
Di dalam mobil Nirina masih kesal,dia enggan menatap Allan walau sebentar,pandangan terus saja melihat keluar jendela.
''Hei lihat lah kemari..!''Allan berkata.
''Tidak...!'' Jawab Nirina.
Saat jemari Allan menyentuh tangan Nirina dia langsung menarik nya,tersentuh sedikit saja oleh Allan dia tidak mau.
''Turun kan aku sekarang..!''pinta Nirina.
Allan tidak menanggapi,dia justru semakin kencang melajukan mobil nya,membuta Nirina memejamkan mata nya karena merasa ketakutan.
''Hentikan...!''Nirina berteriak.
Karena terkejut Allan mengurangi kecepatan mobil nya.
''Aku pernah nyaris mati karena mobil,apa sekarang kamu ingin membunuh ku dengan mobil ini..!''Nirina berkata dengan wajah yang merah padam karena trauma.
''Maaf Nirina aku tidak tau jika kamu akan ketakutan seperti ini.''Allan menyentuh bahu Nirina untuk menenangkan nya.
''Lepaskan..!''Nirina menyingkirkan nya.
Allan memahami jika Nirina marah,dia pun mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.Perlahan mobil nya menepi disebuah taman yang asri,tempat sejuk dan nyaman untuk bersantai.
''Kita bicara di sana..!''Nirina mengikuti kemana Allan mengajak nya,dia tidak menolah walaupun sebenar nya hati nya begitu kesal.
''Cepat katakan apa mau mu,aku sudah tidak nyaman lagi berada di samping mu..!'' kata kata Nirina sebenar nya menyakiti Allan tetapi Allan bersikap seolah itu hanya candaan saja.
''Santai lah,saya tidak akan menyakiti mu buat lah dirimu rileks dan senyaman mungkin agar hati mu lebih tenang.''Kata Allan.
''Omong kosong..''Nirina tetap marah.
''Saya minta maaf atas kejadian tadi siang di kafe,'' apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan.Hubungan saya dengan ayu sudah terjalin sebelum ia mengenal Willi,jadi kami memang dekat.
''Oh jadi kamu ingin menyombong kan diri,sudah mengenal nya terlebih dahulu dan bebas melakukan apa saja dengan nya.''Nirina menyela begitu saja ucapan Allan.
__ADS_1
''Tidak Nirina,bukan begitu saya hanya ingin menjelaskan pada mu ...''Nirina semakin sewot tidak mau mendengar kata kata Allan.
''Penjelasan jika kalian berselingkuh,atau sebenar nya kalian memang sudah pacaran tetapi masih mencari mangsa lain..!''Nirina menuduh Allan.
Allan berusaha tenang tidak terbawa emosi apalagi terprovokasi dengan perkataan Nirina,Allan membiarkan nya bicara apa saja sampai Nirina lelah menuduh nya.
''Aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mu Allan dan aku juga tidak mau lagi melihat mu,jangan pernah berpikir jika aku bisa kau bodohi.Aku benci lelaki pembohong,apalagi penghianat.''Nirina berkata dari hati nya yang terdalam.
''Jangan berpikir terlalu buruk tentangku.''Allan menggenggam tangan Nirina.
''Lepas tidak usah...''perkataan Nirina terhenti,sebab Allan menempelkan bibir nya pada bibir Nirina,dia mencium agar gadis di hadapan nya itu tidak terus berbicara sesuka hati nya.
''Astaga,,,Allan mencium ku lagi,aduh bisa copot jantung ini''
Nirina bengong karena terkejut,Allan meng*lum bibir
Nirina dengan lembut,membuat gadis dalam dekapan nya diam terpaku.
''Kamu itu cerewet sekali,apa kamu tidak lelah terus saja bicara tanpa henti,semua ucapan mu itu tidak lah benar,Ayu itu adik ku mengapa kamu marah aku memeluk nya,dia itu saudara ku kamu bisa tanyakan pada kakak mu jika tidak percaya..'' Allan kembali menjelaskan.
OPS....
''Ya ampun pantas saja kakak masih begitu mesra dengan Ayu,mengapa dia tidak memberitahuku,sial aku malu sekali dengan Allan..oh tidak rasa nya ingin ku sembunyikan saja wajah ku ini. ''
''Allan,mengapa kamu tidak cerita dengan ku dari awal jika kalian saudara,br*ngsek kamu membuat ku bodoh,menyebalkan sekali.?''Nirina memukul bahu Allan karena kesal.
Allan hanya tersenyum menanggapi nya,dia menatap wajah Nirina tanpa berkedip membuat Nirina menjadi salah tingkah.Nirina membalik kan badan nya memunggungi Allan,karena dia merasa sangat malu sekali.
''Hei siapa yang menganggap mu bodoh..''Allan berbisik di telinga Nirina dengan merdu,perlahan tangan nya menggenggam jemari Nirina dan memeluk nya,Allan mendekap Nirina dengan penuh kasih sayang.
''Saya suka kamu marah,saya suka kamu cemburu saya suka apa yang hari ini kamu lakukan.Jangan marah terlalu lama dan jangan lagi membenci saya sebab saya merasa takut jika kamu menjauh.'' Allan masih tetap mendekap Nirina,dia berkata dengan sangat lembut membuat Nirina merasa geli dan memejamkan mata nya.
''Katakan jika kamu cemburu..!''Allan kembali berbisik.
Nirina membalikan badan nya,dia tidak memandang wajah Allan justru menyembunyikan wajah nya di balik dada Allan.
__ADS_1
''Aku malu...''Ucap Nirina.
Allan tersenyum dan mendekap erat Nirina,aroma maskulin dalam tubuh Allan membuat Nirina merasa nyaman,aroma parfum yang begitu khas membuat nya betah berada dalam pelukan Allan.
Allan mengantarkan Nirina pulang,hubungan mereka sudah kembali membaik,Nirina masih malu malau ketika di dalam mobil,apalagi Allan terus menggenggam tangan nya selama di mobil.Seolah tidak membutuhkan ungkapan cinta, seolah tidak membutuh kan jawaban juga untuk mengikat mereka.Sebenar nya hati mereka pun sudah saling terpaut dan menyatu,perasaan yang sama,rindu yang sama sudah mereka rasakan hanya ego dan gengsi lah yang menjadi penghalang di antara kedua nya.
''Masuk lah,salam untuk Willi dan tante ya..''kata Allan sebelum pulang.
''Tidak mampir..?'' Nirina bertanya.
''Lain kali sayang,pekerjaan saya sudah menanti saat ini.''ucapan Allan membuat Nirina tersipu.
Setelah Allan pulang,Nirina masuk kedalam rumah dengan hati yang berbunga dengan senyum yang mengembang dia berjalan begitu cepat agar cepat sampai kedalam kamar nya.
''Tadi marah marah,sekarang senyum senyum tidak jelas..''ucapan Willi membuat Nirina terkejut.
''Kakak mengapa tidak memberitahu ku jika Ayu dan Allan itu saudara.?''Nirina bertanya.
''Memang kamu tanya..?''jawab Willi.
''Kak menyebalkan sekali.''Nirina kesal dan berlalu masuk kedalam kamar,Nirina sebenar.nya tidak paham saudara seperti apa mereka,sepupu atau saudara kandung.
Sejak kejadian itu Nirina dan Allan semakin dekat,mereka sering bertemu walau hanya untuk sekedar ngopi sebentar,Allan juga suka mengantar Nirina pulang ke rumah nya setelah bekerja.
Waktu yang ditunggu Damian pun tiba,esok hari adalah waktu nya kasus perceraian nya di sidangkan.Tentunya hari yang di tunggu oleh Damian itu berbanding terbalik dengan Nesia,dia begitu mengutuk hari itu sebab tak ingin bercerai Damian laki laki yang begitu ia cintai.
''Ma besok hari persidangan ku dengan Damian..''Nesia memberitahu Erika.
''Lalu apa yang sudah kamu lakukan..?''Erika ingin tahu.
''Segala cara sudah ku lakukan untuk meluluhkan hati Mas Damian,tetapi semua itu percuma Ma.''Jawab Nesia.
''Kamu tidak becus melakukan apapun Nesia,''lalu bagaimana dengan Maira dan anak haram nya itu apa kamu tidak melakukan apapun terhadap mereka.
''Untuk saat ini sangat sulit menjangkau mereka Ma,'' Willi pengusaha muda itu selalu menjaga mereka dan menutup rapat tempat tinggal mereka,sangat sulit untuk menggores nya walau hanya sedikit.
__ADS_1
''Pakai otak mu Nes,pasti ada celah untuk melawan nya.''kata Erika.
''Baiklah Ma aku akan berjuang lebih keras lagi.''