
''Allan....!''
Allan menoleh.pada sumber suara yang memanggil nya.
''Mama..''Allan terkejut.
''Mama ngapain malam malam di sini..?''apa Mama sakit atau ada yang penting.?
''Mama ke sini mencari mu,''kamu dengan siapa.?kok gak dikenalin sama Mama.
''Iya Ma ini Nirina Ma,Nirina ini Mama..'' Allan mengenalkan mereka berdua.
Nirina dan Nesia pun berjabat tangan dan saling menyapa,tidak ada pemikiran yang macam macam di antara mereka berdua,sebab Nesia tidak tahu jika Nirina adalah adik Willi,Nirina pun tidak tau seperti apa Nesia.Selama Willi menginginkan dirinya dan Allan bersama itu tandanya tidak ada masalah.
''Ma Allan antar Nirina pulang ya,''terserah Mama ingin menunggu di ruangan ku atau di rumah,atau ingin menemani kami.?
''Mama tunggu di rumah saja.''kata Nesia.
Allan mengantar Nirina pulang,setelah itu dia pergi menemui Nesia.
''Ma,apa hal yang sangat penting,?''sampai sampai malam hari harus menemui ku di rumah sakit.
''Pasti Allan,''dua minggu lagi sidang putusan cerai mama dan Papa mu,kok kamu tega meninggalkan Mama sendiri sih,apa tidak keberangkatan mu ditunda.
''Maaf Ma,tapi jadwal mya tidak bisa mundur lagi,'' sudah berapa kali Allan menunda nya,jangan khawatir Ma Allan pasti alan selalu support Mama di manapun.
Mau tidak mau Nesia harus merelakan kepergian Allan,begitu juga dengan Nirina yang harus menjalani LDR dengan Allan,manis nya cinta yang baru saja di rengkuh kini akan merasa sepi dan hampa.
Tiba waktu nya Allan untuk berangkat ke singapura,dia di antar oleh Nesia tanpa ada Damian di sana,sebab Damian tidak akan mungkin mau bertemu dengan Nesia di tempat yang sama.
''Allan jaga dirimu dengan baik di sana,jangan lupa selalu kabari Mama.!"pesan Nesia untuk Allan.
"Iya Ma,Allan pasti akan selalu kasih kabar pada Mama."Allan memeluk Nesia.
Allan melihat ke sana kemari,mata nya terus saja mandang ke sekeliling bandara untuk mencari Nirina,dia merasa khawatir jika kekasih nya marah dan tidak datang melihat nya pergi untuk mencari ilmu.
"Allan kamu cari siapa..?"Nesia melihat gelagat aneh pada putra nya.
"Cari Nirina Ma.."Jawab Allan.
"Apa dia akan datang,"coba hubungi saja Mama pulang dulu ya sebentar lagi kan kamu berangkat.
"Iya Mama sayang"mereka saling berpelukan.
Allan mencoba menghubungi Nirina tetapi tidak ada jawaban,ada kekecewaan dalam hati Allan sebab Nirina tak datang dan tiada kabar,dengan lemah Allan berjalan karena tak bisa berpamitan dengan orang yang ia cintai.
"Allan...!"
"Nirina..!"Allan terkejut.
"Allan mengapa kamu ingin pergi,"apa kamu tidak ingin melihat dan berpamitan dengan ku.
"Sayang,hati ku patah karena sempat berpikir kamu tidak datang,dari tadi kekasih mu ini resah menunggu mu cinta."Ucap Allan dengan memeluk erat Nirina.
__ADS_1
"Enak saja,"aku lelah tau berlarian di bandara mencari kamu takut gak sempet bertemu,mengapa bisa kamu berpikir buruk seperti itu.
"Maaf sayang,saya hanya panik saja terimakasih sudah datang."Allan kembali memeluk NIrina,apalagi melihat Nirina menitihkan air mata hati nya semain sakit untuk pergi.
"Jangan menangis sayang,tersenyum lah..!"jaga dirimu dan hati mu untuk ku,saya harus pergi Nirina i love you.
Bisikan cinta Allan membuat Nirina semakin sedih, dia tetap menangis dalam pelukan Allan,semakin erat tangan Nirina mendekap nya seakan tak mau terlepas dan enggan untuk di pisah kan.
Hem hem.....
"Willi,Ayu..."ucap Allan.
"Apa kalian pikir ini kamar hotel,berpelukan terus menerus."kata Willi.
"Mas biarkan saja,"mereka pasti akan sangat rindu nanti nya,kamu mengganggu mereka saja.
"Will,Ayu kalian di sini..?"Allan bertanya.
"Iya Allan kami juga ingin mengantar mu,masa ia kakak ku ingin belajar di negri orang tidak di antar." Ayu menjawab Allan.
"Hati hati Allan.."Willi menepuk bahu Allan.
"Terimakasih kalian sudah mengantar saya, sekarang sudah saat nya saya pamit bae semua, bae sayang"Allan berlalu pergi,tinggallah Nirina yang merasa sangat galau.
Setiap hari Nirina dan Allan selalu memberi kabar, untuk melepas rindu,tidak ada waktu yang terlewat tanpa memberi kabar,aat ini Allan masih fokus dengan kuliah nya dia masih sering memberi kabar pada Nirina,tapi nanti setelah dia mulai bekerja di sebuah rumah sakit di sana mungkin akan sulit karena padat nya jadwal di setiap hari nya.
Hari ini Nesia menjalani persidangan tanpa Allan yang biasa menemani nya,hanya ada pengacara dan salah satu kerabat nya saja yang ada di sana. Damian masih tetap dengan pendirian nya,dia tidak datang sampai akhir persidangan.Saat hakim memutuskan mereka resmi berpisah dan di nyatakan bercerai Damian hanya menyaksikan lewat vidio yang di berikan oleh pengacara nya.
Dalam persidangan ini semua sudah di bahas sampai harta gono gini mereka,Damian memberikan semua hak untuk Nesia berupa uang Rumah dan aset lain nya,soal Allan karena sudah dewasa Damian membebaskan anak nya untuk memilih dengan siapa akan tinggal nanti nya.
Sebagai suami Damian memberikan semua hak Nesia tanpa terkecuali,tetapi tetap saja Nesia tidak pernah puas dengan perceraian itu.
''Aku tidak terima dengan perceraian ini tidak akan Damian,kalau aku tidak bisa lagi memiliki Maira dan Ayu juga tidak akan bisa.Aku harus hancur kan mereka sampai akhir,aku pasti akan hancurkan kalian semua.....!''
Nesia marah dia membanting semua barang yang di dalam rumah nya,sebab tidak terima dengan perceraian nya dengan Damian,Maira dan Ayu adalah orang yang paling di salah kan oleh nya.
Di dalam Nesia tersenyum licik merencanakan sesuatu untuk musuh nya,dia segera mencari Andhara untuk membantu nya melancarkan aksi nya.
''Kamu harus segera membantu ku Andhara,ayo kita habisi saja mereka sekarang..!''Kata Nesia.
''Semua itu gampang tante,kita pantau saja saat mereka lemah baru bisa kita tikam mereka.''Andhara memberi solusi.
Dalam beberapa hari Andhara dan Nesia selalu memantau Ayu dan Maira,agak sulit memang sebab mereka berdua jarang sekali keluar rumah sekali nya keluar pun didampingi oleh pengawal atau dengan Willi.
''Tante,sekarang Ayu dan ibu nya yang kampungan itu sedang makan di sebuah restauran didekat sini,mereka hanya berdua tanpa ada Willi kiya harus mengecoh supir nya agar bisa melawan mereka, siapkan anak buah untuk mengeksekusi mereka.!'' Andhara memberi saran.
''Kamu urus saja dengan anak buah mu Andhara,''biar aku sendiri yang akan memantau mereka...!
''Tante mau kemana,kenapa pergi gitu saja.?''Andhara kesal karena Nesia pergi meninggal kan nya dan memberi peri tah pada nya.
Andhara memanggil beberapa orang untuk di perintahkan menyakiti Ayu dan tentu ibu nya,dia sudah merencanakan matang matang agar terlihat natural sehingga dirinya bebas dari semua tuntutan.
"Kalian harus menabrak mobil mereka sampai hancur,kalau bisa sampai semua penumpang nya hanya tinggal nama..!"perintah Andhara dengan kejam nya.
__ADS_1
"Baik bos..."Jawab beberapa orang di sana.
Kembali lagi pada Nesia yang sedang menghampiri Ayu dan Maira,tepat di saat Nesia datang dia melihat Ayu dan ibu nya akan masuk kedalam mobil itu lah kesempatan terbaik bagi Maira untuk melancarkan aksinya,dia sudah sangat gelap mata dan hati nya penuh dengan kemarahan.
Maira...!
Nesia memanggil,Maira pun menoleh begitu juga dengan Ayu yang terkejut ada Nesia di sana.
"Ada apa memanggil ku..?"ucap Maira.
Nesia melangkah dengan tatapan yang begitu tajam,melihat wajah Nesia yang tidak bersahabat Ayu mendekati ibu nya.
"Saya ingin kalian menjauhi Damian..!"Kata Nesia.
"Mendekati nya saja tidak,jadi tidak perlu kan saya menjauhi nya."jawab Maira.
"Omong kosong.......!" Nesia mendorong tubuh Maira.
Tante...!"Ayu berteriak.
"Jlebb......."Maira tertusuk
Nesia menusuk Maira dengan pisau yang ada di dalam tas nya,semua itu terjadi dengan begitu cepat hingga Ayu dan Maira tak mampu untuk melawan.
"Ibu....!"
Tolong.........!
"Apa yang tante lakukan....!"Ayu mendorong Nesia.
Supir langsung keluar dari mobil dan membantu nya,sementara Nesia kabur begitu saja dengan mobil ya,Andhara yang abru saja datang begitu terkejut dan ikut melarikan diri.
"Ibu....."Ayu menangis histeris melihat perut ibu nya bersimbah darah.
Dengan cepat supir membawa mereka ke rumah sakit terdekat,sang supir juga langsung menghubungi Willi atas apa yang sedang terjadi.
Dengan cepat Willi menuju rumah sakit di mana Maira di rawat,di sana ia melibat Ayu tersungkur di lantai dan menangis.
"Sayang.."Willi meraih tubuh lemah itu ke dalam pelukan nya.
"Ibu Mas,Ibu..." Ayu menangis sampai pingsan dalam dekapan Willi.
"Cakra tolong bantu saya urus semua nya,pergi lah dengan Fadil dia akan memberimu petunjuk."Fadil adalah supir Ayu.
"Baik Wil.."Cakra pun melakukan apa yang di pinta oleh Willi.
******************END*******************
Nantikan season dua nya dalam satu bulan ke depan ya,maaf karena kondisi yang tidak memungkinkan sementara rehat dahulu dari pada alur nya tidak karuan dan mengecewakan.
Maaf tidak dapat updet tepat waktu dan mengecewakan semua pembaca,terimakasih yang sudah membaca CGM sampai akhir,tunggu Ayu kembali ya....😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like,komen,dan vote.
__ADS_1