Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 80. Saya Harap Kamu Mengerti


__ADS_3

Baru beberapa hari di rumah,Pak Ario mengabarkan jika Willi harus datang ke persidangan sebagai saksi,sebelum nya dia sudah menjalani pemeriksaan di kantor polisi sebelum berangkat ke Jerman.karena Ayu sudah sadar dia juga akan di jadwalkan untuk menjalani pemeriksaan sebagai korban,siap tidak siap dia pasti akan bertemu dengan Oma nya yang kejam.


Di persidangan Willi bertemu Allan dan keluarga nya,kecuali Damian dia sama sekali tidak mau bertemu dengan orang tuanya,bahkan saat memberi keterangan di ruang sidang pun dia memberi syarat agar tidka di pertemukan.


Willi memberikan keterangan sesuai apa yang dia lihat,bahwa Ayu memang jatuh dari lantai dua bangunan itu.Persidangan pun berjalan dengan lancar,semua berjalan sesuai yang di harapkan oleh pihak Willi.


''Will..'' Allan menyapa.


''Ya'' Jawab willi dengan singkat.


''Bagaimana kabar Ayu,''kamu sudah kembali benarkah Ayu sudah sembuh.


''Belum saat kamu tau,kalau waktu nya tiba pasti kamu akan tahu semua nya.'' Kata Willi.


Allan merasa Willi menyembunyikan sesuatu selama ini,mendengar jawaban Willi Allan bisa mengartikan bahwa Ayu memang sudah sembuh.


''Will,Papa sangat ingin bertemu Ayu'' dia juga berhak tau tentang keadaan anak nya,setiap hari dia selalu menanyakan kabar Ayu..bahkan selalu memaksa untuk menyusul kalian ke Jerman.


Willi belum mengijinkan Allan dan keluarga nya bertemu Ayu,karena dia merasa keadaan Ayu belum aman,walaupun Erika sudah di penjara tetapi itu bukan berarti keadaan sudah aman,dia pasti bisa melakukan apapun dari balik jeruji besi.


''Saya mengerti,''tetapi untuk saat ini keselamatan Ayu adalah yang utama,bersabarlah sebentar lagi pasti kalian akan bertemu dengan nya,saya harap kamu mengerti situasi saat ini.


''Baik lah..''Ucap Allan.


Willi segera pergi setelah bertemu Allan,masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan,belum juga sampai di kantor Mama nya mengabarkan,jika Andhara datang ke rumah untuk bertemu dengan nya.


''Ngapain lagi sih wanita itu''Willi sangat kesal.


Sesampai nya di rumah,dia langsung menemui Andhara dengan wajah yang merah padam dan amarah yang tertahan.


''Mau apa datang kesini..?'' Willi berkata dengan sangat emosi.


''Will aku kangen dengan mu,''lihat lah Raymond sudah besar apa kamu tidka ingin melihat nya.

__ADS_1


''Dengar ya,,aku menghargai Raymond hanya dia..''karena dia tidak tahu apa apa dan aku menyayangi nya karena dia pernah menjadi anak ku.


Tapi aku tidak suka jika kamu menggunakan dia sebagai alasan menemui ku,karena itu tidak akan merubah apapun.Srjarang lebih baik keluar dari rumah ku,atau aku akan menyeret mu ke penjara karena beberapa kali kamu hampir menghilangkan nyawa Ayu.


''Will mengapa kamu bicara seperti itu..?'' Andhara pura pura bodoh.


''Semua bukti kejahatan mu sudah ada di tangan ku,'' jika kamu berulah lagi akan ku pastikan kau membusuk di penjara.


Nyali Andhara menciut mendengar ucapan Willi, tetapi dia berusaha tetap tenang dan santai.


''Pergi dari sini..'' Willi berkata dengan santai,tanpa kekerasan sedikitpun.


Andhara pun keluar dari rumah itu tanpa mendapatkan apa yang ia mau,sikap tenang nya Willi justru membuat nya takut.


''Harus dengan cara apalagi aku mendekati Willi..?'' Andhara memang tidak pernah jera mendekati Willi.


"Mama pusing dengan Andhara Wil,",mau apa dia datang kemari membawa anak nya yang bukan darah daging mu itu,tadi dia bilang sama Mama kalau sebentar lagi dia akan menjadi menantu di rumah ini lagi.Apa dia itu tidak punya malu berkata begitu,aduh kenapa dulu Mama bisa termakan dengan mulut manis nya itu.


Willi kembali ke kantor karena memang pekerjaan nya sangat banyak,apalagi sempat tertunda karena harus ke persidangan.Willi bekerja setiap hari pagi dan malam dengan tetap memantau Ayu tentunya, walau dia harus sedikit berkorban tidak bertemu Ayu dalam beberapa hari.


Di tengah jadwal nya yang padat dan lelah yang yang di rasakan,Willi tetap menemui Ayu di apartemen yang ia tempati bersama keluarga nya,kedatangan nya pasti untuk melihat keadaan kekasih hati nya, terlebih lagi ingin memberitahu jika Ayu harus hadir di persidangan untuk memberikan keterangan nya sebagai korban.


''Ayu kamu sudah siapkan..?''jika harus datang ke pengadilan untuk mengungkap kasus ini dan membuat nenek tua itu jera.


''Tapi aku takut mas,''apalagi jika harus bertemu dengan orang itu..karena ayu benar benar tidak mau melihat nya lagi.


Bukan hanya Damian yang tidak mau bertemu Erika, Ayu pun sama karena tindakan nenek kandung nya itu sudah kelewatan.Naluri Ayah dan anak ini memang sangat sejalan.


''Ayu saya sudah menyiapkan dokter khusu untuk mu,kamu pasti merasa tidka nyaman bukan..?'' Willi dapat membaca kegelisahan dari raut wajah Ayu.


''Iya mas,''Ayu takut sangat menyakitkan jika harus mengingat masa itu,semua kenangan itu hanya ada penyiksaan,pemaksaan kekerasan dan semua hal yang sangat menyakitkan untuk di ingat.


Willi paham betul,semua orang juga pasti akan merasakan hal yang sama,jika mendapatkan perlakuan dan penyiksaan bahkan hampir kehilangan nyawa nya.

__ADS_1


''Tenang lah sayang,Mas akan setia mendampingi mu di sana,tidak perlu khawatir ada dokter dan pengacara yang akan menemani mu nanti.''


Tiba saat nya Ayu datang untuk memberikan keterangan nya di persidangan,wajah Ayu nampak tegang dan keringat nya bercucuran di dalam ruangan yang berAC.Willi memperhatikan nya dengan sangat detail,dia pun selalu tersenyum memberikan kekuatan setiap kali Ayu memandang nya.Selama beberapa kali dokter pun memberikan pengarahan,agar Ayu merasa rileks menjalani semua agenda nya.


''Aku harus kuat untuk menjalani semua ini,aku harus membuktikan jika aku tidak mudah menyerah.'' Ayu menguatkan dirinya sendiri.


Allan pun hadir di sana,dia juga melihat bahwa Ayu sudah sembuh dan kembali sehat,Allan pun menyaksikan sendiri jika Ayu merasa tidak nyaman berada di sana.Sebagai dokter Allan paham bahwa keadaan Ayu saat itu memang tidak baik dan merasa tertekan.


''Ayu,,Willi membuktikan ucapan nya bahwa dia akan merawat mu sampai sembuh,bahkan tanpa aku mengetahui seperti apa proses nya sekarang kamu sudah bisa berdiri tegak di hadapan ku.''


Allan mengakui bahwa Willi memang bertanggung jawab.


Setelah semua proses selesai Willi menggandeng tangan Ayu keluar dari ruang persidangan,tangan Ayu terasa sangat dingin dalam genggaman nya.


''Tangan mu sangat dingin Ayu,pasti kamu sangat tegang ya..?'' Ucap Willi


''Lebih dari itu mas,ayu sangat takut.'' Jawab Ayu.


Ayu dan Willi melangkah pergi,tetapi langkah nya terhenti karena Allan memanggil mereka.


''Ayu,Willi..bisakah kita bicara?'' Ucap Allan.


''Hai Allan apa kabar,bisa kok tapi maaf tidak bisa lama.'' Ayu menjawab nya.


Allan menatap Willi seolah meminta jawaban,Willi pun mengangguk,ternyata dia tidak masalah jika Allan bicara dengan Ayu.Mereka pun berbincang di area kantin gedung itu.


''Ayu saya senang bisa melihat mu sehat kembali, selamat ya kamu berhasil melewati semua proses itu.Kamu juga Wil,kamu berhasil membuat Ayu kembali sehat seperti sekarang.''


''Allan,aku juga ingin mengucap kan banyak terimakasih,''karena sudah merawat ku dengan baik. Saat itu kamu juga datang ingin menyelamatkan ku,


terimakasih juga sudah merawat Ayah dengan baik.


Allan terkejut mendengar Ayu mengucapkan kata Ayah.

__ADS_1


__ADS_2