
Audrey yang sendirian di kamar, karena Zia dan Dea sudah pulang siang tadi merasa rindu pada orang tuanya. Ia pun melihat foto - foto mereka yang ada di hpnya.
Tiba - tiba terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel.
Ia segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Reno, mengirimkan lokasi cafe tempat mereka bertemu sore ini.
Ia lalu membalas dengan kalimat pendek saja.
" Okey ..."
Audrey segera bersiap - siap untuk pergi menemui Reno. Ia hanya memakai celana jeans dan baju kaus berwarna putih. Sederhana, tapi tetap saja cantik kalau Audrey yang mengenakannya.
Ia pun segera turun kelantai bawah dan menemui Bik Imah.
" Bik, Audrey pergi keluar sebentar. Ada yang mau Audrey, temui." ucap Audrey.
" Baik, non ... "
" Nanti, gak usah siapin makan malam buat Audrey, karena mungkin nanti Audrey makan di luar."
" Iya, non ... non Audrey pulang jam berapa ?"
" Belum tau, bik ... tapi gak lama kog. Paling cuma dua atau tiga jam aja Audrey perginya.
" Baiklah. Hati - hati, non."
" Iya, bik ... " Audrey berjalan melangkah keluar menuju garasi.
Ia lalu segera menghidupkan mesin mobil sportnya dan berjalan keluar dari mansion.
Audrey yang baru sampai di depan cafe yang dikatakan Reno, memarkirkan mobilnya.
Ia pun masuk kedalam cafe yang terlihat sangat bagus. Gak terlalu besar memang tapi suasananya enak banget.
Saat ia lagi mencari tempat duduk buatnya, karena Audrey sengaja datang lebih cepat setengah jam dari waktu yang dijanjikan dengan Reno mendengar ada suara yang memanggil namanya.
Ketika ia mencari asal suara itu,
Audrey melihat Reno sudah duduk di kursi yang paling pojok.
Ia pun berjalan mendekati Reno yang berdiri menyambutnya.
Reno yang melihat Audrey hanya memakai pakaian yang simpel tapi tetap tidak bisa menutupi jati diri Audrey. Walaupun hanya kaos putih tapi Reno tahu kalau itu merk D*** dan jeans yang dikenakannya L**** V ******.
Santai tapi kelihatan berkelas.
Apalagi didukung dengan wajah Audrey yang cantik dan tubuh
tingginya. Ini semua membuat Reno ingin segera mendapatkan Audrey.
" Hai, Drey ... eh, aku bolehkan panggil nama kamu aja ? Abisnya aku merasa terlalu formal kalau terus memanggil kamu nona. tanya Reno dengan sopan begitu Audrey sudah berdiri di hadapannya.
" Gak papa ... aku juga gak suka kalau di panggil seperti itu." Audrey menyetujuinya, karena ia juga gak terbiasa dengan panggilan formal begitu.
" Silahkan duduk, Drey ..." Reno yang biasa berhubungan dengan banyak wanita terlihat santai menghadapi Audrey.
" Baik, terima kasih." Audrey pun duduk di depan Reno.
" Kamu mau minum, apa ? " tanya Reno dengan mata yang tak lepas memandang Audrey.
" Disini ada jus strawberry ? " tanya Audrey yang menyukai semua yang berhubungan dengan buah.
__ADS_1
" Ada ... sebentar." Reno pun memanggil pelayan.
" Gak mau nyobain spaghetti nya, Drey ... enak banget. Aku jamin kamu bakalan ketagihan kalau udah memakannya." ucap Reno sambil mengembangkan senyumnya.
" Hmm ... boleh. " jawab Audrey sedikit penasaran, apa beneran seenak itu.
Setelah pelayan mencatat pesanan mereka, pelayan tersebut lalu meninggalkan mereka.
" Maaf, ya ... gara - gara aku, kamu jadi repot kaya gini." Reno memulai pembicaraan karena sejak pelayan pergi, Audrey hanya diam sambil memandang keluar.
" Gak lah ... justru aku yang sebenarnya gak enak. Kamu bilang kan ini baru pulang kerja, harusnya bisa langsung istirahat, tapi malah harus ketemu aku dulu." sahut Audrey dengan tatapan gak enak.
" Justru aku senang ketemu sama kamu, Drey .... " Reno mulai melancarkan aksinya.
" Kenapa ? " tanya Audrey sedikit bingung.
" Ya, karena sejak aku lihat kamu kemarin di pesta, aku teringat terus sama kamu. Maaf ... kalau aku lancang." ucap Reno dengan raut wajah dibuat menyesal.
Mendengar perkataan Reno, Audrey merasa terkejut. Ia tidak menyangka kalau Reno malah berkata seperti itu.
" Maaf, jika kata - kataku buat kamu marah. Tapi beneran, aku gak bisa membohongi perasaanku. Sejak hari itu, aku gak bisa melupakan kamu." Reno mulai mengeluarkan sedikit gombalannya.
Audrey yang mulai merasa jengah dengan ucapan Reno, berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Gak papa. Oh, ya ... berapa harga laundry baju kamu, biar aku langsung bayar. Karena sehabis dari sini, aku ada urusan lain." ucap Audrey tetap bersikap ramah.
Reno yang mengerti kalau Audrey sengaja berkata seperti itu agar teralihkan dari pembicaraan Reno tadi, ia pun lalu menyebutkan harga laundry nya supaya tidak terlalu kelihatan kalau Reno sedang berusaha mendekati Audrey.
" Kamu, masih kuliah atau sekolah ?" tanya Reno sengaja agar Audrey tidak fokus dengan kata - katanya tadi.
" Kuliah dan baru aja selesai skripsi." jawab Audrey singkat.
" Makasih."
" Tapi dari wajah kamu kelihatannya masih muda banget, kaya masih sekolah. Kog, bisa cepat banget selesai kuliahnya ?
Kamu pasti pintar, ya ... ?" Reno pura - pura gak tahu. Padahal ia sudah mengetahui semua tentang Audrey dari Bella.
" Biasa aja, mungkin karena beruntung aja gak ada ngulang mata kuliah, jadi selesai tepat waktu." Audrey tetap merendah.
" Gak mungkin, kamu pasti pintar.
Memangnya berapa umur kamu sekarang ? Pasti kalau aku gak salah menebak belum dua puluh tahun, kan ?" tebak Reno dengan pasti.
Ya, iyalah dia benar menebaknya.
Apa yang Reno gak tahu tentang Audrey.
" Eh, kog kamu tahu ? Peramal, ya ... ? " tanya Audrey dengan heran.
" Hahaha ... bukanlah. Kelihatan banget dari wajah kamu, muda banget. Tapi karena kamu tinggi, jadi pasti orang mengira kamu udah dewasa." alasan Reno.
" Oh .... hahaha. Kirain kamu bisa meramal." sahut Audrey tertawa.
Reno udah gemas aja dari tadi ngeliat Audrey, apalagi melihat dia tertawa seperti ini rasanya ia sudah tidak sabar untuk secepatnya membawa Audrey ke dalam pelukannya.
Otak mesum Reno sudah traveling kemana - mana sejak melihat tubuh Audrey awal masuk ke cafe tadi.
" Silahkan dinikmati, makanannya, nona, tuan .... " pelayan datang tiba - tiba menghentikan lamunan Reno tentang Audrey.
" Ya, makasih ... " sahut Audrey tersenyum.
__ADS_1
Mereka berduapun menikmati makanan yang di sajikan, sambil ngobrol.
Ternyata spaghetti rekomendasi Reno benar - benar enak setelah Audrey memakannya.
" Kamu benar, spaghettynya enak banget." puji Audrey.
" Iyakan, aku juga suka nagih kalau makan disini." sahut Reno senang.
Akhirnya karena Audrey mulai merasa nyaman dan yakin kalau Reno bukanlah orang yang patut dicurigai, pembicaraan antara mereka berdua terus mengalir.
Hingga tak terasa udah satu jam lebih aja mereka berdua berada di cafe itu dan Audrey memutuskan untuk pulang.
" Biar aku yang bayar aja ya, sebagai ucapan maaf karena udah buat pakaian kamu kotor." kata Audrey.
" Aku aja, Drey ... yang ngajak kamu ketemukan aku. Lagian, aku udah senang banget, kamu bersedia menemui aku sementara kita baru aja kenal.Tadinya aku khawatir kamu gak menerima ajakan ku untuk ketemu." Reno menolak dengan lembut.
" Kalau gitu, makasih deh buat traktirannya." Audrey mengalah karena ia lihat Reno kelihatan tulus saat mengatakannya.
" Sama - sama, aku juga makasih karena udah bayarin laundry aku dan mau datang kemari." jawab Reno memandang wajah Audrey.
" Okey, deh ... kalau gitu sekarang aku permisi pulang ya ..." pamit Audrey.
" Baik, tapi setelah ini aku masih boleh gak telepon atau kirim chat ke kamu ... ? Kitakan udah jadi teman, nih ... " ucap Reno dengan wajah berharap.
Audrey yang orangnya terlalu baik dan suka gak tegaan, merasa gak enak kalau harus menolak permintaan Reno.
" Hmm ... boleh aja tapi kalau aku sedang sibuk mungkin aku gak bisa mengangkatnya atau membalas chat kamu." jawab Audrey sengaja mengatakan begitu agar tidak terlalu kelihatan memberi harapan pada Reno.
" Gak masalah, Drey ... aku udah senang kita bisa berteman." sahut Reno gak masalah, karena ia yakin akan bisa menaklukkan Audrey.
" Kalau aku pulang, ya ..." ucap Audrey lalu bangkit dari duduknya.
" Sekalian aja keluarnya, Drey ... aku juga mau pulang." Reno pun bangkit lalu kini berdiri di samping Audrey.
Setelah membayar pesanan mereka, Audrey dan Reno berjalan berdampingan keluar menuju parkir.
Reno mengantarkan Audrey menuju mobilnya.
Sedangkan Audrey yang kini sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pergi, membuka kaca mobilnya untuk menyapa sebelum ia pergi.
" Bye, Reno ... " ucap Audrey sambil melambaikan tangannya.
" Bye ... See You." jawab Reno membalas lambaian tangan Audrey dengan memberikan senyum terbaiknya.
Mobil sport Audrey segera meluncur keluar dari parkiran cafe. Sementara Reno terus memandang hingga mobil Audrey sudah tidak kelihatan lagi.
Reno dengan hati gembira karena sudah berhasil mendekati Audrey, walau baru sekali, kini pun masuk ke dalam mobilnya.
Ia yakin gak butuh waktu lama untuk mendapatkan hati Audrey.
Sambil bersenandung, ia pun menjalankan mobilnya dengan kencang.
**********************************
* Mohon dukung terus ya karya Author ... 🙏🙏😘
* Jangan lupa beri Like, Koment yang positif, Vote dan Hadiahnya.
* Maaf, kalau masih ada penulisannya yang salah.
" Terima kasih .... 😘😘😘
__ADS_1