
Willi POV.
Ayu saat ini sudah seminggu lebih terbaring tidak sadarkan diri,benturan keras di kepala nya membuat Ayu harus kembali mengalami koma.Saat ayu terjatuh,di sana ada tumpukan kain dan plastik yang mengenai kepalanya.Kalu tidak mungkin saat keadaan nya akan lebih parah,atau bahkan tidak selamat.
Aku sangat menyesal,karena terlambat datang menyelamatkan nya.Saat memasuki gudang itu,aku melihat tubuh Ayu terlempar dari lantai atas.Aku berlari sekuat tenaga tetapi tetap tidak bisa menyelamatkan nya.
Melihat nya terbaring lemas saat ini,itu sangat menyakitkan.Gadis yang selalu ceria,penurut dan pekerja keras ini sekarang tak mampu melakukan apapun.Bukankah selama ini dia sudah mengalami banyak cobaan,bahkan yang tidak semua orang mampu melewati nya.
Ku genggam erat jari nya,ku pandangi wajah pucat nya.Aku berharap dia membuka mata dan menyebut nama ku,seperti sebelum ia menutup nya.Aku menyesal selama hampir satu tahun ini tak berada di samping nya,harus nya aku bisa lebih cepat mengurus masalah ku.Pasti wanita yang ku cintai tak akan menderita separah ini dan tak akan ada pula yang menyiksa nya tanpa belas kasih.
Ayu mengapa nasib mu malang seperti ini sayang, Mas akan selalu berada di sini bersamamu.Tidak akan ada lagi waktu yang terbuang tanpa aku di sisimu,kamu pasti senang kan kalau Mas di sini. Sayang kamu tidak perlu khawatir Ibu dan Kakek akan baik-baik saja,aku pasti akan menjaganya seperti kamu menjaga mereka.
Sembuh ya sayang,aku akan menemani berjuang dalam doa dan Jangan pernah menyerah ya.Kamu belum mendengar ceritaku kan,Mas akan bercerita padamu tapi nanti setelah keadaan mu membaik.Mas harus mengurus Ibu dan Kakek, supaya mereka tenang dan tidak banyak beban pikiran.
Aku menemui tante Maira,dia baru saja beribadah dan berdoa pasti sekarang dia lebih tenang.
''Tante,saya ingin bicara''dengan tatapan kosong tante Maira memandang ku.
Tante,saya berharap anda selalu kuat menjalani ini semu.Wanita jahat itu pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal,aku sendiri yang akan menyeret nya tanpa ampun.Tante menangis lah jangan di pendam,agar perasaan tante lebih tenang.
Tante maira menangis,dia bersandar di bahuku aku pun tau wanita ini pin menyimpan banyak kepedihan seperti anak nya.Aku mengepalkan tangan ku, betapa kejam nya ibu dari keluarga Aditama itu. Dia harus menanggung akibat,dari perbuatan nya nanti.
'''Tante,saya sudah siapkan Apartemen didekat rumah sakit.Agar tante dan kakek tidak lelah jika harus bolak balik menjaga Ayu.'' Tante Maira tertegun.
''Terimakasih Willi ,sudah baik pada kami'' iya tante sama-sama.
Sekarang tante tolong jaga Ayu,saya ada urusan sebentar.Malan nanti saya akan kembali kemari,kalau tante lapar makan lah nanti akan supir yang datang kemari untuk mengantar kakek.Ini ada uang,tante pakailah untuk keperluan selama di sini.
__ADS_1
''Tidak perlu Willi,tante ada uang semua pemberian Ayu masih ada.'' Aku tersenyum mendengar penolakan nya.
''Simpan saja uang Ayu,untuk keperluan tante nantinya.Saya sudah siapkan uang ini untuk tante,jadi pakai lah.'' Tante Maira pun akhir nya menerima.
Aku pergi kekantor menemui Cakra dan sera,banyak yang haris ku diskusikan dengan mereka.Apalagi aku sudah lama tidak ke kantor,selama ini aku hanya memantau dari jauh.
Di kantor aku bertemu dengan OB baru bernama Halisa,ternyata dia teman dari Ayu saat sekolah.
Aku berpikir memindahkan dia di apartemen saja, untuk mengurus keluarga Ayu.
Aku membawa Halisa ke apartemen baru,di sana juga ada kakek Ayu yang sedang beristirahat.Halisa ku bawa juga ke rumah sakit,dia bertemu dengan tante Maira begitu melihat keadaan Ayu dia menangis.
''Tante Maira..''
''Nak Halisa'' merek berpelukan.
''Ayu..''Halisa menangis.
Halisa,sekarang pekerjaan kamu menemani tante Maira menjaga Ayu,membersihkan apartemen dan memenuhi kebutuhan mereka.Kalau ada yang tidak kam tahu bisa kamu tanyakan pada Cakra,sementara kamu tidak usah ke kantor gaji mu akan saya beri tiga kali lipat dari gaji mu di kantor.
Ingat saya memilih kamu karena kamu teman Ayu,jaga mereka dengan baik jangan sampai kamu berani menusuk nya.
''Kamu mengerti Halisa..?'Aku menatap tajam Halisa.
''mengerti Pak Willi.'' Halisa gemetar,padahal aku biasa saja.
''Tante Maira,pulang lah bersama Halisa biar saya yang menjaga Ayu di sini.!'' Ucap ku.
__ADS_1
''Baik nak Willi,tante titip Ayu ya..?''dengan berat hati tante Maira meninggal kan Ayu.
Setelah tante Maira pergi,aku menjaga Ayu seorang diri.Memang ada beberapa orang yang ku tugaskan untuk menjaga nya di luar ruangan,karena aku takut jika Erika masih bergerak dari dalam jeruji.Saat ini Erika tengah menjalani pemeriksaan di rumah sakit,awal nya dia berniat kabur tetapi anak buah ku berhasil menangkap nya.
Saat ini Ayu tertidur dengan damai,wajah sendu nya hati ku semakin ter iris.Perasaan bersalah selalu menghantuiku,karena gagal menyelamatkan dia.
Ayu saya disini menemani mu,kamu senang kan ada saya bersama mu.Sayang,apa kamu ingin balas dendam dengan ku karena pergi lama dari mu. Sekarang kamu terbaring di sini,tidak merespon ku
kamu sengaja ya menghukum ku sekarang.Tidak apa jika kamu menghukum ku,karena Mas akan selalu siap menjaga mu di sini.
''Ayu gadis gadis desa ku yang malang,''Aku mencium jemari nya yang ku genggam.
Banyak hal yang ingin Mas ceritakan padamu,apa kamu tidak penasaran selama ini mas keman saja.?
kamu juga tidak penasaran berapa istri dan pacar mas,kamu kan selalu mempercayai pemikiran mu sendiri yang entah dari mana asal nya.
''Sayang mas akan bercerita padamu,dengarkan baik-baik ya jangan sampai terlewat.''Aku mengajak Ayu bicara,semoga dia mendengar apa yang ku bicarakan,dan bisa merespon ku.
Flashback ON.
Saat pertama kamu interview dengan HRD di kantor,bukan nya aku tidka ingin menemani mu.Tetapi kamu harus bisa mandiri,karena pekerjaan di kantor itu kelihatan nya saja enak padahal banyak beban yang harus di tanggung. Maka dari itu saya ingin kamu bisa walau tanpa siapapun dibelakang mu.
Semua sudah saya atur bersama Cakra,mulai dari supir dan HRD nya.Sayabsan Cakra sudah berdiskusi untuk posisi yang baik untuk mu,kami menempat kan mu sebagai sekertaris Cakra agar bisa dia bimbing dan terpantau.
Sebenarnya niat awala ku menempat kan mu sebagi sekertaris ku membantu Sera,tetapi takut ada kecemburuan dalam bekerja di hati Sera.Yang paling ku takutkan justru,saya tidak membiarkan mu bekerja dan hanya menemani saya saja di ruangan ku.Bukan kah ini lebih berbahaya,kalau pekerjaan saya terbengkalai karena terus memandang mu.
Karena melihat mu itu adalah kebahagiaan ku,dan saya tidak akan bosan.Itu mengapa saya terkadang lama tidak menemui mu,itu disebabkan pekerjaan yang banyak dan juga,saya takut khilaf jika harus selalu berdua dengan mu.
__ADS_1
Maaf ya jika saya terlalu keras mendidik mu,itu karena saya ingin kamu menjadi wanita yang cerdas.Supaya kamu bisa menjadi orang dengan kemampuan mu sendiri,bukan kah kamu selalu di rendah kan oleh orang-orang karena kamu lemah dan miskin di mata mereka.
Saya juga ingin kamu tau,jika ingin sukses itu harus rajin belajar dan berjuang dalam bekerja.Tapi saya senang kamu tidak pernah mengeluh apalagi membantah saya,kamu itu penurut dan bekerja keras saya bangga dengan mu Ayu.