
Begitu bangun Rina melihat bik Imah sudah tidak berada di kamar lagi. Ia pun segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar
mandi untuk membersihkan diri.
Sementara itu Bella menginap di apartment Reno karena ia
tidak tega meninggalkannya sendirian dalam keadaan luka seperti ini.
" Sayang kamu sudah bangun ?" tanya Bella.
" Hmm ... kenapa kamu masih disini ?" tanya Reno.
" Ya gak mungkinlah aku meninggalkan kamu dalam keadaan luka kaya gini. Nanti siapa yang ngurusin kamu ?".
" Aku masih bisa sendiri. Lagian luka kecil ini tidak berarti apapun buatku. Sebaiknya kamu pergi ke mansion Audrey dan cari tahu
ia pergi kemana ? ". perintah Reno.
" Sayang kamu kenapa sih ?
Kenapa belakangan ini aku perhatikan sepertinya sikap kamu berubah padaku. Apa aku ada buat kesalahan sama kamu ?"
kening Bella berkerut ketika
menanyakan ini. Karena ia jelas
sekali merasakan perbedaan sikap Reno. Seperti tadi malam,
ia tidak ingin Bella tidur di kamar
yang sama dengannya. Setelah ia selesai mengobati luka Reno, ia
disuruh tidur di kamar yang lain.
" Hmm ... itu hanya perasaan kamu saja. Aku hanya ingin kita sedikit menjaga jarak agar Audrey tidak curiga dan sebaiknya kamu secepatnya mendapatkan hati Rifky. Aku merasa dia dan Rina
akan jadi penghalang buat rencana kita." ujar Reno berdalih.
" Kenapa sih, aku harus pacaran sama anak kampung itu ? Masa
kamu tega sih lihat aku pacaran dengannya ? " tanya Bella berusaha melembutkan hati Reno.
" Kamu kan hanya pura - pura pacaran, jadi buat apa kamu keberatan. Toh, aku akan tetap
memberikan uang seperti yang kamu inginkan." ujar Reno gak terima dengan penolakan Bella.
" Tapi sayang, kamu lihat sendiri kan, dia begitu menjaga jarak dengan aku. Bahkan buat diajak
ngobrol aja susah. Gimana bisa pacaran ?". Bella tetap berusaha
agar Reno menerima alasannya.
" Ya, kamu harus pintar lah mencari cara mendekati dia.
Bukankah kamu sangat ahli dalam hal berbohong dan berakting seperti wanita baik - baik." ujar Reno sinis.
" Maksud kamu apa sayang mengatakan hal ini ? Aku memang bisa merubah sikapku jika
di depan Audrey, karena aku gak ingin dia tahu kalau aku sangat membencinya. Tapi kalau dengan
Rifky, kasusnya kan beda, aku
harus pura - pura jatuh cinta sama dia. Sementara aku cintanya sama kamu. "
" Cinta .... hahaha. Hari ini gak usah bicara tentang cinta. Aku sudah pernah bilang di antara
kita gak boleh ada cinta. Hubungan kita hanya sebatas
saling memuaskan di atas ranjang. Kamu puaskan kebutuhanku, maka aku akan
memberikan yang kamu butuhkan. Jadi, kamu harus tetap
ingat itu ! Jangan pernah berharap
lebih." kata Reno tanpa perasaan.
Bella hampir saja menangis mendengar perkataan Reno yang
sangat menyakitkan. Tapi memang benar, dalam hal ini dia
yang salah. Dari awal Reno sudah
mengatakan mengenai hal ini.
Bella tidak boleh jatuh cinta padanya. Tapi bagaimana bisa
ia menolak pesona diri dan perhatian dari Reno selama ini.
Meskipun ia berselingkuh dibelakang Reno, tapi ia tidak mencintai pria itu. Hatinya hanya
untuk Reno.
" Mulai hari ini, demi menjaga agar Audrey tidak sampai mengetahui hubungan kita sebaiknya kamu jangan pernah
lagi datang ke apartment ku.
__ADS_1
Untuk sementara kita tidak perlu
melakukan hubungan s*** dulu.
Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tetap mengirimkan uang
ke rekening kamu, seperti janjiku.
Hal ini kita lakukan sampai aku bisa mendapatkan Audrey. Begitu juga kamu dengan Rifky." kata Reno datar.
Ia benar - benar sudah
jijik menyentuh tubuh Bella yang sudah tidur dengan pria lain.
Reno memang pria egois dan gak punya hati. Padahal selain Bella,
ia juga memiliki wanita lain.
Bahkan saat ia berhubungan dengan Bella, ia juga berhubungan
dengan wanita itu.
" Gak, aku gak mau. Aku bukan hanya butuh uang darimu. Tapi
karena aku suka dan nyaman bersama kamu. Selain itu, bukankah kamu membutuhkan ku
untuk tetap bisa mendapatkan
Audrey." Bella berkata dengan
nada sedih.
" Audrey sudah dekat denganku sekarang. Jadi yang aku butuhkan, kamu menjauhkan kakak beradik yang datang dari kampung itu agar rencana ku untuk bersama Audrey berjalan
mulus."
" Tapi, sayang ... " Bella ingin mengatakan sesuatu tapi dipotong oleh Reno.
" Sebaiknya kamu pergi sekarang ke mansion Audrey. Kamu pasti bisa masuk karena bik Imah dan
Rina akan mengijinkan karena
kamu temannya Audrey."
" Bukankah kamu dengar sendiri,
para pria yang membawa
Audrey pergi memberikan perintah pada bik Imah untuk tidak mengijinkan siapapun boleh masuk kesana sebelum Audrey kembali ke mansion."
" Itu hanya ancaman mereka saja.
kamu atau sebaiknya kamu juga mengajak kedua temanmu, Zia dan Dea. Agar Rina tidak tega."
" Apa gak sebaiknya aku telepon saja. Jadi aku gak perlu harus pergi kesana."
" Tidak, kamu harus langsung
datang kesana biar bisa melihat
langsung, apakah mereka berbohong atau tidak ketika kamu
menanyakan mengenai Audrey."
" Baiklah, jika ini bisa membuat
kamu senang dan gak marah lagi." akhirnya Bella mengalah.
" Hmm ... kenapa gak dari tadi kamu bersikap seperti ini. Jadi
aku tidak perlu sampai harus berkata kasar sama kamu." ujar Reno mengembangkan senyum liciknya.
" Ya sudah kalau gitu, sekarang aku akan bersiap - siap untuk pergi kesana."
" Hmm ... nanti setelah kamu
berhasil mendapatkan kabar mengenai Audrey, beritahu aku melalui telepon aja. Kamu gak
perlu datang." kata Reno, lalu mengeluarkan beberapa lembaran uang untuk Bella.
" Baiklah ... " jawab Bella lirih sambil menerima uang pemberian
dari Reno.
Bella menoleh kearah Reno saat ingin menutup pintu apartment ketika ia ingin pergi. Ia berharap
Reno melihat kearahnya. Tapi sampai pintu tertutup sedikitpun hal itu tidak dilakukan Reno.
Ia melangkah dengan gontai menuju lift. Ia benar - benar sedih melihat sikap Reno yang telah
begitu berubah padanya.
Sedangkan di mansion Rina baru saja turun ke lantai bawah untuk
menemui Bik Imah. Ia ingin jalan
__ADS_1
keluar karena mansion sangat
membosankan jika gak ada Audrey dan Rifky. Hal ini membuatnya merasa kasihan pada Audrey. Berarti seperti inilah
hari - hari yang ia jalani setiap harinya. Tapi Audrey begitu pintar menutupinya. Ia selalu menunjukkan sikap ceria jika sedang bersama mereka tanpa
menceritakan sedikitpun masalahnya.
Lily yang kebetulan melihat Rina,
langsung menghampirinya.
Ia ingin mencoba memancing Rina untuk cerita mengenai kemana perginya Audrey yang sebenarnya.
" Non Rina cari bik Imah, ya ... ?" tanyanya dengan ramah.
" Iya, dimana ya bik Imah ?" tanya Rina.
" Tadi bik Imah pergi keluar dengan buru - buru, sepertinya ada keperluan. " ujar Lily.
" Oh, gitu ya. Bik Imah gak ada ngomong mau pergi kemana ?"
tanya Rina lagi.
" Gak ada non. Non Rina tadi disuruh langsung sarapan aja jika sudah bangun." kata Lily.
Mendengar bik Imah sedang pergi membuat Rina membatalkan niatnya untuk pergi keluar. Ia tidak mungkin meninggalkan mansion saat bik Imah tidak berada di mansion.
" Hmm ... Oya, nama kamu siapa ?" tanya Rina karena ia baru
sekali bertemu dengannya.
" Lily, non ... " sahut Lily menyebutkan namanya.
Rina segera menutupi rasa terkejutnya begitu mendengar nama Lily.
" Berarti ini pelayan yang di maksud bik Imah. Aku harus bersikap hati - hati padanya." ucap Rina dalam hati.
" Oh, kog saya baru lihat kamu ?
Kamu baru kerja disini ? " tanya
Rina pura - pura gak tahu.
" Gak baru juga sih non, udah sebulanan juga. Tapi saya tugasnya cuma bersihin bagian depan aja. Jadi jarang gak ketemu sama non Rina dan non Audrey."
jawab Lily menjelaskan.
" Oh, gitu ya ... pantesan saya baru lihat kamu. Ya, udah saya sarapan dulu ya. " ujar Rina.
" Silahkan non. Eh, tapi kalau boleh saya tahu, non Audrey pergi kemana ya, non ... waktu non Audrey di bawa pergi kan lagi
pingsan." tanya Lily ingin tahu.
" Saya juga gak tahu, Ly ... " jawab Rina cepat dengan singkat.
" Oh, saya pikir non Rina tahu, mana tahu bu Imah cerita. " ucap Lily berusaha mencari tahu lagi.
" Bik Imah juga gak tahu. Makanya sekarang kami lagi bingung mau nanya kemana." ujar Rina berbohong karena ia tahu Lily sedang memancingnya.
Dahi Lily langsung berkerut mendengar jawaban dari Rina.
" Huh, ternyata mereka juga gak tahu apa - apa ! " dumelnya kesal
dalam hati.
" Kalau begitu saya permisi, non ..
mau nerusin kerjaan saya lagi." ujar Lily ingin segera berlalu dari hadapan Rina karena tidak mendapatkan info mengenai
Audrey.
" Oh, ya ... silahkan. " sahut Rina.
Rina memperhatikan Lily ketika
berjalan pergi meninggalkannya.
Setelah itu ia pun pergi menuju
meja makan. Terpaksa hari ini
ia harus tetap latihan, karena batal pergi. Padahal tadi ia sengaja ingin keluar buat menghindar dari latihan agar tidak latihan. Selain karena ia malas latihan sendiri, ia juga kurang berminat belajar bela diri.
Beda dengan Rifky dan Audrey yang terlihat semangat setiap mereka latihan.
**********************************
Mohon dukungannya ya ... 🙏🙏😘
Jangan malu buat memberikan like, koment yang positif, vote dan hadiah yang banyak ... hahaha.
Tekan favorit agar setiap Mommy
mengeluarkan episode baru, kalian mendapatkan notifikasinya.
__ADS_1
Buat kalian semua yang sudah
selalu mendukung karya Mommy yang masih sedang dalam tahap belajar, Mommy ucapkan terima kasih ... ,🙏🙏😘😘😍