
Bella yang tidak di bolehkan masuk ke dalam mansion oleh
penjaga sangat merasa kesal.
Padahal mereka sudah mengenal dirinya. Bahkan saat ia menyuruh mereka untuk memanggilkan Rina, para penjaga menolak, dengan alasan tidak boleh meninggalkan pos jaga mereka.
Terpaksa ia pergi dari mansion
Audrey. Pasti Reno akan semakin
kecewa dengannya karena ia tidak berhasil bertanya pada Rina.
Sementara itu, Audrey yang masih saja nyaman dengan tidurnya tidak menyadari, sekarang ia sudah berada di mansion Kevin
yang berada di London.
Kevin yang melihat adik kesayangannya sudah tiba langsung mengambil alih tubuh Audrey dari gendongan Drake.
Sedangkan Rifky, lagi - lagi merasa takjub begitu melihat
mansion ini. Setelah tadi ia takjub
melihat mereka pergi naik private jet.
Kevin meletakkan badan Audrey dengan lembut ke tempat tidur
di kamar Audrey yang ada di mansion ini. Ia mengelus rambut Felicie dengan perasaan sayang. Kevin tidak tega melihat
keadaan Audrey. Padahal ia belum
mengatakan bahwa orang tua mereka meninggal. Bagaimana
lagi jika Audrey mendengar dan
melihatnya secara langsung.
Apa yang nanti akan terjadi dengan adiknya ini. Meski jenasah
orang tua mereka sudah ia kebumikan karena tidak mungkin
berlama - lama menunggu kedatangan Audrey. Sebab jenasah kedua orang tuanya sudah hancur. Setelah puas mengelus dan memandangi wajah
Audrey, ia pun bangkit dan menghampiri Rifky.
" Kenalkan saya Kevin, kakaknya
Audrey." ujar Kevin sambil mengulurkan tangannya.
Rifky terkejut mendengar Kevin mengatakan bahwa ia adalah
kakaknya Audrey. Bukankah Audrey anak tunggal. Bagaimana
mungkin pria di hadapannya ini
bisa mengakui ia sebagai kakak
dari Audrey.
Rifky mulai merasa khawatir, jangan - jangan mereka ini orang
jahat. Tapi kenapa bik Imah terlihat tidak masalah ketika Drake membawa Audrey pergi.
" Hmm ... pasti kamu tidak percaya dengan saya, karena mengaku sebagai kakaknya Audrey. Tapi itu sah saja, karena
di mata dunia Audrey adalah anak
tunggal. Tidak ada yang mengetahui jika ia sebenarnya memiliki seorang kakak. Lagi pula,
saya adalah anak angkat dari kedua orang tua Audrey." ujar Kevin panjang menjelaskan pada
Rifky.
" Saya Rifky, saya juga saudara nya Audrey." ucap Rifky menyebutkan namanya, karena
mulai percaya dengan perkataan
Kevin.
" Saya tahu, Drake sudah pernah cerita pada saya. Bahwa kamu dan kakak kamu adalah teman
baik Audrey dan sekarang sudah
menjadi saudaranya." ujar Kevin
membenarkan omongan Rifky.
Rifky tidak menyangka, Kevin juga
tahu tentang dirinya dan Rina.
Berarti selama ini, walaupun Kevin dan Audrey tinggal berjauhan,
Kevin tetap mengawasi Audrey.
__ADS_1
" Apa Drake sudah mengatakan pada kamu bahwa selama berada
di sini, kamu tidak boleh menerima ataupun menghubungi
telefon dari siapapun." ucap Kevin
dengan tegas.
" Ya, tadi sebelum berangkat sudah mengatakannya pada saya." jawab Rifky juga dengan tegas.
" Bagus ... ternyata tidak salah
Audrey dan Drake mempercayaimu." Kevin menatap
Rifky dengan serius.
Ya, Kevin juga bersikap dingin dengan orang yang baru saja ia
kenal sama dengan Erland.
Tapi bedanya, jika Kevin bisa berubah jadi hangat sikapnya bila sudah mengenal dengan dekat
orang yang bersamanya. Sedangkan Erland tetap saja dingin, meski sudah lama kenal
dan berhubungan dengannya.
Kevin berharap, Audrey bisa membuat sikap Erland berubah jadi sedikit lebih hangat.
Rifky tidak mengerti maksud dari
perkataan Kevin.
" Apa maksudnya, saya tidak mengerti ? " tanya Rifky berusaha
menutupi kebingungannya.
" He, selama kamu disini kamu
akan mendapatkan pelatihan
di tempat Drake. Sebenarnya saya
ingin menahan kamu untuk tinggal di sini agar kamu bisa setangguh
Drake dan teman - temannya.
Tapi pasti Audrey tidak akan mengijinkan. Karena kamu dan
kakakmu adalah orang yang paling dekat dengannya sekarang.
Hal ini malah makin membuat
Rifky semakin bingung.
Apa maksud Kevin, ingin membuatnya setangguh Drake ?
" Maaf, saya tidak mengerti maksud anda. " tanya Rifky jujur.
Kevin tersenyum kecil mendengar
kepolosan Rifky. Ternyata memang tidak salah jika Drake
bisa langsung percaya begitu
melihat Rifky.
" Hmm ... sebaiknya kamu beristirahat dulu. Pasti kamu lelah
karena perjalanan ini. Nanti setelah badanmu jauh lebih enak
kita akan bicara lagi." ujar Kevin.
" Oh, baiklah. Tapi di mana saya harus istirahat ?" tanya Rifky bingung.
" Setelah kamu keluar dari kamar ini nanti temannya Drake akan
menunjukkan kamar tempat kamu bisa istirahat." kata Kevin menjelaskan.
" Baik ... Terima kasih." ujar Rifky
lalu beranjak keluar dengan sopan.
Setelah Rifky keluar dari kamar
Audrey, muncul Erland yang sejak tadi bersembunyi di ruangan khusus yang ada di kamar ini.
" Kamu sudah mendengar obrolan
kami. Apa sekarang kamu bisa
percaya dengan anak itu ? " tanya Kevin pada Erland.
" Ya, aku bisa mempercayainya sekarang. Ia tidak punya maksud
__ADS_1
jelek terhadap Audrey." jawab Erland datar.
Lalu Erland mendekati tempat tidur, di mana Audrey masih tertidur dengan lelapnya. Ia memandangi wajah Audrey yang cantik dengan penuh kerinduan
dan cinta. Akhirnya ia bisa melihat dari dekat wajah Audrey calon isterinya setelah sekian lama.
Bahkan sekarang ia bisa menyentuh pipinya.
" Kenapa Audrey belum juga bangun ? Apa kau tidak memanggilkan dokter untuknya ? "
tanya Erland dingin.
" He, apa kau yakin ingin adikku
bangun lebih cepat ? " tanya Kevin
mengejek Erland.
Erland langsung terdiam mendengar perkataan Kevin yang menyindirnya. Ia tahu maksud dari
ejekan itu. Jika Audrey bangun
lebih cepat berarti ia tidak bisa lagi berdekatan dengan Audrey seperti sekarang. Karena belum
waktunya ia menunjukkan dirinya pada Audrey sesuai janjinya pada
Daddy Eldric dan Mommy Elif.
Walaupun mereka sudah tidak ada, namun ia akan tetap menepatinya. Ia hanya akan muncul jika sudah tiba waktunya
bagi mereka untuk menikah atau jika Audrey membutuhkan bantuan darinya.
" Biarkan hari ini ia mengistirahatkan badan dan hatinya agar ia lebih siap dan kuat mendengar berita meninggalnya orang tua kami." ujar Kevin yang
kini lebih jauh lebih tegar.
" Hmm ... " Erland juga setuju
dengan perkataan Kevin.
Memang sebaiknya hari ini Audrey
di biarkan beristirahat agar ketika ia bangun sudah lebih bisa menyiapkan hati dan dirinya untuk
menerima berita tentang kepergian orang tuanya.
" Aku akan keluar agar kamu bisa
puas melihat wajah adikku. Tapi
ingat, kamar ini penuh dengan cctv. Jika kau berani berbuat kurang ajar padanya. Maka aku tidak akan pernah lagi memandang kau sebagai sahabatku." Kevin pura - pura
mengancam Erland.
Padahal ia sangat yakin, Erland
tidak akan mungkin melakukan
seperti yang ia katakan.
Erland pria sejati yang menepati setiap janji yang telah keluar dari
mulutnya.
" Apa kau sudah tidak waras ?"
tanya Erland dengan wajah datarnya.
" Hehehe .... " kekeh Kevin pelan
agar tidak membangunkan Audrey. Lalu ia melangkah keluar
meninggalkan Audrey bersama
Erland.
Kini Kevin sudah mulai bisa mengatasi sedikit kesedihannya setelah melihat wajah adiknya,
Audrey. Mereka akan menghadapinya bersama rasa
kehilangan ini. Meski ia tahu
Audrey tidak bisa lama berada
di sini agar pembunuh orang tua
mereka tidak merasa curiga
dengan hubungan Kevin dengan
keluarga Audrey yang merupakan
keluarganya juga.
__ADS_1
**********************************