
''Saya bisa mengajari mu soal pekerjaan sekertaris.''
itu lah jawaban mas willi.!
baik mas ayu mengerti..!mas wili tersenyum mendengar jawaban ku.
Mas Wili mengajak ku makan siang ternyata dia sudah memesan makanan,dia senang sekali pesan makanan di luar padahal aku bisa masak.mungkin, selera masak ku beda dengan mas wili kali ya.
Ayu hari ini saya tidak menginap,setelah makan saya harus segera pergi.Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.
Perkataan Mas Willi membuat selera makan ku berkurang,entah mengapa ada kekecewaan dan kesedihan dalam hati ku,karena aku baru bertemu Mas Willi setelah enam hari tidak melihat nya.
biasanya,Mas Willi akan pulang ke rumah nya hari minggu pagi atau siang.
''Ia mas hati hati ya,semoga pekerjaan nya cepat selesai ''aku tidak berani bertanya ada apa dan tidak berani pula mencegah nya.
Selama ini aku memang tidak pernah tahu,tentang kehidupan Mas Willi yang sebenar nya.aku tidak berani bertanya tentang ranah pribadi nya,karena aku sadar diri.Aku hanya lah orang yang mempunyai keberuntungan dipungut oleh nya,diberi kehidupan ,pendidikan dan pekerjaan yang layak.
''Ayu saya pergi..jaga dirimu baik-baik,kalau ada apa apa kabari saya..!''iya Mas.
Setiap ingin pergi itulah yang diucapkan Mas Willi,jawaban ku pun tetap sama.
tetapi tidak pernah sekalipun aku menghubunginya.
Hari minggu aku sibuk merapihkan apartemen,dan belajar apalagi buku yang di tinggalkan Mas Willi sangat banyak,harus ku pelajari dengan teliti agar tidak ada ilmu yang terlewatkan.
Sekarang saat nya kembali bekerja,,ini sudah hari senin dan aku sangat bersemangat untuk bekerja.
pagi ini Pak Cakra ada meeting aku tidak boleh telat,
seperti biasa,,supir sudah siap mengantarkan ku bekerja.
Saat sampai di kantor aku menyiapkan semua berkas, yang di butuhkan Pak Cakra untuk meeting.
aku pun memastikan kembali sebelum ke ruangan meeting,karen akau tidak mau ada yang kurang.. saat sudah didalam ruangan.
__ADS_1
Aku sudah di ruang meeting bersama staf lain nya,
acara sudah mundur selama sepuluh menit,meeting belum juga di mulai karena menunggu presdir yang belum sampai.Pak Cakra bilang Presdir sudah sampai di kantor dan akan segera memulai meeting.
''Mentang-mentang Presdir,datang seenak nya bikin ngantuk kalau menunggu lama seperti ini kan.''jujur aku mengantuk kalau hanya diam saja menunggu.
Sekertaris Sera mengatakan Presdir sudah tiba, meeting akan segera di mulai,aku duduk membelakangi pintu jadi tidak melihat Presdir masuk.Saat dia duduk aku memperhatikan wajah nya,yang sepertinya aku mengenal nya.Karena di sini hanya aku yang belum pernah bertemu Presdir.
Saat tatapan Presdir fokus ke depan,aku membulatkan kedua mataku lebar-lebar,apakah
aku salah lihat atau tidak.
''Itu kan Mas Willi...!''
Jadi Presdir William itu Mas Willi,astaga aku tidak pernah berpikir sampai ke sana.Aku pikir jabatan Mas Willi itu seperti Pak Cakra Direktur atau apa lah.justru aku berpikir mas Willi bekerja di perusahaan lain,dia memasuk kan aku bekerja di sini karena ada Pak Cakra.
Mas Willi diam saja melihat ku bahkan dia hanya melirik sekilas saja,tidak ada senyum atau keramahan apapun.yang ada justru wajah yang menyeramkan,aku seperti tidak mengenal Mas Wili kalau seperti ini.
Meeting berjalan dengan lancar..
aku juga berhasil bekerja dengan baik,tanpa ada komplain dari Pak Cakra sedikit pun.
Saat makan siang Sera mengajak ku makan di kantin,tapi aku menolak nya ,karena memang aku tidak punya uang dan aku pun sudah membawa bekal,bahkan lebih sengaja aku siapkan untuk sera.
''Ayu,makan siang di kantin yuk ..!''maaf Sera aku kan aku kan selalu bawa bekal,ini aku buat kan juga untuk mu.
''wah kamu baik sekali Ayu,oke ini nanti aku makan saat istirahat sore karena hari ini aku pasti lembur.''aku sangat senang melihat sera menerima makanan dari ku.
Saat sera memaksa ku,Pak Cakra keluar ruangan
begitupun dengan Mas Willi,aku dan Sera pun menyapa mereka berdua dengan ramah.Seperti nya
Mas Willi akan pergi dengan Pak Cakra.sebenar nya aku sedih melihat sikap Mas Willi,dia benar benar cuek sekali seperti tidak kenal dengan ku.
Untuk membuang rasa kesal dengan Mas Willi ,aku pun bergabung dengan Sera dan teman lainnnya di kantin. biar lah uang lima puluh ribu yang aku simpan dengan rapi,keluar juga dari persembunyian nya.
__ADS_1
Saat aku aku sedang berbincang dengan teman teman ku,ada notifikasi pesan si hp ku.
aku segera membuka nya takut nya ada hal penting dari Pak Cakra,aku terkejut ternyata bukan Pak Cakra melainkan Mas Willi.
''Bagus untuk hari ini'' apa maksud dari pesan ini
apanya yang bagus penampilan ku,pekerjaan ku atau sikap ku. entah lah sekali nya mengirim pesan tidak jelas begini.
Malam ini Sera lembur tetapi tidak dengan ku,pak Cakra ada meeting berdua di ruangan Mas Willi.
aku pun bisa pulang tepat waktu. Saat aku di loby supir belum datang menjemput ku,aku panik karena uang ku hanya sisa dua puluh ribu saja. cukup atau tidak ya kalau kupakai naik angkutan,angkutan nya saja aku tidak tahu yang mana.
''Maaf mengganggu mas,supir tidak ada apa aku naik angkutan saja mas,angkutan nya yang mana ya.?'' Dengan terpaksa aku mengirim pesan ke Mas Willi.
untung saja mas willi segera membukanya,aku sudah seperti anak yang sedang mengadu sama Ayah nya.
Aku benar benar tidak tau apa-apa,besok lebih baik aku bertanya saja dengan Sera,jadi kau ada kejadian seperti ini aku tidak perlu bingung.
''Kembalilah ke ruangan mu.'' itu saja balasan dari mas Willi,irit dan singkat.
Dengan lesu aku kembali,aku lihat Sera sudah tidak ada di ruangan nya mungkin dia ada di dalam.
aku sampai tertidur menunggu mas Willi,aku tidak berani lagi bertanya lebih baik nurut saja menunggu arah berikut nya.
Saat aku terbangun kantor sudah sepi,cahaya lampu sudah ada yang redup karena di matikan.
yang bikin kaget, ada duduk di samping ku berwarna hitam lagi.aku pun berteriak
aaaaaa.....hantu.....!hantu..!
Aku menutup kedua tangan ku,ingin keluar tapi dia berada didekat jalan keluar itu membuat aku diam di tempat.
Tiba tiba ada yang memegang pundak ku.
''berani kamu bilang saya hantu.!''apa.. hantu nya bicara kata ku.
__ADS_1
Jangan makan saya hantu ampun,ampun.!!!