Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 54


__ADS_3

Sedangkan Lily diam - diam sudah berhasil mengerjakan apa yang


di perintahkan Reno padanya.


Ia tersenyum puas melihat hasil


kerjanya. Lily sudah mulai membayangkan setelah ini ia akan menjadi Nyonya Reno dan


bisa menikmati kekayaan Audrey


bersama.


" Bagaimana bik, apa bik Imah tahu siapa pelayan itu ? " tanya Zia gak sabar begitu melihat


kehadiran mereka.


" Dia bukan pelayan di mansion ini. Tapi yang bibi heran, bagaimana dia bisa masuk ke mansion tanpa di ketahui oleh


penjaga di luar. Bibi curiga, dia sudah ada di sini dan menyamar


ketika penjaga gerbang menemuinya. " ujar bik Imah sengaja sambil memperhatikan


gerakan atau perubahan yang terjadi pada Lily dan Reno.Sedangkan Lily diam - diam sudah berhasil mengerjakan apa yang


di perintahkan Reno padanya.


Ia tersenyum puas melihat hasil


kerjanya. Lily sudah mulai membayangkan setelah ini ia akan menjadi Nyonya Reno dan


bisa menikmati kekayaan Audrey


bersama.


" Bagaimana bik, apa bik Imah tahu siapa pelayan itu ? " tanya Zia gak sabar begitu melihat


kehadiran mereka.


" Dia bukan pelayan di mansion ini. Tapi yang bibi heran, bagaimana dia bisa masuk ke mansion tanpa di ketahui oleh


penjaga di luar. Bibi curiga, dia sudah ada di sini dan menyamar


ketika penjaga gerbang menemuinya. " ujar bik Imah sengaja sambil memperhatikan


gerakan atau perubahan yang terjadi pada Lily dan Reno.


Begitu juga dengan Rina, ia melihat mereka dengan serius perubahan yang terjadi meski


sekecil apapun.


Tapi Reno dan Lily benar - benar pintar menyembunyikan sikap


mereka agar tidak mencurigakan.


Karena mereka berdua yakin,


bik Imah tidak akan menemukan


siapa pelayan bertopeng itu. Lily telah menyembunyikan dengan rapi topeng yang ia pakai di sebuah tempat.


" Jadi bik, gimana kalau dia


masih berada di mansion ini terus


sedang merencanakan hal jahat ?"


tanya Zia dengan cemas.


" Iya, bik ... apa gak sebaiknya bibi


menyuruh penjaga atau pun semua pelayan di sini untuk ikut


mencarinya." ujar Dea menambahkan.


Bella hanya mendengarkan semua


yang di katakan oleh bik Imah dan


kedua sahabatnya.


Tapi ia juga sempat berpikir, kira -


kira siapa yang bisa menyusup


ke mansion ini. Sementara ia tahu


penjagaan di sini sangat ketat.


Jika bukan karena penyusup yang


menyamar jadi pelayan tadi,


mungkin ia gak akan bisa masuk.


Justru Bella berterima kasih pada


penyusup itu, dalam hati.


" Hmm ... nanti saja bibi menyuruh mereka. Mungkin penyusup itu bisa masuk dengan mudah, tapi gak akan gampang untuk keluar. Sekarang sebaiknya kita makan dulu. Nanti non Audrey marah


marah jika sudah kembali, lalu tahu kalau bibi gak menjamu


kalian sahabat - sahabat baiknya."


ujar bik Imah dengan tenang.


Reno dan Lily menarik nafas lega


setelah mendengar perkataan


bik Imah. Reno dan Lily pikir bik Imah pasti tidak akan mencurigai mereka.


Tapi mereka tidak menyadari kalau gerakan mereka terlihat oleh bik Imah dan Rina dengan


sangat jelas.


" Hehehe ... bibi benar juga.


Penyusup itu benar - benar bodoh,


karena berani melakukannya


di mansion ini." ujar Zia tertawa.


Lily tanpa sadar melototkan matanya ke arah Zia, karena ia


di katakan bodoh.


Reno lalu mengirim pesan padanya agar tidak bertindak ceroboh.


Lily pun menyadari kesalahannya.


" Untung saja tidak ada yang sempat melihat tadi. "gumam


Lily dalam hati sambil tersenyum licik.


Rina berusaha menutupi rasa marahnya pada Lily setelah melihat senyuman licik yang muncul di wajah Lily.


" Ya, udah ... yuk makan.


Biar bibi suruh dulu pelayan


menyajikan makanan yang enak


dan lezat buat kalian." ucap Bik Imah lalu bangkit.


" Okey, bik ... " jawab Zia senang.


Karena ia sangat menyukai semua makanan yang di sediakan di sini.


" Lo ... kalau makan bawaannya


semangat. Kita belum tahu kabar


Audrey ? " ujar Dea kesal.


" Hmm ... sorry, De ... tapi gue memang lagi lapar. Makanya gitu


bik Imah nawarin makan, gue


jadi semangat. Lagian tadi Lo dengar sendiri dari bik Imah ....


bik Imah juga gak tahu kabar


Audrey. Jadi menurut gue, kita


harus sabar menunggu Audrey


kembali." ujar Zia dengan raut wajah menyesal.


" Hmm ... gak papa non. Nona Audrey pasti senang jika tahu semua sahabatnya makan dengan semangat di mansion nya." ujar bik Imah menenangkan Zia.


" Tuh kan, De ... Lo dengar sendiri kan, bik Imah bilang apa , Audrey akan senang kalau kita menikmati


makanan di mansion nya." kata


Zia senang.


" Terserah Lo aja deh ... " gerutu


Dea yang heran melihat kebodohan Zia.


Rina tersenyum kecil melihat


perdebatan singkat Dea dan Zia.


" Wah, bik ... ini semua boleh

__ADS_1


di habiskan ?" tanya Zia dengan


mata melebar begitu melihat


banyaknya makanan lezat yang


tersaji di meja makan.


" Boleh, non Zia .... " jawab Bik Imah.


" Zi ... gue heran deh liat Lo.


Lo kaya gak pernah di kasi


makanan enak di rumah Lo.


Apa orang tua Lo udah mulai bangkrut, gak ada uang buat


menyediakan makanan kaya


gini ? " tanya Dea ketus melihat


sikap Zia yang seperti kurang perduli pada Audrey.


Padahal mereka udah beruntung bisa masuk ke mansion hari ini.


Meski ini semua karena bantuan


dari pelayan penyusup itu, tapi harusnya Zia bisa lebih menunjukkan rasa khawatirnya


pada bik Imah, Rina dan penghuni mansion lainnya.


Bisa saja penyusup itu berniat jahat pada mereka semua.


Hal inilah yang membuat Dea gak habis pikir melihat sikap Zia yang


seperti acuh saja.


" Enak aja Lo, De ... amit - amit,


pait .. pait ....jangan sampai


keluarga gue bangkrut bisa stres gue. Gak bisa shopping bareng Lo semua." ujar Zia mengerucutkan


mulutnya karena kesal dengan


omongan Dea.


" Jadi kalo gak bangkrut, kenapa


Lo kaya kelaparan gitu. Apa Lo


gak khawatir dengan Audrey ?"


ujar Dea sengit.


" Siapa bilang gue gak khawatir.


Gue khawatir lah ... tapi kalau kita gak makan dengan benar, otak gak akan bisa berpikir dengan benar. Lagian kita juga gak bisa


buat apapun saat ini untuk menemukan Audrey. Jadi seperti


bik Imah bilang, kita harus bersabar menunggu kabar dari


Audrey. Gue yakin dia baik - baik


aja. Ya kan bik .... " ujar Zia sewot.


" Iya, non Zia dan Non Dea sama - sama benar. Di manapun


non Audrey berada sekarang, semoga ia baik - baik saja." kata bik Imah berusaha menenangkan


keduanya.


Reno melihat ke arah bik Imah saat ia bicara dengan serius pada Zia dan Dea.


" Wanita tua ini sangat pintar bersandiwara. Pasti dia juga tahu kalau Tuan dan Nyonya nya sudah mati." batin Reno dengan menatap tajam ke arah bik Imah.


" Kamu kenapa di sini ? Sana


kembali kerjakan kerjaan kamu."


perintah Bik Imah pada Lily


yang terus mengikuti mereka


hingga ke meja makan.


Lily hampir saja mencekik leher bik Imah jika tidak menahan


dirinya. Padahal ia ingin bisa


melihat Reno makan.


" Baik Bu ... " jawab Lily singkat sembari berjalan menjauh dari


Reno melihat kepergian Lily dengan sudut matanya dan ini


terlihat oleh Rina.


Hal ini membuat Rina bertambah


yakin bahwa Reno dan Lily saling


mengenal satu sama lain.


Berarti kecurigaan adiknya, Rifky


selama ini benar. Ia tidak pernah suka dan percaya pada Reno sejak awal mereka berjumpa.


" Aku boleh duduk di sebelah


kamu, kan Ren ....?" tanya Bella


memanfaatkan situasi ini agar


bisa dekat dengan Reno yang


di rindukannya.


" Hmm ... boleh." sahut Reno singkat.


Bella dengan senang menarik kursi di dekat Reno.


Ini juga tak luput dari penglihatan


Rina. Sikap Bella terhadap Reno


terkesan sedang berusaha mencari perhatian dari nya.


" Bik Imah gak makan ? " tanya Rina karena melihat bik Imah hanya berdiri di sisi meja seperti biasa jika Audrey dan keluarganya ada.


" Nanti saja, non ... setelah kalian


semua selesai."


" Sekalian aja bik. Makanan sebanyak ini mana bisa di habiskan oleh kami. " ajak Rina.


" Iya, bik .. " sahut Dea dan Zia.


" Baiklah ... " bik Imah mengalah.


Mereka makan dalam diam dengan pikiran masing - masing


di kepalanya.


Lily tetap melihat Reno meski dari kejauhan. Ia geram melihat sikap


Bella yang mencari kesempatan


untuk berdekatan dengan Reno.


Sambil mengunyah makanan,


Rina tetap melihat sikap Reno dan


Bella.


Sementara di bawah meja, tangan


Bella mengelus paha Reno dengan lembut. Ia berusaha


memancing Reno agar menoleh padanya.


Reno yang mulai bergairah karena


kini tangan Bella telah menyentuh


belut listriknya dengan mengelus dan meremas lembut. Ia berusaha


menahan gairahnya agar tidak


memancing kecurigaan mereka


yang ada di meja makan ini.


Reno lalu menahan tangan Bella dengan menggenggamnya erat,


agar tidak terus mengelus belut listrik nya yang mulai bereaksi.


Bella menahan senyum melihat sikap Reno. Ia tahu saat ini, Reno


pasti sedang kesulitan menahan


gairahnya. Bella paling tahu kelemahan Reno.


" Eh, maaf ... " ujar Rina karena

__ADS_1


sendok yang ia gunakan terlepas


lalu terjatuh ke lantai akibat dia terus memperhatikan sikap


Reno dan Bella.


Rina sangat terkejut melihat tangan Reno dan Bella yang sedang genggaman tangan


di bawah meja, ketika ia hendak


mengambil sendok nya.


Reno melepaskan tangannya dari Bella ketika tersadar bahwa Rina


sedang menunduk mengambil


sendok nya yang jatuh.


Tapi ia tidak tahu kalau Rina masih sempat melihat apa yang


mereka lakukan.


Rina berusaha bersikap biasa saja , seakan - akan ia tidak melihat perbuatan Reno dan Bella sembari kembali meneruskan


mengunyah makanannya.


Reno yang melihat ini menarik


nafas lega. Ia pikir Rina tadi


pasti tidak melihat apa yang telah ia lakukan dengan Bella.


" Rin ... apa Rifky sama juga dengan Audrey ? gak ada kabar."


tanya Reno memastikan Rina tidak mengetahui apa - apa.


" Oh, ternyata Rifky lagi pergi bersama teman sekolahnya.


Ia mendadak pergi, karena temannya minta di temani pergi


ke luar kota. Tapi dia langsung menghubungi gue setelah sampai di tujuan." sahut Rina berbohong dengan serius agar Reno tidak


merasa curiga.


" Oh gitu ya ... soalnya kemarin itu ponsel Audrey di simpan sama


Rifky, setelah Audrey jatuh pingsan. Maksud aku, bisa tolong tanyakan pada Rifky ... siapa yang terakhir menghubungi Audrey, hingga membuatnya pingsan." ujar Reno yang sangat


penasaran.


" Nanti deh, coba gue tanyakan


kalo Rifky telefon lagi." sahut


Rina.


" Okey, setelah kamu tahu siapa,


jangan lupa kabari aku ya ... " kata Reno.


" Okey deh ... " Rina tetap bersikap biasa, agar Reno yakin.


Akhirnya mereka semua telah


selesai makan.


" Bik, makasih buat makanannya.


Semuanya enak banget." ujar Reno basa - basi.


" Iya bik ... Lezat semuanya." sahut Zia gak mau kalah.


" Sama - sama Tuan Reno.


Tapi saya minta tolong, setelah ini


kalian tidak di perbolehkan lagi


datang ke mansion. Maaf, saya


juga hanya di perintah untuk


melakukan hal ini." ujar Bik Imah


serius pada semuanya.


" Tapi, kenapa Rina boleh berada


di mansion bik ? diakan baru aja


kenal dengan Audrey. Sementara kami lebih lama tidak boleh."


tanya Bella dengan nada tidak terima.


" Hmm ... kalau masalah itu, saya


harap kita semua bersabar menunggu non Audrey pulang.


Biar teman non Audrey yang membawanya pergi menjelaskan


pada non Bella." jawab Bik Imah


dengan lugas.


" Terus bagaimana masalah


penyusup itu bik ? " Reno bertanya lagi.


" Hmm ... masalah ini biar keamanan mansion yang menangani." ujar bik Imah.


" Oh, benar itu bik. " sahut Reno


seakan tidak tahu apapun.


" Bik ... kami pamit pulang, ya ..


semoga Audrey bisa cepat kembali." ujar Zia.


" Iya, bik ... nanti kami hubungi


Rina aja buat nanyain kabar


tentang Audrey. Jadi kami gak


akan memaksa datang ke mansion lagi." kali ini Dea yang bicara.


" Iya, saya juga permisi bik, biar sekalian keluar dengan mereka."


ujar Reno yang sebenarnya masih ingin berada di sini.


Ia masih penasaran dimana letaknya ruang cctv di mansion


ini.


" Saya juga bik." ucap Bella singkat.


" Baiklah ....kalian hati - hati.


Sekarang banyak orang jahat


di luaran sana." ucap Bik Imah.


" Iya bik ...." sahut Dea dan Zia


sembari menganggukkan kepala mereka.


Sedangkan Bella dan Reno terdiam, karena merasa tersindir.


Tak lama, akhirnya semua sahabat Audrey sudah meninggalkan mansion.


Mansion kembali sepi seperti


awal sebelum mereka datang.


Bik Imah segera memerintahkan


para bodyguard untuk mengecek


apa yang terjadi sebenarnya.


Walau sebenarnya ia tidak yakin


mereka bisa menemukan penyusup itu, karena topeng yang


ia kenakan itu bukan lah topeng biasa. Melainkan seperti topeng yang di gunakan Tom C*****


di film Miss*** I*******.


Tapi bik Imah dan Rina yakin kalau


pelakunya adalah Lily.


Mereka hanya perlu mencari bukti


secara diam - diam untuk membuktikannya.


**********************************


Semoga kalian suka dengan


lanjutannya ... 🙏🙏😘


Terima kasih buat yang telah


mendukung Mommy ... 😘😘😘


Love You All .... 😘😘😍❤️

__ADS_1


__ADS_2