Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 56


__ADS_3

Audrey dan Kevin berbincang dengan serius, setelah tadi kedua kakak beradik berwajah bule ini melepas rindu.


Sementara itu Erland yang sudah


menerima pesan dari Kevin yang


memberitahu bahwa Audrey sudah sadar, dan dalam keadaan baik - baik saja merasa sangat


senang. Rasanya saat ini ia ingin segera pergi ke mansion, dan


melihat Audrey dari dekat meski


dengan diam - diam. Tapi sayang,


ia tidak bisa. Erland harus menghadiri rapat yang sangat


penting dengan orang yang ia dan


Kevin curigai sebagai dalang dari penyebab kematian Eldric dan


Elif.


Selama ini, orang tersebut tidak


pernah berusaha memperlihatkan dirinya. Tapi setelah kabar kematian Eldric dan Elif terdengar


di mana - mana, mendadak ia


menawarkan diri untuk bekerja sama dengan perusahaan Erland.


Sementara itu berita tentang kematian pengusaha besar yaitu


Tuan Eldric Cartwrigh dan istrinya


Nyonya Elif Gurhan memenuhi


berita di semua televisi.


Berita kematian mereka sengaja


di keluarkan oleh Elbert dan Kevin


untuk memancing dalang di balik


semua ini keluar dari persembunyiannya dan ini terbukti. Tidak butuh waktu lama,


ia muncul dan menawarkan kerja sama dengan perusahaan Elbert


yang sangat besar dan terkenal.


Kabar kematian Eldric dan Elif juga memenuhi berita di I******a.


Hal ini sangat mengejutkan Dea dan Zia yang sedang berada


di kampus. Mereka awalnya


mendengar dari banyaknya orang


yang membicarakan mengenai


kematian pasangan suami isteri pengusaha sukses. Hingga karena penasaran mereka berdua pun


segera melihat berita itu dari


ponsel canggih milik mereka.


Begitu juga dengan Bella, ia melakukan hal yang sama seperti


yang di lakukan Dea dan Zia.


Dea dan Zia langsung melihat dengan tatapan tidak percaya begitu menyaksikan berita kematian orang tuanya Audrey


dengan sangat mengenaskan.


Kini mereka mengerti sebab jatuh pingsannya Audrey waktu itu.


Pasti karena ia mendapat kabar


kematian kedua orang tuanya


Sementara Bella menyeringai


licik setelah melihat berita ini.


Ia sangat senang. Kini Audrey


sebatang kara. Berarti ia tidak akan sekuat seperti saat masih


ada orang tuanya. Ini akan


membuat jalannya semakin


mulus dan mudah untuk melaksanakan rencananya dengan Reno. Karena sudah tidak ada lagi yang melindungi Audrey.


Bik Imah dan Rina juga sedang


menyaksikan berita kematian


Eldric dan Elif di televisi.


Air mata bik Imah mengalir deras


melihat berita kematian Tuan dan


Nyonya nya. Mereka sudah di anggapnya sebagai keluarga bukan lagi majikan. Selama ini


bik Imah merupakan salah satu


orang kepercayaan Eldric dan Elif.


Hampir semua cerita tentang


mereka Imah mengetahuinya.


Tapi ia tidak menyangka umur


mereka sependek ini. Apalagi


kepergian mereka dengan cara


yang sangat menyedihkan.


Bahkan jasad mereka hancur


dan tak berbentuk karena ledakan yang terjadi.


Rina juga tidak dapat menahan


air matanya. Walaupun belum


pernah bertemu langsung dengan


kedua orang tua Audrey, kecuali


melalui video call waktu itu.


Rina tahu mereka orang yang sangat baik. Karena mereka


tidak memperdulikan status Rina


yang hanya seorang pelayan cafe


dan orang dari kampung.


" Bik ... berarti Audrey kemarin


pingsan karena ia sudah tahu


tentang kematian orang tuanya."


ucap Rina serak karena menangis.


" Ya, sepertinya begitu Rin ... karena Drake tidak ada memberitahu tentang ini pada bibi. Bibi hanya tahu mereka membawa non Audrey karena suatu hal yang penting." jawab Bik Imah masih menangis.


" Kasihan Audrey bik ... bagaimana keadaan dia sekarang ?" tanya Rina lirih.


" Bibi belum ada menerima kabar


lagi, Rin ... kita harus sabar menunggu. Tapi bibi yakin, nona Audrey adalah gadis yang kuat.


Sejak kecil ia sudah di biasakan


untuk mandiri. Karena kedua orang tuanya sering pergi meninggalkan nona sendiri."


" Tapi bik ... ini bukan masalah


mandiri kalau menurut Rina.


Rina dan Rifky juga udah terbiasa


mandiri sejak kami kehilangan


ayah. Tapi begitu Ibu juga meninggal, Rina hampir aja gak kuat, bik ... syukurnya waktu itu


ada Audrey yang menguatkan


Rina dan Rifky. Kalau tidak, mungkin kami akan terpuruk dalam kesedihan. Ini yang Rina


khawatirkan, Audrey tidak bisa


menerima kepergian kedua


orang tuanya. Apalagi di sana hanya ada Rifky dan Drake. Mereka tidak akan bisa menghibur Audrey. " membayangkan hal ini, air mata


Rina kembali mengucur deras.


Bik Imah hampir saja mengatakan

__ADS_1


kalau Rina tidak perlu khawatir. Karena di sana ada Kevin,


kakaknya Audrey yang pasti akan selalu menemani dan menghiburnya.


Bukannya bik Imah tidak percaya


pada Rina. Tapi ini perintah dari


kedua majikannya. Tidak ada yang


boleh tahu tentang identitas Kevin


sampai semua masalah yang


di hadapi Tuan Eldric dan Nyonya


Elif selesai.


Apalagi bik Imah kini tahu di mansion ini sudah tidak aman.


Karena keberadaan penyusup itu tidak bisa di temukan juga. Meski para bodyguard yang di tugaskan


Tuan William ikut mencarinya tapi tetap saja penyusup itu tidak


di temukan. Oleh karena itu ia


mulai selalu berhati - hati dalam berbicara di mansion ini.


Bahkan sekarang ini Rina dan Bik


Imah hanya bicara dengan suara pelan.


Benar saja, saat ini Lily sedang bersembunyi dan berusaha menguping pembicaraan mereka.


Tapi sayang, ia tidak bisa mendengarkan apapun karena jaraknya yang tidak terlalu dekat


dengan mereka.


" S*** ... apa yang sedang mereka


bicarakan ? Kenapa mereka ngomong bisik - bisik gitu, sih ... "


gerutu Lily dengan wajah kesal.


Ia segera pergi dari tempatnya


sembunyi karena tidak mendapatkan hasil sama sekali.


" Jadi bik, ini gimana ? Apa Audrey


akan kembali kesini ? " tanya Rina


cemas. Karena jika Audrey tidak


kembali, berarti Rifky juga tidak.


Rina gak mungkin terus tinggal


di mansion ini jika tidak ada Audrey." kata Rina cemas.


" Non Audrey pasti kembali.


Ia tidak mungkin membiarkan


perusahaan orang tuanya begitu saja. Non Audrey sudah di siapkan oleh Tuan dan Nyonya


untuk memimpin perusahaan." ujar bik Imah yakin.


" Lalu bagaimana dengan yang


di sana bik ? " tanya Rina lagi.


" Sudah ada orang kepercayaan


Tuan yang akan terus mengelolanya." jawab Bik Imah.


" Oh, ... berarti tidak lama lagi


Audrey akan pulang ya bik .. ? ".


" Pasti pulang, tapi waktunya saja


yang bibi tidak tahu."


Rina hanya bisa menghela nafas


mendengar jawaban bik Imah.


Tiba - tiba terdengar dering handphone Rina berbunyi. Ternyata Dea yang menghubunginya.


" Halo Rin ... Lo udah lihat berita tentang orang tua Audrey ? " tanya


Dea.


" Udah, De ... ini gue sama bik Imah lagi nonton televisi."


" Gue sama Zia dan Bella lagi


Kami bertiga semua sangat terkejut. Gak nyangka Om dan Tante pergi secepat ini."


" Iya, De ... sama, gue juga.


Kasihan Audrey ... ia pasti lagi sangat bersedih sekarang."


" Iya, Rin ... belum ada berita juga


tentang keberadaan Audrey ? ".


" Belum, De ... ". terpaksa Rina


berbohong.


" Oh ... Zia heboh banget. Pengen


ngajak pergi ke mansion lagi.


Tapi gue larang karena kemarin kan, bik Imah udah ngelarang.


Tapi Zia terus maksa nih ... " ujar


Dea bingung.


Bik Imah yang ikut mendengarkan


pembicaraan Rina dan Dea karena


Rina membuka speakernya, lalu bicara dengan Dea.


" Maaf, non Dea, non Zia ... belum ada berita apapun mengenai


nona Audrey. Jadi jika kalian


tetap ingin datang ke mansion juga percuma. Karena saya juga


menunggu kabar nona Audrey."


kata bik Imah.


" Tuh, Lo dengar sendiri kan Zi ...


Nanti aja kita ke mansion kalau


Audrey udah pulang." terdengar


suara Dea yang menggerutu


pada Zia.


" Iya, bik ... makasih ya.


Semoga Audrey tabah dan baik -


baik saja di sana." ujar Dea bijak.


" Iya, non ... Aamiin." ucap Bik Imah singkat.


" Ya, udah Rin ... gue matiin telfonnya ya ... kami mau kuliah


lagi." ucap Dea.


" Ya, De ... salam buat Zia." balas


Rina.


* * * * * * *


" Kak, apa sampai sekarang kakak


belum bisa menemukan siapa yang berniat mencelakakan Daddy dan Mommy ? " tanya Audrey serius.


" Hmm ... orang yang kakak dan sahabat kakak curigai saat ini


sudah muncul." ujar Kevin.


" Muncul di mana ? Terus sahabat kak Kevin yang mana ? Kenapa Audrey gak tahu .. ? " tanya Audrey


heran.


" Hmm ... ada. Kamu belum mengenalnya. Dia sedikit dingin


dan susah bertemu dengan orang


yang baru di kenalnya." jawab Kevin sembari menghela nafas.


" Oh, terus orang yang kalian curigai itu sekarang ada di mana ? " tanya Audrey lagi karena Kevin belum menjawabnya.


" Di perusahaan sahabat kakak itu. Orang itu mencoba mengajak

__ADS_1


sahabat kakak untuk bekerja sama." jelas Kevin.


" Kenapa kak Kevin gak datang


ke sana. Biar kak Kevin bisa melihat dengan jelas wajah orang itu. " ucap Audrey.


" Hmm ... kami tidak ingin dia curiga. Jika kakak kesana, pasti


dia bisa menduga hubungan kami sangat dekat."


" Kak Kevin benar."


" Baby, apa kamu gak ingin


ke makam orang tua kita ? " tanya


Kevin lirih.


" Tidak ... kak Kevin udah janji


untuk mencari Daddy dan Mommy ke tempat yang Audrey lihat itu


dalam waktu satu bulan.


Selama itu, Audrey gak akan


pergi ke makam. Kecuali setelah


jelas bahwa di tempat itu tidak


di temukan orang tua kita baru


Drey akan pergi ke makam dan


mengakui bahwa itu jasad Daddy dan Mommy." tolak Audrey dengan tegas.


Kevin sudah tidak bisa berbicara


lagi mendengar penolakan Audrey. Ia tahu, adiknya ini jika


sudah mengambil sebuah keputusan tidak akan bisa berubah.


" Bagaimana pencarian anggota kak Kevin ? Apa sudah ada kabar dari mereka ? " tanya Audrey melihat Kevin hanya diam.


Sembari menghela nafas berat,


Kevin menjawab pertanyaan Audrey.


" Belum ... mereka masih terus mencari. Drey ... tempat yang kamu gambarkan itu sangat jauh


dari kota ini. Bagaimana mungkin Daddy dan Mommy bisa ada


di sana ? ".


" Audrey juga gak tahu. Tapi apa kak Kevin yakin tempat yang


di datangi anggota kakak itu adalah tempat yang Audrey lihat ?".


" Tempatnya terlihat sama dengan


yang kamu gambarkan. "


" Hmm ... tapi kenapa mereka belum bisa menemukan Daddy dan mommy ? ".


" Lokasinya terlalu sulit, harus melalui bukit dulu. Belum lagi


hutan nya masih liar, belum tersentuh manusia sama sekali.


Kakak merasa tidak mungkin ada


manusia yang bisa hidup di sana."


" Kita tunggu aja kak ... mudah -


mudahan anggota kak Kevin


berhasil."


" Ya ... mudah - mudahan."


" Jadi selama satu bulan ini kamu


tetap menunggu di sini ? Bagaimana dengan perusahaan


Daddy di I*******a ? Pasti sekarang banyak musuh Daddy


yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan perusahaan, setelah mereka mendengar kematian orang tua kita."


" Apa menurut kak Kevin, Audrey


harus pulang ? Tapi, aku masih


ingin berada di sini bersama kakak. "


" Kakak juga sama seperti kamu, baby, ingin berlama - lama denganmu. Tapi jika perusahaan


di biarkan terlalu lama hingga


satu bulan, kakak khawatir perusahaan Daddy akan hancur."


" Hmm ... jadi menurut kak Kevin sebaiknya aku pulang ke sana ?".


" Ya, meski bukan hari ini karena


kakak masih ingin bersama kamu."


" Baiklah, kak ... bagaimana dengan Rifky ? Apakah dia ikut


pulang denganku ? ".


" Biarkan anak itu di sini dulu agar dia bisa belajar banyak untuk


melindungi kamu nanti ke depannya. Sekalian dia belajar


IT pada Drake. Kakak lihat Rifky sangat cerdas. Hampir sama denganmu. Ia langsung mengerti


yang di ajarkan padanya.


Kemauannya untuk belajar sangat


keras. Jadi untuk sementara biarkan ia tinggal di sini."


" Baiklah ... tapi apa dia setuju ?".


" Ya, dia setuju. Kakak sudah bicara dengannya."


" Okey, kalau begitu. Biar nanti


Audrey jelaskan pada Rina, saudaranya."


" Ya, semoga kakaknya juga setuju."


" Kalau masalah itu biar Audrey yang menanganinya, kak."


" Good Girl ... kamu memang terbaik, baby."


" Thanks ... tapi kak bagaimana


kita berhubungan dalam satu bulan ini ? ".


" Itu yang sulit. Kita harus terlihat


tidak saling mengenal di mata orang lain agar tidak menimbulkan kecurigaan hubungan kakak dengan keluarga Cartwrigh. Karena kakak yakin,


orang itu punya kaki tangan dan


mata - mata di mana - mana.


Nanti biar kakak pikirkan dulu bagaimana caranya agar kita bisa berhubungan."


" Baik ... tapi jika memang tidak bisa. Kakak jangan memaksakan diri. Sekarang Audrey mengerti


masalah yang sedang kita hadapi


tidaklah mudah."


" Ya ... kita harus kuat demi Daddy dan Mommy."


" Udah kak ... sekarang sebaiknya kita menemui Drake. Aku ingin


melihat Rifky latihan, sekalian


pemanasan dengan Drake juga."


" Okey ... Drake sudah lama tidak


dapat lawan yang sepadan."


" Tentu saja. Tapi kenapa kak Kevin gak pergi ke perusahaan ?".


" Tidak apa - apa. Nanti setelah kamu pulang, kakak baru kembali


bekerja."


" Okey ... yuk kak."


Kevin dan Audrey lalu berjalan keluar dari ruangan. Tangan Kevin


merangkul bahu Audrey dengan


perasaan sayang.


**********************************


Semoga kalian suka dengan lanjutannya .. 😀


Jangan lupa like, koment positifnya, favorit ❤️ , vote dan

__ADS_1


hadiah nya. 😀😘


Terima kasih buat yang sudah dan tetap mendukung Mommy .... 🙏🙏😘


__ADS_2