
Kedatang Willi tentunya di sambut hangat oleh keluarga Ayu. Damian sudah berada di rumah karena dia pulang tepat waktu, hanya Allan yang berada di luar rumah karena karena masih berada di rumah sakit. Semenjak terbaring sakit, Allan sudah tidak melanjutkan kuliah nya di singapura. Itu semua karena permintaan Damian dan tentunya Allan juga tidak mau berjauhan lagi dengan Nirina dan berakibat fatal bagi hubungan nya. Selain itu dia juga ingin menjauhi teman yang menurut nya tidak layak.
''Rumah nya terlihat sangat nyaman Tante. '' ucap Willi.
''Iya nak Willi, semoga rumah ini membawa berkah bagi kami sekeluarga. '' Maira menambahkan.
''Mas.. '' Ayu memanggil Willi yang tengah fokus bicara dengan Ibu nya.
Setelah Ayu duduk di samping willi, Damian pun angkat bicara. Sebagai orang tua Ayu, pasti nya banyak hal yang ingin dia tanyakan pada calon menatu nya.
''Will, bagaimana kelanjutan hubungan kalian, kapan meyusul kami ..? '' Damian serius sekaki ketika bertanya. Tapi Willi hanya menanggapi nya dengan santai.
''Menikah dengan Ayu adalah impian saya Om, akan ada waktu nya nanti kami mempersiapkan semua nya tetapi tidak sekarang. Menikah itu bukan karena waktu, melainkan pasangan yang tepat. ''
''Apa menurut mu Ayu bukan lah wanita yang tepat. ?''
''Justru Ayu adalah wanita yang sangat tepat buat saya, maka saya tidan menghancurkan impian nya, dan waktu nya tidak akan pernah terbuang sia-sia. '' Damian mencoba mencerna jawaban Willi.
''Maksud mu.. ?''
''Setelah kuliah Ayu selesai baru kami akan mebahas maslah pernikahan. Saya memilih kampus terbaik di kota ini untuk nya, perjuangan Ayu saat awal kuliah tidak lah mudah. Jadi saya mau dia fokus dan lulus dengan nilai yang baik. ''
''Terimakasih wil, Om bangga dengan mu. Kamu telah mengurus Ayu dengan baik. Semoga kedepan nya hubungan kalian selalu bahagia. Jaga selalu Ayu dengan baik ya, walaupun saya sangat tahu seperti apa kamu menjaga nya, saya tetap akan mengucapkan itu sebagai permintaan dan rasa terimakasih. ''
''Tanpa Om minta, Ayu akan selalu menjadi prioritas saya. Dia lebih dari apapun bagi hidup saya. '' Damian menangi, dia menagis melihat sikap Willi yang begitu cinta nya dengan Ayu.
''Ayah, apa ada yang salah dengan mas Willi. ?'' Ayu bingung dengan sikap Ayah nya.
Damian tersenyum dalam tangis nya, tentu tangisan itu bukan lah tangisan yang menyedihkan. Melainkan menggambarkan kebahagiaan dan rasa syukur yang sangat begitu besar.
''Ayu kamu beruntung memiliki Willi nak, Ayah tahu seperti apa dia berjuang untuk mu dalam keadaan apapun. Dalam keadaan paling terpuruk dalam hidup mu saja dia masih tetap ada. Maafkan Ayah yang tak bisa menjaga mu menjaga mu seperti gang willi lakukan, Ayah tak pernah ada untuk mu. Sekali lagi terimakasih Wil, sudah menjaga putri saya. '' Ayu memeluk Ayah nya, ada rasa haru sesih dan bahagia yang campur aduk dalam batin nya.
__ADS_1
''Ayah sudah lah, mungkin Tuhan memiliki rencana lain mengapa memisahkan kita begitu lama. Mas Willi adalah orang yang Tuhan kirimkan, untuk melengkapi hidup Ayu. Menjadi penolong, penjaga dan pelindung selama Ayah tidak ada. Jika kita bersam sejak dulu, mungkin Ayu tidak akan bertemu Mas Willi kan Yah. ?'' Damian kembali merengkuh putri semata wayang nya dengan Maira.
Ayu dan Willi memutuskan untuk pergi berdua, setelah perbincangan dengan orang tua nya selesai. Mereka pastinya kaan menghabis kan waktu berdua, menikmati malam yang indah bertabur bintang dan langit yang cerah di malam hari.
Willi mengajak Ayu untuk dinner di tempat terbuka, sehingga cahaya bulan dan bintang di atas sana begitu indah menemani keromantisan mereka berdua. Wilki memandang Ayu dengan tatapan romantis,
''Ayu, Mas janji setelah kamu lulus nanti semua yang pernah Mas jajikan akan segera ku penuhi sayang. Walaupun menunggu waktu beberpaa bulan ini sangat lama, tapi Mas yakin semua pasti akan kita lalui dengan mudah. Mas sudah siapkan semua nya untuk kamu mulai dari sekarang. Kamu ingin berlibur kemanapun, pasti akan Mas penuhi. Apapun yang membuat kamu bahagia pasti akan Mas usahakan, asal jangan memintaku untuk meninggal kan mu. ''
''Mana mungkin Mas, tidak ada alasan untuk ku untuk meminta mu pergi. Bersama kamu adalah keinginan terbesar ku. Tapi apakah kamu mau berjanji, bahwa kau harus mengijinkan ku bekerja di kantor. Apa guna nya aku kuliah, ? jika tidak di pergunakan. ''
''Kamu boleh bekerja di kantor, menjadi asisten Mas mendampingi Sera. Masa bekerja mu berlaku selama kanu belum hamil, jika kamu hamil maka harus duduk manis di rumah menunggu suami pulang. '' Ayu membulatkan mata nya, dengan permintaan aneh Willi
Kok jadi asisten mu sih Mas, mana bisa bekerja kamu pasti akan selalu usil dengan ku. Penawaran mu juga aneh Mas, jika sebulan setelah kita menikah, aku langsung hamil, ''jadi aku hanya bekerja satu bulan saja.? ''
''Iya, benar sayang. Mengapa, ? kamu keberatan. ?''
''Percuma kuliah, jika tidak terpakai. ?'' kata Ayu.
''Sayang, pikiran kamu salah. Pendidikan mu tidak akan sia-sia. Kamu bisa menggunakan ilmu mu itu di manapun, tidak harus di tempat kerja. ''
Kini Ayu dan Willi tengah berada di dalam mobil untuk pulang. Tapi Ayu keheranan ketika melihat jalan yang di tuju Willi bukan lah jalan menuju rumah naru nya.
''Mas kita mau kemana lagi.. ?''
''Ke Aprtemen sayang. ''
''Benarkah.. ?'' Ayu begitu senang, Ayu memang senang jika ke aprtemen yang menyimpan banyak kenangan untuk nya.
''Iya sayang. ''
Sesampai nya di sana Ayu pun terbiasa duduk di ruang telivisi yang dulu menjadi tempat favorit nya.
__ADS_1
''Kita menginap ya sayang.. ?''ucap willi.
''Jangan Mas, ! tidak enak dengan ayah dan Ibu. Nanti mereka akan berpikiran macam-macam. Walau kamu bisa menahan diri untuk tidak melakukan apapun, tetapi pikiran mereka kita tidak bisa menebak nya.''
''Baiklah, ayo kemari. ?'' Willi pun membawa Ayu kedalam dekapan nya. Tanpa basa-basi lagi Willi memcium bibir ranum Ayu dengan lembut, manis dan kenyal.
Sesaat mereka hanyut dalam kemesraan yang begitu hangat. Ayu terlena, begitu pun dengan Willi yang semakin menggila. Segala sentuhan Willi seperti sengatan listrik yang memabukkan, membuat Ayu tak mampu lagi mengendalikan kesadaran nya.
Setelah cukup lama Willi menghentikan permainan nya. Ayu yang yang nafas nya masih memburu, mencoba menstabilkan detak jantung nya yang berdetak tak karuan.
''Rapihkan bajumu sayang.. !'' pinta Willi.
''Iya Mas. ''
Ayu merapihkan baju nya, dada nya pun terekspos karena permainan Willi. Nyata nya di saat tengah menikmati malam indah nya , Willi harus menghentikan permainan nya di tengah jalan karena janji yang sudah dia buat.
Setelah merapihkah diri masing-masing mereka memutuskan untuk pulang, dengan sisa nafsu yang masih menggelora.
''Sayang, sebenar nya Mas tersiksa harus selalu menahan. Tapi mas rindu meraskan bibir manis mu. Maaf ya. Kau juga pasti tersiksa karena harus berhenti di tengah jalan. ''
''Mas kok biacara begitu sih, Ayu malu. '' Ayu menunduk, wajah nya memerah karena pertanyaan willi.
''Tidak perlu malu sayang, wajah mu sangat menggemaskan, saat kamu merasakan hasrat mu tadi, begitu seksi. '' kata Willi menggoda.
''Mas... '' Ayu semakin ingin menenggelamkan wajah nya agar tidak terlihat.
''Bagaimana aku tidak menahan hasrat, jika Mas Willi membuat ku tak karuan tadi. " Ayu menggerutu dalam hati nya.
Mereka pun sampai di rumah cukup malam pukul satu dini hari, beruntung semua penghuni rumah sudah tertidur. Hanya ada satpam rumah dah Art yang sudah menunggu nya.
********???*
__ADS_1
Jangan harap ada enak-enak ya.... Bisa gawat kalsu tidak lulus review, nanti author yang pusing 😂
Jangan lupa Like, komen dan vote .