Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
116. Siap Bertempur.


__ADS_3

Sepertinya Wanita ular itu memang sengaja mengincar Nirina, mereka sadar tak mampu menembus mu makanya menggunakan adik mu Will. Kamu tau bukan bahwa dia bekerja sama dengan Andhara saat ini. Wanita licik itu sekarang susah untuk menyakiti Ayu dan dia menggunakan Nirina agar bisa melemahkan mu.


''Brengsek mereka kan ku pastikan mereka tak bisa lagi bernafas dengan tenang setelah ini. ''Wajah Willi memerah seolah terbakar oleh emosi nya.


''Kita harus bergerak cepat Cak, Nirina butuh kita. ''Willi sudah begitu kacau.


Ada pesan masuk dalam ponsel Willi, tanpa menunggu lama Willi segera membuka nya. Mata Willi membulat seakan ingin keluar dari tempat nya melihat Nirina di siksa oleh mereka


Serahkan dirimu dengan suka rela jika ingin adik mu selamat, jangan membawa pengawalan satu pun atau polisi. Ingat kami mengawasi mu Jika kamu melakukan itu, sudah ku pastikan kamu akan melihat mayat nya . Tunggu sampai aku mengirimkan alamat pada mu.


''Lihat lah Cak. !''


''Berani sekali mereka mengancam mu. ''ucap Cakra.


''Ayo Cak kita cari Nirina, kalau diskusi terus menerus tidka akan selesai. ''bentak Willi.


''Tunggu Wil, kamu beritahu Allan siapa tau dia bisa membantumu membujuk Nesia si kampret itu. ''


''Kamu benar.. ''Willi segera menghubungi Allan.


''Halo. ''kata Allan


''Allan Nirina di culik oleh ibu mu saat ini dia menyekap adik ku entah di mana. Kembalilah ku mohon. ''


''Apa.... !''Kaki Allan lemas mendengar kabar itu

__ADS_1


''Oke Wil aku akan kembali sekarang. ''Allan segera mematikan ponsel nya.


Mengingat Allan, Willi pun mengingat Damian. Segera Willi menghubungi Damian, pria itu adalah mantan suami Nesia dia pasti akan mempertimbangkan semua nya jika itu kemauan Damian.


Sama hal nya dengan Allan, Damian pun sangat terkejut dengan ulah yang telah Nesia buat. kebencian lelaki itu kini semakin besar pada mantan istri nya itu .


Damian yang mendengar kabar itu segera menemui Willi, dia juga ingin membantu calon menantu nya itu menyelamatkan Nirina. Apalagi Nirina sebentar juga akan menjadi menantu nya.


''Byurrrr... ''air satu ember telah mengguyur tubuh kecil Nirina yang lemah.


Bagun sialan, siapa yang menyuruh mu tidur dengan nyenyak Ha. Saat ini mereka membawa cambuk untuk menyakiti Nirina.


cetar, cetar...


Nirina yang baru saja terbangun dari pingsan nya begitu shock mendapat kekerasan dari mereka. Apalagi melihat cambuk yang di pegang oleh Andhara, membuat Nirina bergidik ngeri. Tanpa aba-aba, Andhara amen cambuk Nirina dengan begitu kencang. Mereka berdua bergantian menyiksa Nirina.


hentikan.. !''Nirina terus saja memohon dan mengharapkan ampunan, tetapi dia wanita biadab itu seakan tuli tidak mau mendengar nya.


''Jangan harap kami justru senang mendapatkan mainan baru seperti mu. ''Andhara dan Nesia begitu bringas seperti bukan manusia.


Setelah tubuh Nirina lemah, Andhara kembali mengambil foto dan mengirimkan nya pada Willi. Hati Willi begitu hancur melihat Nirina seperti binatang yang di cambuk tanpa ampun, yang dapat Willi lihat dari luka yang berwarna merah di tangan dan kaki adik nya. Apalagi melihat Nirina terkulai lemah, membuat darah Willi seakan mendidih.


Allan sudah tiba, dan Willi menyertakan foto itu pada nya. Melihat keadaan Nirina membuat Allah begitu marah, baru kali dia memendam kemarahan dan kebencian pada Nesia.


''Will kita harus menyelamatkan Nirina sekarang, dia pasti sangat kesakitan. ''Allan seakan tak sabar untuk tuk membebaskan cinta nya.

__ADS_1


''Tunggu Allan kita harus mengatur strategi untuk melawan mereka. Jika kita gegabah semu akan percuma, mereka akan semakin menyakiti


Nirina. ''Damian memberi penjelasan pada Allan.


Allan begitu frustasi, dia seakan berjalan di tempat tanpa melakukan apapun jika harus berdiskusi terus menerus.


''Ma Allan pasti akan menghukum mu, jika sesuatu terjadi dengan Nirina. Mungkin ini yang Willi rasakan saat Ayu di culik oleh Mama dan Oma, dan kini giliran Nirina pasti Willi sangatlah kacau seperti ku. ''batin Allan.


Willi dan yang lain sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan Nirina, rencana itu sudah siapkan secara matang agar mencapai target.


Cakra terkejut melihat ponsel nya menyala, ternyata GPS yang dipasang pada gelang Nirina telah menyala.Mata Cakra langsung berbinar mendapatkan kan nya.


''Wil, lihat lah GPS nya sudah menyala sebentar lagi kita akan mendapatkan Nirina. ''Cakra menyerahkan pada Willi.


''Lokasi ini tidak jauh dari kantor Cak.. ''Ucap Willi.


''Benar Wil, sore nanti kita serbu ke sana. Sekarang siapkan segala keperluan nya. ''Cakra begitu semangat.


Nirina yang tengah terbaring lemah, berusaha menggerakkan tangan dan ingin melepaskan dirinya. Walau susah dia terus berusaha, gesekan yang pada tangan gelang dan tali mengaktifkan GPS yang tadi nya mati karena tekanan dari tali yang melingkar.


Sore itu semua team meluncur ke sebuah rumah yang berjarak tempuh tiga puluh menit dari kantor Willi.Dumah itu terlihat biasa saja dari luar nya, tidak banyak penjagaan diluar nya tetapi tidak tau jika didalam rumah itu.


Tanpa di ketahui oleh Andhara dan Nesia, Willi dan team sudah siap bertempur untuk melumpuhkan mereka. Dengan strategi yang begitu matang, Willi masuk seorang diri dengan membawa kamera pengintai yang tersembunyi. Oh ya dalam situasi ini, Mama Nirina tidak tahu jika anak gadis nya sedang di culik, Willi hanya menjelaskan jika adik nya itu tengah berlibur dengan teman nya.


Baru saja Willi melangkah didepan pintu, sudah ad airbag yang menghadang nya. Rupanya mereka bersembunyi di balik pilar.

__ADS_1


''Aku adalah tamu yang di tunggu oleh bos kalian, beritahu dia jika aku sudah sampai. ''Willi tak melakukan perlawanan apapun hanya mengatakan itu saja.


Setelah beberapa saat mereka membawa Willi masuk, tidak terlihat Andhara atau Nesia di sana hanya saja anak buah mereka yang menyeret Willi.


__ADS_2