
Begitu mobil Audrey sampai di mansion, penjaga gerbang menghampirinya.
" Maaf, non Audrey ... ini tadi ada yang mengirimkan bunga buat nona. "
" Oh, dari siapa Pak ... ?".
" Tuan itu bilang, nona pasti tahu kalau melihat nama yang ada di buket bunga."
" Hmm ... baiklah. Tolong bawakan ke mansion ya, Pak ..." Ia melirik sebuah buket bunga mawar merah besar yang terletak di pos jaga di mansion.
" Baik nona."
" Bunga dari siapa, Drey ... ?" tanya Rina ingin tahu.
" Belum tahu, ntar biar gue lihat nama pengirimnya." sahut Audrey.
" Cie ... yang punya pengagum rahasia, senang tuh dapat kiriman bunga. Mana gede lagi." goda Rina.
" Mbak ... Emangnya kalian kaum
wanita suka ya, kalau dikirimin
bunga ? " celetuk Rifky.
" Kalau mbak suka, sih ... abis harum dan indah, sih. Gak tahu kalau Audrey." sahut Rina.
" Hmm ... kalau gue suka tapi gak
yang gimana gitu. Bagi gue yang
penting cowok itu harus tulus dan setia, seperti Daddy ke Mommy."
mata Audrey langsung berubah
sedih ketika mengatakan hal ini.
Rina yang tahu Audrey bersedih
segera menghiburnya.
" Udah, Drey ... Lo jangan sedih, dong. Doakan aja agar orang tua Lo baik - baik aja di sana."
" Aamiin ... iya, Rin. Tapi gue gak tahu kabar mereka sama sekali.
Ini yang buat gue kepikiran. Semoga mereka memang lagi terlalu sibuk disana jadi gak punya waktu buat ngabari gue." ujar Audrey
" Iya, Lo harus yakin dan tetap
semangat, Drey ... " ucap Rina
memberi semangat pada Audrey.
Begitu mobil udah terparkir dengan rapi , mereka pun keluar dari mobil.
Bik Imah sudah menyambut Audrey di depan pintu mansion dengan senyum tulus di bibir.
" Non Audrey, semalam gak pulang nginap dimana ? " tanya bik Imah yang khawatir karena kemarin gak dapat kabar dari Audrey.
" Oh, ya ... maaf bik. Audrey lupa ngabari, semalam Audrey tidur
di apartment bareng Rina dan Rifky. Mereka berdua sekarang
tinggal di sana bik." jelas Audrey
merasa bersalah, karena lupa
memberitahu bik Imah.
" Ya, sudah ... gak papa non.
Yang penting nona baik - baik saja."
" Iya, bik ... makasih. Maaf ya bik."
" Iya, non ... ".
Mereka bertiga kemudian masuk
lalu duduk di sofa ruang tamu.
Bik Imah pergi meninggalkan mereka menuju dapur untuk membuatkan Audrey dan temannya minuman.
__ADS_1
" Non Audrey ... buket bunganya saya taruh dimana ? " tanya
salah satu pelayan yang menerima buket dari penjaga
mansion.
" Tolong letakkan disana aja, mbak ... " perintah Audrey sopan.
" Baik, non ... " pelayan itu lalu
menaruh buket bunga itu di atas
meja.
Begitu pelayan itu pergi, Rina langsung mengajak Audrey.
" Kita lihat siapa yang ngirim, yuk ... Drey."
" Nanti aja, ah ... lagi males bangkit Rin." sahut Audrey.
" Gue yang lihat siapa yang ngirim ya, ... ? " ujar Rina sangat penasaran.
" Ih, mbak Rina kepo banget ,sih ...
orang Audrey nya bilang nanti. "
ujar Rifky menyindir Rina.
" Hehehe ... Iya, mbak memang kepo. Soalnya baru pertama kali,
mbak lihat bunga sebagus ini." Rina tertawa membenarkan perkataan adiknya.
" Ya, udah ... Lo lihat sana siapa pengirimnya." ujar Audrey tersenyum mendengar obrolan
kedua kakak beradik di depannya
ini.
" Okey ... " sahut Rina semangat,
lalu segera bangkit dan mengambil bunga itu.
Audrey dan Rifky tersenyum geli
Rina meraih nama yang tertera di sebuah kartu yang ada di dalam
buket bunga. Ia tersenyum kecil melihat nama dan kata yang tertulis di sana.
Sambil memegang bunga, Rina
berjalan menghampiri Audrey.
" Nih, Drey ... baca sendiri." ujar Rina dengan senyum dibibir.
" Kenapa Lo senyum - senyum gak jelas gitu. Elo aja yang bacain.
Gue lagi males." sahut Audrey.
" Beneran nih, gue yang bacain.
Nanti Lo malu, kalau Rifky ikut
dengerin." goda Rina.
Audrey mengerutkan keningnya mendengar perkataan Rina. Ia jadi sedikit penasaran, memangnya apa yang tertulis di kartu itu hingga Rina berkata seperti itu.
" Ya, udah ... sini biar gua aja." Audrey meraih bunga ditangan Rina.
Rina cuma mesem - mesem aja melihat Audrey.
Mata Audrey melihat dengan tatapan gak percaya. Ternyata bunga itu dari Reno, dengan kata - kata yang lucu.
" Hai, baby ... lagi ngapain ?
Eits, jangan marah ya karena aku panggil baby ... hehehe.
Kangen, nih ... boleh dong kangen ? Pengennya dianggap sebagai pacar, tapi sayangnya cuma dikasih kesempatan sebagai teman ... hiks😭😭
Teganya ... Teganya ... 😁
Tapi aku harap seiring waktu, kamu akan bisa menerimaku sebagai seseorang yang paling penting di hati kamu ... 😍. Ngarep.com.
Love you ... 😘😘
__ADS_1
Reno, pria malang.😭
Audrey tersenyum kecil saat membaca ulang kata - kata yang
dituliskan Reno.
Ternyata Reno, bisa juga melucu.
Ia merasa terhibur dengan ucapan Reno.
" Siapa, Drey ... ? " tanya Rifky yang jadi penasaran melihat Audrey dan Rina sama - sama tersenyum begitu melihat kartu berisi tulisan itu.
" Eits, ini khusus cewek aja." ujar Rina menahan badan Rifky yang mendekati Audrey.
Rifky langsung cemberut mendengar perkataan Rina.
" Minum dulu non ... " bik Imah
menyuruh pelayan meletakkan minuman buat Audrey dan kedua kakak beradik itu, hingga mengalihkan perhatian Rifky dari masalah kartu dari buket bunga itu.
" Makasih bik, mbak ... " Audrey menganggukkan kepalanya.
Bik Imah dan pelayan pun mengundurkan diri kebelakang.
" Nanti latihannya dimana, Drey ?"
tanya Rifky yang sudah tidak cemberut lagi.
" Itu, di belakang mansion ada ruangan khusus buat latihan bela diri. " jawab Audrey.
" Oh, masih ada ruangan lain di mansion ini, ya Drey ... ? " tanya Rifky heran.
" Iya, Daddy sengaja membuatnya
untuk tempat latihan Daddy dan bodyguard rahasia pilihan Daddy."
Audrey menjelaskan.
"Hmm ... gitu ya." sahut Rifky tertarik dengan penjelasan Audrey.
" Iya, ruangan itu hanya bisa dimasuki oleh Daddy, gue dan orang - orang yang terpilih saja."
ucap Audrey lagi.
Rifky terlihat begitu semangat mendengar penjelasan Audrey.
Berarti ia dan Rina termasuk orang yang beruntung, karena bisa masuk kedalam ruangan khusus itu.
" Non Audrey, ada yang mencari non ... " kata Bik Imah.
" Suruh langsung ke tempat biasa aja, bik ... biar kami aja yang kesana." perintah Audrey dengan sopan, karena ia tahu pasti bodyguard yang datang buat melatih Rifky dan Rina, sesuai dengan jam yang telah ditetapkan
kemarin.
" Baik, non ... " jawab Bik Imah.
" Udah datang tuh, pelatih kalian.
Yuk, biar gue antar kesana." ujar Audrey pada Rina dan Rifky.
" Kami pakai baju ini aja, Drey ..
latihannya ? " tanya Rina.
" Gak, gue udah menyiapkan pakaian di sanggar buat kalian
pakai latihan." jawab Audrey.
" Oh, kapan Lo menyiapkannya ?
Tapi semalam Lo nginap di apartment ? " tanya Rina heran.
" Disini memang sudah ada disediakan, Daddy menyediakan stok beberapa agar tidak repot jika ada anggota baru yang membutuhkan.. Gue tinggal nyuruh bik Imah menyiapkannya."
sahut Audrey santai.
" Oh, kirain Lo beli lagi ." ujar Rina.
" Gak Rin, Udah, yuk ... " ajak Audrey bangkit dari duduknya.
Rina dan Rifky mengikuti langkah Audrey menuju belakang mansion.
**********************************
__ADS_1