
" Mbak Nana ... tolong panggilkan mereka !" ucap Audrey setelah Reno dan yang lain pulang dari mansion nya.
" Baik, non Audrey ... " jawab Nana sopan, kemudian keluar dari ruangan Audrey.
" Lo beneran akan mengizinkan mereka untuk berhenti, Drey ....?"
tanya Rina.
" Iya, gak mungkin juga gue ngelarang, Rin ... Mereka udah merasa gak nyaman kerja disini."ucap Audrey.
" Iya juga sih ... " ujar Rina menganggukkan kepalanya.
Sementara itu Nana menemui mereka yang ingin berhenti kerja dari mansion. Awalnya hanya lima orang yang minta berhenti kerja, sekarang malah bertambah jadi dua belas orang. Tapi yang membuatnya paling merasa terkejut dan gak menyangka begitu mendengar kalau chef juga ingin berhenti. Padahal ia sudah cukup lama bekerja disini.
" Tapi chef ... gimana dengan nona Audrey ? Gak kasihan lihat nona kalau kalian semua memutuskan untuk berhenti. Nona masih bersedih karena kehilangan orang tuanya. Harusnya kita membantu menghibur nona bukannya malah meninggalkannya." ujar Nana lumayan kecewa dengan keputusan teman - temanya yang tetap ingin berhenti kerja.
" Kami juga sayang dengan nona dan keluarga ini. Kita semua berhutang budi pada Tuan dan Nyonya. Tapi, nana ... kita semua masih punya keluarga yang harus kita biayai dan lindungi. Gimana kalau kejadian tadi terulang atau malah ada peristiwa yang lebih parah lagi dan bisa menewaskan salah - satu dari kita !" ujar salah satu pelayan.
" Apa ini juga jadi alasan chef untuk berhenti ?" tanya Nana.
" Salah - satunya ya, tapi alasan utamanya adalah tadi saya mendapat telefon dari Ibu saya. Bapak saya sedang sakit dan dalam keadaan tidak sadar sekarang. Jadi dengan sangat terpaksa saya memutuskan untuk berhenti. Mohon maaf banget, nana ... bukannya saya tidak perduli dengan nona Audrey. Tapi ini menyangkut orang tua saya." ujar chef yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di mansion keluarga Audrey.
" Baiklah, karena ini sudah jadi keputusan kalian, saya gak bisa buat apa - apa lagi. Sekarang juga kita temui nona Audrey ... !" ujar Nana menghela nafas berat.
Lily yang ikut mendengar pembicaraan ini sangat senang.
Ternyata mereka benar - benar merasa ketakutan dan lebih memilih untuk berhenti kerja.
Sekarang hanya tinggal lima orang aja yang kerja disini termasuk dirinya. Bik Imah, kedua asistennya, Lily dan satu pelayan lagi.
Lily berharap bik Imah gak bisa diselamatkan. Jadi dia bisa dengan lebih mudah mengerjai Audrey untuk hari selanjutnya. Karena sekarang mansion akan lebih sunyi, sebab sudah tidak banyak pelayan lagi yang seliweran dan selalu menghambat apa yang ingin dilakukannya.
Mereka telah mengemasi semua pakaian mereka. Para pelayan yang ingin berhenti kerja kemudian pergi untuk menemui Audrey. Bagi mereka yang paling penting sekarang adalah keluar dari mansion dan bisa menyelamatkan dirinya.
Audrey dan Rina yang sedang mengobrol membicarakan masalah perusahaan dan mansion seketika berhenti begitu melihat hampir semua pelayan yang ada di mansion mendatanginya.
" Gila ... apa mereka semua yang minta berhenti, Drey ? ujar Rina kaget.
" Hmm ... mungkin." sahut Audrey berusaha menutupi perasaan terkejutnya.
Ia benaran gak menyangka. Bahkan beberapa pelayan yang sudah kerja selama belasan tahun disini juga memutuskan untuk berhenti.
Ia juga melirik kearah chef yang ikut bergabung bersama mereka.
Ini membuat Audrey heran, karena Nana tadi tidak mengatakan kalau chef juga mau berhenti kerja.
" Hmm ... jadi apa yang saya dengar ternyata benar. Mbak - mbak dan bibik mau berhenti kerja
dari mansion !" ucap Audrey berusaha santai.
__ADS_1
" Benar non ... sebelumnya kami semua mau minta maaf karena terpaksa mengambil keputusan seperti ini. Tapi kami semua sangat takut kejadian tadi akan terulang dan bisa mencelakakan kami pada akhirnya. Sebelum kami pergi, tolong sampaikan salam dan maaf bibi buat Imah, karena saya pergi saat Imah sedang dalam kondisi sakit." ujar salah satu pelayan senior, yang usianya sama dengan bik Imah.
" Ya, non Audrey ... kami minta maaf karena harus meninggalkan nona yang masih dalam suasana berduka. Minta maaf banget ... Tapi karena ada kejadian yang mengerikan menimpa kami, membuat saya dan yang lain memutuskan untuk berhenti bekerja disini. Jadi, kami ini semuanya adalah tulang punggung keluarga. Kami masing - masing masih punya keluarga yang harus dibiayai. Ada yang harus membiayai keluarganya yang sakit. Ada yang anak masih kecil dan butuh biaya buat sekolah. Ada yang harus membayar hutang keluarganya.
Semua alasan inilah yang membuat kami gak bisa bertahan lebih lama di mansion ini."
" Hmm ... baiklah. Saya juga mengerti dengan alasan kalian memutuskan untuk berhenti dan saya juga tidak akan menahan keinginan mbak dan bibik. Karena seperti yang mbak katakan, kalian punya keluarga yang masih harus
dibiayai. Jadi, saya terima pengunduran diri dari mbak - mbak dan bibi. Saya juga akan menyampaikan salam bibi pada bik Imah. "ucap Audrey menahan rasa sedih dihatinya.
Karena mereka yang sudah begitu lama bekerja disini, akhirnya harus pergi karena kejadian tadi.
Tapi ia juga gak bisa bersikap egois untuk menahan mereka.
Ia mengerti akan ketakutan yang mereka rasakan saat ini, karena sebenarnya Audrey juga mulai khawatir dan takut, hanya saja ia berusaha tidak memperlihatkannya di depan orang lain.
" Terima kasih, non Audrey ... Maafkan atas keputusan saya dan yang lainnya. Tapi apa tidak sebaiknya nona melaporkan kejadian ini pada polisi, biar bisa diselidiki." salah satu pelayan menyarankan pada Audrey.
" Ya, terima kasih mbak ... sebenarnya saya memang ingin melapor besok, setelah menjenguk bik Imah di rumah sakit. Tapi karena kalian semua sudah memutuskan untuk berhenti kerja, saya memilih untuk membatalkannya. Karena polisi pasti butuh kesaksian dari kalian atas kejadian ini." ucap Audrey.
Lily lumayan takut ketika mendengar perkataan Audrey.
Ia gak menyangka kalau Audrey memilih untuk melapor pada pihak berwajib. Tapi akhirnya ia menghela nafas lega setelah mendengar keputusan yang diambil Audrey.
Mendengar hal ini semua pelayan hanya diam dan tidak bisa mengatakan apa - apa lagi.
Mereka ingin membantu Audrey tapi jika harus tetap bertahan satu hari lagi disini hanya untuk memberikan kesaksian, tentu saja mereka gak mau. Selain takut mengalami kejadian aneh lagi, mereka juga takut jika harus kekantor p****i.
Ini masing - masing gaji dan pesangon buat kalian. " ucap Audrey.
Semua pelayan sangat terharu mendengar omongan Audrey. Mereka tahu dan menyadari Audrey dan kedua orang tuanya adalah orang yang sangat baik.
Mereka tidak memperlakukan pelayan dengan sikap yang merendahkan. Bahkan mereka dianggap seperti keluarga.
Apa yang di makan Audrey dan orang tuanya, pelayan juga mendapatkan hal yang sama. Tidak ada di beda - bedakan.
" Terima kasih non, sekali lagi kami minta maaf. Semoga non Audrey selalu dalam keadaan baik - baik saja."
" Ya, gak papa bik ... saya mengerti kog ! Terima kasih atas doanya." ucap Audrey.
Satu - persatu mereka mengambil amplop yang berisi uang gaji dan pesangon lalu keluar dari ruangan Audrey. Hingga hanya tinggal chef di ruangan ini.
" Tadi baru saja saya mendapat telefon dari Ibu saya. Bapak saya sakit keras, non, dan dalam keadaan gak sadar, ini yang membuat saya memutuskan berhenti. Maafkan saya ... " ujar chef dengan berat.
" Oh, gak papa chef ... saya mengerti. Semoga bapak chef cepat pulih, ya ... !" ucap Audrey mendoakan.
" Terima kasih non ... saya permisi." ujar chef.
" Ya, silahkan ....!" ucap Audrey tersenyum.
__ADS_1
Setelah mereka semua keluar, hanya tinggal Audrey dan Rina yang berada di ruangan ini.
" Lo, gak papa, Drey ... ?" tanya Rina iba.
" Sedih sih, karena gue dan mereka udah kenal selama belasan tahun, tiba - tiba harus berpisah ... tapi gue gak bisa buat apa - apa juga. Lagi pula gue kan gak mungkin menahan mereka. Tapi Gue bisa maklum, kog dengan alasan mereka. Jadi, sekarang udah gak papa." ucap Audrey jujur.
" Iya, sih ... gue ngerti perasaan Lo. Tapi Lo harus tetap kuat, ya Drey ... !" ujar Rina.
" Okey ... Lo, jangan khawatir ! Udah sekarang kita keluar, yuk ... gue mau melihat mereka buat terakhir kali." ucap Audrey.
Audrey dan Rina pun keluar dari ruangannya dan jalan menuju ruang tamu.Ternyata semua pelayan sudah bersiap - siap untuk pergi.
Mereka menundukkan kepala mereka dengan hormat melihat kehadiran Audrey.
" Udah pada mau pergi, ya ... ?" ucap Audrey.
" Iya, non ... Maafin kami. Takut kalau kesorean gak ada angkutan buat pulang ke kampung."
" Oh, gak papa ... silahkan.
Hati - hati di jalan dan salam buat keluarga." ucap Audrey.
" Iya, makasih non ...kami mohon selama pelaku penyusupan belum ketahuan, kami harap nona tetap berhati - hati di mansion. Buat non Rina, tolong jagain nona Audrey, ya ... ! ".
" Ya, bik ... makasih atas perhatiannya." ucap Audrey tersenyum.
" Jangan khawatir bik, selagi Audrey masih menginginkan saya tetap disini saya gak akan meninggalkannya." ujar Rina.
" Kalau begitu kami berangkat, ya non ... !" .
" Ya, hati - hati bik ... !" ucap Audrey.
Mereka satu - persatu menyalami Audrey dan mulai melangkah keluar dari mansion.
Audrey memandang kepergian semua pelayan dengan sikap tegar.
Rina berusaha menghiburnya dengan mengelus bahu Audrey. Ia tahu Audrey berusaha untuk menutupi perasaan sedihnya.
Sedangkan Lily tersenyum puas melihat kejadian ini. Sebagian rencananya sudah berhasil dijalankan. Hanya tinggal sedikit lagi. Setelah nanti ia berhasil
menyingkirkan Rina, jalannya akan jauh lebih mudah.
**********************************
Hai semua ... sehatkan semua ?
Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah ... Aamiin.
Makasih atas dukungannya yang telah kalian berikan atas cerita yang Mommy buat ... 🙏🙏😘
__ADS_1
Jangan pernah bosan ya untuk memberikan like, koment positif dan favorit ❤️ kan agar setiap Mommy upload episode selanjutnya, kalian bisa tahu.
Love You All ❤️❤️❤️