
Hari ini, Audrey kembali datang
ke kampus meskipun urusannya sudah selesai. Ia ingin menemani
Rina dan Rifky mendaftar kuliah.
Walaupun jadwal kuliah mereka
baru beberapa bulan lagi bersama
dengan mahasiswa ajaran baru.
" Drey, biar gue sama Rifky aja yang masuk buat mendaftar.
Sekalian kami belajar agar tahu
seluk - beluk kampus ini." ujar Rina ketika mereka tiba
di kampus.
" Iya, gue cuma nemani aja.
Biar Lo gak kesasar. Ntar kalian berdua yang langsung berurusan.
Udah Lo santai aja. " jawab Audrey.
Rina dan Rifky cuma menggelengkan kepala karena gemas mendengar jawaban dari Audrey. Tapi mereka tetap menuruti kata - kata Audrey.
Mereka bertiga pun melangkah menuju bagian penerimaan mahasiswa baru. Setelah memberikan semua berkas yang di minta oleh pihak kampus.
Akhirnya Rina dan Rifky sudah
resmi terdaftar sebagai mahasiswa di kampus Audrey.
Mereka berdua tidak perlu mengikuti tes akademik, karena nilai mereka yang sangat baik. Apalagi sekarang mereka mendaftar melalui jalur beasiswa yang di rekomendasikan oleh Audrey. Tentu saja hal ini mempermudah buat mereka berdua. Memang Rina dan Rifky, dulu di sekolahnya terkenal akan kepintaran mereka. Selama menempuh pendidikan di bangku SMA, mereka berdua selalu mendapatkan gelar juara umum.
__ADS_1
Bahkan sebenarnya mereka diterima kuliah di kampus - kampus negeri melalui jalur undangan. Tapi karena ketiadaan biaya, sementara harus kuliah di luar daerah dan juga harus membiayai perobatan Ibunya, membuat Rina lebih memilih membuang kesempatan itu. Begitu juga dengan Rifky, ia lebih memilih mengurus Ibunya yang sakit dan ikhlas membuang kesempatannya untuk kuliah di Universitas Negeri terkemuka di Yogya, karena tidak mau membebani Rina lagi. Karena Rina sudah bekerja keras sejak tamat SMA demi membiayai kehidupan Rifky dan Ibunya di kampung.
Makanya kali ini mereka benar -
benar tidak menyangka bahwa
kesempatan untuk kuliah bisa
di jalani karena kebaikan Audrey.
" Malah melamun ... yuk, kita pulang. Hari inikan kalian harus
latihan bela diri. Elo, Ky ... harus
benar - benar mempelajari semua
dengan serius. Karena elo bodyguard pribadi gue ... hehehe. " Audrey tertawa setelah mengatakan ini.
" Siap boss ... " sahut Rifky dengan
" Bagusssss ... " ujar Audrey senang.
" Terus belajar bawa mobilnya kapan , Drey ... ? " tanya Rifky dengan muka berharap.
" Selesai Lo latihan bela diri, sorenya belajar mengendarai mobil. Tapi untuk pertama, Lo bawa mobil yang biasa. Baru setelah mahir, gue kasi kesempatan buat Lo milih mobil sport mana yang ingin elo coba.
Gimana, setuju ... ? ".
" Oh, Okey ... aku setuju."
Setelah mereka sepakat, Audrey segera meluncur keluar dari kampus.
" Zia dan yang lain gak masuk kuliah hari ini, ya Drey ... ? ".
" Iya, mereka gak ada jadwal hari ini."
__ADS_1
" Oh, pantesan."
" Kenapa Lo mau kita ngumpul bareng mereka ? ".
" Bukan, karena gak lihat mereka
di kampus tadi."
" Dea jadwalnya udah tinggal sedikit. Jadi gak tiap hari datang ke kampus. Sedangkan Zia dan Bella cuma hari ini yang gak ada jadwal."
" Oh, gitu ya , Drey ... ".
" Lo dan Rifky kan pintar, pasti bisa cepat selesai kuliahnya."
" Tapi gak sepintar Lo juga kali, Drey ... dalam waktu tiga tahun bisa lulus dua jurusan."
" Lo harus yakin bisa. Ayo, Semangattt ... !!! ".
Rina mengucapkan kata yang sama seperti Audrey. Ia heran
karena sejak tadi Rifky gak bersuara sedikitpun.
Saat ia menoleh, ternyata Rifky
sedang memperhatikan jalanan,
sama dengan kelakuannya ketika
mereka pergi tadi.
Audrey yang juga melihat dari kaca spion hanya tersenyum kecil.
Rifky terlihat sangat serius memperhatikan semua jalanan
yang mereka lewati.
__ADS_1
**********************************