
Audrey dan Kevin berbincang dengan serius, setelah tadi kedua kakak beradik berwajah bule ini melepas rindu.
Sementara itu Erland yang sudah
menerima pesan dari Kevin yang
memberitahu bahwa Audrey sudah sadar, dan dalam keadaan baik - baik saja merasa sangat
senang. Rasanya saat ini ia ingin segera pergi ke mansion, dan
melihat Audrey dari dekat meski
dengan diam - diam. Tapi sayang,
ia tidak bisa. Erland harus menghadiri rapat yang sangat
penting dengan orang yang ia dan
Kevin curigai sebagai dalang dari penyebab kematian Eldric dan
Elif.
Selama ini, orang tersebut tidak
pernah berusaha memperlihatkan dirinya. Tapi setelah kabar kematian Eldric dan Elif terdengar
di mana - mana, mendadak ia
menawarkan diri untuk bekerja sama dengan perusahaan Erland.
Sementara itu berita tentang kematian pengusaha besar yaitu
Tuan Eldric Cartwrigh dan istrinya
Nyonya Elif Gurhan memenuhi
berita di semua televisi.
Berita kematian mereka sengaja
di keluarkan oleh Elbert dan Kevin
untuk memancing dalang di balik
semua ini keluar dari persembunyiannya dan ini terbukti. Tidak butuh waktu lama,
ia muncul dan menawarkan kerja sama dengan perusahaan Elbert
yang sangat besar dan terkenal.
Kabar kematian Eldric dan Elif juga memenuhi berita di I******a.
Hal ini sangat mengejutkan Dea dan Zia yang sedang berada
di kampus. Mereka awalnya
mendengar dari banyaknya orang
yang membicarakan mengenai
kematian pasangan suami isteri pengusaha sukses. Hingga karena penasaran mereka berdua pun
segera melihat berita itu dari
ponsel canggih milik mereka.
Begitu juga dengan Bella, ia melakukan hal yang sama seperti
yang di lakukan Dea dan Zia.
Dea dan Zia langsung melihat dengan tatapan tidak percaya begitu menyaksikan berita kematian orang tuanya Audrey
dengan sangat mengenaskan.
Kini mereka mengerti sebab jatuh pingsannya Audrey waktu itu.
Pasti karena ia mendapat kabar
kematian kedua orang tuanya
Sementara Bella menyeringai
licik setelah melihat berita ini.
Ia sangat senang. Kini Audrey
sebatang kara. Berarti ia tidak akan sekuat seperti saat masih
ada orang tuanya. Ini akan
membuat jalannya semakin
mulus dan mudah untuk melaksanakan rencananya dengan Reno. Karena sudah tidak ada lagi yang melindungi Audrey.
Bik Imah dan Rina juga sedang
menyaksikan berita kematian
Eldric dan Elif di televisi.
Air mata bik Imah mengalir deras
melihat berita kematian Tuan dan
Nyonya nya. Mereka sudah di anggapnya sebagai keluarga bukan lagi majikan. Selama ini
bik Imah merupakan salah satu
orang kepercayaan Eldric dan Elif.
Hampir semua cerita tentang
mereka Imah mengetahuinya.
Tapi ia tidak menyangka umur
mereka sependek ini. Apalagi
kepergian mereka dengan cara
yang sangat menyedihkan.
Bahkan jasad mereka hancur
dan tak berbentuk karena ledakan yang terjadi.
Rina juga tidak dapat menahan
air matanya. Walaupun belum
pernah bertemu langsung dengan
kedua orang tua Audrey, kecuali
melalui video call waktu itu.
Rina tahu mereka orang yang sangat baik. Karena mereka
tidak memperdulikan status Rina
yang hanya seorang pelayan cafe
dan orang dari kampung.
" Bik ... berarti Audrey kemarin
pingsan karena ia sudah tahu
tentang kematian orang tuanya."
ucap Rina serak karena menangis.
" Ya, sepertinya begitu Rin ... karena Drake tidak ada memberitahu tentang ini pada bibi. Bibi hanya tahu mereka membawa non Audrey karena suatu hal yang penting." jawab Bik Imah masih menangis.
" Kasihan Audrey bik ... bagaimana keadaan dia sekarang ?" tanya Rina lirih.
" Bibi belum ada menerima kabar
lagi, Rin ... kita harus sabar menunggu. Tapi bibi yakin, nona Audrey adalah gadis yang kuat.
Sejak kecil ia sudah di biasakan
untuk mandiri. Karena kedua orang tuanya sering pergi meninggalkan nona sendiri."
" Tapi bik ... ini bukan masalah
mandiri kalau menurut Rina.
Rina dan Rifky juga udah terbiasa
mandiri sejak kami kehilangan
ayah. Tapi begitu Ibu juga meninggal, Rina hampir aja gak kuat, bik ... syukurnya waktu itu
ada Audrey yang menguatkan
Rina dan Rifky. Kalau tidak, mungkin kami akan terpuruk dalam kesedihan. Ini yang Rina
khawatirkan, Audrey tidak bisa
menerima kepergian kedua
orang tuanya. Apalagi di sana hanya ada Rifky dan Drake. Mereka tidak akan bisa menghibur Audrey. " membayangkan hal ini, air mata
Rina kembali mengucur deras.
Bik Imah hampir saja mengatakan
__ADS_1
kalau Rina tidak perlu khawatir. Karena di sana ada Kevin,
kakaknya Audrey yang pasti akan selalu menemani dan menghiburnya.
Bukannya bik Imah tidak percaya
pada Rina. Tapi ini perintah dari
kedua majikannya. Tidak ada yang
boleh tahu tentang identitas Kevin
sampai semua masalah yang
di hadapi Tuan Eldric dan Nyonya
Elif selesai.
Apalagi bik Imah kini tahu di mansion ini sudah tidak aman.
Karena keberadaan penyusup itu tidak bisa di temukan juga. Meski para bodyguard yang di tugaskan
Tuan William ikut mencarinya tapi tetap saja penyusup itu tidak
di temukan. Oleh karena itu ia
mulai selalu berhati - hati dalam berbicara di mansion ini.
Bahkan sekarang ini Rina dan Bik
Imah hanya bicara dengan suara pelan.
Benar saja, saat ini Lily sedang bersembunyi dan berusaha menguping pembicaraan mereka.
Tapi sayang, ia tidak bisa mendengarkan apapun karena jaraknya yang tidak terlalu dekat
dengan mereka.
" S*** ... apa yang sedang mereka
bicarakan ? Kenapa mereka ngomong bisik - bisik gitu, sih ... "
gerutu Lily dengan wajah kesal.
Ia segera pergi dari tempatnya
sembunyi karena tidak mendapatkan hasil sama sekali.
" Jadi bik, ini gimana ? Apa Audrey
akan kembali kesini ? " tanya Rina
cemas. Karena jika Audrey tidak
kembali, berarti Rifky juga tidak.
Rina gak mungkin terus tinggal
di mansion ini jika tidak ada Audrey." kata Rina cemas.
" Non Audrey pasti kembali.
Ia tidak mungkin membiarkan
perusahaan orang tuanya begitu saja. Non Audrey sudah di siapkan oleh Tuan dan Nyonya
untuk memimpin perusahaan." ujar bik Imah yakin.
" Lalu bagaimana dengan yang
di sana bik ? " tanya Rina lagi.
" Sudah ada orang kepercayaan
Tuan yang akan terus mengelolanya." jawab Bik Imah.
" Oh, ... berarti tidak lama lagi
Audrey akan pulang ya bik .. ? ".
" Pasti pulang, tapi waktunya saja
yang bibi tidak tahu."
Rina hanya bisa menghela nafas
mendengar jawaban bik Imah.
Tiba - tiba terdengar dering handphone Rina berbunyi. Ternyata Dea yang menghubunginya.
" Halo Rin ... Lo udah lihat berita tentang orang tua Audrey ? " tanya
Dea.
" Udah, De ... ini gue sama bik Imah lagi nonton televisi."
" Gue sama Zia dan Bella lagi
Kami bertiga semua sangat terkejut. Gak nyangka Om dan Tante pergi secepat ini."
" Iya, De ... sama, gue juga.
Kasihan Audrey ... ia pasti lagi sangat bersedih sekarang."
" Iya, Rin ... belum ada berita juga
tentang keberadaan Audrey ? ".
" Belum, De ... ". terpaksa Rina
berbohong.
" Oh ... Zia heboh banget. Pengen
ngajak pergi ke mansion lagi.
Tapi gue larang karena kemarin kan, bik Imah udah ngelarang.
Tapi Zia terus maksa nih ... " ujar
Dea bingung.
Bik Imah yang ikut mendengarkan
pembicaraan Rina dan Dea karena
Rina membuka speakernya, lalu bicara dengan Dea.
" Maaf, non Dea, non Zia ... belum ada berita apapun mengenai
nona Audrey. Jadi jika kalian
tetap ingin datang ke mansion juga percuma. Karena saya juga
menunggu kabar nona Audrey."
kata bik Imah.
" Tuh, Lo dengar sendiri kan Zi ...
Nanti aja kita ke mansion kalau
Audrey udah pulang." terdengar
suara Dea yang menggerutu
pada Zia.
" Iya, bik ... makasih ya.
Semoga Audrey tabah dan baik -
baik saja di sana." ujar Dea bijak.
" Iya, non ... Aamiin." ucap Bik Imah singkat.
" Ya, udah Rin ... gue matiin telfonnya ya ... kami mau kuliah
lagi." ucap Dea.
" Ya, De ... salam buat Zia." balas
Rina.
* * * * * * *
" Kak, apa sampai sekarang kakak
belum bisa menemukan siapa yang berniat mencelakakan Daddy dan Mommy ? " tanya Audrey serius.
" Hmm ... orang yang kakak dan sahabat kakak curigai saat ini
sudah muncul." ujar Kevin.
" Muncul di mana ? Terus sahabat kak Kevin yang mana ? Kenapa Audrey gak tahu .. ? " tanya Audrey
heran.
" Hmm ... ada. Kamu belum mengenalnya. Dia sedikit dingin
dan susah bertemu dengan orang
yang baru di kenalnya." jawab Kevin sembari menghela nafas.
" Oh, terus orang yang kalian curigai itu sekarang ada di mana ? " tanya Audrey lagi karena Kevin belum menjawabnya.
" Di perusahaan sahabat kakak itu. Orang itu mencoba mengajak
__ADS_1
sahabat kakak untuk bekerja sama." jelas Kevin.
" Kenapa kak Kevin gak datang
ke sana. Biar kak Kevin bisa melihat dengan jelas wajah orang itu. " ucap Audrey.
" Hmm ... kami tidak ingin dia curiga. Jika kakak kesana, pasti
dia bisa menduga hubungan kami sangat dekat."
" Kak Kevin benar."
" Baby, apa kamu gak ingin
ke makam orang tua kita ? " tanya
Kevin lirih.
" Tidak ... kak Kevin udah janji
untuk mencari Daddy dan Mommy ke tempat yang Audrey lihat itu
dalam waktu satu bulan.
Selama itu, Audrey gak akan
pergi ke makam. Kecuali setelah
jelas bahwa di tempat itu tidak
di temukan orang tua kita baru
Drey akan pergi ke makam dan
mengakui bahwa itu jasad Daddy dan Mommy." tolak Audrey dengan tegas.
Kevin sudah tidak bisa berbicara
lagi mendengar penolakan Audrey. Ia tahu, adiknya ini jika
sudah mengambil sebuah keputusan tidak akan bisa berubah.
" Bagaimana pencarian anggota kak Kevin ? Apa sudah ada kabar dari mereka ? " tanya Audrey melihat Kevin hanya diam.
Sembari menghela nafas berat,
Kevin menjawab pertanyaan Audrey.
" Belum ... mereka masih terus mencari. Drey ... tempat yang kamu gambarkan itu sangat jauh
dari kota ini. Bagaimana mungkin Daddy dan Mommy bisa ada
di sana ? ".
" Audrey juga gak tahu. Tapi apa kak Kevin yakin tempat yang
di datangi anggota kakak itu adalah tempat yang Audrey lihat ?".
" Tempatnya terlihat sama dengan
yang kamu gambarkan. "
" Hmm ... tapi kenapa mereka belum bisa menemukan Daddy dan mommy ? ".
" Lokasinya terlalu sulit, harus melalui bukit dulu. Belum lagi
hutan nya masih liar, belum tersentuh manusia sama sekali.
Kakak merasa tidak mungkin ada
manusia yang bisa hidup di sana."
" Kita tunggu aja kak ... mudah -
mudahan anggota kak Kevin
berhasil."
" Ya ... mudah - mudahan."
" Jadi selama satu bulan ini kamu
tetap menunggu di sini ? Bagaimana dengan perusahaan
Daddy di I*******a ? Pasti sekarang banyak musuh Daddy
yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan perusahaan, setelah mereka mendengar kematian orang tua kita."
" Apa menurut kak Kevin, Audrey
harus pulang ? Tapi, aku masih
ingin berada di sini bersama kakak. "
" Kakak juga sama seperti kamu, baby, ingin berlama - lama denganmu. Tapi jika perusahaan
di biarkan terlalu lama hingga
satu bulan, kakak khawatir perusahaan Daddy akan hancur."
" Hmm ... jadi menurut kak Kevin sebaiknya aku pulang ke sana ?".
" Ya, meski bukan hari ini karena
kakak masih ingin bersama kamu."
" Baiklah, kak ... bagaimana dengan Rifky ? Apakah dia ikut
pulang denganku ? ".
" Biarkan anak itu di sini dulu agar dia bisa belajar banyak untuk
melindungi kamu nanti ke depannya. Sekalian dia belajar
IT pada Drake. Kakak lihat Rifky sangat cerdas. Hampir sama denganmu. Ia langsung mengerti
yang di ajarkan padanya.
Kemauannya untuk belajar sangat
keras. Jadi untuk sementara biarkan ia tinggal di sini."
" Baiklah ... tapi apa dia setuju ?".
" Ya, dia setuju. Kakak sudah bicara dengannya."
" Okey, kalau begitu. Biar nanti
Audrey jelaskan pada Rina, saudaranya."
" Ya, semoga kakaknya juga setuju."
" Kalau masalah itu biar Audrey yang menanganinya, kak."
" Good Girl ... kamu memang terbaik, baby."
" Thanks ... tapi kak bagaimana
kita berhubungan dalam satu bulan ini ? ".
" Itu yang sulit. Kita harus terlihat
tidak saling mengenal di mata orang lain agar tidak menimbulkan kecurigaan hubungan kakak dengan keluarga Cartwrigh. Karena kakak yakin,
orang itu punya kaki tangan dan
mata - mata di mana - mana.
Nanti biar kakak pikirkan dulu bagaimana caranya agar kita bisa berhubungan."
" Baik ... tapi jika memang tidak bisa. Kakak jangan memaksakan diri. Sekarang Audrey mengerti
masalah yang sedang kita hadapi
tidaklah mudah."
" Ya ... kita harus kuat demi Daddy dan Mommy."
" Udah kak ... sekarang sebaiknya kita menemui Drake. Aku ingin
melihat Rifky latihan, sekalian
pemanasan dengan Drake juga."
" Okey ... Drake sudah lama tidak
dapat lawan yang sepadan."
" Tentu saja. Tapi kenapa kak Kevin gak pergi ke perusahaan ?".
" Tidak apa - apa. Nanti setelah kamu pulang, kakak baru kembali
bekerja."
" Okey ... yuk kak."
Kevin dan Audrey lalu berjalan keluar dari ruangan. Tangan Kevin
merangkul bahu Audrey dengan
perasaan sayang.
**********************************
Semoga kalian suka dengan lanjutannya .. 😀
Jangan lupa like, koment positifnya, favorit ❤️ , vote dan
__ADS_1
hadiah nya. 😀😘
Terima kasih buat yang sudah dan tetap mendukung Mommy .... 🙏🙏😘