Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 48


__ADS_3

Begitu bangun Rina melihat bik Imah sudah tidak berada di kamar lagi. Ia pun segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar


mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu Bella menginap di apartment Reno karena ia


tidak tega meninggalkannya sendirian dalam keadaan luka seperti ini.


" Sayang kamu sudah bangun ?" tanya Bella.


" Hmm ... kenapa kamu masih disini ?" tanya Reno.


" Ya gak mungkinlah aku meninggalkan kamu dalam keadaan luka kaya gini. Nanti siapa yang ngurusin kamu ?".


" Aku masih bisa sendiri. Lagian luka kecil ini tidak berarti apapun buatku. Sebaiknya kamu pergi ke mansion Audrey dan cari tahu


ia pergi kemana ? ". perintah Reno.


" Sayang kamu kenapa sih ?


Kenapa belakangan ini aku perhatikan sepertinya sikap kamu berubah padaku. Apa aku ada buat kesalahan sama kamu ?"


kening Bella berkerut ketika


menanyakan ini. Karena ia jelas


sekali merasakan perbedaan sikap Reno. Seperti tadi malam,


ia tidak ingin Bella tidur di kamar


yang sama dengannya. Setelah ia selesai mengobati luka Reno, ia


disuruh tidur di kamar yang lain.


" Hmm ... itu hanya perasaan kamu saja. Aku hanya ingin kita sedikit menjaga jarak agar Audrey tidak curiga dan sebaiknya kamu secepatnya mendapatkan hati Rifky. Aku merasa dia dan Rina


akan jadi penghalang buat rencana kita." ujar Reno berdalih.


" Kenapa sih, aku harus pacaran sama anak kampung itu ? Masa


kamu tega sih lihat aku pacaran dengannya ? " tanya Bella berusaha melembutkan hati Reno.


" Kamu kan hanya pura - pura pacaran, jadi buat apa kamu keberatan. Toh, aku akan tetap


memberikan uang seperti yang kamu inginkan." ujar Reno gak terima dengan penolakan Bella.


" Tapi sayang, kamu lihat sendiri kan, dia begitu menjaga jarak dengan aku. Bahkan buat diajak


ngobrol aja susah. Gimana bisa pacaran ?". Bella tetap berusaha


agar Reno menerima alasannya.


" Ya, kamu harus pintar lah mencari cara mendekati dia.


Bukankah kamu sangat ahli dalam hal berbohong dan berakting seperti wanita baik - baik." ujar Reno sinis.


" Maksud kamu apa sayang mengatakan hal ini ? Aku memang bisa merubah sikapku jika


di depan Audrey, karena aku gak ingin dia tahu kalau aku sangat membencinya. Tapi kalau dengan


Rifky, kasusnya kan beda, aku


harus pura - pura jatuh cinta sama dia. Sementara aku cintanya sama kamu. "


" Cinta .... hahaha. Hari ini gak usah bicara tentang cinta. Aku sudah pernah bilang di antara


kita gak boleh ada cinta. Hubungan kita hanya sebatas


saling memuaskan di atas ranjang. Kamu puaskan kebutuhanku, maka aku akan


memberikan yang kamu butuhkan. Jadi, kamu harus tetap


ingat itu ! Jangan pernah berharap


lebih." kata Reno tanpa perasaan.


Bella hampir saja menangis mendengar perkataan Reno yang


sangat menyakitkan. Tapi memang benar, dalam hal ini dia


yang salah. Dari awal Reno sudah


mengatakan mengenai hal ini.


Bella tidak boleh jatuh cinta padanya. Tapi bagaimana bisa


ia menolak pesona diri dan perhatian dari Reno selama ini.


Meskipun ia berselingkuh dibelakang Reno, tapi ia tidak mencintai pria itu. Hatinya hanya


untuk Reno.


" Mulai hari ini, demi menjaga agar Audrey tidak sampai mengetahui hubungan kita sebaiknya kamu jangan pernah


lagi datang ke apartment ku.

__ADS_1


Untuk sementara kita tidak perlu


melakukan hubungan s*** dulu.


Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tetap mengirimkan uang


ke rekening kamu, seperti janjiku.


Hal ini kita lakukan sampai aku bisa mendapatkan Audrey. Begitu juga kamu dengan Rifky." kata Reno datar.


Ia benar - benar sudah


jijik menyentuh tubuh Bella yang sudah tidur dengan pria lain.


Reno memang pria egois dan gak punya hati. Padahal selain Bella,


ia juga memiliki wanita lain.


Bahkan saat ia berhubungan dengan Bella, ia juga berhubungan


dengan wanita itu.


" Gak, aku gak mau. Aku bukan hanya butuh uang darimu. Tapi


karena aku suka dan nyaman bersama kamu. Selain itu, bukankah kamu membutuhkan ku


untuk tetap bisa mendapatkan


Audrey." Bella berkata dengan


nada sedih.


" Audrey sudah dekat denganku sekarang. Jadi yang aku butuhkan, kamu menjauhkan kakak beradik yang datang dari kampung itu agar rencana ku untuk bersama Audrey berjalan


mulus."


" Tapi, sayang ... " Bella ingin mengatakan sesuatu tapi dipotong oleh Reno.


" Sebaiknya kamu pergi sekarang ke mansion Audrey. Kamu pasti bisa masuk karena bik Imah dan


Rina akan mengijinkan karena


kamu temannya Audrey."


" Bukankah kamu dengar sendiri,


para pria yang membawa


Audrey pergi memberikan perintah pada bik Imah untuk tidak mengijinkan siapapun boleh masuk kesana sebelum Audrey kembali ke mansion."


" Itu hanya ancaman mereka saja.


kamu atau sebaiknya kamu juga mengajak kedua temanmu, Zia dan Dea. Agar Rina tidak tega."


" Apa gak sebaiknya aku telepon saja. Jadi aku gak perlu harus pergi kesana."


" Tidak, kamu harus langsung


datang kesana biar bisa melihat


langsung, apakah mereka berbohong atau tidak ketika kamu


menanyakan mengenai Audrey."


" Baiklah, jika ini bisa membuat


kamu senang dan gak marah lagi." akhirnya Bella mengalah.


" Hmm ... kenapa gak dari tadi kamu bersikap seperti ini. Jadi


aku tidak perlu sampai harus berkata kasar sama kamu." ujar Reno mengembangkan senyum liciknya.


" Ya sudah kalau gitu, sekarang aku akan bersiap - siap untuk pergi kesana."


" Hmm ... nanti setelah kamu


berhasil mendapatkan kabar mengenai Audrey, beritahu aku melalui telepon aja. Kamu gak


perlu datang." kata Reno, lalu mengeluarkan beberapa lembaran uang untuk Bella.


" Baiklah ... " jawab Bella lirih sambil menerima uang pemberian


dari Reno.


Bella menoleh kearah Reno saat ingin menutup pintu apartment ketika ia ingin pergi. Ia berharap


Reno melihat kearahnya. Tapi sampai pintu tertutup sedikitpun hal itu tidak dilakukan Reno.


Ia melangkah dengan gontai menuju lift. Ia benar - benar sedih melihat sikap Reno yang telah


begitu berubah padanya.


Sedangkan di mansion Rina baru saja turun ke lantai bawah untuk


menemui Bik Imah. Ia ingin jalan

__ADS_1


keluar karena mansion sangat


membosankan jika gak ada Audrey dan Rifky. Hal ini membuatnya merasa kasihan pada Audrey. Berarti seperti inilah


hari - hari yang ia jalani setiap harinya. Tapi Audrey begitu pintar menutupinya. Ia selalu menunjukkan sikap ceria jika sedang bersama mereka tanpa


menceritakan sedikitpun masalahnya.


Lily yang kebetulan melihat Rina,


langsung menghampirinya.


Ia ingin mencoba memancing Rina untuk cerita mengenai kemana perginya Audrey yang sebenarnya.


" Non Rina cari bik Imah, ya ... ?" tanyanya dengan ramah.


" Iya, dimana ya bik Imah ?" tanya Rina.


" Tadi bik Imah pergi keluar dengan buru - buru, sepertinya ada keperluan. " ujar Lily.


" Oh, gitu ya. Bik Imah gak ada ngomong mau pergi kemana ?"


tanya Rina lagi.


" Gak ada non. Non Rina tadi disuruh langsung sarapan aja jika sudah bangun." kata Lily.


Mendengar bik Imah sedang pergi membuat Rina membatalkan niatnya untuk pergi keluar. Ia tidak mungkin meninggalkan mansion saat bik Imah tidak berada di mansion.


" Hmm ... Oya, nama kamu siapa ?" tanya Rina karena ia baru


sekali bertemu dengannya.


" Lily, non ... " sahut Lily menyebutkan namanya.


Rina segera menutupi rasa terkejutnya begitu mendengar nama Lily.


" Berarti ini pelayan yang di maksud bik Imah. Aku harus bersikap hati - hati padanya." ucap Rina dalam hati.


" Oh, kog saya baru lihat kamu ?


Kamu baru kerja disini ? " tanya


Rina pura - pura gak tahu.


" Gak baru juga sih non, udah sebulanan juga. Tapi saya tugasnya cuma bersihin bagian depan aja. Jadi jarang gak ketemu sama non Rina dan non Audrey."


jawab Lily menjelaskan.


" Oh, gitu ya ... pantesan saya baru lihat kamu. Ya, udah saya sarapan dulu ya. " ujar Rina.


" Silahkan non. Eh, tapi kalau boleh saya tahu, non Audrey pergi kemana ya, non ... waktu non Audrey di bawa pergi kan lagi


pingsan." tanya Lily ingin tahu.


" Saya juga gak tahu, Ly ... " jawab Rina cepat dengan singkat.


" Oh, saya pikir non Rina tahu, mana tahu bu Imah cerita. " ucap Lily berusaha mencari tahu lagi.


" Bik Imah juga gak tahu. Makanya sekarang kami lagi bingung mau nanya kemana." ujar Rina berbohong karena ia tahu Lily sedang memancingnya.


Dahi Lily langsung berkerut mendengar jawaban dari Rina.


" Huh, ternyata mereka juga gak tahu apa - apa ! " dumelnya kesal


dalam hati.


" Kalau begitu saya permisi, non ..


mau nerusin kerjaan saya lagi." ujar Lily ingin segera berlalu dari hadapan Rina karena tidak mendapatkan info mengenai


Audrey.


" Oh, ya ... silahkan. " sahut Rina.


Rina memperhatikan Lily ketika


berjalan pergi meninggalkannya.


Setelah itu ia pun pergi menuju


meja makan. Terpaksa hari ini


ia harus tetap latihan, karena batal pergi. Padahal tadi ia sengaja ingin keluar buat menghindar dari latihan agar tidak latihan. Selain karena ia malas latihan sendiri, ia juga kurang berminat belajar bela diri.


Beda dengan Rifky dan Audrey yang terlihat semangat setiap mereka latihan.


**********************************


Mohon dukungannya ya ... 🙏🙏😘


Jangan malu buat memberikan like, koment yang positif, vote dan hadiah yang banyak ... hahaha.


Tekan favorit agar setiap Mommy


mengeluarkan episode baru, kalian mendapatkan notifikasinya.

__ADS_1


Buat kalian semua yang sudah


selalu mendukung karya Mommy yang masih sedang dalam tahap belajar, Mommy ucapkan terima kasih ... ,🙏🙏😘😘😍


__ADS_2