
Suasana di mansion Audrey, terlihat lebih ramai dari biasanya.
Suara tawa dan canda terdengar dari mulut Audrey dan sahabat - sahabatnya.
Terutama Zia, yang memang suka bergurau. Walaupun kalau ia berbicara sedikit ketus dan terus terang, tapi Zia yang paling humoris diantara teman - temannya.
Bik Imah dan pelayan lainnya yang sedang membersihkan meja makan karena Audrey dan teman - temannya baru saja selesai sarapan, ikut tertawa mendengar candaan dari Zia.
" Drey, gue harus pulang sekarang, Bentar lagi harus masuk kerja." Rina pamit pada Audrey.
" Yah, cepat banget Rin ... ntar aja bareng gue. Gue juga mau pulang." sahut Zia.
" Iya, Rin ... bareng Zia sama gue aja. Kami juga bentar lagi pulang." Dea ikut membujuk Rina.
Audrey menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan usul Zia dan Dea.
" Maaf, Zi, Dea ... gue gak boleh telat hari ini. Karena kemarin kan gue diberi izin sama manajer cafe masuk setengah hari karena mau pergi kesini." Rina wajahnya terlihat gak enak karena harus menolak mereka.
" Ohh ... " sahut Audrey dan lainnya.
" Ya, udah ... kalau gitu lo biar diantar sama supir aja. " kata Audrey.
" Gak usah, Drey ... gak enak gue ngerepotin supir Lo dari kemarin."
Rina berusaha menolak.
" Udah, gak papa. Lagian Lo mau jalan keluar dari sini, bisa gempor kaki Lo nanti. " ucap Audrey tertawa.
Zia dan Dea pun ikut tertawa membayangkan kalau Rina harus jalan keluar dari mansion Audrey.
Karena Audrey terus memaksa akhirnya Rina terpaksa menerima.
Ia juga membenarkan omongan Audrey, bisa gempor kakinya kalau harus jalan keluar dari sini.
Halaman mansion nya aja seluas ini, belum lagi harus jalan lagi kejalan raya. Rina pun akhirnya menerima tawaran Audrey untuk di antar oleh supirnya.
Tiba - tiba terdengar dering ponsel
Audrey berbunyi. Dahinya sedikit berkerut melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Reno ? Oh, dia langsung mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
" Halo ... " terdengar suara Reno begitu Audrey mengangkat panggilan tersebut.
" Ya, halo ... " jawabnya singkat.
" Ini, saya Reno yang kemarin tabrakan dengan kamu dipesta ulang tahun kemarin." Reno coba mengingatkan karena takut Audrey lupa.
" Ya, saya masih ingat, kog ... gimana, pakaiannya udah selesai di laundry ? "
" Udah, makanya saya hubungi nona."
" Bisa hilangkan nodanya ?"
" Bisa, dong ... kan sudah saya bilang, kalau laundrynya ahli."
" Baguslah kalau begitu. Berapa harganya ? biar saya transfer sekarang."
" Maaf, bisa kita bertemu saja ? Saya ingin nona membayar dengan uang cash aja karena kartu saya lagi bermasalah, jadi lagi gak bisa ngelihat ada transfer masuk atau keluarnya."
" Oh, gitu ya ? Baiklah, kapan... ? "
" Nona bisa sore ini ?"
" Hmm ... jam berapa ?"
" Baiklah, nanti share aja lokasinya. Biar saya pergi kesana."
" Okey, nanti saya akan kirim lokasinya pada nona."
" Ya, saya tunggu."
" Oke, nona ... sampai ketemu nanti sore. Terima kasih."
" Sama - sama, saya juga makasih."
Lalu sambungan telepon itu pun terhenti.
" Siapa, Drey ? Formal banget, Lo ngomongnya ? " tanya Zia penasaran.
" Itu, kemaren di pesta gue gak sengaja nabrak seseorang, terus pakaiannya kotor karena ketumpahan minuman. Gue mau mengganti pakaiannya yang rusak tapi dia malah minta uang laundry aja sebagai gantinya."
" Oh, terus dia kog bisa punya nomer Lo ?" kini Dea yang penasaran.
__ADS_1
" Ya, gue yang ngasi karena dia minta, biar lebih mudah menghubungi gue kalo bajunya udah selesai dilaundry."
" Oh, jadi nanti Lo mau ketemu sama dia berdua aja ? Lo yakin, kalau dia gak berniat jahat? " Dea ragu dengan keputusan Audrey.
" Pengennya sih di temani sama Lo bedua, tapikan Lo pada gak bisa, karena mau pulang. Jadi, terpaksa gue sendiri aja perginya." ujar Audrey.
" Iya, juga sih ... kalau gak, Lo minta temani Bella aja." usul Dea.
" Gak usahla, Bellakan lagi repot. Orang tuanya lagi sakit. Gak papa, gue pergi sendiri aja." tolak Audrey.
" Hmm ... kalau gitu, Lo harus
hati - hati." pesan Dea.
" Benar kata Dea, Drey ... Lo harus hati - hati, secara Lo kan baru kenal sama orang itu. " Zia mengingatkan Audrey.
" Okey, Lo bedua gak usah khawatir." sahut Audrey santai.
" Kalau ada apa - apa, Lo harus segera menghubungi kami." kata Dea.
" Yaaaaaaa ... " jawab Audrey sambil tertawa.
" Oh, anak mommy udah mulai nakal, ya ... sini biar mommy hukum." Zia dan Dea mendekati Audrey dan bersiap untuk menggelitik badannya, karena Audrey paling gak tahan kalo udah digituin.
" Ya, ya ... ampun. Gue salah." Audrey berlari menghindar dari mereka.
" Hei, jangan lari ... nanti mommy tambah hukumannya. Sekarang minta maaf, biar gak jadi mommy hukum." Zia meniru gaya mommy Audrey.
Audrey tertawa geli melihatnya.
Zia memang paling pintar kalo urusan meniru orang.
" Ya, udah ... Audrey minta maaf, mommy." Audrey dengan gaya manja mendatangi Zia.
Kini justru Zia dan Dea yang gak bisa menahan ketawanya melihat tingkah Audrey.
Setelah puas tertawa akhirnya mereka terduduk lemas di sofa.
**********************************
__ADS_1
Visual Audrey