Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 91


__ADS_3

Begitu tiba di mansion Audrey dan Rina buru - buru keluar dari mobil.


" Drey ... gue mandi di kamar Bella aja biar lebih cepat. " ujar Rina.


" Okey ... buruan ya, Rin ... gue gak mau sampai telat." ucap Audrey buru - buru masuk ke dalam kamarnya.


Lily yang melihat mereka jadi penasaran dibuatnya. Tapi ia gak bisa mengendap ke atas karena pasti bik Imah akan mencurigainya. Ia sudah gak bisa bebas seperti dulu. Sejak bik Imah pulang dari rumah sakit, ruang geraknya jadi terbatas.


Bella yang baru saja sampai di - mansion jadi penasaran melihatnya. Ia lalu menanyakan hal ini pada Lily yang sedang sibuk bekerja.


" Mereka kenapa ? Kog, buru - buru gitu ?" tanya Bella pelan agar tidak menarik perhatian dari bik Imah yang sedang duduk di ruang tengah.


" Gue gak tau ! Tadi begitu sampai langsung naik ke atas. Kenapa Lo gak tanya aja sama Audrey. " jawab Lily.


" Benar juga Lo ... ! Ya, udah gue naik dulu. " ujar Bella lalu berjalan meninggalkan Lily.


Audrey yang sudah selesai membersihkan dirinya segera memakai pakaian. Sementara Rina baru saja selesai dan berniat keluar dari kamar Bella.


Bella yang melihat Rina keluar dari kamarnya merasa terkejut. Ia lalu menghampirinya.


" Lo ngapain di kamar gue, Rin ... ?" tanya Bella berusaha tidak terlihat marah.


" Oh, gue numpang mandi, soalnya Audrey juga lagi mandi di - kamarnya." ujar Rina dengan wajah datar.


" Oh, memangnya kalian mau kemana ? Kog, buru - buru amat ?" tanya Bella penasaran.


" Lo tanya aja sama Audrey detailnya biar jelas. Udah, ya ... gue mau pakaian dulu !" ucap Rina kemudian berlalu dari hadapan Bella.


Bella geram melihat tingkah Rina yang menurutnya sangat menyebalkan. Ia dengan seenaknya saja masuk ke kamar Bella.


" Sialan ! seenaknya aja masuk kamar gue ! Bisa bahaya kalau gue lagi gak ada di mansion." umpat Bella kesal.


Tapi buru - buru Bella berjalan ke kamar Audrey ketika teringat rasa penasarannya yang belum terjawab.


Bella tertegun saat melihat Audrey dan Rina sudah selesai berpakaian dan merias diri mereka.


" Drey ... Lo mau pergi, ya ?" tanya Bella seraya mendekat ke arah Audrey.


" Iya, Bel ... eh, Lo mau ikut ?" tanya Audrey.


" Memangnya Lo mau kemana sih ?" tanya Bella sembari mengerutkan kening.


" Tiga hari lagi gue ada fashion show. Nah, sekarang gladi nya. " ucap Audrey.


" Oh, gue ikut ya ... !" ujar Bella sembari tersenyum tipis.


" Ya, udah buruan ... gue tunggu di bawah. Gak pake lama, ya ... !" ucap Audrey seraya menarik Rina keluar dari kamar.


Rina hanya diam dan menahan kesal. Kenapa juga Audrey harus mengajak Bella. Ia heran melihat sikap Audrey. Bisa - bisanya dia gak ada rasa curiga sedikitpun pada Bella.


" Okey ... tunggu gue ya !" ujar Bella semangat dan bergegas masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Di dalam kamar ia mengirimkan pesan pada Lily tentang hal ini.


Lily yang membaca chat dari Bella menyunggingkan senyum sinis. Ia sudah tahu apa yang harus dilakukan sekarang agar rencananya dan Reno cepat terlaksana.


" Non Audrey mau pergi lagi ?" tanya bik Imah dengan memperlihatkan apa yang ia tulis.

__ADS_1


" Iya, bik ... ada acara. Mungkin agak malam pulangnya. Mbak ... bentar lagi bawa Bik Imah istirahat. Gak usah nungguin Audrey dan Rina pulang." ucap Audrey pada asisten bik Imah setelah menjawab pertanyaan.


" Oh, begitu ! Baik non Audrey, hati - hati di jalan, ya non ... !" ujar asisten bik Imah dengan sopan.


" Iya makasih mbak ... !" jawab Audrey lalu duduk di sofa untuk menunggu Bella.


" Ya, non ... !" ujar asisten bik Imah.


Bik Imah memandangi wajah Audrey. Ia merasa iba dengan nasib Audrey. Kenapa ia harus dikelilingi oleh orang - orang yang jahat dan tidak tulus. Padahal Audrey begitu baik dengan mereka. Padahal bik Imah yakin sekali Lily dan Bella pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk pada Audrey. Tapi sayangnya hingga saat ini ia belum juga bisa mendapatkan bukti yang berusaha dikumpulkannya. Di tambah lagi, keadaan yang seperti ini membuatnya tidak bisa bergerak dengan bebas. Untuk bicara dan berjalan saja ia susah.


Bik Imah setiap hari berdoa dan meminta pada Allah semoga nona nya selalu dalam lindungannya dan terhindar dari rencana buruk apapun.


Bella tergesa - gesa keluar dari lift setelah tiba di lantai bawah. Ia tidak ingin Audrey pergi meninggalkannya. Ia harus ikut malam ini.


" Sorry, Drey ... gue gak lama kan ?" tanya Bella.


" Hmm ... lumayan lah tapi kita masih ada waktu. " ucap Audrey.


" Oh, bagus deh ! gue tadi bingung harus pakai baju yang mana ?" ujar Bella sembari nyengir.


" Kenapa Lo yang harus bingung, Bel ... kita cuma nemani Audrey. Yang mau jalan di catwalk juga Audrey. " ujar Rina menyindir Bella.


" Hee ... gue kan pengen tampil cantik kaya Audrey, Rin ... ! Siapa tahu ada yang suka lihat wajah gue dan di jadikan model juga !" ujar Bella tanpa rasa malu.


" Hehehe ... mimpi boleh Bel tapi jangan ketinggian, takutnya kalau jatuh sakit banget ! Dari yang aku lihat, yang di nilai itu bukan hanya wajah doang tapi tinggi badan juga harus mendukung biar baju yang di pakai kelihatan bagus. " ujar Rina dengan nada sarkas.


Ia memang sengaja mengatakan ini agar Bella sadar akan posisinya.


Bik Imah dan asistennya menahan senyum mendengar omongan Rina yang pedas.


Sementara Lily gak bisa menahan senyum mendengar Rina merendahkan Bella.


Bella berusaha menahan amarahnya mendengar perkataan Rina yang jelas sekali meremehkannya.


" Iya, Lo benar Rin ... ! Tapi gak ada salahnya kalau kita usaha ... hehehe." ujar Bella sembari mengepalkan tangannya agar emosinya tidak keluar.


" Hahaha ... Sorry Bella, gue cuma bercanda tadi !" ujar Rina tertawa pelan mendengar jawaban Bella. Ia tahu Bella pasti sedang menahan emosinya sekarang.


" Udah, yuk berangkat ! " ucap Audrey berusaha mengakhiri perdebatan Rina dan Bella.


Audrey tahu kalau Rina tidak menyukai Bella meskipun ia berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan nya, karena sampai sekarang Rina masih curiga dengan Bella.


Rina bangkit dan menghampiri bik Imah lalu menyalami tangannya.


" Bu Imah, saya pergi, ya ... selamat istirahat ! " ujar Rina sopan.


Bik Imah menarik sudut bibirnya agar bisa tersenyum meskipun sedikit. Ia menyukai anak gadis dihadapannya ini. Meskipun dari daerah tapi attitude nya sangat bagus. Ia lalu menuliskan sesuatu di kertas dan segera menunjukkannya pada Rina.


" Tolong, jaga non Audrey dengan baik !".


" Baik, Bu ... jangan khawatir !" jawab Rina setelah selesai membaca.


" Bik ... kami pergi, ya ! Jangan lupa istirahat !" ujar Audrey sebelum melangkah keluar dari mansion.


Bik Imah hanya mampu menganggukkan kepala sebagai jawaban atas kata - kata Audrey.


Mereka bertiga pun segera melangkah keluar dari mansion.

__ADS_1


Audrey kemudian memacu laju mobilnya dengan kencang di jalanan. Ia sudah gak sabar untuk segera sampai di tempat acara, setelah beberapa lama ia tidak pernah lagi berjalan di atas catwalk.


Bik Imah dan asistennya masuk ke dalam kamar setelah melihat Ausey dan teman - temannya pergi. Ia memang butuh istirahat.


Lily yang melihat bik Imah dan asistennya sudah masuk ke kamar buru - buru pergi keluar setelah mengganti pakaiannya terlebih dulu.


" Pak, tolong bukakan gerbangnya, saya mau keluar sebentar ! " ujar Lily pada penjaga gerbang mansion.


" Oh, mau kemana, mbak ... ?" tanya penjaga gerbang.


" Oh, itu ... tadi non Bella menyuruh saya untuk membelikan sesuatu buat dia." ujar Lily berbohong.


Tanpa banyak bertanya lagi, penjaga gerbang pun membukakan pintu. Lily hanya tersenyum tipis melihat ini. Ia segera masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya sejak tadi.


Setelah menempuh jarak yang tidak begitu jauh dari mansion nya, akhirnya Audrey tiba di hotel tempat acara. Ia bergegas keluar dari dalam mobil diikuti oleh Rina dan Bella.


Bella dengan tatapan iri mengikuti langkah Audrey. Sedangkan Rina hanya bisa mendengus kesal melihatnya.


" Hai, Drey ... ayo, kita temuin designer nya dulu !" ujar Salsa setelah melihat Audrey sampai.


" Okey ... ! Kalian tunggu disini bentar ya ... " ucap Audrey pada Rina dan Bella sebelum ia pergi mengikuti Salsa.


" Iya, udah Lo jangan mikirin kita." ujar Rina sembari tersenyum tipis.


Setelah Audrey selesai bicara dengan designer dan agensi model, ia pun kembali menghampiri Rina dan Bella.


" Kalian nikmati aja suguhannya, ya ... gue harus ke belakang panggung gabung dengan model yang lain." ucap Audrey.


" Okey, Lo tenang aja, Drey ... kami aman disini, kog selama ada makanan ... hehehe !" ujar Rina tertawa.


" Iya, Drey ... gue gak papakan kalau lihat - lihat di sekitar acara ?" tanya Bella.


" Gak papa, Bel ... dari pada Lo bosan cuma duduk doang nungguin gue !" ucap Audrey.


Bella tersenyum tipis mendengar perkataan Audrey.


" Ya, udah ... gue tinggal ya !" ucap Audrey setelah namanya di - panggil oleh Salsa.


Rina dan Bella menganggukkan kepalanya. Baru setelah melihat Audrey pergi, tanpa memperdulikan Rina, Bella pun berjalan menuju sekumpulan orang yang berhubungan dengan dunia model, meninggalkan Rina sendirian.


Akhirnya tiba waktunya Audrey dan para model untuk berjalan di catwalk. Sebagai model utama tentu saja Audrey akan tampil terakhir.


Rina menatap kagum ke atas pentas. Disana baik model wanita maupun pria wanita berjalan dengan sangat bagus. Setelah semua model keluar, kini tibalah giliran Audrey untuk berjalan.


Sebagai model profesional ia ingin menampilkan sisi terbaik dari dirinya.


Semuanya baik - baik saja pada awal ia berjalan hingga pada saat ia berada di depan pentas dan ingin berbalik untuk bergabung dengan model lainnya, tiba - tiba saja lampu gantung yang terletak tepat di atas kepalanya jatuh menimpa badan Audrey. Syukurnya Audrey masih sempat menutupi wajah dengan kedua tangannya. Lampu itu akhirnya menimpa bagian perut dan kakinya.


Semua teriak karena panik, terutama Rina yang tidak menyangka hal ini telah menimpa Audrey. Melihat hal yang terjadi, semua model dan pihak yang terkait berlari mendekati Audrey.


" Cepat panggil ambulance !" teriak designer yang sangat terlihat cemas melihat Audrey yang pingsan dan berlumuran darah karena kena pecahan kaca dari lampu gantung.


Sementara semua pada sibuk menolong Audrey ada dua orang yang berdiri di kejauhan tersenyum sinis melihat hal ini. Setelah puas melihat apa yang terjadi pada Audrey, kedua orang itu bergegas keluar dari ruangan tersebut.


" Drey ... Drey ... ! Please, sadar Drey ... Lo harus kuat ! " ujar Rina menangis histeris.


Sebenarnya ia ingin ikut menemani Audrey di dalam ambulance tapi ia tidak bisa karena harus membawa mobil Audrey. Sepanjang jalan, Rina hanya bisa menangis. Ia bingung harus menghadapi ini sendirian karena Rina tidak melihat lagi keberadaan Bella setelah ia pergi meninggalkannya sendirian tadi.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2