Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 79. Mis Bawel


__ADS_3

Ketika pulang bekerja Nirina tidak mau satu mobil dengan Willi,karena dia tidak mau menjadi bahan perbincangan banyak orang,apalagi jika seisi kantor tau siapa jati diri nya yang sesungguh nya,pasti semua akan cari muka dihadapan nya.


Willi menerima penolakan adik nya,dia memerintahkan Zidan untuk mengantar Nirina pulang dengan mobil lain,karena akan bahaya jika Nirina pulang sendiri.


''Memang nya apa yang terjadi sampai kamu tidak mau pulang dengan ku,apa mereka mencemooh mu..?'' Willi merasa penasaran dengan apa yang terjadi.


''Mereka mengira aku pacar mu Kak,'' aku malas menanggapi gosip yang beredar itu..aku juga pasti susah dapat pacar,cowok di luaran pasti malas bersaing dengan mu.


''Bagus kan,memang harus nya begitu.''Willi berkata dengan senyum mengejek.


''Aku tidak mau jomblo seumur hidup..enak saja.'' Nirina kesal.


Setiap bekerja pasti Willi dan Nirina menggunakan mobil yang berbeda,Nirina benar benar tidak mau satu mobil dengan Willi.


Hari ini Willi mengajak Nirina makan malam berdua saja,mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang tengah berkencan.


''Kak katanya ngajakin makan malam,''tapi masak dari tadi tidak pesan makanan sih kalau cuma ingin ngobrol kan bisa di rumah saja.


''Kamu ini bawel sekali,kita tunggu Cakra dulu sebentar.''Jawab Willi.


''Idih ngapain ngajakin dia bikin rusuh aja'' Nirina cemberut.


''Aku dengan lho pacar...'' Nirina terkejut karena tiba tiba Cakra ada dibelakang nya.


''Bisa gak sih datang nya itu permisi dulu bikin orang jantungan saja.'' Nirina berkata sambil melotot ke arah Cakra.


Nirina semakin terkejut ada wanita cantik yang datang bersama cakra,dia tidak mengenali siapa orang itu.Wanita itu ialah Ayu,saat itu Nirina melihat ketika dia sakit dan sekarang Ayu datang dengan penampilan yang berbeda,membuat Nirina tidak mengenali nya.


Willi dengan lembut mempersilahkan Ayu duduk dan memperlakukan nya dengan sangat romantis, membuat Nirina melongo dan tak berkedip memandang nya.Cakra tertawa geli melihat raut wajah Nirina,yang menurut nya begitu terlihat aneh. Apalagi ketika tatapan mata Nirina seolah bertanya dengan Cakra siapa wanita yang bersama kakak nya.


Nirina melotot karena Cakra justru menggoda nya, bukan nya memberi jawaban.


Hem hem..


''Di sini ada orang lain ya,,,kami bukan nya suporter kalian..'' Nirina mengganggu momen romantis kakak nya.


''Mengganggu saja kalian..'' Nirina melotot mendengar ucapan Willi.


Willi sengaja ingin mengenalkan Nirina dengan Ayu,


Cakra ditugaskan untuk menjemput Ayu.


''Ayu,ini Nirina kamu sangat ingin mengenal nya bukan..?'' Willi mengenalkan mereka berdua.


Ayu pun berjabat tangan dengan Nirina,begitu pun sebalik nya Nirina menerima dengan ramah.


''Ayu..''

__ADS_1


''Nirina..''


''Nirina cantik sekali,wajar kalau mas Willi sangat dekat dengan nya,aku jadi merasa cupu sekali bersanding dengan nya.''


''Pantas saja Kakak tergila gila,ternyata Ayu memang sangat manis,wajah nya dan semua yang ada dalam dirinya terlihat sempurna.''


''Hay Ayu,''ternyata kamu sudah sehat ya maaf aku tidak tahu karena kakak ku yang menyebalkan ini tidak memberitahuku sebelum nya,dia pelit sekali berbagi informasi tentang mu.


''Apa Kakak..'' Ayu bertanya dalam hati nya,karena terkejut mendengar kenyataan bahwa Nirina adalah adik nya.


''Oh begitu ya,Maaf juga aku tak bisa memberimu kabar karena Mas Willi sangat tertutup tentang mu.'' Ayu menjawab dengan apa ada nya.


Willi tersenyum mendengar penuturan dua wanita kesayangan nya,memang diri nya sengaja melakukan itu.


Yang terpenting sekarang kalian kan sudah saling mengenal,kondisi Nirina saat itu sedang tidak baik Ayu jadi Mas memang merahasiakan nya dari mu, itu semua karena Mas fokus dengan kesembuhan nya.


''Maksud nya apa mas,,Nirina kenapa..?'' Ayu merasa bingung karena memang dia tidak mengetahui apapun.


''Ayu..aku mengalami hal yang sama seperti mu,aku sakit dan koma selama tiga tahun lebih.''Ayu membulatkan kedua mata nya,mendengar ucapan Nirina.


''Ya tuhan,,mengapa tidak memberitahuku mas'' kamu kan bisa berbagi masalah mu dengan ku,jadi dulu kamu sering sibuk karena mengurus Nirina.?


''Iya..'' Jawab Willi.


Malam itu mereka berempat makan bersama, banyak sekali yang mereka bicarakan sampai larut malam,Ayu pun terkejut jika Nirina sempat menjenguk nya saat di rumah sakit.


''Kenapa..?'' Willi,Ayu dan Cakra menjawab secara serentak.


''Astaga kalian seperti paduan suara saja..'' Nirina menanggapi kekompakan mereka.


''Iya lah aku belum sembuh dari koma,''Ayu ikutan koma juga,pasti saat itu dia seperti orang yang sedang patah hati kan.Kamu tau Ayu setelah aku sembuh yang ada pikiran itu Ayu,ayu,ayu dan ayu.


Ayu bisa merasakan perasaan Willi saat itu,dia menatap wajah kekasih nya dengan penuh haru, banyak tanya yang tergambar dati bola mata nya untuk Willi,semua yang tidak ia ketahui selama ini..semua yang Willi sembunyikan dalam diam nya membuat hati Ayu seakan tertusuk jarum,karena dia tidak tahu banyak kesakitan yang Willi tutupi.


''Mas..'' Suara Ayu tertahan,seolah tak mampu berkata apapun karena merasa sesak di dada nya.


''Sudah lah sayang,tidak usah memikirkan semua itu


semua nya sudah berlalu,sekarang saat nya kita menjaga yang kita miliki.''Willi berkata sambil membelai pipi Ayu.


''Bucin..'' Kata Nirina.


''Kamu syirik saja si dek..''Jawab Willi.


Malam itu Nirina pulang di antar oleh Cakra, sementara Willi mengantar Ayu pulang,Willi paham pasti banyak yang ingin Ayu bicarakan dengan nya.


''Mas,mengapa kamu menyembunyikan semua itu dengan ku,''aku selalu berpikir jika kesibukan mu di luaran sana karena kamu memiliki istri,bahkan aku berpikir jika Nirina itu wanita mu hiks hiks.

__ADS_1


Ayu menangis di bahu Willi,mengetahui kekasih nya tengah bersedih Willi mendekap dan menenangkan nya,sampai mengacuhkan Zidan yang ada diantara mereka.


''Sayang Mas tidak mau membebani mu,mas ini kan lelaki jadi harus tangguh menghadapi semua nya, jadi jangan pernah berpikir macam macam lagi ya.''


Ayu menangis sampai tertidur di dalam mobil,Willi pun menggendong nya karena tidak tega jika harus membangun kan nya.


''Nirina,dimana kakak mu mengapa kamu pulang sendiri.?'' Mama bertanya.


''Lagi kencan dia Ma.''Nirina segera menutup mulut nya dengan telapak tangan nya,karena keceplosan bicara.


''Kencan dengan siapa..?''Mama jadi penasaran.


''Kencan sama Zidan Ma,heeeeee.'' Nirina menggoda Mama nya karena takut ketahuan.


''Kamu ini...''


Di kamar nya Nirina merenung,melihat Willi begitu lembut dengan Ayu membuat nya ingin memiliki pasangan,apalagi jika kekasih nya nanti bucin seperti kakak nya pasti sangat membahagiakan.


''Aku harus cari pacar yang seperti Kakak,''lembut dan penyayang,dia juga harus bertanggung jawab dan setia juga.Seperti kakak yang setia sama Ayu, apapun keadaan Ayu kakak selalu setia di samping nya,apa Allan bisa seperti itu ya..?Apa aku sudah gila sampai membayangkan Allan, kalau dia tidak mau dengan ku bagai mana, aduh aku harus maju atau mundur mendekati Allan, sekarang Kakak sudah kembali pasti akan sulit dong.


Ketika Nirina sedang memikirkan Allan,tiba tiba ponsel nya berdering mengejutkan nya,Nirina sempat kesal kare terganggu.


''Allan,dia menghubungiku lagi....!''Nirina bersorak gembira.


''Halo..''Kata Nirina.


''Halo Nin,kamu pasti sedang gembira bukan menerima panggilan ku.''Allan menggoda Nirina.


''Kalau cuma ingin menggoda ku,''lebih baik matikan saja kamu sudah mengganggu waktu istirahat ku.


''Mis bawel,bisa gak sih pelan pelan bicara nya.'' Nirina membulatkan matanya,dipanggil Mis bawel oleh Allan.


''Sialan dia seenak jidat memanggil ku,apa dia tidak tau kalau dirinya sendiri juga bawel''


''Tidak usah mengumpat ku,bicara saja.'' Nirina mengerutkan kening nya,karena di ketahuan tengah mengumpat Allan.


''Kamu ini menyebalkan Allan..'' Allan justru tertawa.


''Orang yang menyebalkan ini,biasanya selalu membuat rindu lhoo..'' Allan tersenyum menggoda gadis pujaan nya.


Nirina semakin melongo mendengar nya,dia tidak menyangka jika Allan akan bisa menggombal seperti itu,karena awal bertemu Allan sepertinya ramah dan pendiam.


''Sepertinya obat mu sudah habis dokter,segeralah tebus di apotik..'' Kata Nirina yang semakin kesal.


''Saya tidak tau alamat apotik nya,''bisakah kamu memberikan nya untuk ku,sekarang juga pasti aku akan menebus nya.


Nirina paham apa yang di maksud Allan itu,alamat yang di maksud itu pasti adalah rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2