
Para pelayan yang mengantarkan jus buat teman Audrey juga ikut terpana melihat penampilan Audrey.
" Cantik banget, non ... " puji salah satu pelayan yang bersama bik Imah.
Gaun yang dikenakan Audrey :
Bella makin tersulut rasa marah karena mendengar semua yang ada di mansion begitu mengagumi Audrey.
" Udah, yuk pergi. Nanti kita kemalaman pulangnya." ajak Bella sengaja agar mereka berhenti memandang Audrey.
" Bentar, Bel ... gue mau ngabisin jus gue dulu. Lo juga minum kopi, udah dibuatin juga. Capek tuh, mereka buatnya, ya kan, bik ... " ujar Zia sambil tersenyum kearah bik Imah dan kedua pelayan Audrey.
Bik Imah tersenyum mendengar perkataan Zia. Bik Imah juga menyukai Dea dan Zia, karena sejak mereka kecil sudah berteman dengan Audrey dan mereka juga baik dan ramah.
Bella mendengus kesal karena omongan Zia. Terpaksa ia harus meminum kopinya dulu.
" Makasih, bik , mbak ... jusnya enak seperti biasa. " ucap Dea.
" Sama - sama, non Dea. " jawab Bik Imah dan kedua pelayan yang dipanggil mbak sama Dea.
" Udah pada habiskan, sekarang kita bisa pergi ? " tanya Bella jutek.
" Iya, gak sabaran banget, sih ... " omel Zia.
Semua yang ada di ruangan itu tersenyum mendengar omelan Zia pada Bella. Cuma Bella yang cemberut.
" Bik, kami pergi ya ... Nanti kalau Daddy sama mommy telepon, kalau Audrey belum pulang. Tolong suruh hubungi ke hp Audrey aja ya, bik ... " pesan Audrey sopan.
" Iya, non ... " jawab Bik Imah.
Audrey dan teman - temannya lalu keluar menuju garasi mobil di mansion nya.
Rina melihat dengan takjub mobil yang berjejer.
Mobil sebanyak ini yang pakai siapa ya ? batin Rina bingung.
Bella hanya mencibir sinis kearah Rina, melihat matanya yang terbuka lebar begitu melihat koleksi mobil Audrey.
" Rina di mobil gue karena dia belum bisa nyetir. " Audrey menuju salah - satu mobil sport kesayangannya.
" Kami naik yang mana ? " tanya Bella, dia ingin sekali naik lamborghini yang dipakai Audrey.
" Terserah ,Bel ... Lo pilih aja." sahut Audrey.
" Kalau gue pengen naik Aventador itu boleh ? " Bella berharap Audrey mengijinkannya.
" Maaf, Bel .... kalau yang ini kata Daddy cuma gue yang boleh pakai. Soalnya ini didesign khusus buat ulang tahun gue kemarin." Audrey terlihat menatap gak enak ke arah Bella.
" Alasan ... bilang aja pelit." umpat Bella dalam hati.
" Udah, Bel ... kita naik yang ini aja." Zia menunjuk Ferrari berwarna pink.
" Lagian Lo aneh, itukan hadiah ulang tahun Audrey ... Audrey aja saking sayangnya gak pernah pake ke kampus. " sambung Zia lagi.
" Gue cuma nanya, Zi ... Santai aja, kenapa. " Bella berusaha terlihat biasa saja.
" Masuk ... " ajak Zia yang sudah duduk dibelakang kemudi.
Bella pun masuk dan duduk dengan senyum terukir di wajahnya untuk menutupi rasa kesalnya.
Sedangkan Dea memilih mobil Bugatti Veyron yang termasuk salah - satu kesayangan Audrey.
Ketiga mobil sport dengan warna yang mencolok keluar dengan cepat dari mansion mewah milik keluarga Audrey.
Tanpa Audrey ketahui, para bodyguard tetap mengikutinya seperti yang di perintahkan Eldric, Daddy nya.
Sepanjang perjalanan Rina terdiam dan menutup matanya karena Audrey membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Audrey tertawa kecil saat melirik Rina.
Hingga Audrey memarkirkan mobilnya, Rina masih tetap menutup kedua matanya.
Begitu melihat mobil Audrey dan teman - temannya telah terparkir, para bodyguard juga ikut memarkirkan kendaraan mereka dan segera turun lalu memasuki hotel terlebih dahulu.
" Rin, ayo turun ... " Audrey menyentuh lengan Rina.
" Hah ... udah sampai ? " tanyanya terkejut.
" Udah, dong ... abis Lo dari tadi merem terus." ledek Audrey.
" Takut, Drey ... Lo ngebut banget." jawab Rina jujur.
" Hehehe ... " Audrey tertawa melihat kepolosan Rina.
Audrey dan Rina lalu turun dari mobil dan menunggu yang lain, karena Zia dan Dea lagi
memarkirkan mobilnya.
Bella merapikan make up nya, malam ini ia ingin yang paling mendapat perhatian dari pria - pria tampan dan tajir di dalam sana. Karena kali ini Audrey mengajak mereka untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu model kenalannya.
Setelah selesai, Bella mengirim pesan pada Reno untuk memberitahukan kalau mereka sudah berada di tempat acara.
Kebetulan Reno juga diundang, karena ia termasuk jajaran pengusaha muda. Selain model, banyak juga pengusaha - pengusaha muda yang di undang ke acara ini.
" Mana Bella, Zi ... ? " tanya Audrey yang belum melihat kehadirannya.
" Biasa ... dempul dulu dia. Hehehe ... " jawab Zia cuek.
Merekapun tertawa mendengar perkataan Zia.
Audrey dan teman - temannya segera memasuki lobby hotel setelah Bella selesai dari ritualnya.
Begitu tiba di tempat acara, mata Bella langsung terbelalak melihat begitu banyak pria - pria tampan yang hadir. Terlihat jelas mereka orang - orang kaya dilihat dari penampilannya.
Sementara Rina yang tidak terbiasa dengan hal seperti ini merasa minder, karena ia merasa tidak pantas berada disini. Wajahnya berubah sedih.
Audrey yang melihat raut wajah Rina berubah langsung menggaet lengan Rina agar jalan berdampingan dengannya.
__ADS_1
Rina yang mendapat perlakuan seperti itu dari Audrey merasa terharu. Ia benar - benar bersyukur kepada Allah karena diberi kesempatan bertemu dengan orang sebaik Audrey.
Rina berusaha menumbuhkan rasa percaya dirinya agar tidak membuat malu Audrey di depan tamu yang begitu banyak.
Saat mereka berlima masuk ke dalam ballroom, tempat acara di adakan. Hampir semua tamu terutama tamu pria melihat ke arah mereka. Terlebih Audrey, para pengusaha muda itu seakan berlomba ingin berkenalan dengannya.
" Hai, Queen ... selamat datang." lima pria tampan mendatangi, lalu memeluk Audrey. Audrey lalu membalas pelukan mereka.
" Kapan kalian datang. Kenapa gak kasi kabar ke gue ? " tanya Audrey pura - pura marah.
" Maaf, Queen ... kami baru sampai tadi pagi. Karena ada tugas penting, kami belum sempat menghubungi."
" Oh, iya deh ... gak papa."
" Berapa lama kalian disini ? "
" Hanya tiga hari, setelah menyelesaikan tugas, kami langsung kembali."
" Hmm ... sebelum pulang kalian harus datang ke mansion."
" Baik, Queen ... "
Bella hampir menjerit karena kelima pria dihadapannya sekarang, sangatlah tampan.
Wajah bule mereka dengan tubuh yang tinggi dan proposional membuat Bella menghayal jika berada didalam kamar berbagi peluh dengan mereka seperti yang sering di lakukannya bersama Reno, pasti sangat sempurna.
Tapi mengapa mereka hanya memeluk Audrey saja. Sedangkan Bella merasa ia sangat cantik dan sexy malam ini.
Zia, Dea dan Rina juga menatap kagum pada kelima tampan tersebut. Rina yang baru pertama kali hadir melihat ada pria tampan seperti artis - artis di tv merasa gugup.
" Sial ...lagi - lagi si munafik ini yang mendapat perhatian dari semua pria tampan." umpat Bella iri dalam hati.
Ia mencoba menarik perhatian mereka dengan memajukan tubuhnya yang memakai gaun ketat berwarna merah. Tapi sia - sia saja, kelima pria tampan itu tidak melirik sedikitpun kearahnya.
Sementara itu sepasang mata sedang memperhatikan Audrey dari kejauhan. Ia tersenyum smirk melihat Audrey.
" Siapa, Drey ... ? " tanya Bella akhirnya karena penasaran.
" Oh, teman - teman gue." sahut Audrey.
" Kenalin, gue Bella ... sahabat Audrey." dengan percaya diri Bella menyodorkan tangannya mengajak mereka berkenalan.
Tapi wajahnya langsung memerah karena menahan malu dan marah. Uluran tangan dan perkataannya sama sekali diacuhkan oleh mereka. Bahkan mereka tersenyum sinis melihat Bella.
" Maaf, Bel ... mereka ini mahkluk aneh, jangan diambil hati. " Audrey berusaha menenangkan Bella.
Bella rasanya ingin sekali mencakar wajah Audrey yang sok baik menurutnya.
" Queen ...kapan ke I**** lagi.
Udah lama kita gak kumpul. " tanya Drake salah satu dari mereka mengacuhkan Bella yang menatap marah.
" Hmm ... sekarang gue masih belum bisa. Mungkin sehabis wisuda baru gue bisa kesana." jawab Audrey.
" Oh, baiklah." jawab Drake hormat.
" Gue kesana dulu, belum ngucapin selamat ke yang ulang tahun." ucap Audrey.
" Okey, Queen ... kami duduk disana. " Drake memberi tahu tempat duduk mereka.
Sesekali Audrey membalas sapaan dari teman - teman modelnya yang banyak hadir.
Ada juga pengusaha - pengusaha muda yang mengajak berkenalan. Audrey menerima mereka dengan sopan, ia juga mengenalkan teman - temannya pada mereka.
Bella lumayan terhibur bisa berkenalan dengan model - model tampan dan pengusaha - pengusaha kaya. Ia berencana akan menggaet salah satu dari mereka agar menjadi teman kencannya.
" Selamat ulang tahun, honey." Audrey memeluk dan mencium pipi Sheira, teman modelnya yang berulang tahun.
Zia dan Dea juga ikut mengatakan hal yang sama seperti Audrey.
Mereka juga kenal dengan Sheira, selain model, dia juga anak salah - satu pengusaha di kota ini.
Rina juga mengucapkan selamat pada Sheira, setelah Audrey mengenalkannya terlebih dahulu.
Sedangkan Bella sudah menghilang entah kemana. Ia tadi beralasan mau ke toilet pada Audrey dan yang lain.
Padahal ia sedang mencari keberadaan Reno, sekalian tebar pesona pada pria - pria kaya yang sedang diincarnya.
" Thanks, beib ... cantik banget, sih. Iri deh, gue ... " ucap Sheira bercanda.
" Bisa aja Lo ... Lo yang malam ini cantik banget. " Audrey memuji Sheira.
" Kapan Lo cat walk lagi ? Udah berapa bulan Lo absen ? " tanya Sheira.
" Nanti, deh ... belum tahu juga gue, Shei ... soalnya abis wisuda gue mau liburan dulu. Healing, biar gak stress ... hahaha." Audrey tertawa lepas.
" Iya, deh ... Lo jadi model juga bukan cari uang, cuma buat senang - senang doang. " canda Sheira.
" Enggaklah ... memang belum ada waktu aja gue. Kaya yang ngomong gak aja ... hahaha." Audrey meledek Sheira.
" Hahahaha ... " Sheira ikut tertawa.
" Gue kesana dulu, ya honey ... Mau minum gue. " ucap Audrey.
" Oke, enjoy ya, beib ... kapan - kapan kita ngumpul sama yang lain, ya ... " kata Sheira.
" Okey, deh ... Sekali lagi, selamat ulang tahun buat Lo, honey ... Semoga selalu sehat, semakin cantik dan karir Lo bersinar." ucap Audrey mendoakan Sheira.
" Aamiin ... makasih atas doanya, beib ... buat Lo juga, ya ... " balas Sheira
Setelah berpelukan, Audrey dan teman - temannya berjalan menuju meja yang telah di sediakan untuk tamu - tamu VVIP, sementara Drake dan yang lain duduk di meja sebelah Audrey. setelah mengambil minuman terlebih dahulu.
Sambil menikmati makanan, mereka mengobrol dan sesekali tertawa.
" Drey, cowok yang menghampiri Lo tadi siapa, sih ... ? Kog, gue belum pernah lihat. Ganteng - ganteng banget. " tanya Zia penasaran sambil berbisik karena takut kedengaran sama Drake.
" Oh, itu ... mereka teman gue di I***** ." jelas Audrey.
" Pantes, mereka model juga ? "
" Bukan."
" Bella kemana ? Ke toilet kog lama banget ? " Audrey sengaja mengalihkan pembicaraan agar Zia tidak bertanya lagi tentang Drake dan teman - temannya.
__ADS_1
" Iya, kemana tuh anak." Zia langsung ikut menimpali.
" Tadi gue sama Rina pas kita ngambil minuman kaya lihat dia, deh disana ... " kata Dea sambil menunjukkan tempat ia melihat keberadaan Bella.
Audrey mengarahkan pandangannya ke tempat yang di maksud Dea, tapi ia tidak melihat Bella. Audrey sedikit heran, kemana sebenarnya Bella.
" Gue ke toilet dulu deh, siapa tahu Bella masih disana." Audrey bangkit dari tempat duduknya.
" Gue ikut nemenin Lo, Drey ... " Rina juga bangkit dari duduknya.
" Yuk ... " ajak Audrey.
" Queen perlu kami temani ? " tanya Drake melihat Audrey yang melewati meja mereka.
" Gak, kalian disini aja. Gue Ama Rina cuma mau ke toilet. " tolak Audrey sambil tersenyum.
" Baiklah, Queen ... " jawab Drake hormat, begitu pula yang lain.
Audrey dan Rina lalu berjalan meninggalkan mereka menuju toilet.
Seorang pria yang sejak Audrey tiba di hotel ini terus memperhatikannya, mengikuti Audrey dan Rina.
Bella yang melihat itu tersenyum lebar. Ia senang, Reno akan segera melancarkan rencananya.
Ya, sejak tadi Bella menghilang karena menemui Reno, bahkan mereka sempat berbagi peluh di salah satu kamar yang ada di hotel ini. Setelah menuntaskan hasrat liar mereka, Bella dan Reno kembali keacara ini.
Bella sengaja berdiri di pojok agar teman - temannya tidak melihat.
" Kog, Bella gak ada ya, Rin ... ? " Audrey heran karena tidak menemukan Bella di toilet.
" Iya, ya ... apa mungkin Bella udah keluar dari tadi. Tapi dia kog gak keliatan ? " Rina juga bingung.
" Ya, udah deh ... kita kembali aja. Mungkin Bella udah disana sama Zia dan Dea. " Audrey memutuskan untuk segera keluar dari toilet.
Rina menganggukkan kepala menyetujui perkataan Audrey.
Saat berjalan keluar dari toilet, dan menuju meja tempat mereka duduk tadi, tak sengaja Audrey bertabrakan dengan Reno yang sedari tadi menunggunya. Bahkan ia memang sengaja pura - pura teleponan, dan tak melihat Audrey sementara tangannya yang satu lagi memegang minuman, hingga terjadilah tabrakan itu. dan membuat bajunya basah karena kena tumpahan minuman yang di pegang oleh Reno.
" Maaf, maaf ...saya gak sengaja.
Bagaimana ini, baju anda basah ?"
ucap Audrey merasa bersalah sambil menatap Reno.
Reno yang melihat wajah dan bibir Audrey yang sangat menggoda, rasanya ingin sekali untuk segera menciumnya. Tapi ia harus bisa menahan nafsu agar niatnya tidak ketahuan sama Audrey.
" Gak papa ... Saya tadi juga salah.
Jalan sambil teleponan, jadi gak melihat anda." jawab Reno bersandiwara.
" Aduh, gimana ini. Apa yang harus saya lakukan. Oh, Saya akan menggantikan baju anda." Audrey memberikan usul agar pria didepannya mau memaafkannya.
" Begini saja nona, anda tidak perlu menggantikan baju saya dengan yang baru. Nona cukup membayar laundry buat baju ini. Saya akan ngelaundry di tempat langganan saya, mereka pasti bisa menghilangkan noda ini. Nanti kalau sudah selesai, saya akan menghubungi anda." Reno memberikan usul seperti yang sudah direncanakannya.
Audrey yang merasa bersalah karena telah membuat baju pria ini kotor, menyetujui keinginan Reno.
" Baiklah, saya setuju kalau itu keinginan anda. " ucap Audrey.
" Sekarang saya bisa meminta nomer ponsel anda, nona ? " tanya Reno.
Audrey menyebutkan nomer ponselnya. Seringai di bibir Reno muncul begitu mendapatkan nomer Audrey dan itu terlihat oleh Rina.
Ia memperhatikan dengan serius wajah Reno. Rina merasa sikap Reno tidak seperti yang sengaja di perlihatkannya. Reno segera menghubungi nomer Audrey begitu selesai tersimpan di ponselnya.
" Itu nomer saya, nona.
Oya, nama saya Reno, jadi nona tidak bingung saat saya menghubungi nanti. " Reno dengan pintar memberikan alasan.
" Baiklah. " jawab Audrey singkat
" Maaf, nona ... nama anda siapa, agar saya lebih mudah mengingat nama nona saat menghubungi. " ucap Reno lagi.
" Audrey, nama saya Audrey.
Tolong hubungi saya, jika baju anda telah selesai di laundry." kata Audrey masih merasa bersalah.
" Tentu, saya akan menghubungi nona. Saya juga gak enak karena membuat nona repot seperti ini." Reno memasang wajah menyesal.
" Tidak, justru saya berterima kasih karena anda mau memaafkan saya." jawab Audrey.
" Saya juga berterima kasih, karena akibat kejadian ini saya bisa mengenal nona. " Reno mengeluarkan sedikit jurusnya
" He ... baiklah. Saya mau kembali kesana, tadi sebenarnya kami sedang mencari teman. Tapi malah tabrakan dengan anda. " Audrey bersiap - siap untuk pergi.
Begitu pula dengan Rina.
" Silahkan, nona ... saya juga permisi. Sepertinya saya juga harus segera pulang. " ucap Reno.
" Sekali lagi saya minta maaf." ucap Audrey dengan tatapan menyesal.
" It's ok ... " jawab Reno.
Setelah saling melempar senyum akhirnya Audrey dan Reno berpisah menuju tujuan masing - masing.
Bella yang melihat Audrey dan Rina berjalan kembali menuju meja tempat duduknya, menunggu sejenak. Setelah dilihatnya Audrey sudah duduk, ia segera berjalan ke tempat mereka.
**********************************
* Mohon dukungannya ya teman - teman.
* Jangan lupa beri like, koment, vote dan hadiah yang banyak ... hehehe.
* Maaf, kalau ada salah dalam penulisan kata ataupun kalimat. Saya juga baru belajar menulis sebuah cerita.
* Semoga kalian semua menyukai cerita yang saya buat.
* Terima kasih buat yang sudah memberikan komentar dan like nya.
* Semoga kita semua selalu diberi kesehatan agar bisa terus bekerja dan berkarya ... Aamiin.
* Sampai jumpa di episode berikutnya.
* Saya lagi mencoba menulis satu cerita lagi, semoga kalian nanti menyukainya. Tapi tokoh - tokoh wanita yang saya buat selalu wanita yang kuat, karena saya tidak suka dengan orang yang lemah. Karena hidup ini sudah berat kawan jadi kalau kita lemah bakalan sering dilecehkan ... hahaha.
__ADS_1
* Terima kasih ... 🙏🙏🙏😘