audrey hingga membuatnya terus tertawa.
" Hei, ngapain kamu berdiri disini ?" tegur bik Imah pada seorang pelayan yang terus melihat kearah Audrey dan Reno.
" Eh, itu buk ... saya lagi mengelap kaca. " dalihnya.
" Itu bukan tugas kamu. Kamu hanya ditugaskan membersihkan bagian depan saja." ujar bik Imah dengan tegas.
" Maaf, buk ... tapi tadi saya lihat kaca ini masih kotor, jadi saya bersihkan lagi." ujarnya berbohong .
" Iya, buk ... maafkan saya. Saya janji gak akan melakukan hal ini.
Sungguh saya hanya ingin membantu dan melihat mansion
ini lebih dekat saja karena saya belum pernah melihat rumah sebesar dan semewah ini." ucapnya dengan wajah pura - pura menyesal.
" Hmm ... baik, kali ini saya maafkan. Tapi lain kali jika kamu
berani melanggar peraturan lagi, sebaiknya kamu segera angkat kaki dan pergi dari mansion ini."
kata bik Imah dengan wajah datar.
" Ya, buk ... sekali lagi maafkan atas kelancangan saya. Permisi."
ucapnya pelan sambil berjalan pergi.
Bik Imah yang dari awal pelayan ini masuk sudah curiga, terus memperhatikan gerak - geriknya.
Karena pernah beberapa kali, Imah melihat pelayan ini menatap Audrey dengan mata sinis.
Setelah melihat pelayan itu sudah
kembali ke posisi kerjanya, Imah segera pergi ke arah kolam renang tempat Audrey dan Reno.
" Silahkan diminum Tuan Reno." ujar bik Imah dengan sopan setelah meletakkan minuman dan makanan ringan di meja.
" Aduh, bik .... beneran dibawakan makanan nih, padahal tadi saya cuma bercanda doang." ujar Reno
tersenyum lebar.
" Ah, gak papa Tuan ... kebetulan
ada makanan jadi bibi bawakan
sekalian. " jawab Bik Imah.
__ADS_1
" Kalau gitu makasih, ya bik ... semuanya bakalan saya habiskan,
jangan khawatir bik ... hehehe." ujar Reno pada bik Imah.
Bik Imah tersenyum mendengar perkataan Reno.
" Silahkan saja dihabiskan Tuan Reno. Justru saya malah senang kalau dihabiskan berarti makanan
chef mansion kami enak." sahut Bik Imah membalas candaan Reno.
Audrey tertawa mendengar candaan Reno dan Bik Imah.
" Kalau begitu bibi permisi kembali kebelakang, non, tuan ..." ujar bik Imah.
" Ya, bik ... makasih, ya." jawab Audrey.
" Iya, bik ... makasih. Sekarang karena tahu banyak makanan enak disini, saya pastikan akan sering datang ke mansion ini." ujar Reno ramah.
" Silahkan Tuan Reno, kalau diizinkan oleh nona Audrey. Tentu saja tuan boleh sering datang kesini." sahut bik Imah lalu beranjak pergi.
" Bibi kamu lucu juga ya, Drey ... udah lama ya bekerja disini ? " tanya Reno setelah bik Imah pergi.
" Hehehe ... iya, gue juga baru lihat. Biasa bik Imah gak gampang
bercanda dengan orang yang baru dilihatnya." sahut Audrey membenarkan perkataan Reno.
Karena biasanya bik Imah, hanya bisa bersikap lebih santai dengan
teman - temannya seperti Zia dan Dea . Itupun mungkin karena mereka sudah berteman sejak kecil. Jadi bik Imah sudah lama mengenal mereka berdua. Terus dengan Rina dan Rifky. Tapi dengan Bella, bik Imah tidak terlalu banyak bicara. Audrey juga gak tahu mengapa, bik Imah tidak terlalu mau banyak bicara dengan Bella. Kalau dipikir, hal ini sering membuat Audrey bertanya dalam hati, kenapa bik Imah tidak terlalu menyukai Bella.
" Woi, malah melamun. Ngapain melamun, sih ... orangnya udah ada didekat kamu juga ... hahaha." Reno menghentikan lamunan Audrey dengan candaannya.
" Eh, hehehe ... sorry Ren ... gue cuma heran aja lihat bik Imah bisa langsung ramah dengan Lo.
Padahal dengan Bella yang udah lama temenan Ama gue aja, bik Imah gak bersikap seperti dengan kamu tadi. " kata Audrey menjelaskan.
" Itu berarti bik Imah tahu, kalau aku orangnya baik ... haha. Terus kamu bilang punya teman bernama Bella selain Zia dan Dea yang waktu itu ketemu di mall ? " tanya Reno pura - pura kaget.
" Iya, Ren ... tapi sekarang udah agak lama juga gue gak ketemu sama dia. Mungkin selain sibuk kuliah, dia lagi sibuk kerja." ucap Audrey.
" Oh, banyak juga ya teman dekat kamu, Drey ... " sahut Reno.
" Awalnya sahabat dekat gue cuma ada tiga, Zia, Dea dan Bella.
Sekarang nambah Rina dan Rifky." ujar Audrey.
" Oh, jadi aku bukan teman ya, pacar berarti karena tadi kamu gak menyebutkan namaku." sahut Reno cepat.
" Hahaha ... kamu ini, ya. Ternyata kamu orangnya menyenangkan juga ya. Awalnya gue pikir, Lo menyebalkan. Karena setelah kita ketemu di cafe waktu gue balikin kemeja kamu, kamu terus telfon dan ngirim chat ngajak ketemuan lagi. " ujar Audrey jujur.
" Itu makanya ada pepatah, Drey ... Tak kenal maka tak sayang ... sama juga kaya kita, awalnya berteman nanti malah pacaran ... hehehe." ujar Reno sengaja.
" Kamu ini, ya ... " ucap Audrey gak tahu mau ngomong apa. Karena Reno bisa aja menghubungkan setiap kejadian dengan perasaannya.
" Udah, santai aja Drey ... aku gak akan maksa kamu buat nerima perasaanku. Tapi gak salahkan kalau aku tetap berusaha. Siapa tahu suatu saat kamu akhirnya
luluh juga lalu menerima cintaku.
Kalau itu beneran terjadi, aku orang yang paling merasa beruntung. Karena gadis sebaik dan secantik kamu mau menerimaku sebagai pacar kamu." Reno berkata dengan panjang dengan melakukan tehnik
rayuan mautnya.
Audrey hanya terdiam mendengar setiap kata yang diucapkan Reno.
Ia semakin terkesan dengan Reno.
Walaupun ia mencintai Audrey, ia tidak berusaha memaksa Audrey untuk menerima cintanya.
Ia malah menerima penawaran Audrey untuk berteman saja.
**********************************
Hai Semua ... Maaf, ya baru bisa Up hari ini, malam lagi.
Abisnya Mommy ada kegiatan yang mendesak jadi gak bisa
up lanjutan cerita Audrey.
__ADS_1
Terus jangan lupa tetap dukung cerita Mommy, ya ...