Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 68


__ADS_3

Audrey terlihat santai saat berada


di perusahaan. Ia sudah tidak berusaha untuk mencari tahu siapa dan apa sebabnya perusahaan ini mengalami kerugian.


Audrey tahu, ini yang diinginkan oleh daddynya agar mereka tidak mencurigai kalau sebenarnya


Audrey bisa saja menangani semua ini dengan mudah.


Daddy nya memang sengaja ingin mengorbankan perusahaan ini demi melindungi perusahaan yang lain. Agar mereka tidak mencurigai bahwa perusahaan Daddy nya yang lain itu masih menjadi miliknya juga.


Selagi musuh Daddy nya belum


mau menunjukkan dirinya


di hadapan Audrey, maka ia tidak boleh bertindak gegabah.


" Drey ... gue lihat sejak berangkat dari mansion sampai kita tiba


di perusahaan, elo tidak lagi membaca dokumen dan berkas - berkas ini. Apa karena elo sudah tahu cara memecahkan masalah ini ?" ujar Rina dengan tatapan heran.


" Gue udah baca semuanya jadi buat apa gue membacanya lagi.


Perusahaan ini memang sudah tidak bisa di selamatkan." jawab Audrey dengan wajah datar.


" Loh, kenapa kamu malah bersikap santai seperti ini. Apa elo gak ingin berusaha lebih keras


untuk mempertahankan perusahaan orang tua Lo ?" tanya Rina gak mengerti dengan pikiran Audrey.


" Daddy pasti mengerti alasan gue melakukan ini dan akan menyetujui semua langkah yang gue ambil." ucap Audrey.


" Gue beneran gak mengerti dengan apa yang ada di pikiran elo, Drey .... sebenarnya apa yang


udah elo ketahui dari semua masalah yang terjadi di perusahaan. Masa elo gak sayang dengan perusahaan yang udah


di buat Daddy Lo dari nol hingga


sebesar ini harus jatuh ke tangan


orang lain. " ujar Rina masih berusaha meyakinkan Audrey untuk tetap mempertahankan perusahaannya.


" Jika memang perusahaan ini harus lepas dari tangan gue berarti jodoh kami hanya sampai


disini saja. Mungkin gue bukan orang yang tepat untuk menjalankan perusahaan orang tua gue ini atau karena gue belum bisa sepintar Daddy dalam hal bisnis dan menangani orang - orang yang ada di perusahaan." ucap Audrey dengan memandang serius pada Rina.


Kali ini ia tidak akan bercerita pada Rina. Karena ia harus memegang janjinya pada Daddy dan mommy nya bahwa hanya ia dan Kevin, kakaknya yang tahu


mengenai pemindahan perusahaan orang tuanya yang lain atas namanya.


Bukannya karena ia tidak percaya pada Rina tapi biarlah Rina tidak perlu mengetahui dan ikut campur dalam masalah ini.

__ADS_1


Lagi pula, rahasia besar ini tidak boleh ia beritahukan pada orang lain meskipun Rina sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri.


Bisa saja jika Rina tahu dan tiba - tiba nanti ia berada dalam keadaan terdesak Rina terpaksa menceritakan kepada orang lain mengenai yang ia ketahui. Hal ini tentu akan sangat membahayakan Audrey, begitu juga dengan perusahaan Daddy nya.


" Kenapa elo jadi gak kaya Audrey yang gue kenal ? Elo terlalu mudah menyerah. Sementara Audrey yang gue kenal adalah wanita yang cerdas, penuh dengan semangat dan gak gampang menyerah. Rasanya gak masuk akal kalau elo gak bisa menangani bisnis dan orang - orang di perusahaan. Sedangkan itu jurusan kuliah yang elo ambil.


Mana Lo selesai dengan nilai terbaik. Rasanya gak mungkin banget kalau karena hal sepele seperti yang elo katakan, membuat elo menyerah !". ujar Rina gak yakin dengan alasan yang diberikan Audrey.


" Hmm ... Gue lelah dan juga mulai takut akan mengalami hal yang sama seperti yang terjadi dengan orang tua gue. Jadi sebelum itu terjadi, lebih baik gue menyerah. Lagi pula kalau pun perusahaan ini bukan lagi milik gue, gue masih bisa bekerja sebagai model ataupun seorang desainer. "


ujar Audrey berbohong.


" Ya ... gue tahu, meski pun perusahaan dan butik orang tua Lo gak ada lagi, tidak akan membuat elo langsung jatuh miskin. Tapi sayang aja kalau menurut gue, semua usaha


dari kerja keras orang tua elo akan


hilang sia - sia, jika elo udah gak mau berusaha untuk berjuang lagi." kata Rina menatap Audrey untuk memberikan semangat.


" Gue mengerti maksud Lo ... tapi


untuk saat ini, gue hanya ingin mengikuti apa yang sudah jadi pilihan gue. Tapi meski begitu, gue akan tetap berusaha sekeras mungkin." ujar Audrey masih mempertahankan kebohongannya.


" Begini lebih bagus, yang penting elo jangan menyerah." ucap Rina lega.


Audrey tersenyum mendengar perkataan Rina.


Tidak lama terdengar kehebohan


di mansion, karena para pelayan semua merasa bingung, kenapa mereka bisa pada tertidur.


Bahkan chef tidur di lantai.


Diantara semua tidak terlihat keberadaan bik Imah. Ia masih tidur di kamarnya, karena pengaruh obat yang di minumnya.


" Apa yang sebenarnya terjadi ?


Kenapa kita semua bisa tertidur ?".


" Ya, bahkan saya tidur di lantai !".


" Apa mungkin ada penyusup lagi seperti waktu itu ?".


" Kayanya begitu. Sebaiknya kita melaporkan hal ini pada Bu Imah."


" Iya ... sekarang beberapa dari kita menemui Bu Imah untuk menceritakan yang terjadi."


" Eh, kamu gak lihat pelayan baru itu ?" tanya asisten Bu Imah.


" Tadi saya lihat, dia juga baru terbangun."

__ADS_1


" Oh ... di tempat kerjaan dia ?".


" Iya ... !".


" Baik ... kalau begitu kamu tolong awasi dia sementara saya menemui Bu Imah di kamar."


Pelayan itu menganggukkan kepalanya begitu mendengar perintah dari seniornya.


Sedangkan asisten Bu Imah dan


beberapa pelayan segera berjalan menuju kamar Bu Imah.


Tapi mereka lumayan bingung karena begitu membuka pintu, Bu Imah masih tidur dengan lelapnya.


" Sebaiknya kita keluar. Mungkin bu Imah sedang kurang sehat makanya istirahat."


" Apa ada kemungkinan bu Imah


kejadiannya sama seperti kita ?".


" Sepertinya tidak mungkin. Karena Bu Imah tadi memang sudah lebih dulu masuk ke kamarnya buat istirahat setelah non Audrey pergi."


" Jadi kita harus melapor sama siapa sekarang ?" .


" Kita tunggu Bu Imah bangun atau kita langsung memberitahu penjaga mengenai kejadian ini ?".


" Kalau menurutku, kita sebaiknya beritahu segera pada penjaga karena gak mungkin menunggu


Bu Imah bangun. Bisa saja penyusup ini masih berada di mansion ini.


" Baik, kalau begitu biar saya yang pergi menemui penjaga. "


" Ya, sudah ... cepat temui mereka !" .


Asisten Bu Imah dan pelayan lainnya merasa kebingungan akan hal yang mereka alami.


Lily yang melihat semua kehebohan mereka hanya menahan senyum.


" Mau sampai kiamat, kalian tidak akan bisa menemukan siapa yang melakukan hal ini pada kalian semua ... hahaha. " ujar Lily dalam hati dengan perasaan senang.


Ia pura - pura bersikap seperti pelayan lain, melanjutkan pekerjaan dengan wajah kebingungan.


Ia sudah tidak sabar melihat wajah Bik Imah ketika terbangun nanti. Pasti ia akan semakin khawatir, karena tetap gak bisa menemukan siapa pelaku kerusuhan yang terjadi di mansion ini.


Bahkan Lily sudah mengetahui di mana letak ruangan cctv dan sempat menghapus semua kegiatannya yang terekam jelas disana, setelah terlebih dulu membius penjaga hingga pingsan


agar tidak menganggu yang sedang ia kerjakan.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2