Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 52


__ADS_3

Sementara itu Bik Imah dan Rina


yang sedang bicara serius


di kamar tidak mengetahui tentang kejadian di lantai bawah.


Karena tadi Rina tanpa sengaja


mendengar bik Imah sedang menerima telefon dari seseorang


yang menanyakan kabar tentang


mansion. Rina sengaja meminta


tolong pada bik Imah untuk


menanyakan kabar Rifky.


Setelah bik Imah memberitahu


Rina, bahwa Rifky dan Audrey


baik - baik saja, ia pun merasa lega.


Reno dan yang lain kini sudah


masuk ke dalam mansion tanpa


hambatan sama sekali berkat


Lily.


Lily sudah kembali ke wajahnya


semula saat bertemu dengan


Reno. Tadi ternyata ia sengaja


memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya agar bisa mengelabui penjaga mansion.


Ia tahu pasti setelah bik Imah mengetahui ini akan memanggil


penjaga dan mengecek cctv,


untuk melihat wajah pelayan yang


memberikan izin masuk pada


Reno dan yang lain.


Lily dan Reno sudah menyiapkan


semua ini dengan matang agar


bik Imah tidak menemukan bukti


keterlibatan Lily dalam hal ini.


" Bik Imahnya mana, mbak ... ? "


tanya Zia pada Lily karena tidak


melihat keberadaan bik Imah dan


Rina di lantai bawah.


" Oh, lagi di kamar atas non ... mungkin sebentar lagi turun." jawab Lily sopan, sementara mata


nya melirik Reno dengan nakal.


Reno membalas lirikan Lily dengan memberikan senyuman kecil agar tidak di ketahui oleh


yang lain, terutama Bella.


" Eh, mbak ... panggil bik Imah dan Rina. Kami mau bicara. " perintah


Bella dengan sikap yang tidak


sopan.


Lily yang juga tahu kalau Bella adalah simpanan Reno


menatapnya dengan sinis.


Walaupun ia tahu Reno hanya memperalat Bella saja untuk


mendekati Audrey, tetap saja ia tidak suka.


" Maaf, saya tidak berani memanggil Bu Imah. Lagi pula tugas saya hanya di lantai bawah.


Jadi kalau naik ke atas, saya tidak


berhak. Bu Imah bisa memecat


saya nanti." jawab Lily.


" Ah, banyak alasan kamu.


Bilang saja bik Imah kalau kami


teman - teman nona kamu datang


mencarinya. " ujar Bella lagi dengan kesal mendengar jawaban


Lily.


" Beneran saya minta maaf, saya


gak berani melanggar aturan dari Bu Imah. Lagi pula setahu saya


bik Imah tidak mengijinkan siapa


pun bisa masuk ke mansion ini


sebelum non Audrey pulang.


Siapa yang mengijinkan nona dan


tuan ini untuk masuk ke sini ?"


tanya Lily sengaja untuk jadi alibi


nya nanti.


" Gak sopan kamu. Kamu itu cuma


pelayan jadi gak punya hak untuk


menanyakan hal itu pada kami.


Tentu saja kami bisa masuk, karena kami semua sahabat dekatnya Audrey. Lagi pula tadi


bik Imah sudah mengijinkan kami


masuk." ujar Bella kasar.


Dea dan Zia melihat ke arah Bella.


Mereka berdua gak menyangka,


Bella bisa bersikap kasar.


Sedangkan Reno hanya mendengus kesal mendengar perkataan Bella.


Lily hampir saja tidak bisa menahan emosi melihat Bella.


Rasanya ingin sekali ia saat ini


menampar mulut Bella yang kurang ajar itu. Tapi karena Reno melarangnya melalui gelengan kepalanya, Lily terpaksa membatalkan niatnya.


Kalau tidak karena Reno, mungkin


Bella sudah habis di buat Lily.


Rina dan Bik Imah yang baru saja


selesai bicara, segera keluar dari


kamar lalu masuk ke dalam lift


menuju lantai bawah.


Rina ingin berenang hari ini setelah tadi selesai latihan


bela diri dengan bodyguard.


Ia ingin menyegarkan tubuhnya


dengan bermain air di kolam renang.


Tapi begitu bik Imah dan Rina keluar dari dalam lift, mereka


sangat terkejut melihat di ruang


tamu sudah ada Reno dan yang lain.


" Kenapa mereka bisa masuk ? "


tanya bik Imah heran.


" Iya, bik ... " sahut Rina.


Rina dan Bik Imah segera menghampiri mereka. Tapi sebelum ia sempat menanyakan


kenapa mereka bisa masuk


ke mansion, Bella langsung

__ADS_1


menyerobot dengan pertanyaannya.


" Bik, apa ada kabar mengenai Audrey ?" tanya Bella.


Bik Imah melihat ke arah Lily yang berdiri dekat pintu mansion lalu


mengalihkan pandangannya


ke arah Bella dan yang lainnya.


Baru setelah itu ia menjawab


pertanyaan Bella.


" Belum, non Bella." jawab Bik Imah singkat.


" Masa sih bibi gak tahu Audrey


di bawa kemana ? " tanya Bella


dengan tatapan gak percaya.


" Apa non Bella pikir saya sengaja


berbohong ? " tanya bik Imah


dengan menatap tajam pada Bella.


Dea yang mengerti kalau bik Imah


tersinggung dengan perkataan


Bella segera mengucapkan sesuatu dengan sopan pada bik Imah.


" Maaf, bik ... mungkin Bella gak


bermaksud begitu. Tapi kami


memang sangat khawatir dan


ingin tahu tentang kabar Audrey.


" Iya, bik ... kami cuma ingin tahu


kabar Audrey aja, bik ... " timpal


Zia.


Bella hanya mendesis melihat


Dea dan Zia membelanya, sementara ia mengumpat bik Imah dalam hati.


" Dasar tua bangka ! Cuma pelayan aja sombong, cih ... !".


Reno dan Lily saling bertukar pandang melihat yang terjadi,


di depan mata mereka dan tersenyum kecil.


Perbuatan mereka terlihat oleh Rina yang sedang memperhatikan


Lily yang sejak ia turun tadi selalu


menatap ke arah Reno.


Hal ini membuat dahi Rina berkerut.


" Kenapa sepertinya Lily mengenal


Reno ? " batin Rina.


Karena curiga, Rina terus memperhatikan gerak - gerik Reno


dan Lily dengan diam - diam melalui sudut matanya.


" Maaf non Dea, non Zia ... bukan bibi gak mau memberitahu kalian


tapi bibi juga gak tahu kabar non


Audrey. " jawab Bik Imah berbohong.


" Oh, begitu ya bik ... jadi kalau


pria yang membawa Audrey itu


apa bibi kenal ? " tanya Dea.


" Setahu bibi itu temannya non


Audrey."


" Bibi jangan bohong, deh ... bibi


pasti sebenarnya tahu di mana


Audrey cuma bibi gak mau ngasi


tahu kami. Kalau gak mana mungkin, bibi bisa membiarkan


Bella karena gak sabar melihat


sikap bik Imah.


Reno menahan senyum mendengar perkataan Bella yang


blak - blakan pada bik Imah.


Ternyata ada gunanya juga Bella


kali ini. Ia seperti mewakilkan


pertanyaan yang ada di hati Reno sejak tadi.


Rina, Zia dan Dea terperanjat mendengar perkataan Bella yang


sangat tidak sopan pada bik Imah.


" Bel ... Lo jangan gak sopan gitu sama bibi. Bik Imah kan udah


bilang kalau bibi gak tahu. Tapi kenapa kamu malah nuduh bibi


berbohong. " ujar Rina kesal.


" Eh, sorry ya Rin ... gue gak akan


nuduh kalau gue gak curiga dengan bik Imah. Masa sebagai pelayan yang sudah lama bekerja dengan keluarga Audrey, nona nya


hilang, bik Imah biasa aja kaya


gak ada masalah. Itu berarti kan


bik Imah tahu sesuatu tapi gak


mau bilang ke kita." ujar Bella


gak mau kalah.


Lagi - lagi Reno merasa senang


dengan ucapan Bella. Perkataannya memang benar -


benar menyudutkan bik Imah.


Reno juga tahu kalau bik Imah


sedang berbohong. Seperti kata


Papa nya, bik Imah pasti mengetahui semuanya.


" Lo benar - benar gak sopan, Bel.


Bagaimanapun bik Imah jauh lebih tua usianya di bandingkan kita.


Jadi Lo harus punya sopan santun


sedikit ketika berbicara dengan


bik Imah." ucap Rina mulai emosi


melihat sikap Bella.


Rina yang memang tidak menyukai Bella dari awal semakin


membencinya hari ini.


Dea dan Zia yang melihat perdebatan antara Rina dan Bella


berusaha mendinginkan suasana


agar tidak semakin panas.


" Bel, Rina benar ... Lo emang salah. Lo gak bisa ngomong kaya gitu dengan bik Imah. Bik Imah


sudah kami anggap sebagai


sebagai orang tua kami juga."


ujar Dea.


" Iya, Bel ... kami sudah mengenal


bik Imah sejak kecil. Gak mungkin


kalau bik Imah berbohong pada kami, sedangkan bik Imah tahu


kalau Audrey, gue dan Dea udah


seperti saudara." kata Zia menambahkan.

__ADS_1


" Tidak apa non Dea, non Zia ...


Terima kasih sudah percaya pada bibi. Tapi sekarang bibi ingin nanya, siapa yang memberi izin


pada kalian untuk masuk


ke mansion ? Bukankah kalian


semua juga sudah tahu, selama


non Audrey tidak ada di mansion


saya tidak di izinkan membiarkan


siapapun masuk ke mansion."


bik Imah menanyakan hal yang


memang sejak tadi ingin ia tanyakan begitu melihat Bella dan


yang lain bisa masuk ke dalam


mansion.


Mendengar pertanyaan bik Imah


ini, wajah Lily sedikit berubah.


Padahal ia tadi sudah senang,


karena akibat pertanyaan yang


di ajukan Bella membuat bik Imah


melupakan masalah ini.


Rina yang memang memperhatikan Lily merasa semakin curiga melihat perubahan di wajah Lily.


Walaupun ia pintar menutupinya


tapi Rina tetap bisa melihat rasa


cemas di mata Lily.


Sedangkan Reno sikapnya jauh


lebih tenang dari Lily, sehingga


Rina tidak mencurigai keterlibatannya dalam hal ini.


" Kami diizinkan masuk sama


penjaga bik setelah lebih dulu


bertanya ke dalam. Kami pikir


bibi yang memberi izin." ujar Dea


memberi penjelasan.


" Hmm ... Lily, tolong kamu panggilkan penjaga yang tadi


bertanya ke sini ! " perintah Bik Imah dengan muka serius begitu


mendengar perkataan Dea.


" Baik, Bu ... " ujar Lily berusaha


bersikap biasa.


Ia lalu melangkah keluar untuk


segera memanggil penjaga.


" Kenapa bik ... apa bukan bik Imah, yang memberikan izin masuk pada kami ? " tanya Dea


lagi karena melihat wajah serius


bi Imah.


" Bukan ... saya dan Rina tadi


sedang di atas saat penjaga itu


datang. Berarti ada yang sengaja


berbohong mengatas namakan


saya." jawab Bik Imah pasti.


" Hah, siapa ya bik ... ? Sebenarnya kami memang menunggu kabar tentang Audrey.


Tapi Zia dan Dea tahu, kalau


selama Audrey belum pulang,


gak boleh datang ke mansion dan


kami berdua mengerti. Tapi karena tadi Bella mengajak kami


dan mengatakan kalau merasa


sangat khawatir dan gak sabar


menunggu kabar Audrey. Jadi


kami ikut bersamanya." ujar Dea


panjang.


" Hmm ... tidak apa - apa non Dea.


Ini sudah terjadi. Tapi yang saya


heran, kenapa ada yang memakai


nama bibi lalu sengaja berbohong


pada penjaga gerbang ? " ucap


bik Imah serius.


Rina juga penasaran tentang hal


ini. Berarti benar seperti kata


bik Imah, ada penyusup di mansion dan ia curiga pada


Lily, kalau melihat gelagatnya tadi.


Lily yang sudah sampai di gerbang segera menceritakan


yang terjadi di dalam mansion.


Ia bersikap seperti tidak tahu


apapun.


Penjaga jadi sangat khawatir karena telah melakukan kesalahan besar.


" Saya benarkan, gak mungkin


Bu Imah memberikan izin sedangkan beliau sudah memberitahu kita berulang kali."


ucap salah satu penjaga menyalahkan penjaga yang percaya dengan kata - kata pelayan tadi.


" Tapi masa pelayan itu berani


berbohong ? Apa dia tidak takut


di pecat ? " tanya nya heran.


" Pastilah dia gak takut. Kalau


takut mana mungkin pelayan itu


berani melakukan hal ini."


" Aduh, kalau begini aku yang terancam di pecat nih ... ".


" Berdoa ajalah, mudah - mudahan


Bu Imah bisa menerima semua


perkataan kamu ".


" Iya, ya ... kalian juga doakan aku.ya, biar masih bisa tetap kerja


di sini."


" Ya ... sudah sana. Temui Bu Imah dan jelaskan semua."


" Baiklah ... " ujar nya mulai semangat lagi.


" Udah selesai bicaranya Pak ?


Jadi bapak sudah bisa ikut saya


ke dalam ? " tanya Lily yang hampir tertawa karena melihat


kebodohan penjaga yang telah


di bohonginya.


" Ya ... " sahutnya lalu ikut berjalan


masuk ke mansion.

__ADS_1


**********************************


Hmm ... butuh Kopi biar semangat. 😀😀


__ADS_2