Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 53


__ADS_3

" Sekarang jelaskan pada saya ! "


perintah Bik Imah setelah penjaga


itu datang.


Dengan wajah serius, penjaga itu


menceritakan semuanya dari awal


ia bertemu dengan seorang pelayan di dalam mansion dan


pelayan itu mengatakan kalau


bik Imah sebelum sholat berpesan


untuk memberikan izin masuk


pada teman non Audrey jika datang ke mansion.


" Siapa nama pelayan itu ? " tanya


bik Imah.


" Maaf Bu, sepertinya pelayan baru karena saya tidak mengenalnya. Saya lupa menanyakan namanya tadi. " jawab penjaga itu menyesali kebodohannya.


" Hmm ... Pelayan baru ? Disini


cuma ada dua orang pelayan baru. Satunya sedang keluar karena saya suruh membeli sesuatu. Kalau begitu apa pelayan


ini yang berbicara dengan kamu ?"


kata bik Imah sambil menunjuk


ke arah Lily yang sikapnya terlihat


biasa. Karena ia yakin tidak akan


ketahuan.


Penjaga itu melihat kearah Lily lalu kepalanya menggeleng.


" Bukan Bu ... bukan pelayan yang


ini." jawab penjaga yakin.


Lily menahan senyum puas mendengar jawaban penjaga.


Begitu juga dengan Reno.


Bik Imah terlihat mengernyitkan


dahinya mendengar perkataan


penjaga tersebut.


" Jika bukan dia lalu siapa ? Tidak


ada lagi pelayan baru selain dia


dan yang saya suruh keluar." ujar


bik Imah menatap penjaga dan Lily.


Zia dan Dea kelihatan bingung


mendengar perkataan bik Imah.


" Apa jangan - jangan mansion


Audrey ada penyusup yang menyamar jadi pelayan ? " batin


mereka berdua.


Sedangkan Bella tidak perduli.


Karena yang penting baginya ia


bisa masuk ke mansion dengan


mudah. Jadi Reno tahu kalau


Bella menjalankan yang ia perintahkan. Hal ini pasti akan


membuat Reno akan kembali


bersikap seperti dulu karena


melihat kesungguhan Bella.


Rina yang memang curiga dengan


Lily karena mendengar cerita dari


bik Imah mencoba meneliti wajah


Lily. Tapi kali ini ia tidak menemukan rasa takut ataupun


khawatir di wajah Lily.


" Baik, kalau begitu ... kita akan


melihat cctv di mansion ini.


Agar kita segera tahu siapa pelakunya ! Kamu sudah boleh kembali bertugas sekarang." ujar bik Imah tegas lalu bangkit menuju ruang cctv yang ada


di mansion ini.


Reno, Bella dan yang lain ikutan bangkit dan berniat mengikuti


bik Imah ke ruangan cctv.


Tapi dengan serius bik Imah


melarang mereka.


" Kalian semua tetap duduk di sini.


Biar saya dan Rina yang akan melihat cctv nya. "


" Baik bik ... " jawab Zia dan Dea


sopan lalu kembali duduk tanpa berniat protes.


Sedangkan Reno dan Bella terlihat


berusaha menutupi rasa kesalnya.


Jika Reno ingin tahu di mana letak tersembunyi ruangan cctv


di mansion ini, karena sampai sekarang ia dan Lily belum juga


menemukannya.


" S*** ... pelayan tua ini sepertinya


tidak ingin kami tahu letak ruangan cctv rupanya." umpat Reno kesal dalam hati.


Beda lagi dengan Bella, ia kesal karena bik Imah lebih memilih Rina yang ikut dengannya melihat


cctv di bandingkan ia dan lainnya.


" Dasar tua bangka ... kenapa juga


dia harus mengizinkan Rina ?


Bukannya kami ! Oh ... mungkin


karena status mereka sama -


sama pelayan ... hahaha." ucap


Bella mencemooh dalam hati.


Mata Reno mengikuti langkah

__ADS_1


bik Imah dan Rina yang telah


meninggalkan mereka.


Tapi ia tetap tidak bisa melihat


mereka masuk kemana setelah


belok ke kanan tadi.


Reno mengirimkan pesan pada


Lily agar pergi mengikuti bik Imah


dan Rina.


" Maaf Tuan, nona ... saya permisi


sebentar ke belakang. " ujar Lily


sopan.


" Ya, silahkan." jawab Dea dan Zia.


Bella hanya mendengus melihat ke arah Lily. Ia baru pertama kali


melihat pelayan ini. Wajahnya


lumayan cantik dan tubuhnya seksi.


Apalagi tadi Bella sempat melihat,


Lily menatap Reno lumayan lama.


Hal inilah yang membuat Bella


tidak suka pada Lily.


Bik Imah dan Rina yang sedang


di ruangan cctv melihat serius


semua rekaman cctv yang ada.


" Bu ... apa menemukan yang Ibu cari ? " tanya petugas yang berada di ruangan itu.


" Sudah ... ! " jawab Bik Imah sambil menatap layar yang berisikan kejadian tadi, saat penjaga mansion menemui seorang pelayan.


Tapi herannya bik Imah dan Rina


tidak mengenali wajah pelayan ini.


" Siapa pelayan ini, bik ? " tanya


Rina penasaran.


" Hmm ... bibi tidak mengenalnya.


Tapi bagaimana dia bisa masuk


ke mansion dan menjadi pelayan


tanpa di ketahui oleh penjaga ? "


ujar bik Imah memikirkan sesuatu.


" Mungkin dia memang sudah


berada di mansion bik, tapi agar


tidak ketahuan ... dia melakukan


penyamaran." ucap Rina setelah


berfikir dengan keras.


" Kamu benar, itu juga yang bibi


pikirkan tadi. " ucap Bik Imah.


Sementara petugas ruangan cctv,


bertanya, tapi segan untuk bertanya pada bik Imah.


Karena semua yang bekerja


di mansion ini tahu, jika Tuan Eldric dan Nyonya Elif tidak sedang berada di mansion maka


bik Imah lah yang memegang


kuasa tertinggi di sini setelah


non Audrey.


Tapi sepertinya ia melihat telah


terjadi hal yang penting


di mansion sehingga membuat


bik Imah harus memeriksanya


sendiri.


" Apa kamu tadi ada melihat orang yang masuk selain penjaga


gerbang ? " tanya bik Imah untuk


lebih memastikan.


" Tidak ada Bu. Hari ini hanya penjaga itu saja yang masuk


ke dalam mansion."


" Hmm ... baiklah. Saya mengerti.


Tolong kamu berikan pada saya


copy an rekaman yang tadi saya


lihat." perintah Bik Imah.


" Baik Bu ... " lalu dengan cepat


petugas ini membuatkan copy an


yang di inginkan bik Imah.


" Ini, Bu ... " ucapnya sambil menyerahkan yang di inginkan


bik Imah


" Terima kasih. Oh, ya .. mulai hari ini, tolong setiap kamu melihat hal


yang aneh atau mencurigakan


dari cctv, segera laporkan pada


saya. Satu lagi, jangan sampai ada satu orangpun yang tahu jika ruangan cctv berada disini. Jadi, jika kamu keluar dari ruangan ini harus lebih berhati - hati." perintah Bik Imah dengan sangat tegas.


" Baik, Bu ... " jawab petugas itu


mengerti.


" Saya dan Rina akan keluar sekarang. Coba kamu perhatikan


setiap gerak - gerik yang di lakukan pelayan tadi."


" Maaf, Bu ... sepertinya pelayan tadi sedang mencari sesuatu."


lapor petugas cctv.


Bik Imah dan Rina yang hendak


melangkah keluar segera kembali

__ADS_1


untuk melihat apa yang di katakan


petugas ini.


Mereka melihat Lily seperti sedang mencari sesuatu. Ia mencoba membuka beberapa pintu ruangan yang terkunci.


Karena merasa tidak berhasil,


Lily terlihat menunggu sambil


bersembunyi di balik sebuah


pilar besar yang ada di dalam.


Bik Imah dan Rina yang menyaksikan ini hanya saling


bertukar pandangan.


Lily sepertinya sedang mencari tahu, di mana ruangan cctv yang


di masuki oleh mereka dan karena tidak berhasil, ia mencoba menunggu bik Imah dan Rina agar


tahu mereka berdua keluar dari


ruangan yang mana.


" Hmm ... perhatikan pelayan itu


terus. Kami akan menunggu


di sini sementara." ucap Bik Imah.


" Baik, Bu ... ". jawabnya.


Bik Imah dan Rina mengambil


kursi lalu duduk di dekat petugas


kemudian ikut melihat gerakan Lily yang terpantau dengan jelas


dari cctv.


Ternyata karena lelah menunggu


bik Imah dan Rina yang tidak juga


keluar selama hampir satu jam


membuat Lily memutuskan untuk


segera kembali ke ruang tamu.


Ia menggelengkan kepalanya ke arah Reno, memberitahu ia belum


berhasil melakukan tugasnya.


Reno terlihat mengepalkan kedua


tangannya dengan erat karena


menahan rasa marah.


Ia lalu mengirimkan sebuah pesan pada Lily.


Lily terlihat sangat terkejut ketika selesai membaca pesan yang


di kirimkan Reno padanya.


Ia berusaha menolak keinginan


Reno tapi dengan tegas Reno


memaksanya untuk tetap melakukan apa yang ia perintahkan dan Reno berjanji


akan menikahi Lily jika berhasil


mengerjakan apa yang ia perintahkan.


Melihat yang di janjikan Reno padanya membuat Lily tersenyum senang dan akhirnya


bersedia melakukan apa yang


diinginkan Reno.


Bik Imah dan Rina terus melihat


apa yang di lakukan Lily.


" Rin, non Audrey mengenal Reno


di mana ? " tanya bik Imah yang


mulai mencurigai Reno, karena


melihat sepertinya ia ada hubungan dengan Lily.


Rina lalu menceritakan awal Audrey bertemu dengan Audrey.


Hingga pertemuan berikutnya dan selanjutnya.


Bik Imah mendengarkan cerita


Rina dengan serius. Ia terlihat


menghela nafas dengan berat


setelah mendengar cerita lengkap


dari Rina.


" Rin ... sebaiknya kita sekarang keluar dan ajak mereka semua


makan seperti biasa agar mereka tidak merasa curiga kita telah mengetahui sesuatu supaya kita bisa melihat


secara langsung gerak - gerik


Reno dan Lily." ujar bik Imah.


" Baik, bik ... " jawab Rina setuju.


Mereka berdua pun segera keluar


dari ruangan cctv untuk menemui


Reno dan yang lainnya.


**********************************


Semoga kalian semua suka


dengan lanjutan ceritanya ... 😍😘


Jangan lupa beri like, koment,


vote, hadiahnya dan tekan tombol


favorit ❤️, agar setiap Mommy


up episode selanjutnya kalian


akan segera tahu.


Buat yang udah mendukung


dengan setia karya Mommy,


Mommy ucapkan terima kasih.🙏🙏😘😘


Mohon dukung terus karya Mommy, ya ... 🙏🙏🥰


Jangan lupa jaga selalu kesehatan agar bisa tetap terus beraktivitas.


Maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan


di novel Mommy.🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima Kasih ...


Happy Weekend ....😘😘❤️🥰


__ADS_2