
Sementara itu Bik Imah dan Rina
yang sedang bicara serius
di kamar tidak mengetahui tentang kejadian di lantai bawah.
Karena tadi Rina tanpa sengaja
mendengar bik Imah sedang menerima telefon dari seseorang
yang menanyakan kabar tentang
mansion. Rina sengaja meminta
tolong pada bik Imah untuk
menanyakan kabar Rifky.
Setelah bik Imah memberitahu
Rina, bahwa Rifky dan Audrey
baik - baik saja, ia pun merasa lega.
Reno dan yang lain kini sudah
masuk ke dalam mansion tanpa
hambatan sama sekali berkat
Lily.
Lily sudah kembali ke wajahnya
semula saat bertemu dengan
Reno. Tadi ternyata ia sengaja
memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya agar bisa mengelabui penjaga mansion.
Ia tahu pasti setelah bik Imah mengetahui ini akan memanggil
penjaga dan mengecek cctv,
untuk melihat wajah pelayan yang
memberikan izin masuk pada
Reno dan yang lain.
Lily dan Reno sudah menyiapkan
semua ini dengan matang agar
bik Imah tidak menemukan bukti
keterlibatan Lily dalam hal ini.
" Bik Imahnya mana, mbak ... ? "
tanya Zia pada Lily karena tidak
melihat keberadaan bik Imah dan
Rina di lantai bawah.
" Oh, lagi di kamar atas non ... mungkin sebentar lagi turun." jawab Lily sopan, sementara mata
nya melirik Reno dengan nakal.
Reno membalas lirikan Lily dengan memberikan senyuman kecil agar tidak di ketahui oleh
yang lain, terutama Bella.
" Eh, mbak ... panggil bik Imah dan Rina. Kami mau bicara. " perintah
Bella dengan sikap yang tidak
sopan.
Lily yang juga tahu kalau Bella adalah simpanan Reno
menatapnya dengan sinis.
Walaupun ia tahu Reno hanya memperalat Bella saja untuk
mendekati Audrey, tetap saja ia tidak suka.
" Maaf, saya tidak berani memanggil Bu Imah. Lagi pula tugas saya hanya di lantai bawah.
Jadi kalau naik ke atas, saya tidak
berhak. Bu Imah bisa memecat
saya nanti." jawab Lily.
" Ah, banyak alasan kamu.
Bilang saja bik Imah kalau kami
teman - teman nona kamu datang
mencarinya. " ujar Bella lagi dengan kesal mendengar jawaban
Lily.
" Beneran saya minta maaf, saya
gak berani melanggar aturan dari Bu Imah. Lagi pula setahu saya
bik Imah tidak mengijinkan siapa
pun bisa masuk ke mansion ini
sebelum non Audrey pulang.
Siapa yang mengijinkan nona dan
tuan ini untuk masuk ke sini ?"
tanya Lily sengaja untuk jadi alibi
nya nanti.
" Gak sopan kamu. Kamu itu cuma
pelayan jadi gak punya hak untuk
menanyakan hal itu pada kami.
Tentu saja kami bisa masuk, karena kami semua sahabat dekatnya Audrey. Lagi pula tadi
bik Imah sudah mengijinkan kami
masuk." ujar Bella kasar.
Dea dan Zia melihat ke arah Bella.
Mereka berdua gak menyangka,
Bella bisa bersikap kasar.
Sedangkan Reno hanya mendengus kesal mendengar perkataan Bella.
Lily hampir saja tidak bisa menahan emosi melihat Bella.
Rasanya ingin sekali ia saat ini
menampar mulut Bella yang kurang ajar itu. Tapi karena Reno melarangnya melalui gelengan kepalanya, Lily terpaksa membatalkan niatnya.
Kalau tidak karena Reno, mungkin
Bella sudah habis di buat Lily.
Rina dan Bik Imah yang baru saja
selesai bicara, segera keluar dari
kamar lalu masuk ke dalam lift
menuju lantai bawah.
Rina ingin berenang hari ini setelah tadi selesai latihan
bela diri dengan bodyguard.
Ia ingin menyegarkan tubuhnya
dengan bermain air di kolam renang.
Tapi begitu bik Imah dan Rina keluar dari dalam lift, mereka
sangat terkejut melihat di ruang
tamu sudah ada Reno dan yang lain.
" Kenapa mereka bisa masuk ? "
tanya bik Imah heran.
" Iya, bik ... " sahut Rina.
Rina dan Bik Imah segera menghampiri mereka. Tapi sebelum ia sempat menanyakan
kenapa mereka bisa masuk
ke mansion, Bella langsung
__ADS_1
menyerobot dengan pertanyaannya.
" Bik, apa ada kabar mengenai Audrey ?" tanya Bella.
Bik Imah melihat ke arah Lily yang berdiri dekat pintu mansion lalu
mengalihkan pandangannya
ke arah Bella dan yang lainnya.
Baru setelah itu ia menjawab
pertanyaan Bella.
" Belum, non Bella." jawab Bik Imah singkat.
" Masa sih bibi gak tahu Audrey
di bawa kemana ? " tanya Bella
dengan tatapan gak percaya.
" Apa non Bella pikir saya sengaja
berbohong ? " tanya bik Imah
dengan menatap tajam pada Bella.
Dea yang mengerti kalau bik Imah
tersinggung dengan perkataan
Bella segera mengucapkan sesuatu dengan sopan pada bik Imah.
" Maaf, bik ... mungkin Bella gak
bermaksud begitu. Tapi kami
memang sangat khawatir dan
ingin tahu tentang kabar Audrey.
" Iya, bik ... kami cuma ingin tahu
kabar Audrey aja, bik ... " timpal
Zia.
Bella hanya mendesis melihat
Dea dan Zia membelanya, sementara ia mengumpat bik Imah dalam hati.
" Dasar tua bangka ! Cuma pelayan aja sombong, cih ... !".
Reno dan Lily saling bertukar pandang melihat yang terjadi,
di depan mata mereka dan tersenyum kecil.
Perbuatan mereka terlihat oleh Rina yang sedang memperhatikan
Lily yang sejak ia turun tadi selalu
menatap ke arah Reno.
Hal ini membuat dahi Rina berkerut.
" Kenapa sepertinya Lily mengenal
Reno ? " batin Rina.
Karena curiga, Rina terus memperhatikan gerak - gerik Reno
dan Lily dengan diam - diam melalui sudut matanya.
" Maaf non Dea, non Zia ... bukan bibi gak mau memberitahu kalian
tapi bibi juga gak tahu kabar non
Audrey. " jawab Bik Imah berbohong.
" Oh, begitu ya bik ... jadi kalau
pria yang membawa Audrey itu
apa bibi kenal ? " tanya Dea.
" Setahu bibi itu temannya non
Audrey."
" Bibi jangan bohong, deh ... bibi
pasti sebenarnya tahu di mana
Audrey cuma bibi gak mau ngasi
tahu kami. Kalau gak mana mungkin, bibi bisa membiarkan
Bella karena gak sabar melihat
sikap bik Imah.
Reno menahan senyum mendengar perkataan Bella yang
blak - blakan pada bik Imah.
Ternyata ada gunanya juga Bella
kali ini. Ia seperti mewakilkan
pertanyaan yang ada di hati Reno sejak tadi.
Rina, Zia dan Dea terperanjat mendengar perkataan Bella yang
sangat tidak sopan pada bik Imah.
" Bel ... Lo jangan gak sopan gitu sama bibi. Bik Imah kan udah
bilang kalau bibi gak tahu. Tapi kenapa kamu malah nuduh bibi
berbohong. " ujar Rina kesal.
" Eh, sorry ya Rin ... gue gak akan
nuduh kalau gue gak curiga dengan bik Imah. Masa sebagai pelayan yang sudah lama bekerja dengan keluarga Audrey, nona nya
hilang, bik Imah biasa aja kaya
gak ada masalah. Itu berarti kan
bik Imah tahu sesuatu tapi gak
mau bilang ke kita." ujar Bella
gak mau kalah.
Lagi - lagi Reno merasa senang
dengan ucapan Bella. Perkataannya memang benar -
benar menyudutkan bik Imah.
Reno juga tahu kalau bik Imah
sedang berbohong. Seperti kata
Papa nya, bik Imah pasti mengetahui semuanya.
" Lo benar - benar gak sopan, Bel.
Bagaimanapun bik Imah jauh lebih tua usianya di bandingkan kita.
Jadi Lo harus punya sopan santun
sedikit ketika berbicara dengan
bik Imah." ucap Rina mulai emosi
melihat sikap Bella.
Rina yang memang tidak menyukai Bella dari awal semakin
membencinya hari ini.
Dea dan Zia yang melihat perdebatan antara Rina dan Bella
berusaha mendinginkan suasana
agar tidak semakin panas.
" Bel, Rina benar ... Lo emang salah. Lo gak bisa ngomong kaya gitu dengan bik Imah. Bik Imah
sudah kami anggap sebagai
sebagai orang tua kami juga."
ujar Dea.
" Iya, Bel ... kami sudah mengenal
bik Imah sejak kecil. Gak mungkin
kalau bik Imah berbohong pada kami, sedangkan bik Imah tahu
kalau Audrey, gue dan Dea udah
seperti saudara." kata Zia menambahkan.
__ADS_1
" Tidak apa non Dea, non Zia ...
Terima kasih sudah percaya pada bibi. Tapi sekarang bibi ingin nanya, siapa yang memberi izin
pada kalian untuk masuk
ke mansion ? Bukankah kalian
semua juga sudah tahu, selama
non Audrey tidak ada di mansion
saya tidak di izinkan membiarkan
siapapun masuk ke mansion."
bik Imah menanyakan hal yang
memang sejak tadi ingin ia tanyakan begitu melihat Bella dan
yang lain bisa masuk ke dalam
mansion.
Mendengar pertanyaan bik Imah
ini, wajah Lily sedikit berubah.
Padahal ia tadi sudah senang,
karena akibat pertanyaan yang
di ajukan Bella membuat bik Imah
melupakan masalah ini.
Rina yang memang memperhatikan Lily merasa semakin curiga melihat perubahan di wajah Lily.
Walaupun ia pintar menutupinya
tapi Rina tetap bisa melihat rasa
cemas di mata Lily.
Sedangkan Reno sikapnya jauh
lebih tenang dari Lily, sehingga
Rina tidak mencurigai keterlibatannya dalam hal ini.
" Kami diizinkan masuk sama
penjaga bik setelah lebih dulu
bertanya ke dalam. Kami pikir
bibi yang memberi izin." ujar Dea
memberi penjelasan.
" Hmm ... Lily, tolong kamu panggilkan penjaga yang tadi
bertanya ke sini ! " perintah Bik Imah dengan muka serius begitu
mendengar perkataan Dea.
" Baik, Bu ... " ujar Lily berusaha
bersikap biasa.
Ia lalu melangkah keluar untuk
segera memanggil penjaga.
" Kenapa bik ... apa bukan bik Imah, yang memberikan izin masuk pada kami ? " tanya Dea
lagi karena melihat wajah serius
bi Imah.
" Bukan ... saya dan Rina tadi
sedang di atas saat penjaga itu
datang. Berarti ada yang sengaja
berbohong mengatas namakan
saya." jawab Bik Imah pasti.
" Hah, siapa ya bik ... ? Sebenarnya kami memang menunggu kabar tentang Audrey.
Tapi Zia dan Dea tahu, kalau
selama Audrey belum pulang,
gak boleh datang ke mansion dan
kami berdua mengerti. Tapi karena tadi Bella mengajak kami
dan mengatakan kalau merasa
sangat khawatir dan gak sabar
menunggu kabar Audrey. Jadi
kami ikut bersamanya." ujar Dea
panjang.
" Hmm ... tidak apa - apa non Dea.
Ini sudah terjadi. Tapi yang saya
heran, kenapa ada yang memakai
nama bibi lalu sengaja berbohong
pada penjaga gerbang ? " ucap
bik Imah serius.
Rina juga penasaran tentang hal
ini. Berarti benar seperti kata
bik Imah, ada penyusup di mansion dan ia curiga pada
Lily, kalau melihat gelagatnya tadi.
Lily yang sudah sampai di gerbang segera menceritakan
yang terjadi di dalam mansion.
Ia bersikap seperti tidak tahu
apapun.
Penjaga jadi sangat khawatir karena telah melakukan kesalahan besar.
" Saya benarkan, gak mungkin
Bu Imah memberikan izin sedangkan beliau sudah memberitahu kita berulang kali."
ucap salah satu penjaga menyalahkan penjaga yang percaya dengan kata - kata pelayan tadi.
" Tapi masa pelayan itu berani
berbohong ? Apa dia tidak takut
di pecat ? " tanya nya heran.
" Pastilah dia gak takut. Kalau
takut mana mungkin pelayan itu
berani melakukan hal ini."
" Aduh, kalau begini aku yang terancam di pecat nih ... ".
" Berdoa ajalah, mudah - mudahan
Bu Imah bisa menerima semua
perkataan kamu ".
" Iya, ya ... kalian juga doakan aku.ya, biar masih bisa tetap kerja
di sini."
" Ya ... sudah sana. Temui Bu Imah dan jelaskan semua."
" Baiklah ... " ujar nya mulai semangat lagi.
" Udah selesai bicaranya Pak ?
Jadi bapak sudah bisa ikut saya
ke dalam ? " tanya Lily yang hampir tertawa karena melihat
kebodohan penjaga yang telah
di bohonginya.
" Ya ... " sahutnya lalu ikut berjalan
masuk ke mansion.
__ADS_1
**********************************
Hmm ... butuh Kopi biar semangat. 😀😀