
Bella yang sedang jalan ke sebuah club' dengan kekasih gelapnya
sedikit gugup ketika melihat Reno menghubunginya. Ia bingung gimana cara agar bisa mengangkat telefon dari Reno tanpa membuat selingkuhannya
merasa curiga.
" Sayang, aku ke toilet dulu, ya ...
kebelet pipis, nih ... " ujar Bella
karena gak punya ide lain.
" Mau ditemani gak ? " tanya pria itu menggoda Bella dengan mata mesum.
" Ih, kamu genit ... apa tadi belum
puas juga ? " balas Bella manja.
" Memangnya kalau aku bilang belum puas, kamu mau melakukannya disini ? " pria ini
semakin menggoda Bella.
Ia sebenarnya hanya ingin bersenang - senang dengan Bella,
tanpa perasaan sedikitpun.
Karena pria ini sudah memiliki tunangan yang akan segera dinikahinya. Tunangannya seorang wanita baik - baik, yang tidak ingin melakukan hal seperti yang sering di lakukan nya dengan Bella belakangan ini sebelum ia resmi menikah dengan tunangannya.
Karena ia sangat mencintai calon isterinya , ia lebih memilih menyalurkan hasrat gilanya dengan Bella. Ia bisa bebas menikmati tubuh Bella dengan sepuasnya hanya dengan
memberikan apa yang diinginkan
oleh Bella. Seperti belanja pakaian, tas, perhiasan ataupun berlibur seperti kemarin. Hal ini terlalu kecil bagi pria ini sebagai seorang pengusaha.
" Jangan sekarang, dong sayang ... Aku masih capek.
Tadi aja udah tiga ronde. " sahut Bella dengan muka dibuat cemberut.
" Hehehe ... ya, ya ... sudah ke toilet sana, nanti kamu keburu
pipis di celana." ucap pria ini akhirnya.
" Okey, aku ke toilet dulu ya ... " Bella mengedipkan matanya, sebelum melangkah pergi.
" Jangan lama ya baby ... kalau gak aku susul nanti." balas pria ini menggoda Bella.
Bella segera melangkahkan kakinya menjauh dari selingkuhannya. Ia memang menuju toilet, karena gak mungkin juga menerima telefon di luar.
Pasti Reno akan curiga dengan suara - suara bising yang terdengar di club' ini.
Reno yang gak sabar karena Bella belum juga mengangkat telefon darinya, terus menekan nomer Bella.
" Halo, sayang ... kangen nih." Bella langsung menggoda Reno agar tidak marah padanya, karena
lama mengangkat telepon darinya.
" Kamu dari mana saja ? Kenapa
lama sekali baru telefon aku dijawab ? " Reno tak perduli dengan rayuan Bella.
" Aku baru saja selesai kerja.
Tadi handphone ku mode silent,
soalnya kamu tahu sendiri kan
boss disini galak." jawab Bella
berbohong.
" Oh, jadi kamu sekarang sudah
di apartment atau masih di tempat kerja ?" tanya Reno.
" Masih di tempat kerja, baru aja mau pulang."
" Kamu sekarang langsung
ke apartment ku ... sekarang juga, gak pake lama. Ada hal penting yang mau aku suruh kamu
kerjakan." perintah Reno.
" Tapi sayang, aku masih belum bisa pulang ... mungkin satu jam lagi baru bisa keluar." Bella mencari alasan agar Reno tidak
curiga padanya.
" Gak usah cari alasan ... aku gak mau tahu, pokoknya kamu harus ke apartment ku sekarang." perintah Reno lagi dan tak ingin
di bantah.
Bella mengumpat Reno dalam hati. Terpaksa ia harus menuruti
kata - kata Reno. Jika tidak ia pasti akan marah besar.
Reno memang akan memberikan ataupun memenuhi semua keinginan Bella, tapi dengan catatan ia tidak boleh menentang
__ADS_1
keinginannya. Ia bisa bersikap kasar pada Bella kalau tidak mendengar perkataannya.
" Baiklah, aku akan permisi pulang sekarang juga." ujar Bella lirih menahan kesal.
" Good Girl ... harusnya kamu seperti ini dari tadi. Jadi aku tidak
akan bersikap kasar sama kamu."
seringai Reno senang dibalik ponselnya.
" Ya, boleh aku tutup telefon dari
kamu sekarang, biar aku bisa segera pergi ? " tanya Bella.
" Okey ... " Reno langsung menutup panggilannya pada Bella.
" Sial ... alasan apa yang harus kukatakan agar terlihat masuk akal. " Bella gak mau selingkuhannya merasa curiga.
Ia tidak ingin kehilangan salah - satu tambang uangnya.
Ia berfikir keras memikirkan alasan yang akan dikatannya.
Akhirnya Bella mendapatkan alasan yang bagus buat pergi, dan
selingkuhannya pasti tidak akan menaruh curiga padanya.
Dengan langkah cepat, ia keluar dari toilet dan berjalan menuju
meja kekasih gelapnya.
" Sayang ... maaf, aku gak bisa menemani kamu malam ini.
Aku harus pulang sekarang, karena Papaku kumat sakit jantungnya ... aku harus membawa Papa ke rumah sakit, sekarang juga." ujar Bella dengan wajah dibuat sedih.
" Oh, baiklah ... aku gak apa - apa.
Aku masih ingin disini. Bosan kalau pulang cepat. Kamu
pulang naik taksi aja, ya ... " sahut pria ini gak masalah, karena Bella
bukanlah hal penting baginya.
Tadi ia mengajak keluar dan ingin
seharian bersama Bella karena tunangannya sedang pergi ke luar
negeri.
" Baiklah, terima kasih sayang atas pengertian kamu. Aku pulang, ya ... " Bella meraih tasnya yang berada di tempat duduk.
di jalan." pria ini memberikan. segepok uang pada Bella. Karena ia tahu, uang yang paling disukai
Bella.
" Makasih sayang ... muach. " Bella mengecup bibir pria ini dengan perasaan senang.
Hari ini, ia akan mendapatkan uang yang banyak dari Reno dan
selingkuhannya.
Setelah menaruh uang itu kedalam tas, Bella melangkah keluar dari club'.
Ia segera menaiki taksi menuju
apartment Reno.
" Reno mau ngomong apa ya .. ?
Apa dia mulai curiga denganku ?"
Bella bicara sendiri dengan dirinya.
" Mudah - mudahan dia hanya kangen dengan tubuhku, bukan
karena mencurigai sesuatu." Bella
mencoba berpikir positif.
" Pak, bisa agak cepat bawa mobilnya, saya buru - buru nih."
kata Bella kesal, karena supir taksi online ini dari tadi terus melihat
tubuh Bella yang memakai baju
seksi dari kaca spion.
" Eh, baik nona. " sahut supir itu gugup. Ia pun memacu mobilnya dengan cepat.
Reno yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Bella,
terlihat jalan mondar - mandir di dalam apartment nya.
" Mana sih Bella ... lama banget
datangnya ? Apa sebenarnya dia
__ADS_1
bukan di tempat kerjaannya.
Soalnya kalau jarak dari tempat kerja dia ke apartment ini tidak terlalu jauh." gumam Reno curiga.
Karena kesal menunggu, Reno memutuskan untuk menelfon
Audrey.
" Halo ... " suara Audrey terdengar di telinga Reno.
" Hai, Drey ... kamu lagi dimana nih ? Aku gak ganggu kan ? " ujar
Reno dengan sopan.
" Ya enggak lah ... gue baru aja sampai di apartment bareng Rina dan Rifky. Ada apa ya Ren ... ? " kata Audrey ramah.
" Ah, kalau aku bilang kangen sama kamu, kamu marah gak ? "
gombal Reno dengan suara dibuat
lirih.
Audrey terdiam mendengar perkataan Reno. Ia gak menyangka Reno bisa ngomong
terus - terang kaya gini.
Rina dan Rifky yang sedang menata bahan makanan dan keperluan lainnya di dapur menoleh pada Audrey, karena mendengar nama Reno.
" Maaf, kalau aku lancang karena
berani mengucapkan kata kangen sama kamu. Tapi sungguh, Drey ...
aku gak bisa membohongi hatiku lagi. Sejak kita jumpa pertama kali
di pesta, aku sudah jatuh cinta sama kamu. Cuma aku gak berani
mengungkapkannya sama kamu.
Aku gak mau kamu jadi menjauh
dariku, jika aku memaksakan perasaanku. Jadi aku lebih memilih berteman dengan kamu.
Agar bisa tetap terus bareng." Reno tersenyum smirk ketika
mengeluarkan kata - kata rayuannya.
Audrey tetap diam, ia tidak menjawab perkataan Reno. Bukan
karena ia kesal atas kalimat yang di ucapkan Reno. Tapi ia bingung
harus berkata apa.
" Drey ... kamu pasti marah ya ... ?
Dari tadi kamu hanya diam saja,
gak ada ngomong sedikitpun. Aku minta maaf, tapi aku gak mau bohong terus dengan perasaanku. Baiklah, aku akan menutup telefon ini jika kamu gak suka dengan omonganku." Reno bersikap seakan hendak mengakhiri pembicaraan mereka.
" Ren ... " akhirnya Audrey bicara.
Reno bersorak dalam hati, ternyata rencananya berhasil.
" Ya, Drey ... " sahutnya pelan.
" Lo gak salah, kog ... gak ada satu orangpun yang berhak melarang perasaan seseorang.
Tapi, gue minta maaf ... saat
ini, gue belum ingin memiliki hubungan serius dengan siapapun. Kalau kamu mau tetap
berteman dengan gue, gue akan terima. Gimana, Lo mau gak ? "
ucap Audrey akhirnya
" Baiklah ... bisa berteman dekat
dengan kamu saja, aku sudah
sangat senang." Reno sengaja
berkata seperti ini agar Audrey makin terkesan padanya.
" Okey, kalau gitu, gue tutup ya,
Rina udah ngajak makan, nih ... "
ujar Audrey.
" Oke ... selamat makan Audrey sayang ... hehehe." Reno langsung
menutup telfonnya.
Audrey tersenyum kecil karena mendengar omongan Reno.
**********************************
__ADS_1