
Zia langsung keluar dari dalam mobil begitu melihat Audrey berhenti di gerbang mansion. Begitu pula dengan Dea dan Bella.
Sedangkan Reno sejak awal ia datang sudah berdiri menunggu diluar sembari ngobrol dengan penjaga gerbang.
Zia yang gak sabaran kemudian mengetuk kaca mobil Audrey karena melihat Audrey belum juga keluar dari dalam mobilnya.
Audrey dan Rina tertawa kecil melihat kelakuan Zia lalu mereka pun segera keluar dari mobil.
“Lo ya, Drey ... jahat banget. Udah pulang gak ngabari kita !” ujar Zia sambil memeluk Audrey.
“Apa kabar , Drey ... baik-baik aja lo, kan?” tanya Dea dengan senyum kecil di bibirnya.
“Drey, berarti gue gak salah lihat kemarin !” ujar Bella berbohong agar teman-temannya percaya dengan perkataannya.
“Hai, Drey ... I miss you. Senang melihat kamu kembali” ujar Reno.
“Udah lepas dulu, Zi ... Sesak gue, nih ! Kita kedalam aja dulu biar gue jelasin semua dan yang pasti gue baik-baik aja.” Ujar Audrey.
Zia kemudian melepaskan pelukannya dari Audrey sembari cemberut.
“Pokoknya gue gak mau tahu, Elo harus ceritakan pada kami kemana lo menghilang selama ini.” Ujar Zia dengan mimik kesal.
“Iya, nanti didalam gue cerita ! masukkan dulu mobil lo semua biar mobil gue bisa lewat.” Ucap Audrey.
“Iya nih, Drey ... Bapak ini gak ngizinin kami masuk. Padahal mereka tahu kalau kami temannya lo.” Ujar Bella kesal.
“Maaf non, kami gak berani mengizinkan sebelum ada perintah dari nona ataupun bu imah.” ujar penjaga dengan wajah serba salah.
“Hmm ... bapak sudah benar men jalankan tugas yang diperintahkan.” Ucap Audrey bijaksana.
“Sorry Bel, bapak ini hanya gak mau ada masalah kaya kemarin terjadi lagi di mansion makanya gak ngizinin lo semua masuk.” ucap Audrey memberikan pengertian pada Bella.
“Apaan sih, lo Bel ... masalah kaya gini aja di besarin. Benar kata Audrey, Bapak ini cuma jalanin tugas. Udah, Drey ... kita ngomong di dalam aja !” gerutu Zia lalu masuk ke mobil dan mulai menjalankan mobilnya masuk ke halaman mansion Audrey.
Meski masih kesal karena perkataan Zia, Bella, terpaksa masuk ke mobil Dea. Ia gak ingin kalau sampai harus ditinggal lalu jalan, bisa-bisa kakinya lecet karena kecapekan.
Reno juga mulai menjalankan mobilnya disusul mobil Audrey dibelakangnya.
Setelah masing-masing memarkirkan mobil, merekapun berjalan beriringan.
Reno sudah ga sabar karena ia ingin tahu, kemana perginya Audrey ketika menghilang.
Karena semua anak buah dan jaringan yang ia punya baik
di dalam maupun di luar negeri,
tidak berhasil menemukan keberadaan Audrey selama menghilang dari mansion.
Bahkan anak buah Reno tidak bisa menemukan identitas Drake dan
teman - temannya.
Hal inilah yang membuat Reno penasaran selama beberapa Minggu ini. Kenapa kesannya, ada
yang sengaja menutup akses, agar tidak ada yang bisa mengetahui kemana perginya Audrey saat itu.
Lily yang membuka pintu terpaksa menutupi rasa terkejutnya ketika melihat Reno datang bersama Audrey dan teman - temannya.
Ia sama sekali gak menduga kalau Reno bakalan datang hari ini. Mana bersama Audrey dan Bella lagi.
Lily gak ingin, Reno marah jika mengetahui tentang perbuatannya hari ini. Karena Lily tidak memberitahu dan meminta izin lebih dulu pada Reno.
" Selamat sore, nona Audrey !" sapa Lily berusaha keras agar terlihat ramah dan sopan.
" Sore, Ayo masuk ... !" ujar Audrey mengajak Zia dan yang lain setelah membalas sapaan Lily.
" Oya, Lily ... tolong buatkan minuman buat teman - teman saya, sekaligus panggil mbak Nana agar menemui saya, sekarang juga. " ucap Audrey.
" Nona Audrey, sebelumnya saya minta maaf ... karena selama saya bekerja disini bu Imah tidak mengizinkan saya masuk ke dapur utama. Kalaupun ke dapur hanya bagian dapur khusus pelayan yang dibelakang aja, non. Jadi saya tidak mengetahui dimana semua letak bahan - bahannya. Tugas saya selama ini, hanya membersihkan bagian depan mansion aja, non ... !" bohong Lily, padahal karena ia malas membuatnya.
Memang ia tidak akan masuk jika ada Bu Imah, tapi sebenarnya tanpa sepengetahuannya, Lily sering masuk diam - diam untuk mencuri makanan enak yang dibuat chef untuk Audrey.
Meskipun Lily dan yang lain selalu kebagian jika chef memasak sesuatu buat Audrey. Tapi tetap saja, karena memang bakat pencuri dan sifat serakah ada di dirinya, Lily tak pernah puas.
__ADS_1
Ia ingin menikmati apapun yang
dimiliki Audrey.
Bahkan tadi pagi ia baru saja melakukannya hingga akhirnya semua yang ada didalam mansion bisa tertidur secara bersamaan.
" Hmm ... kalau begitu biar Mbak Nana yang membuatnya." ucap Audrey.
" Baik, non ... !" ujar Lily sopan sembari melirik kearah Reno dan Bella sebelum melangkah pergi
menuju dapur.
Sedangkan Bella menatap sinis pada Lily. Ia heran bisa kalah saing dengannya, yang jelas - jelas lebih baik dalam segala hal.
Sementara Reno pura - pura tidak tahu kalau Lily melihat kearahnya.
Ia tetap terlihat serius menatap Audrey.
" Mbak ... nona Audrey minta
dibuatkan minuman buat teman - temannya." ujar Lily begitu melihat Nana.
" Nona Audrey sudah pulang ?" tanya Nana yang merupakan salah - satu kepercayaan Bik Imah.
" Iya, mbak ... baru saja." jawab Lily singkat.
" Teman non Audrey ada berapa orang ?" tanya Nana sambil menyiapkan gelas.
" Ada empat, mbak ... yang kemarin datang waktu penyusup masuk ke mansion ini, loh mbak ... !" ujar Lily menjelaskan.
" Oh, baiklah ... !" Nina segera membuatkan jus kesukaan Audrey dan teman - teman dekatnya.
" Chef, mana mbak ... kog gak kelihatan ?" tanya Lily karena gak melihat keberadaan chef di dapur.
" Oh, baru saja masuk ke kamar.
Kepalanya masih pusing karena kejadian yang menimpa kita tadi.
" Gak papa, mbak ... cuma nanya doang. Chef suka memberikan cake maupun makanan pada saya dan pelayan yang bertugas di bagian depan jika sedang mencoba resep baru. " ujar Lily menjelaskan.
" Hmm ... kamu gak pusing ?" tanya Nana ingin tahu.
" Sekarang udah gak, mbak ... tadi aja waktu baru bangun. " ucap Lily berbohong.
" Oh, saya heran kenapa belakangan ini sering terjadi kejadian yang gak masuk akal
di mansion. Padahal waktu ada Tuan dan Nyonya, semuanya baik - baik aja dan gak ada yang bisa melakukan hal buruk disini !" ujar Nana sembari meletakkan beberapa makanan ringan dan buah - buahan segar buat
Audrey dan teman - temannya
di piring.
" Begitu ya, mbak ... saya kan baru kerja disini. Jadi belum tahu mansion seperti apa dulunya ketika orang tua nona Audrey masih ada. Apa jangan - jangan ada yang pernah sakit hati dan membenci non Audrey sehingga ada kejadian kaya gini !" ujar Lily memasang wajah serius.
" Kalau itu saya rasa gak mungkin.
Nona Audrey itu orangnya selalu baik dan ramah pada semua orang yang ditemuinya. Bahkan tidak pernah membedakan status seseorang. Mau itu pelayan atau orang tidak mampu sekalipun.
Contohnya, Rina ... yang awalnya ketemu dengan nona di cafe dan saat itu ia bekerja sebagai pelayan, bisa jadi sahabat dekat nona Audrey. Kamu bisa lihat
sendiri bagaimana sikap nona padanya. Bahkan mereka tidur di kamar yang sama. Jadi, tidak mungkin ada yang bisa membenci dan tidak suka sama nona Audrey." ujar Nana gak terima dengan perkataan Lily.
" Iya, sih ... mbak Nana benar.
Lagi pula penyusup itu masuk ketika non Audrey sedang gak ada di mansion. Mungkin musuhnya Tuan, mbak ... !" Lily sengaja mengalihkan dan tidak membahas Audrey lagi supaya Nana gak curiga padanya.
" Hmm ... kalau itu saya juga tidak tahu ! Tolong, kamu bawa nampan yang ini ... !" ujar Nana tidak mau membahas masalah mansion lagi
pada Lily.
Karena setelah ini, ia ingin melaporkan kejadian yang telah menimpanya dan semua pelayan di mansion pada Audrey.
" Baik, mbak ... " sahut Lily.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian berjalan keluar dari dapur sambil membawa minuman dan makanan buat Audrey dan teman - temannya.
Sementara itu Audrey terus
di berondong pertanyaan dari Zia.
" Sebenarnya Lo dibawa kemana, Drey, saat pingsan waktu itu ?" tanya Zia penasaran.
" Iya, Drey ... gue sampai mikir gimana kalau saat itu Lo gak bisa balik lagi kesini. Mana sejak Lo, di bawa pergi kami gak dibolehin masuk ke mansion sama bik Imah. Jadi, kami gak bisa tahu kabar, Lo sama sekali. " ucap Bella berusaha agar terlihat perduli.
" Lo, ngomong apa sih Bel ... !
Jadi Lo doain Audrey gak bisa kembali ke sini ! " ucap Zia ketus
" Bukan gitu loh, maksud gue, Zi ... elo dari tadi sewot melulu. Maksud gue , waktu Audrey dibawa sama pria itu, dia kan dalam keadaan gak sadarkan diri.
Terus waktu kita tanya mereka gak mau memberitahu kita, kemana mereka bawa Audrey. Bisa ajakan ketika membawa Audrey pergi mereka melakukan hal jahat padanya." Bella mencoba menjelaskan alasan yang ia karang sendiri.
" Ya, gak mungkinlah. Audrey kenal dengan pria itu. Kalau mereka punya niat buruk gak akan Audrey bisa kembali dalam keadaan bugar kaya sekarang. " omel Zia.
" Ya, kita kan gak tahu, Zi ... bisa aja meskipun mereka saling kenal dan berteman baik tapi mereka punya maksud jahat di belakang
Audrey. " ucap Bella gak sadar kalau perkataannya barusan mencerminkan akan kelakuannya
sendiri.
" Udah, Lo berdua bisa tenang, gak ... ! gimana Audrey bisa menjelaskan kalau Lo berdebat terus." ujar Dea dengan wajah kesal.
Zia dan Bella seketika terdiam mendengar omongan Dea yang agak keras.
Reno sedari tadi hanya jadi pendengar yang baik. Ia memang sengaja tidak memberikan pertanyaan pada Audrey. Karena ia pikir, Audrey akan menjawab apa yang di tanyakan oleh Bella.
Rina yang duduk di samping Audrey, diam - diam memperhatikan gerak - gerik Reno dan Bella. Hatinya selalu merasa ada yang tidak beres dengan keduanya. Tapi ia tidak tahu apa itu. Namun yang jelas, ia tidak akan pernah bisa percaya dengan mereka.
" Non ... ini minumannya." ujar Nana meletakkan gelas di meja.
" Makasih, mbak ... !" ucap Audrey.
" Non ... ada yang mau saya sampaikan !" ujar Nana.
" Saya sudah dengar ceritanya dari Lily. Apa benar tadi ada yang menyusup lagi ke mansion ?" tanya Audrey.
Zia dan yang lain sangat terkejut mendengar ada penyusup yang berhasil masuk ke mansion ini lagi.
" Apa, Drey ... penyusup ? " tanya Zia.
" Hmm ... bentar, Zi ... gue mau nanya mbak Nana dulu." ucap Audrey.
Zia terpaksa menahan keinginannya untuk bertanya kembali pada Audrey.
" Oh, Lily sudah cerita sama nona ?" tanya Nana agak kaget.
" Ya, tadi perasaan saya dan Rina mendadak gak enak. Karena bik Imah gak bisa dihubungi. Jadi Rina menelfon ke rumah. Kebetulan Lily yang mengangkat telefon. Lalu Lily menceritakan mengenai bik Imah yang masuk rumah sakit dan masalah yang terjadi pada kalian semua." kata Audrey.
" Begini non ..... " Nana mulai menceritakan semua kejadian secara detail pada Audrey.
Mata Zia langsung terbelalak begitu mendengar cerita Nana.
Begitu juga dengan Dea. Hanya Bella dan Reno yang merasa senang atas kejadian ini.
Meskipun awalnya, Reno sedikit marah, karena Lily melakukan pekerjaan beresiko ini tanpa memberitahunya. Tapi yang membuatnya senang karena lagi - lagi Lily berhasil melakukan pekerjaannya tanpa ketahuan.
**********************************
Selamat membaca ... semoga kalian menyukai dan tetap mendukung cerita yang Mommy buat ... 😍😍
Makasih yang udah setia dengan terus memberi dukungan .... 😘😘
Jangan lupa tetap beri like, koment positif dan favorit ❤️ kan agar setiap Mommy share episode lanjutannya kalian mendapatkan notifikasinya.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan yang baik agar bisa tetap beraktifitas.
Love You All ❤️❤️❤️
__ADS_1