
" Segar ... gue harus buru - buru ke rumah sakit. Hari ini Ibu Rina akan di operasi. " ucap Audrey begitu selesai mandi.
Audrey baru saja menyelesaikan mandinya begitu terbangun.
Rina memutuskan untuk tinggal di rumah sakit agar bisa menemani Ibunya bersama Rifky.
Karena jika ia sudah kembali ke kota buat bekerja, ia mungkin beberapa bulan lagi baru bisa pulang ke kampung buat menemui Ibunya.
Audrey sangat mengerti perasaan Rina yang ingin menemani Ibunya sebelum menjalani operasi. Jadi ia memutuskan untuk pulang sendiri ke hotel.
Setelah melihat tampilannya di depan cermin, Audrey segera melangkah keluar dari kamar hotel tempat ia menginap. Ia akan menemani Rina untuk menunggu Ibu nya di operasi dua jam lagi.
Sementara itu, di rumah sakit terjadi kehebohan. Tiba - tiba saja Ibunya Rina dan Rifky yang semalam baik - baik saja dan terlihat begitu semangat karena akan segera pulang kerumah mendadak wajahnya pucat dan sangat kesakitan. Bahkan matanya sudah tidak bisa terbuka saking menahan sakit di perutnya.
Dokter pun segera datang dan menangani Ibu Rina. Tapi baru saja saat dokter memutuskan akan melakukan operasi lebih cepat dari yang di jadwalkan, Ibu Rina telah menutup mata dan meninggalkan Rina dan Rifky untuk selamanya. Melihat hal ini, Rina tak bisa menahan jeritan dari tangisannya. Ia yang sangat berharap Ibunya bisa segera sehat setelah melakukan operasi transplantasi, walaupun ia harus merelakan harga dirinya untuk meminta pertolongan dari sahabatnya Audrey. Tapi malah saat ini, Ibu meninggalkan mereka untuk selama - lamanya.
Rifky hanya bisa menangis, mengeluarkan air mata tanpa bisa berkata apa - apa. Ia menyalahkan dirinya sebagai anak lelaki yang tidak berguna. Karena di saat mbak nya butuh bantuan untuk mencari uang buat biaya operasi Ibunya, ia justru tidak bisa membantunya. Ia memukul dinding rumah sakit dengan tangannya, hingga tangannya mengeluarkan darah.
Audrey yang baru saja tiba di rumah sakit dan menuju kamar tempat Ibu Rina di rawat terkejut begitu melihat tidak ada seorang pun yang di ruangan itu.
Audrey segera keluar dan bertanya pada perawat.
" Sus ... Ibu yang di ruangan Anggrek, nomer tujuh di bawa kemana ya ? " tanya Audrey pada perawat.
" Maaf, Ibu yang di rawat,
di ruangan itu baru saja meninggal ketika di bawa ke ruangan operasi. Sekarang masih di kamar operasi bersama kedua anaknya. jawab perawat dengan wajah menyesal.
" Apa, meninggal ? " tanya Audrey gak percaya dengan yang di dengarnya.
" Ya, mbak ... meninggal." jawab perawat itu membenarkan.
" Makasih, sus ... " ucap Audrey lalu bergegas berjalan mencari Rina dan Rifky setelah menanyakan kamar operasi pada perawat.
Begitu Audrey di perbolehkan masuk ke ruangan itu setelah lebih dulu minta izin pada dokter,
ia langsung berkaca - kaca melihat Rina yang menangis sambil memeluk tubuh Ibunya yang sudah terbaring kaku. Sedangkan Rifky menangis dan terduduk lemas di lantai rumah sakit.
Audrey menghampiri Rina lalu memeluk tubuh Rina. Ia tahu perasaan yang di alami Rina saat ini, ia saja yang hanya bermimpi buruk melihat kedua orang tuanya meninggalkan Audrey untuk selamanya sepanjang malam terus menangis. Apalagi Rina yang benar - benar mengalaminya.
" Rin, gue tahu Lo hancur banget karena kepergian Ibu. Tapi Lo gak boleh kaya gini. Pasti, Ibu Lo berdua merasa sedih melihat kalian tidak ikhlas merelakan kepergiannya. Gue tahu ini pasti sakit banget Lo dan Rifky ... tapi coba Lo pikir dari sisi Ibu . Ia sudah menahan rasa sakit begitu lama tapi menahannya karena tidak ingin kalian khawatir dan bersedih jika tahu ia berpura - pura sehat. Gue aja yang cuma mengalaminya di dalam mimpi harus kehilangan mommy dan Daddy, juga gak kuat dan menangis gak terima. Apalagi elo yang mengalami langsung. Jadi gue sangat mengerti perasaan elo saat ini.
Mungkin ini memang yang terbaik dari Allah, agar Ibu tidak terus kesakitan. Sekarang Ibu pasti sudah bahagia dan tenang karena tidak merasakan kesakitan lagi.
__ADS_1
Jadi, Lo berdua harus mencoba untuk mengikhlaskannya dan mendoakan agar Ibu mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah. Lebih baik sekarang kita segera mengurus pemakaman buat Ibu." Audrey berusaha menenangkan dengan cara menasehati agar Rina bisa menghilangkan kepergian Ibunya.
Rina yang masih terus menangis merasa apa yang di katakan Audrey padanya benar. Ia harus ikhlas agar Ibunya tenang dan tidak bersedih melihat mereka berdua yang menangisi mayatnya.
Ibunya sudah tenang sekarang, ia tidak harus menahan kesakitan lagi. Mungkin benar, ini yang terbaik buat Ibu.
" Lo benar, Drey ... harusnya gue gak bersikap kaya gini. Pasti Ibu gak suka lihat gue cengeng kaya gini. Sejak ayah meninggal, Ibu selalu berpesan pada gue dan Rifky agar menjadi anak yang kuat dan tegar, tidak boleh cengeng apalagi putus asa dalam menjalani hidup ini. " ucap Rina kini mulai bisa menghentikan tangisannya.
Begitu juga dengan Rifky, ia juga tersadar begitu mendengar perkataan Rina yang mengingatkan akan kata - kata Ibunya yang selalu di ucapkan pada mereka berdua.
" Nah, ini baru teman gue. Sekarang secepatnya kita mengurus kepulangan Ibu dari rumah sakit agar bisa segera kita makamkan di kampung Lo." ucap Audrey senang karena akhirnya Rina mulai terlihat ada semangat lagi di matanya.
" Ya, Drey ... tapi gimana dengan uang kamu, mungkin pihak rumah sakit tidak bisa mengembalikan seluruhnya uang kamu yang buat biaya operasi Ibu ? " tanya Rina sedih begitu teringat akan hal ini.
" Udah, Lo gak usah mikirin itu.
Gue ikhlas kog, gue kan udah bilang sama elo kalau uang itu gue kasi sama Lo, berarti itu udah jadi hak milik Lo sekarang." ucap Audrey tulus.
" Drey ... " Rina hanya bisa memeluk Audrey karena ia tidak bisa dan tidak tahu harus berkata apa lagi melihat kebaikan Audrey padanya.
Rifky yang juga ingin memeluk Audrey, langsung di tolak badannya sama Rina.
" Apa, mau ikutan meluk Audrey juga ? " ucap Rina dengan mata membesar.
" Iya, masa cuma mbak doang yang bisa meluk Audrey. " sahut Rifky dengan polos.
Audrey tersenyum begitu melihat Rina menjewer telinga Rifky.
" Udah, gak papa Rin ... Rifky juga sahabat gue sekarang." ucap Audrey yang membuat Rifky senang.
" Tuh kan mbak, gak papa ... sekarang Rifky juga sahabatnya Audrey." ucap Rifky lalu ikut memeluk Audrey bersama dengan Rina.
Setelah selesai berpelukan dan saling berbagi kekuatan, mereka segera keluar dari ruangan untuk mengurus kepulangan Ibu Rina ke kampung.
Ketika semua sudah di selesaikan dengan baik oleh Audrey dan Rina. Audrey pergi sebentar untuk pulang ke hotel bersama Rifky, untuk mengambil barang - barang miliknya dan Rina. Sedangkan Rina menunggu mereka di rumah sakit bersama almarhumah Ibunya. Setelah beres, Audrey dan Rifky kembali ke rumah sakit.
Kini mereka bertiga akan segera menuju rumah orang tua Rina yang di kampung. Rina dan Rifky ikut berada di ambulance menemani Ibu mereka. Sedangkan Audrey bersama pak supir, mobil yang kemarin menjemputnya sejak sampai di bandara kota ini.
Sementara itu, Reno yang tidak bisa menemui Audrey di kampus sejak kemarin merasa marah dan sangat kesal.
" Kemana sih Audrey ? Udah dua hari gue datang ke kampus tapi gue gak melihat batang hidungnya ? " ucapnya dengan kesal di dalam mobil.
Reno berencana pergi dari kampus setelah tidak berhasil menemukan Audrey. Tapi Bella yang melihat mobil Reno segera menghampirinya lalu mengetuk kaca jendela mobil Reno.
__ADS_1
" Bel, Lo tahu kemana Audrey ? Kog dia gak datang juga ke kampus ? " tanya Reno kesal setelah keluar dari mobil.
" Aku juga gak tahu dia kemana.
Coba aku telepon dia dulu ya, sayang ... " jawab Bella dengan manja.
" Oh, benar, coba kamu telepon." ucap Reno senang.
Bella pun menghubungi nomer ponsel Audrey, tersambung tapi belum di angkat olehnya.
" Gak nyambung ? " tanya Reno.
" Nyambung tapi belum di angkat sama Audrey. Lagi ngapain sih, nih anak. Sabar sayang, biar aku hubungi lagi."
Reno hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Bella. Ia hanya ingin segera mengetahui keberadaan Audrey sekarang. Tapi selagi menunggu telepon Bella di angkat oleh Audrey, ponsel Reno berbunyi. Ia lalu mengangkatnya setelah melihat nama anak buahnya yang tadi di hubungi nya untuk mencari tahu Audrey sedang berada di mana. Bibirnya langsung mengembangkan senyum dengan lebar begitu mengetahui keberadaan Audrey sekarang. Reno pun bergegas dan masuk kembali ke dalam mobil.
" Sayang, kamu mau kemana ?" tanya Bella heran begitu melihat Reno sedang menghidupkan mesin mobilnya.
" Aku mau ke perusahaan ada rapat penting. " jawabnya singkat.
" Tapi aku belum berhasil menghubungi Audrey ? Temani aku dulu di sini dong ,sayang ...
Aku cuma sebentar aja masuk kuliahnya. Mau, ya nunggu aku sebentar aja, please ... " rayu Bella karena ia ingin Reno menunggunya agar setelah ini ia bisa membawa Reno pergi ke mall untuk shopping.
" Maaf, aku harus pergi sekarang.
Oya, aku akan pergi ke luar kota beberapa hari, lokasi nya agak jauh jadi mungkin kamu gak akan bisa menghubungi aku. " ucap Reno menjelaskan.
" Tapi sayang, kamu mau pergi kemana ? Aku ikut, ya ... " jawab Bella manja.
" Gak bisa, kamu pasti gak suka dengan lokasinya karena di perkampungan. Di sana juga gak ada mall ... " ucap Reno melarang Bella ikut.
Mendengar tempat yang mau di tuju Reno gak ada mall, Bella pun mengurungkan niatnya untuk ikut.
" Baiklah, tapi perginya jangan lama - lama, ya .... nanti aku kangen. " pinta Bella dengan manja.
" Belum tahu, aku gak bisa janji.
Aku pergi sekarang." setelah mengucapkan hal ini tanpa menunggu jawaban dari Bella, Reno segera memacu mobilnya dengan kencang.
Sedangkan Bella yang melihat ia di tinggalkan begitu saja oleh Reno hanya bisa menatap dengan perasaan kesal. Ia melihat Reno sekarang sedikit acuh padanya setelah kepergian Bella beberapa saat yang lalu.
" Apa mungkin dia tahu kalau aku pergi keluar negeri dengan pria lain ? Ah, tapi gak mungkin ... kalau Reno tahu pasti dia gak akan mau tidur sama aku lagi. Sementara kami masih melakukannya kemarin di apartment Reno. " Bella berbicara sendiri dengan dirinya.
__ADS_1
Merasa yakin kalau Reno tidak tahu tentang kepergiannya kemarin, Bella pun melangkah dengan tenang kembali masuk ke dalam kampus.
Ia juga tidak begitu peduli dengan keberadaan Audrey sekarang. Makanya ia memutuskan akan menghubungi Audrey nanti saja, setelah ia selesai kuliah atau menanyakan pada Zia dan Dea. Toh, Reno juga mau pergi keluar kota, jadi belum terlalu membutuhkan kabar Audrey.