Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 49


__ADS_3

Bella yang tidak di bolehkan masuk ke dalam mansion oleh


penjaga sangat merasa kesal.


Padahal mereka sudah mengenal dirinya. Bahkan saat ia menyuruh mereka untuk memanggilkan Rina, para penjaga menolak, dengan alasan tidak boleh meninggalkan pos jaga mereka.


Terpaksa ia pergi dari mansion


Audrey. Pasti Reno akan semakin


kecewa dengannya karena ia tidak berhasil bertanya pada Rina.


Sementara itu, Audrey yang masih saja nyaman dengan tidurnya tidak menyadari, sekarang ia sudah berada di mansion Kevin


yang berada di London.


Kevin yang melihat adik kesayangannya sudah tiba langsung mengambil alih tubuh Audrey dari gendongan Drake.


Sedangkan Rifky, lagi - lagi merasa takjub begitu melihat


mansion ini. Setelah tadi ia takjub


melihat mereka pergi naik private jet.


Kevin meletakkan badan Audrey dengan lembut ke tempat tidur


di kamar Audrey yang ada di mansion ini. Ia mengelus rambut Felicie dengan perasaan sayang. Kevin tidak tega melihat


keadaan Audrey. Padahal ia belum


mengatakan bahwa orang tua mereka meninggal. Bagaimana


lagi jika Audrey mendengar dan


melihatnya secara langsung.


Apa yang nanti akan terjadi dengan adiknya ini. Meski jenasah


orang tua mereka sudah ia kebumikan karena tidak mungkin


berlama - lama menunggu kedatangan Audrey. Sebab jenasah kedua orang tuanya sudah hancur. Setelah puas mengelus dan memandangi wajah


Audrey, ia pun bangkit dan menghampiri Rifky.


" Kenalkan saya Kevin, kakaknya


Audrey." ujar Kevin sambil mengulurkan tangannya.


Rifky terkejut mendengar Kevin mengatakan bahwa ia adalah


kakaknya Audrey. Bukankah Audrey anak tunggal. Bagaimana


mungkin pria di hadapannya ini


bisa mengakui ia sebagai kakak


dari Audrey.


Rifky mulai merasa khawatir, jangan - jangan mereka ini orang


jahat. Tapi kenapa bik Imah terlihat tidak masalah ketika Drake membawa Audrey pergi.


" Hmm ... pasti kamu tidak percaya dengan saya, karena mengaku sebagai kakaknya Audrey. Tapi itu sah saja, karena


di mata dunia Audrey adalah anak


tunggal. Tidak ada yang mengetahui jika ia sebenarnya memiliki seorang kakak. Lagi pula,


saya adalah anak angkat dari kedua orang tua Audrey." ujar Kevin panjang menjelaskan pada


Rifky.


" Saya Rifky, saya juga saudara nya Audrey." ucap Rifky menyebutkan namanya, karena


mulai percaya dengan perkataan


Kevin.


" Saya tahu, Drake sudah pernah cerita pada saya. Bahwa kamu dan kakak kamu adalah teman


baik Audrey dan sekarang sudah


menjadi saudaranya." ujar Kevin


membenarkan omongan Rifky.


Rifky tidak menyangka, Kevin juga


tahu tentang dirinya dan Rina.


Berarti selama ini, walaupun Kevin dan Audrey tinggal berjauhan,


Kevin tetap mengawasi Audrey.

__ADS_1


" Apa Drake sudah mengatakan pada kamu bahwa selama berada


di sini, kamu tidak boleh menerima ataupun menghubungi


telefon dari siapapun." ucap Kevin


dengan tegas.


" Ya, tadi sebelum berangkat sudah mengatakannya pada saya." jawab Rifky juga dengan tegas.


" Bagus ... ternyata tidak salah


Audrey dan Drake mempercayaimu." Kevin menatap


Rifky dengan serius.


Ya, Kevin juga bersikap dingin dengan orang yang baru saja ia


kenal sama dengan Erland.


Tapi bedanya, jika Kevin bisa berubah jadi hangat sikapnya bila sudah mengenal dengan dekat


orang yang bersamanya. Sedangkan Erland tetap saja dingin, meski sudah lama kenal


dan berhubungan dengannya.


Kevin berharap, Audrey bisa membuat sikap Erland berubah jadi sedikit lebih hangat.


Rifky tidak mengerti maksud dari


perkataan Kevin.


" Apa maksudnya, saya tidak mengerti ? " tanya Rifky berusaha


menutupi kebingungannya.


" He, selama kamu disini kamu


akan mendapatkan pelatihan


di tempat Drake. Sebenarnya saya


ingin menahan kamu untuk tinggal di sini agar kamu bisa setangguh


Drake dan teman - temannya.


Tapi pasti Audrey tidak akan mengijinkan. Karena kamu dan


kakakmu adalah orang yang paling dekat dengannya sekarang.


Hal ini malah makin membuat


Rifky semakin bingung.


Apa maksud Kevin, ingin membuatnya setangguh Drake ?


" Maaf, saya tidak mengerti maksud anda. " tanya Rifky jujur.


Kevin tersenyum kecil mendengar


kepolosan Rifky. Ternyata memang tidak salah jika Drake


bisa langsung percaya begitu


melihat Rifky.


" Hmm ... sebaiknya kamu beristirahat dulu. Pasti kamu lelah


karena perjalanan ini. Nanti setelah badanmu jauh lebih enak


kita akan bicara lagi." ujar Kevin.


" Oh, baiklah. Tapi di mana saya harus istirahat ?" tanya Rifky bingung.


" Setelah kamu keluar dari kamar ini nanti temannya Drake akan


menunjukkan kamar tempat kamu bisa istirahat." kata Kevin menjelaskan.


" Baik ... Terima kasih." ujar Rifky


lalu beranjak keluar dengan sopan.


Setelah Rifky keluar dari kamar


Audrey, muncul Erland yang sejak tadi bersembunyi di ruangan khusus yang ada di kamar ini.


" Kamu sudah mendengar obrolan


kami. Apa sekarang kamu bisa


percaya dengan anak itu ? " tanya Kevin pada Erland.


" Ya, aku bisa mempercayainya sekarang. Ia tidak punya maksud

__ADS_1


jelek terhadap Audrey." jawab Erland datar.


Lalu Erland mendekati tempat tidur, di mana Audrey masih tertidur dengan lelapnya. Ia memandangi wajah Audrey yang cantik dengan penuh kerinduan


dan cinta. Akhirnya ia bisa melihat dari dekat wajah Audrey calon isterinya setelah sekian lama.


Bahkan sekarang ia bisa menyentuh pipinya.


" Kenapa Audrey belum juga bangun ? Apa kau tidak memanggilkan dokter untuknya ? "


tanya Erland dingin.


" He, apa kau yakin ingin adikku


bangun lebih cepat ? " tanya Kevin


mengejek Erland.


Erland langsung terdiam mendengar perkataan Kevin yang menyindirnya. Ia tahu maksud dari


ejekan itu. Jika Audrey bangun


lebih cepat berarti ia tidak bisa lagi berdekatan dengan Audrey seperti sekarang. Karena belum


waktunya ia menunjukkan dirinya pada Audrey sesuai janjinya pada


Daddy Eldric dan Mommy Elif.


Walaupun mereka sudah tidak ada, namun ia akan tetap menepatinya. Ia hanya akan muncul jika sudah tiba waktunya


bagi mereka untuk menikah atau jika Audrey membutuhkan bantuan darinya.


" Biarkan hari ini ia mengistirahatkan badan dan hatinya agar ia lebih siap dan kuat mendengar berita meninggalnya orang tua kami." ujar Kevin yang


kini lebih jauh lebih tegar.


" Hmm ... " Erland juga setuju


dengan perkataan Kevin.


Memang sebaiknya hari ini Audrey


di biarkan beristirahat agar ketika ia bangun sudah lebih bisa menyiapkan hati dan dirinya untuk


menerima berita tentang kepergian orang tuanya.


" Aku akan keluar agar kamu bisa


puas melihat wajah adikku. Tapi


ingat, kamar ini penuh dengan cctv. Jika kau berani berbuat kurang ajar padanya. Maka aku tidak akan pernah lagi memandang kau sebagai sahabatku." Kevin pura - pura


mengancam Erland.


Padahal ia sangat yakin, Erland


tidak akan mungkin melakukan


seperti yang ia katakan.


Erland pria sejati yang menepati setiap janji yang telah keluar dari


mulutnya.


" Apa kau sudah tidak waras ?"


tanya Erland dengan wajah datarnya.


" Hehehe .... " kekeh Kevin pelan


agar tidak membangunkan Audrey. Lalu ia melangkah keluar


meninggalkan Audrey bersama


Erland.


Kini Kevin sudah mulai bisa mengatasi sedikit kesedihannya setelah melihat wajah adiknya,


Audrey. Mereka akan menghadapinya bersama rasa


kehilangan ini. Meski ia tahu


Audrey tidak bisa lama berada


di sini agar pembunuh orang tua


mereka tidak merasa curiga


dengan hubungan Kevin dengan


keluarga Audrey yang merupakan


keluarganya juga.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2