Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 45


__ADS_3

Abdi semakin mencurigai Reno karena perbuatannya tadi. Ia lalu menelepon seseorang untuk mencari tahu tentang dirinya.


" Gue sama Rina dan Rifky mau pulang dulu ke mansion buat ganti baju. Kalian mau ikut mansion atau langsung pergi ke resto, biar gue pesan tempatnya." tanya Audrey pada teman - temannya.


" Ikut ke mansion aja, Drey ... ngapain juga kami kesana kalau gak ada Lo." sahut Zia cepat.


" Gue boleh ikut ke mansion juga ? " tanya Ello.


" Boleh, karena hari ini gue lagi baik, jadi Lo boleh datang ke mansion gue. " uajr Audrey tertawa.


" Wah, Thanks, Drey ... " ujar Ello senang. Karena sudah lama ia


meminta izin pada Audrey untuk main ke mansion nya, tapi belum diijinkan.


Dea tersenyum kecil melihat sikap Ello yang terlihat lucu. Walaupun sikapnya itu untuk Audrey bukan


untuk dirinya.


Reno memandang tajam ke arah Ello dengan perasaan gak suka.


" Kenapa juga dia harus ikut ? Gue harus secepatnya nembak Audrey lagi, biar gak keduluan bocah ini." sungut Reno salam hati.


Bella yang sejak tadi tidak terlalu banyak bicara hanya melihat Reno dengan perasaan berkecamuk.


Ia benar - benar merasa cemburu melihat kedekatan Reno dengan Audrey. Bahkan ia gak tahu, kapan Reno mulai dekat dengan Audrey. Reno tidak ada cerita sedikitpun dengannya. Padahal rencana ini mereka berdua yang


merancangnya. Atau mungkin agar Audrey gak curiga, jadi Reno


bersikap seperti ini ? Begitu banyak pertanyaan berseliweran di kepala Bella. Bisa jadi, Reno marah padanya, karena Bella belum juga mendekati Rifky seperti perintah Reno kemarin. Ia disuruh Reno untuk memacari Rifky, lalu setelah itu Bella diminta mengadu domba dua kakak beradik itu dengan Audrey. Agar Rina dan Rifky tidak dekat lagi dengan Audrey. Jadi, Reno lebih punya banyak waktu bersama Audrey tanpa gangguan mereka.


" De, Lo bawa mobil gak ?" tanya Ello.


" Eh, gak , kenapa El ? sahut Dea terkejut.


" Bareng gue aja, yuk ... biar gue ada teman ngobrol di mobil." ajak Ello.


" Iya ..." ujar Dea gugup karena gak menyangka Ello mau mengajaknya.


" Lo, bareng gue Bel ..." Zia menarik tangan Bella masuk kemobilnya. Padahal baru saja,


Bella ingin bertanya pada Audrey, agar ia bisa ikut naik mobil Reno.


Sementara itu, ditempat lain Erland dan Kevin sedang menuju


ke sebuah lokasi. Mereka mendapatkan kabar, ada ditemukan sebuah mobil yang sudah hancur di dasar jurang.


Mobil yang ditemukan jenis yang sama dipakai oleh Eldric dan Elif


setelah pergi dari perusahaanya.


Sebuah Mercy G clas berwarna hitam. Apalagi dari anak buah yang mereka perintahkan untuk lebih dulu pergi ketempat kejadian , ada ditemukan mayat


dua orang pria dan seorang wanita. Memang waktu itu, Eldric memakai seorang supir.


Sayang wajah dan tubuh mereka sudah rusak dan tidak bisa di kenali lagi. Karena kalau dilihat dari hari sejak mereka hilang, berarti itu sudah lumayan lama.


Tapi kenapa selama ini, baik Kevin maupun Erland tidak mengetahui kalau disana ada terjadi kecelakaan. Padahal anak buah mereka sudah disebar dimana - mana.



" Vin, gimana kalau itu beneran orang tua kalian ? " tanya Erland pada Kevin.


" Semoga bukan. Aku yakin Daddy dan Mommy masih hidup. Hanya saat ini mereka sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja."


" Hmm ... aku juga berharap seperti itu. Tapi bagaimana jika mayat itu memang mereka ?


Apa yang harus kamu katakan pada Audrey ? " tanya Erland lagi.


Kevin langsung terdiam kali ini.


Ia juga gak tahu caranya mengatakan pada Audrey, asik kesayangannya jika mayat itu terbukti benar orang tua mereka.


" Harusnya saat Audrey menghubungi kamu waktu itu, kamu jelaskan saja kejadian yang sebenarnya. Jadi Audrey lebih siap mentalnya jika ada kejadian


seperti ini. Ini kamu malah menonaktifkan nomer kamu. " ujar Erland.


" Hmm ... kamu benar, Land .. tapi aku gak mau Audrey kepikiran.


Gimana kalau dia sakit.? Dia hanya sendirian di sana. Sedangkan kita belum boleh

__ADS_1


muncul sebelum waktu yang di tetapkan Daddy. Karena orang itu pasti sedang mengincar semua


orang yang dekat dengannya.


Sebenarnya aku sudah pernah


mengatakan pada Daddy, agar aku muncul lalu mengaku sebagai anaknya Daddy, dan menemani Audrey. Tapi Daddy bilang, jika aku mengaku sebagai anak Daddy sekarang, mereka memiliki


kesempatan untuk mengambil alih perusahaan Daddy yang disini. Tapi jika mereka belum tahu statusku , aku bisa tetap terus mengelola semua perusahaan dengan alasan aku diberi mandat oleh Daddy." Kevin menjelaskan dengan panjang.


" Ya ... orang ini benar - benar licin.


Jejaknya sulit ditemukan. Padahal


aku sudah menggerakkan pasukan bawah tanah untuk mencarinya. Aku yakin, ia mendapat dukungan ataupun perlindungan dari klan tertentu.


Tapi masalahnya aku belum tahu,


klan yang mana ? Karena hampir semua klan selama ini semua dibawah komando kakek dan sekarang di wariskan kepadaku.


Hanya beberapa klan yang terletak di I****, yang selalu membangkang selama ini. Tapi


dalam dua tahun ini mereka tidak ada melakukan gerakan yang mencurigakan. Jadi aku masih


belum bisa menebak, siapa dalang sesungguhnya dari semua ini." ujar Erland serius.


" Aku harap kamu bisa segera


menemukannya, Land ... agar


Audrey bisa hidup dengan lebih tenang.Jika tidak ia selalu dalam bahaya. Karena mereka tahu, bahwa Audrey keturunan satu - satunya dari Daddy dan Mommy." kata Kevin berharap pada Erland.


" Hmm ... aku juga inginnya seperti itu. " sahut Erland.


" Kamu tahu hari ini Audrey wisuda ? Seharusnya, aku , Daddy dan Mommy menghadiri hari


keberhasilannya, tapi lagi - lagi


kami buat dia kecewa. Sudah terlalu sering selama ini Audrey


ditinggal pergi oleh kedua orang tua kami demi urusan perusahaan dan masalah ini. Bahkan saat Daddy dan Mommy berangkat, ia sedang meja hijau. Tapi tetap saja, ia tidak protes sedikitpun. Ia hanya meminta pada Daddy dan Mommy untuk pulang pada acara Wisudanya. Tapi hal inipun


menutupinya dengan tetap bersikap ceria." Kevin terlihat berkaca - kaca ketika mengatakan hal ini. Apalagi jika benar mayat itu, mayat orang tua mereka. Mungkin Audrey akan sangat hancur.


" Ya, aku tahu dan tadi aku sudah melihatnya. Audrey sangat cantik mengenakan kebaya wisudanya.


Ia terlihat bahagia bersama dengan teman - temannya. Apakah dia sudah tahu


mengenai aku, Vin ... ? " ujar Erland tersenyum kecil membayangkan wajah calon isterinya Audrey, tanpa sepengetahuan Kevin.


" Sudah, Daddy dan Mommy telah memberitahunya sebelum mereka berangkat kesini. Tapi, bagaimana kamu bisa melihatnya ? " tanya Kevin heran setelah menjelaskan pada Erland.


" Aku video call dengan Abdi.


Abdi memperlihatkan padaku


wajah Audrey. Adikmu itu benar - benar sangat cantik." puji Erland.


" Tentu saja. Makanya banyak pria yang menyukai adik kesayanganku itu. Hati - hati sainganmu untuk mendapatkan


cintanya sangat banyak. " kata Kevin menggoda Erland yang wajahnya selalu dingin itu.


" Hmm ... bagaimana tanggapan Audrey setelah Daddy dan Mommy menceritakan tentang aku padanya ? " tanya Erland ingin tahu.


" Dia marah, nangis, gak terima dijodohkan apalagi dengan orang yang gak dia kenal." sahut Kevin melihat reaksi Erland.


Walau Erland sempat terkejut mendengar jawaban Kevin, tapi


dengan pintar ia menutupinya.


Wajahnya tetap datar dan dingin.


" Terus setelah itu apa Audrey


menerimaku ? " tanya Erland penasaran.


" Hmm ... menurutmu ? Dia menerima atau menolak ? " tanya Kevin sengaja tidak langsung


memberitahu Erland.

__ADS_1


Biar calon adik iparnya bisa sedikit menunjukkan ekspresi lain diwajahnya.


" Dia pasti menerima karena Audrey tidak akan menentang


keinginan orang tuanya." ujar Erland dengan yakin.


Karena walaupun ia belum pernah


bertemu langsung dengan Audrey setelah mereka dewasa tapi ia tahu dari cerita - cerita yang


di sampaikan oleh Eldric padanya.


Audrey anak yang penurut.


Ia selalu berusaha untuk menyenangkan hati orang tuanya.


" Wah, kamu benar - benar ngeselin. Percaya diri banget. Tapi sayangnya kamu benar. Audrey menerimanya walau awalnya mencoba menolak. Karena ia tidak mau orang tua kami bersedih. Kasihan adikku nanti mendapatkan suami seperti kamu, Land. Wajahmu itu apa tidak bisa berubah sedikit, tersenyum kek atau ekspresi lain.


Jangan hanya bisa menunjukkan


ekspresi seperti ini terus. " kata Kevin menyindir Erland.


Erland hanya menarik sudut bibirnya sedikit tersenyum agar Kevin tidak melihatnya begitu


mendengar sindiran Kevin.


" Tapi, tadi di acara Wisudanya


aku melihat ada seorang pria yang sangat akrab dengan Audrey.


Aku tahu pria itu pasti menyukai


Audrey. Tapi melihat tatapan matanya, aku menduga dia bukan


orang yang sesederhana Audrey


pikirkan. Karena aku sempat melihat dia menatap Audrey dengan seringai di mulutnya." kata Erland pada Kevin mengingat tentang Reno.


" Hah ... yang benar, Land ?


Kenapa Audrey bisa kenal dengan


pria seperti itu ? Biasanya ia tidak


gampang dekat dengan pria kecuali dengan beberapa anggotaku yang sudah menganggap Audrey sebagai Queen mereka." kata Kevin gak percaya.


" Hmm ... aku harap dugaan ku salah. Mungkin kenyataannya tidak seperti itu." ucap Erland


berusaha menenangkan Kevin.


" Ya, aku harap dugaan kamu itu


tidak benar. " kata Kevin tenang.


" Masih berapa jauh lagi kita sampai di lokasi, Land ? " tanya Kevin kembali pada masalah kecelakaan mobil orang tuanya.


" Beberapa menit lagi kita akan sampai. Setelah jalan lurus ini, di ujung sana ada belokan. Di sana


lokasinya." jawab Erland.


Kevin lalu kembali fokus melihat jalanan. Ia sudah tidak sabar untuk memastikan apakah benar itu orang tua nya.


**********************************


Mohon dukungannya buat karya


Mommy, ya ... 🙏🙏🙏


Jangan pernah bosan untuk meringankan jari - jari kalian yang indah untuk menekan like, favorit, Vote dan Hadiah yang banyak ....hehehe.


Jangan lupa berikan komentar yang positif dan membangun.


Buat yang udah terus mengikuti karya Mommy, dan selalu memberikan like dan komentar yang baik.


Mommy ucapkan terima kasih.🙏🙏😘😘😍


Mommy doakan, semoga kalian mendapatkan rezeki yang melimpah dari Yang Maha Kuasa ... Aamiin.


Semoga kita semua selalu dalam kesehatan yang baik, sehingga bisa tetap beraktivitas.

__ADS_1


__ADS_2