Cinta Dan Dendam Audrey

Cinta Dan Dendam Audrey
Episode 40


__ADS_3

Hari ini, kembali Audrey mendapat


kiriman bunga dari Reno.


Lagi - lagi dengan kalimat yang membuat Audrey tertawa.


Padahal ia baru saja selesai menangis karena sedang memandangi foto kedua orang tuanya yang ada di kamarnya.


Kalimat lucu yang diberikan Reno bisa sedikit menghibur hatinya yang lagi bersedih.



Buket Bunga hari ini ....


Audrey menaruh bunga pemberian Reno hari ini disebelah bunga mawar merah


kemarin. Baru saja ia meletakkan bunga itu terdengar suara ponselnya berdering.


Reno menghubunginya.


" Hai, Drey ... suka dengan bunganya ? " tanya Reno begitu


Audrey mengangkat telepon.


" Suka sih, Ren ... Makasih, ya. Tapi jangan kirimi lagi, nanti gue bingung harus meletakkan nya dimana." sahut Audrey.


" Gampang, kalau yang kemarin udah layu tinggal dibuang ... jadi aku bisa mengirimkan bunga tiap hari ke mansion kamu .... hehehe."


ujar Reno dengan santai.


" Sayang, masih bagus soalnya. Gue taruh di vas aja, deh ... " ujar


Audrey.


" Hmm ... Drey " panggil Reno.


" Ya, ada apa Ren ? " .


" Hari ini kamu sendirian atau masih dengan Rina ? ".


" Sendiri, Rina dan Rifky udah pulang ke apartment. Kenapa, Ren ?" tanya Audrey heran.


" Gak papa sih, aku mau mengajak kamu makan diluar. Tapi gak enak kalau gak ngajak mereka berdua. Soalnya aku lagi pengen ngobrol


berdua aja dengan kamu. " ujar Reno senang karena Rina dan Rifky gak ada bersama Audrey.


" Oh, pengen ngobrol ... tapi sayangnya gue lagi males banget keluar hari ini. Tadi capek banget


abis olahraga. " Audrey memang


baru saja selesai latihan bela diri tadi bersama Rina dan Rifky.


Tapi karena mereka langsung pulang ke apartment, jadinya


Audrey sendirian sekarang. Karena Rina dan Rifky lagi mencoba untuk menjual makanan


melalui aplikasi online. Mereka bilang dari pada gak ada kesibukan selain bela diri, mending mereka memanfaatkan waktu luang untuk jualan. Kebetulan, Rina dan Rifky memang bisa dan hobby memasak. Bahkan masakan Rina juga sangat lezat. Karena Audrey sudah menikmatinya saat dikampung dan di apartment. Jadi ia juga yakin mereka pasti bisa berhasil.


Hari ini Audrey lagi pengen menikmati kesendiriannya di mansion seharian. Ia lagi kangen banget dengan kedua orang tuanya. Audrey berharap mereka bisa datang saat ia wisudanya


nanti yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Ia berharap mereka memberi surprise dengan kepulangan mereka di hari wisudanya.


" Oh, gitu ya ... kalau aku yang datang ke mansion kamu, boleh ?"


tanya Reno gak ingin melepaskan kesempatan berduaan dengan


Audrey.


" Hmm ... boleh sih. Tapi dua jam lagi dari sekarang. Gue mau tidur


bentar. Benar, deh ... gue capek banget abis olah raga tadi. " Audrey terpaksa mengijinkan karena gak enak kalau menolak Reno lagi.


" Okey, deh ... Istirahat sana biar nanti segar saat ketemu denganku. Jadi aku makin cinta deh .... hahahaha." Reno bercanda sekalian memasukkan jurus gombalnya.


" Hahaha ... ada - ada aja Lo, Ren ... Okey, kalau gitu gue tutup ya telfonnya." ujar Audrey tertawa


mendengar candaan Reno.


" Ya, honey ... " Reno langsung menutup sambungan teleponnya pada Audrey setelah mengatakan


hal ini.


Audrey cuma tersenyum melihat


tingkah Reno.


Ia lalu merebahkan tubuhnya di ditempat tidur sambil memeluk bingkai foto Daddy dan Mommy nya.

__ADS_1


Reno tersenyum lebar begitu


selesai bicara dengan Audrey.


Ia tidak akan menghilangkan kesempatan kali ini. Reno akan


mendekati Audrey dengan semua


cara yang bisa ia lakukan.


Bahkan ia rela bekerja dari apartment demi melancarkan rencananya.


Sementara itu tanpa menelfon Reno terlebih dulu, Bella datang


ke apartment nya.


Reno yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya


di laptop tidak mengetahui Bella sudah masuk ke apartment nya.


" Sayang ... kangen. " Bella merangkul badan Reno dari belakang.


" Hah ... kapan kamu datang ? "


tanya Reno terkejut.


" Baru aja, lagi ngerjain apa, sih sayang ... ? " Bella coba melihat


laptop Reno.


Tapi dengan cepat Reno langsung menutupnya. Ia gak ingin, Bella


mengetahui semua tentangnya.


" Kog langsung ditutup ? Aku gak boleh tahu ya masalah kerjaan kamu ? " tanya Bella dengan wajah cemberut.


" Bukan karena itu. Aku baru saja menyelesaikannya." sahut Reno


bangkit dari kursi kerjanya.


" Kenapa kamu datang hari ini ?


Bukankah aku tidak ada menyuruhmu datang ke apartment ? " tanya Reno menatap Bella kesal. Karena ia gak ingin Bella tiba - tiba minta ikut, jika tahu Reno mau pergi


kerumah Audrey.


" Ih, kamu kog jadi jutek kaya gini ? Aku datang, karena kangen sama kamu. Selain itu aku mau memberitahu kalau aku belum bisa mendekati pria kampung itu. Karena Audrey selalu bersama mereka. Jadi kesempatanku untuk mendekati pria kampung itu agak sulit. Lagian kenapa aku harus mendekati pria itu, sih ... ? Males banget sebenarnya karena aku harus pura - pura suka sama dia tapi demi kamu aku akan coba lakukan. Tapi apa gak ada cara lain untuk menjauhkan dua orang kampung itu dari Audrey selain aku harus mendekatinya ? " ujar Bella panjang mengutarakan keberatannya pada Reno.


berjalan mulus. Kalau dua orang itu tidak segera kita jauhkan dari Audrey, akan mempersulit langkahku untuk bisa berdua saja


dengannya." kata Reno dengan


wajah datar pada Bella.


Sebenarnya saat ini ia sudah jijik


melihat Bella, karena Reno sudah


mendapatkan laporan dari anak


buahnya tentang kegiatan kemana perginya Bella waktu kemarin.


Ternyata ia berani pergi dan tidur


dengan pria lain dibelakang Reno.


Reno yang tidak suka jika apa yang menjadi miliknya juga di pakai oleh orang lain membuat


ia hanya ingin memanfaatkan Bella saja sekarang tanpa harus


berhubungan intim seperti yang biasa mereka lakukan.


Kalaupun Bella ingin, ia bisa melakukannya tapi dengan catatan harus Bella yang memuaskannya.


" Sayang kamu sepertinya marah padaku ? Apa aku ada buat salah


sama kamu ? " tanya Bella yang


melihat perubahan sikap Reno


padanya.


" Hmm ... gak ada. Aku hanya ingin secepatnya mendapatkan


Audrey. Jadi kita bisa segera menguasai kekayaannya." kata Reno berusaha tidak terlalu kelihatan membenci Bella.


" Oh ... aku kirain kamu benci sama aku karena kemarin jarang

__ADS_1


menghubungi kamu. Tapi aku beneran sibuk kuliah waktu itu.


Lagian kamu waktu itu juga pergi keluar kota buat kerja, jadi aku


gak mau mengganggu konsentrasi kamu." Bella berbohong dengan sangat yakin.


Ia tidak mengetahui kalau Reno


sudah mengetahui perbuatannya.


" Ya, sudah ... gak papa.


Aku percaya kamu gak mungkin


berbohong sama aku." sindir Reno


halus.


Wajah Bella terlihat sedikit berubah mendengar perkataan Reno. Tapi agar jangan sampai ketahuan, ia segera mengatasinya.


Reno mencibir sinis melihat perubahan wajah Bella. Tapi ia berpura - pura tidak mengetahuinya.


" Sayang, aku mau itu sama kamu,


udah lama jadi pengen." rayu Bella


sambil mengelus dada Reno.


" Maaf, aku gak bisa hari ini. Sebentar lagi aku mau pergi, ada urusan penting." tolak Reno dengan halus agar Bella gak curiga.


" Sayang ... sekali aja, masa gak bisa ? " rayu Bella lagi lalu menyentuh junior Reno.


" Maaf, sayang ... lain kali saja, ya ... aku beneran harus pergi sekarang. " Reno berusaha untuk


tidak goyah dengan sentuhan Bella.


" Mau kemana sih ... ? Terus ada urusan penting apa ? " tanya Bella


curiga.


" Bukankah aku sudah pernah ngomong kamu, untuk tidak


mencampuri urusan pekerjaan atau pribadiku. Hubungan kita


hanya sebatas partner di atas


ranjang." kata Reno dengan wajah


emosi mendengar pertanyaan Bella. Ia lalu berjalan melangkah menuju kamar untuk mengganti pakaiannya agar bisa segera pergi menemui Audrey.


" Sayang, aku bukan bermaksud mau mencampuri urusan pribadi kamu. Tadi aku cuma pengen tahu aja. Ya, sudah kalau kamu marah,


gak dijawab juga gak papa, kog ..."


ujar Bella sengaja memasang wajah memelas.


" Ya, aku tahu. Aku hanya lagi banyak kerjaan, jadi sedikit stress. " kata Reno memberi alasan yang masuk akal.


" Maafkan aku sayang. Karena


pertanyaan ku membuat kamu


makin pusing." ujar Bella memelas.


" Ya, gak apa - apa. Sekarang kita keluar dari apartment. Aku sudah harus pergi dengan klien. Kamu


pulang naik taksi aja seperti biasa." Reno memberikan lembaran uang seratus ribu pada Bella. Tapi kali ini tidak banyak seperti biasanya.


Bella tidak berani protes, walaupun jumlah uang yang diberikan Reno hanya sedikit, cuma sejuta. Tapi Bella berusaha


memaklumi karena ia tidak melakukan pelayanan seperti biasa pada Reno.


Reno segera keluar dari apartment. Ia tidak ingin datang terlambat ke apartment Audrey.


Sedangkan Bella berjalan dibelakang mengikutinya dengan diam.


" Aku pergi, kamu sebaiknya langsung pulang. " ujar Reno menoleh pada Bella ketika sudah berada di dalam mobilnya.


" Baiklah ." sahut Bella gak semangat.


Tanpa memedulikan Bella yang masih berdiri menunggu taksi onlinenya, Reno langsung memacu mobilnya dengan cepat


menuju mansion Audrey.


Bella hanya bisa menatap dengan


perasaan campur aduk melihat

__ADS_1


mobil Reno semakin menjauh.


**********************************


__ADS_2