
Audrey senyum - senyum sendiri di kamar mengingat obrolan yang seru dan lucu tadi saat bersama Reno. Ia memandangi bunga yang berjejer rapi dan coklat pemberian Reno. Bunga - bunga itu sangat indah. Apalagi coklat yang diberikan Reno, termasuk coklat kegemaran Audrey.
Coklat ini hanya bisa di dapatkan
dengan cara di pesan terlebih dahulu. Berarti Reno benar - benar niat untuk memberikannya pada Audrey. Tapi bagaimana ia bisa tahu Audrey menyukai coklat ini ?
Apa dia memiliki indera keenam ... hehehe.
Reno sangat puas karena bisa berdekatan dengan Audrey.
Walau hanya di mansion saja dan tidak kemana - mana. Tapi hal ini justru malah membuat mereka semakin dekat.
Reno bisa dengan mudah mengobrol banyak dengan Audrey, tanpa ada gangguan dari siapapun. Bahkan tadi Audrey sudah berjanji akan mengangkat
telepon dari Reno jika ia menghubunginya.
Sementara itu Bella yang kesal karena harus pergi dari apartment
Reno, kini sedang berada di mall.
Ia belum ingin pulang, karena pasti akan terasa sepi karena sendirian di apartment nya.
Bella memutuskan untuk pergi
menonton film.
Sebenarnya bisa saja ia menghubungi Zia dan Dea ... pasti mereka akan datang kesini. Tapi
entah mengapa, ia menjauh dari mereka. Mungkin karena takut, Zia dan Dea mengetahui hal yang ia sembunyikan selama ini. Mengenai kisah percintaannya
dengan Reno dan pria lain.
Karena belakangan ini mereka berdua terlihat sangat mencurigai Bella. Zia sering menanyakan hal ini jika mereka bertemu di kampus. Makanya Bella lebih sering memisahkan diri dari mereka agar tidak mendapatkan pertanyaan yang sama.
Tapi sendiri seperti sekarang juga membosankan. Ia tidak punya teman buat ngobrol. Bahkan film yang ia tonton tadi tidak bisa
di nikmati ya dengan baik.
Karena ia hanya sekedar melihat tanpa mengerti jalan ceritanya.
" Kenapa gue harus seperti ini ?
Kenapa gue gak bisa seperti Audrey dan yang lain ? " protes Bella sambil mengaduk makanan yang di pesannya di sebuah cafe
tanpa menyentuhnya sedikitpun.
Tiba - tiba ia di datangi beberapa orang wanita. Salah satu wanita
itu menyiramkan minuman yang di pesan Bella ke kepalanya.
Baru saja ia hendak bangkit karena marah diperlakukan seperti ini, tapi badannya ditahan
oleh teman - teman wanita yang menyiram kepalanya.
" J***** sebaiknya lo tetap duduk kalau tidak mau semakin gue permalukan. " bentak Wanita itu.
Bella terpaksa menuruti perkataan nya agar tidak semakin malu. Karena beberapa pengunjung cafe sudah mulai berbisik membicarakannya karena perlakuan wanita di depannya ini.
Lima orang wanita dengan pakaian yang jelas terlihat mahal dan bagus duduk di samping dan depan Bella. Mereka semua menatap dengan mata menghina terhadap Bella.
" Dengarkan kata - kata gue saat ini, karena gue gak akan pernah mengulanginya lagi. Jangan pernah Lo mencoba mendekati dan merayu tunangan gue lagi jika masih ingin hidup. Karena gue gak akan segan untuk melenyapkan Lo sekarang juga. Mengerti ! " ancam wanita ini yang merupakan tunangan dari pria yang jadi selingkuhan Bella di belakang Reno.
" Apa maksud Lo , gue gak ngerti ?
Tunangan Lo yang mana ... ?
Gue gak pernah merasa menggoda tunangan orang." ujar Bella membela diri.
" Diam Lo jangan banyak omong.
Lo pergi dengan pria untuk liburan kan ? Lo juga sering menginap
di hotel dengan pria itu. Lo juga sering belanja menggunakan uang
__ADS_1
pria itu yang merupakan tunangan gue. " ujar wanita ini menahan emosi karena menjaga citranya
di depan orang banyak.
Karena ia tidak ingin harga dirinya jatuh sebagai anak pengusaha kaya jika mereka tahu, ia dikalahkan dengan seorang wanita yang bahkan tidak ada apa - apanya sedikitpun bila
di bandingkan dengannya.
Ia selama ini tahu dan menyelidiki
tentang Bella dan tunangannya yang sering bertemu
di belakangnya. Pertama kali ia hanya membiarkan saja. Karena ia
pikir, hubungan ini hanya atas hubungan uang semata. Tapi semakin kesini, ia melihat sikap
Bella semakin kurang ajar.
Ia bahkan berani mengajak tunangannya buat membelikannya
cincin yang sama modelnya dengan yang ia pakai.
Selama ini, tunangannya sudah sering melakukan hal seperti yang ia lakukan dengan Bella. Tapi biasanya hubungan itu hanya bertahan sehari atau paling lama tiga hari. Tapi dengan
Bella sudah hampir beberapa Minggu. Hal inilah yang membuat ia marah. Apalagi dalam waktu dekat ini mereka akan segera
menikah.
Ia khawatir pernikahan
bisa gagal karena gangguan dari
Bella. Ia yakin nanti selama dalam
pernikahan bisa merubah perlahan sifat calon suaminya agar tidak melakukan hubungan
intim dengan wanita lain diluar.
Ia walau termasuk wanita modern tapi tetap memegang teguh, bahwa akan menyerahkan mahkotanya pada saat sudah sah dalam ikatan suami isteri.
nya . Kini ia tahu pria yang dimaksud oleh wanita ini.
Ternyata memang benar, pria selingkuhannya belakangan ini
rupanya tunangan wanita yang kini duduk di samping Bella.
" Sorry, harusnya Lo bisa menjaga
calon suami agar tidak jajan di luar. Sebagai calon isterinya, Lo harus bisa menyenangkannya.
Jadi jangan pernah salahkan gue, jika tunangan Lo mencari kesenangan dengan gue. Lagian
mana gue tahu, kalau dia sudah
punya tunangan. Dia gak pernah
cerita tentang Lo ... " ujar Bella dengan berani membalas perkataan wanita itu.
" Diam Lo ... gue bukan wanita
murahan kaya Lo. Yang gampang menyerahkan hal yang harus dijaga dan akan gue berikan pada saat sudah menikah ! " hardiknya dengan keras hingga menarik
perhatian pengunjung cafe.
" Udah Wi, habisi aja perempuan
j***** ini. Kesal gue liatnya. " ujar teman wanita ini geram karena melihat sikap Bella yang kurang ajar.
" Sekarang belum perlu ... kita gak selevel dengan dia. Yang ada tangan gue tercemar jika menyentuhnya langsung. Biar
anak buah gue aja yang menanganinya jika masih berani
mendekati calon suami gue. " sahut wanita itu.
__ADS_1
" Hehe ... bilang sama tunangan lo
itu, agar jangan menghubungi gue
jika sedang butuh kehangatan.
Gue juga gak minat dengan calon suami Lo yang gak ada apa - apanya itu. Pria kaya gitu aja masih di pertahankan. Kalau gue jadi Lo, udah lama gue campakkan. Ngapain masih mempertahankan pria yang doyan
jajan. " hina Bella gak mau kalah.
" S****** Lo jangan banyak ngomong kalau masih mau tetap bisa menghirup udara. Itu urusan gue, bukan urusan Lo ... gue punya cara sendiri biar dia gak
berani melakukan hal menjijikkan
itu lagi. "
" Udah selesai belom ceramahnya, kalau udah gue mau pergi.
Gara - gara Lo , gue harus ke salon. Kalau gak bisa rusak rambut indah gue ini. " Bella benar
benar gak ada takutnya sedikitpun.
" Gue heran ya lihat Audrey, kog dia mau ya temenan sama perempuan hina kaya Lo. Udah
miskin, jual tubuh lagi.
Padahal Audrey itu terkenal karena kecantikan, kekayaan dan kebaikannya. Bisa - bisanya dia mau berteman dengan Lo, atau jangan - jangan dia belum tahu
kerjaan sampingan Lo selain mahasiswa ? " hina wanita ini dengan mata merendahkan Bella.
Ia memang kenal dengan Audrey.
Sebagai sesama anak pengusaha, beberapa kali mereka pernah ketemu di acara perusahaan.
Begitu juga ia kenal dengan Zia dan Dea. Tapi tidak terlalu akrab.
Karena mereka lebih dewasa sedikit usianya dibandingkan
Audrey dan teman - temannya.
Mendengar ia dibandingkan dengan Audrey membuat Bella menjadi semakin kesal. Kenapa harus selalu Audrey yang mendapat pujian dari banyak orang. Gak di kampus, gak di televisi, majalah ... dimana - mana
Audrey selalu disanjung.
Ini membuat Bella semakin bertambah membenci Audrey.
" Lo, jangan bandingkan gue dengan Audrey. Dia itu gak sama dengan gue. Dia itu hanya kebetulan terlahir kaya, sama kaya elo semua. Jadi gak tahu dan belum pernah merasakan hidup yang penuh perjuangan kaya gue.
Gue yakin kalo Lo semua ataupun Audrey gak akan bisa bertahan hidup walau sehari jika tanpa kekayaan orang tua kalian ! " ujar
Bella sudah gak bisa menahan amarah dihatinya
" Hahahaha ... apa Lo bilang ?
Kalaupun kami miskin kaya Lo, tapi gue jamin gak akan melakukan pekerjaan hina seperti yang elo lakuin. Demi uang Lo rela jual diri. Terus, ternyata selama ini, Elo pura - pura bersikap baik pada Audrey padahal Lo sangat membencinya.
Dasar sampah !!! " umpatnya emosi.
" Udah Wi ... kita jangan lama - lama duduk dekat j ****** ini,
ntar ketularan virus jahat. " ucap teman wanita yang bernama Dewi.
" Benar juga Lo bilang, sebaiknya kita pergi. Gue juga mual dari tadi, karena bau kotoran dari tubuh wanita j***** ini." Dewi pun bangkit bersama teman - temannya dan pergi meninggalkan Bella setelah puas menghinanya.
Sementara Bella ingin sekali menjerit dengan keras atas rasa sakit dan penghinaan yang ia dapatkan.
" Gue gak mau tahu, pokoknya
harus secepatnya Audrey dibawah kaki gue. Biar dia merasakan
bagaimana terhinanya jika ia jadi seperti gue. " ujar Bella penuh dendam.
Ia pun bangkit setelah mengucapkan kata penuh amarah itu dan melangkah keluar dengan cuek dari cafe, walaupun ia tahu saat ini menjadi pusat perhatiannya karena penampilannya yang berantakan
__ADS_1
akibat ulah Dewi tadi.
**********************************