
Sedangkan Lily diam - diam sudah berhasil mengerjakan apa yang
di perintahkan Reno padanya.
Ia tersenyum puas melihat hasil
kerjanya. Lily sudah mulai membayangkan setelah ini ia akan menjadi Nyonya Reno dan
bisa menikmati kekayaan Audrey
bersama.
" Bagaimana bik, apa bik Imah tahu siapa pelayan itu ? " tanya Zia gak sabar begitu melihat
kehadiran mereka.
" Dia bukan pelayan di mansion ini. Tapi yang bibi heran, bagaimana dia bisa masuk ke mansion tanpa di ketahui oleh
penjaga di luar. Bibi curiga, dia sudah ada di sini dan menyamar
ketika penjaga gerbang menemuinya. " ujar bik Imah sengaja sambil memperhatikan
gerakan atau perubahan yang terjadi pada Lily dan Reno.Sedangkan Lily diam - diam sudah berhasil mengerjakan apa yang
di perintahkan Reno padanya.
Ia tersenyum puas melihat hasil
kerjanya. Lily sudah mulai membayangkan setelah ini ia akan menjadi Nyonya Reno dan
bisa menikmati kekayaan Audrey
bersama.
" Bagaimana bik, apa bik Imah tahu siapa pelayan itu ? " tanya Zia gak sabar begitu melihat
kehadiran mereka.
" Dia bukan pelayan di mansion ini. Tapi yang bibi heran, bagaimana dia bisa masuk ke mansion tanpa di ketahui oleh
penjaga di luar. Bibi curiga, dia sudah ada di sini dan menyamar
ketika penjaga gerbang menemuinya. " ujar bik Imah sengaja sambil memperhatikan
gerakan atau perubahan yang terjadi pada Lily dan Reno.
Begitu juga dengan Rina, ia melihat mereka dengan serius perubahan yang terjadi meski
sekecil apapun.
Tapi Reno dan Lily benar - benar pintar menyembunyikan sikap
mereka agar tidak mencurigakan.
Karena mereka berdua yakin,
bik Imah tidak akan menemukan
siapa pelayan bertopeng itu. Lily telah menyembunyikan dengan rapi topeng yang ia pakai di sebuah tempat.
" Jadi bik, gimana kalau dia
masih berada di mansion ini terus
sedang merencanakan hal jahat ?"
tanya Zia dengan cemas.
" Iya, bik ... apa gak sebaiknya bibi
menyuruh penjaga atau pun semua pelayan di sini untuk ikut
mencarinya." ujar Dea menambahkan.
Bella hanya mendengarkan semua
yang di katakan oleh bik Imah dan
kedua sahabatnya.
Tapi ia juga sempat berpikir, kira -
kira siapa yang bisa menyusup
ke mansion ini. Sementara ia tahu
penjagaan di sini sangat ketat.
Jika bukan karena penyusup yang
menyamar jadi pelayan tadi,
mungkin ia gak akan bisa masuk.
Justru Bella berterima kasih pada
penyusup itu, dalam hati.
" Hmm ... nanti saja bibi menyuruh mereka. Mungkin penyusup itu bisa masuk dengan mudah, tapi gak akan gampang untuk keluar. Sekarang sebaiknya kita makan dulu. Nanti non Audrey marah
marah jika sudah kembali, lalu tahu kalau bibi gak menjamu
kalian sahabat - sahabat baiknya."
ujar bik Imah dengan tenang.
Reno dan Lily menarik nafas lega
setelah mendengar perkataan
bik Imah. Reno dan Lily pikir bik Imah pasti tidak akan mencurigai mereka.
Tapi mereka tidak menyadari kalau gerakan mereka terlihat oleh bik Imah dan Rina dengan
sangat jelas.
" Hehehe ... bibi benar juga.
Penyusup itu benar - benar bodoh,
karena berani melakukannya
di mansion ini." ujar Zia tertawa.
Lily tanpa sadar melototkan matanya ke arah Zia, karena ia
di katakan bodoh.
Reno lalu mengirim pesan padanya agar tidak bertindak ceroboh.
Lily pun menyadari kesalahannya.
" Untung saja tidak ada yang sempat melihat tadi. "gumam
Lily dalam hati sambil tersenyum licik.
Rina berusaha menutupi rasa marahnya pada Lily setelah melihat senyuman licik yang muncul di wajah Lily.
" Ya, udah ... yuk makan.
Biar bibi suruh dulu pelayan
menyajikan makanan yang enak
dan lezat buat kalian." ucap Bik Imah lalu bangkit.
" Okey, bik ... " jawab Zia senang.
Karena ia sangat menyukai semua makanan yang di sediakan di sini.
" Lo ... kalau makan bawaannya
semangat. Kita belum tahu kabar
Audrey ? " ujar Dea kesal.
" Hmm ... sorry, De ... tapi gue memang lagi lapar. Makanya gitu
bik Imah nawarin makan, gue
jadi semangat. Lagian tadi Lo dengar sendiri dari bik Imah ....
bik Imah juga gak tahu kabar
Audrey. Jadi menurut gue, kita
harus sabar menunggu Audrey
kembali." ujar Zia dengan raut wajah menyesal.
" Hmm ... gak papa non. Nona Audrey pasti senang jika tahu semua sahabatnya makan dengan semangat di mansion nya." ujar bik Imah menenangkan Zia.
" Tuh kan, De ... Lo dengar sendiri kan, bik Imah bilang apa , Audrey akan senang kalau kita menikmati
makanan di mansion nya." kata
Zia senang.
" Terserah Lo aja deh ... " gerutu
Dea yang heran melihat kebodohan Zia.
Rina tersenyum kecil melihat
perdebatan singkat Dea dan Zia.
" Wah, bik ... ini semua boleh
__ADS_1
di habiskan ?" tanya Zia dengan
mata melebar begitu melihat
banyaknya makanan lezat yang
tersaji di meja makan.
" Boleh, non Zia .... " jawab Bik Imah.
" Zi ... gue heran deh liat Lo.
Lo kaya gak pernah di kasi
makanan enak di rumah Lo.
Apa orang tua Lo udah mulai bangkrut, gak ada uang buat
menyediakan makanan kaya
gini ? " tanya Dea ketus melihat
sikap Zia yang seperti kurang perduli pada Audrey.
Padahal mereka udah beruntung bisa masuk ke mansion hari ini.
Meski ini semua karena bantuan
dari pelayan penyusup itu, tapi harusnya Zia bisa lebih menunjukkan rasa khawatirnya
pada bik Imah, Rina dan penghuni mansion lainnya.
Bisa saja penyusup itu berniat jahat pada mereka semua.
Hal inilah yang membuat Dea gak habis pikir melihat sikap Zia yang
seperti acuh saja.
" Enak aja Lo, De ... amit - amit,
pait .. pait ....jangan sampai
keluarga gue bangkrut bisa stres gue. Gak bisa shopping bareng Lo semua." ujar Zia mengerucutkan
mulutnya karena kesal dengan
omongan Dea.
" Jadi kalo gak bangkrut, kenapa
Lo kaya kelaparan gitu. Apa Lo
gak khawatir dengan Audrey ?"
ujar Dea sengit.
" Siapa bilang gue gak khawatir.
Gue khawatir lah ... tapi kalau kita gak makan dengan benar, otak gak akan bisa berpikir dengan benar. Lagian kita juga gak bisa
buat apapun saat ini untuk menemukan Audrey. Jadi seperti
bik Imah bilang, kita harus bersabar menunggu kabar dari
Audrey. Gue yakin dia baik - baik
aja. Ya kan bik .... " ujar Zia sewot.
" Iya, non Zia dan Non Dea sama - sama benar. Di manapun
non Audrey berada sekarang, semoga ia baik - baik saja." kata bik Imah berusaha menenangkan
keduanya.
Reno melihat ke arah bik Imah saat ia bicara dengan serius pada Zia dan Dea.
" Wanita tua ini sangat pintar bersandiwara. Pasti dia juga tahu kalau Tuan dan Nyonya nya sudah mati." batin Reno dengan menatap tajam ke arah bik Imah.
" Kamu kenapa di sini ? Sana
kembali kerjakan kerjaan kamu."
perintah Bik Imah pada Lily
yang terus mengikuti mereka
hingga ke meja makan.
Lily hampir saja mencekik leher bik Imah jika tidak menahan
dirinya. Padahal ia ingin bisa
melihat Reno makan.
" Baik Bu ... " jawab Lily singkat sembari berjalan menjauh dari
Reno melihat kepergian Lily dengan sudut matanya dan ini
terlihat oleh Rina.
Hal ini membuat Rina bertambah
yakin bahwa Reno dan Lily saling
mengenal satu sama lain.
Berarti kecurigaan adiknya, Rifky
selama ini benar. Ia tidak pernah suka dan percaya pada Reno sejak awal mereka berjumpa.
" Aku boleh duduk di sebelah
kamu, kan Ren ....?" tanya Bella
memanfaatkan situasi ini agar
bisa dekat dengan Reno yang
di rindukannya.
" Hmm ... boleh." sahut Reno singkat.
Bella dengan senang menarik kursi di dekat Reno.
Ini juga tak luput dari penglihatan
Rina. Sikap Bella terhadap Reno
terkesan sedang berusaha mencari perhatian dari nya.
" Bik Imah gak makan ? " tanya Rina karena melihat bik Imah hanya berdiri di sisi meja seperti biasa jika Audrey dan keluarganya ada.
" Nanti saja, non ... setelah kalian
semua selesai."
" Sekalian aja bik. Makanan sebanyak ini mana bisa di habiskan oleh kami. " ajak Rina.
" Iya, bik .. " sahut Dea dan Zia.
" Baiklah ... " bik Imah mengalah.
Mereka makan dalam diam dengan pikiran masing - masing
di kepalanya.
Lily tetap melihat Reno meski dari kejauhan. Ia geram melihat sikap
Bella yang mencari kesempatan
untuk berdekatan dengan Reno.
Sambil mengunyah makanan,
Rina tetap melihat sikap Reno dan
Bella.
Sementara di bawah meja, tangan
Bella mengelus paha Reno dengan lembut. Ia berusaha
memancing Reno agar menoleh padanya.
Reno yang mulai bergairah karena
kini tangan Bella telah menyentuh
belut listriknya dengan mengelus dan meremas lembut. Ia berusaha
menahan gairahnya agar tidak
memancing kecurigaan mereka
yang ada di meja makan ini.
Reno lalu menahan tangan Bella dengan menggenggamnya erat,
agar tidak terus mengelus belut listrik nya yang mulai bereaksi.
Bella menahan senyum melihat sikap Reno. Ia tahu saat ini, Reno
pasti sedang kesulitan menahan
gairahnya. Bella paling tahu kelemahan Reno.
" Eh, maaf ... " ujar Rina karena
__ADS_1
sendok yang ia gunakan terlepas
lalu terjatuh ke lantai akibat dia terus memperhatikan sikap
Reno dan Bella.
Rina sangat terkejut melihat tangan Reno dan Bella yang sedang genggaman tangan
di bawah meja, ketika ia hendak
mengambil sendok nya.
Reno melepaskan tangannya dari Bella ketika tersadar bahwa Rina
sedang menunduk mengambil
sendok nya yang jatuh.
Tapi ia tidak tahu kalau Rina masih sempat melihat apa yang
mereka lakukan.
Rina berusaha bersikap biasa saja , seakan - akan ia tidak melihat perbuatan Reno dan Bella sembari kembali meneruskan
mengunyah makanannya.
Reno yang melihat ini menarik
nafas lega. Ia pikir Rina tadi
pasti tidak melihat apa yang telah ia lakukan dengan Bella.
" Rin ... apa Rifky sama juga dengan Audrey ? gak ada kabar."
tanya Reno memastikan Rina tidak mengetahui apa - apa.
" Oh, ternyata Rifky lagi pergi bersama teman sekolahnya.
Ia mendadak pergi, karena temannya minta di temani pergi
ke luar kota. Tapi dia langsung menghubungi gue setelah sampai di tujuan." sahut Rina berbohong dengan serius agar Reno tidak
merasa curiga.
" Oh gitu ya ... soalnya kemarin itu ponsel Audrey di simpan sama
Rifky, setelah Audrey jatuh pingsan. Maksud aku, bisa tolong tanyakan pada Rifky ... siapa yang terakhir menghubungi Audrey, hingga membuatnya pingsan." ujar Reno yang sangat
penasaran.
" Nanti deh, coba gue tanyakan
kalo Rifky telefon lagi." sahut
Rina.
" Okey, setelah kamu tahu siapa,
jangan lupa kabari aku ya ... " kata Reno.
" Okey deh ... " Rina tetap bersikap biasa, agar Reno yakin.
Akhirnya mereka semua telah
selesai makan.
" Bik, makasih buat makanannya.
Semuanya enak banget." ujar Reno basa - basi.
" Iya bik ... Lezat semuanya." sahut Zia gak mau kalah.
" Sama - sama Tuan Reno.
Tapi saya minta tolong, setelah ini
kalian tidak di perbolehkan lagi
datang ke mansion. Maaf, saya
juga hanya di perintah untuk
melakukan hal ini." ujar Bik Imah
serius pada semuanya.
" Tapi, kenapa Rina boleh berada
di mansion bik ? diakan baru aja
kenal dengan Audrey. Sementara kami lebih lama tidak boleh."
tanya Bella dengan nada tidak terima.
" Hmm ... kalau masalah itu, saya
harap kita semua bersabar menunggu non Audrey pulang.
Biar teman non Audrey yang membawanya pergi menjelaskan
pada non Bella." jawab Bik Imah
dengan lugas.
" Terus bagaimana masalah
penyusup itu bik ? " Reno bertanya lagi.
" Hmm ... masalah ini biar keamanan mansion yang menangani." ujar bik Imah.
" Oh, benar itu bik. " sahut Reno
seakan tidak tahu apapun.
" Bik ... kami pamit pulang, ya ..
semoga Audrey bisa cepat kembali." ujar Zia.
" Iya, bik ... nanti kami hubungi
Rina aja buat nanyain kabar
tentang Audrey. Jadi kami gak
akan memaksa datang ke mansion lagi." kali ini Dea yang bicara.
" Iya, saya juga permisi bik, biar sekalian keluar dengan mereka."
ujar Reno yang sebenarnya masih ingin berada di sini.
Ia masih penasaran dimana letaknya ruang cctv di mansion
ini.
" Saya juga bik." ucap Bella singkat.
" Baiklah ....kalian hati - hati.
Sekarang banyak orang jahat
di luaran sana." ucap Bik Imah.
" Iya bik ...." sahut Dea dan Zia
sembari menganggukkan kepala mereka.
Sedangkan Bella dan Reno terdiam, karena merasa tersindir.
Tak lama, akhirnya semua sahabat Audrey sudah meninggalkan mansion.
Mansion kembali sepi seperti
awal sebelum mereka datang.
Bik Imah segera memerintahkan
para bodyguard untuk mengecek
apa yang terjadi sebenarnya.
Walau sebenarnya ia tidak yakin
mereka bisa menemukan penyusup itu, karena topeng yang
ia kenakan itu bukan lah topeng biasa. Melainkan seperti topeng yang di gunakan Tom C*****
di film Miss*** I*******.
Tapi bik Imah dan Rina yakin kalau
pelakunya adalah Lily.
Mereka hanya perlu mencari bukti
secara diam - diam untuk membuktikannya.
**********************************
Semoga kalian suka dengan
lanjutannya ... 🙏🙏😘
Terima kasih buat yang telah
mendukung Mommy ... 😘😘😘
Love You All .... 😘😘😍❤️
__ADS_1