Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 89. Tidak akan Memilih


__ADS_3

Nirina sengaja membiarkan pesan Allan setelah membaca nya,dia memang sengaja melakukan itu justru dia pergi tidur padahal Allan terus menghubungi nya.


''Nirina pasti sangat marah dengan ku,cewek aneh setelah puas menikmati dia marah marah.''


Weekend sudah berlalu,kesibukan pun mulai dijalani bagi sebagian besar orang,begitu juga dengan Willi dan yang lain nya.Ayu pun sama dia sudah mulai beraktivitas kembali dengan kuliah nya,akan tetapi dia belum di ijinkan bekerja oleh Willi,karena di takutkan mengganggu fungsi syaraf otak nya jika dia berpikir terlalu keras.


Hal yang sama pun di lakukan oleh Damian,dia disibukkan oleh pekerjaan di perusahaan nya.Di tengah kesibukkan nya,dia sedang mengurus perceraian nya dengan istrinya Nesia.Pengacara nya sedang mengurus gugatan nya ke Pengadilan Agama.Nesia pasti akan sangat terkejut jika mengetahui nya nanti,dia pasti akan marah dan semakin menjadi seperti ibu mertua nya.


''Pak Johan saya mau semua proses nya cepat selesai..'' Damian bicara dengan pengacara nya.


''Baik Pak Damian,semua proses nya akan lebih mudah karena semua berkas nya sudah lengkap..''Jawab pengacara nya.


Allan yang mengetahui orang tua nya akan bercerai tidak mampu melakukan apapun,dia akhir nya menghargai keputusan Damian untuk berpisah dari ibu nya.


''Pa,Allan memang tidak setuju jika kalian berpisah, walau bagaimanapun kalian tetap orang tua ku, walau hanya anak angkat Allan menyayangi Mama dan Papa.Tidak bisa jika saya harus memilih diantara kalian walau Mama bersalah dia tetap mama ku Pa,berpisah lah baik baik jangan meninggikan ego sendiri dan membuat keributan. Sebab saya tidak mau melihat kedua orang tua saya bertengkar,saling menyalahkan dan merasa paling benar,Allan menghargai jika memang ini yang terbaik.''


''Papa mengerti Allan,''apapun pilihan mu nanti ingin bersama siapa kamu nanti nya Papa tidak akan memaksa.Jika kamu ingin tinggal bersama dengan Mama mu Papa menghargai itu.


''Allan tidak akan memilih dengan siapa,yang jelas pasti Allan akan menjaga dan menyayangi kalian layak nya seorang anak yang menyayangi orang tuanya.'' Kata Allan pada Damian.


''Terimakasih Allan kamu sudah memahami kondisi Papa,Mama mu juga pasti bangga dengan mu.'' Damian memeluk Allan dengan penuh rasa haru.


Setelah bertemu Damian,Allan menemui Nesia di rumah keluarga besar Aditama karena dia masih menempati rumah keluarga suami nya itu.Allan ingin memberitahu Nesia,jika Damian sudah mendaftarkan gugatan nya ke pengadilan.


''Ma..''Allan menyapa Nesia.


''Allan,kamu kenapa baru pulang..?''Kata Nesia.


''Iya Ma Allan mampir ke kantor Papa..'' Jawab Allan dengan mata berkaca.

__ADS_1


Nesia yang melihat Allan merasa heran,sebab mata Allan sembab pasti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan.


''Allan ada apa..?'' Nesia pun kahir bertanya.


''Ma ada yang ingin Allan sampaikan..''Papa sudah mendaftarkan gugatan nya tadi pagi.


''Apa.....!'' Nesia begitu terkejut.


''Allan,semua ini gara gara Ayu dan ibu nya itu.'' Kedatangan mereka yang telah mengganggu kebahagiaan keluarga kita,kalau bukan karena mereka pasti saat ini masih hidup bahagia bersama.


''Ma jangan menyalahkan orang lain,''sampai saat ini saja Papa belum bertemu dengan Ayu apa lagi ibu nya,karena tante Maira pun belum mau bicara dengan Papa.


''Jangan menyebut nama nya Allan,!mama tidak sudi mendengar nya.''Nesia marah.


Maira tiba tiba pergi dengan keadaan marah,dia sangat kecewa dengan keputusan yang dilakukan oleh Damian suami nya.


''Jangan menghalangi Mama Allan,Mama ingin menemui papa mu yang keterlaluan itu,berani bernai dia menceraikan ku,Mama tidak akan membiarkan itu.'' Nesia terus saja bicara sampai masuk kedalam mobil.


Sampai di kantor semua staf memberi salam pada Nesia,dia masih sangat di hormati di sana sebagai istri bos mereka. Nesia segera masuk keruangan Damian,walau sekertaris nya mengatakan jika bos nya sedang tidak ada di tempat,tetapi Nesia tidak peduli dan memaksa masuk.


''Kemana pergi nya suami ku..!''Nesia berteriak.


''Maas Bu Nesia,Pak Damian sedang ada meeting dengan klien di luar kantor.''Jawab Sekertaris.


''Beritahu dia saya menunggu di sini..!''perintah Nesia.


Ketika Damian diberitahu dia tidak terkejut,sebab Allan sudah memberitahu nya terlebih dahulu.


''Beritahu ibu Nesia saya sedang sibuk di luar,saya akan menemui nya sendiri nanti di rumah utama.!'' Damian berkata dengan sekertaris nya.

__ADS_1


''Pak Damian bilang,beliau akan menemui Ibu di rumah utama setelah bekerja.''Sekertaris Damian menyampaikan apa di ucapkan oleh atasan nya.


Setelah mendengar pesan dari Damian Nesia kembali dengan hati yang kesal,saat amarah sedang di ubun-ubun dia tidak melampiaskan pada orang yang di tuju.


Nesia menunggu Damian dengan gelisah,dia marah marah tidak jelas di rumah nya.


''Lihat Allan,''sekarang sudah malam tetapi Papa mu belum juga datang,dia memang sengaja mempermainkan ku.


''Ma,mungkin memang Papa benar sedang sibuk bersabarlah sedikit lagi pasti dia akan datang.'' kata Allan menenangkan orang tuanya.


''Kamu selalu saja begitu Allan,sabar,sabar,sabar itu saja Mama ini seperti ini karena masih sayang dan masih ingin bersama,tetapi Papamu dia malah mempermainkan Mama begini...''Nesia melampiaskan kemarahan nya pada Allan.


Allan diam tidak menjawab lagi,sebab dia paham jika dia menjawab Mama nya akan semakin menjadi,paham kan bagaimana emak emak jika sedang ngomel ngomel.


Setelah pukul sembilan malam Damian baru datang ke rumah nya,ini pertama kali nya dia datang ke rumah nya sendiri pasca Ayu mengalami koma dan dirinya keluar dari rumah sakit.kalau tidak ingin menyelesaikan masalah rumah tangga nya,mungkin dia tidak akan datang menemui Nesia di rumah.


''Akhir nya kamu datang juga Mas..''Kata Nesia.


''Saya bukan pecundang,apalagi ini rumah saya jadi apa yang harus saya takut kan..?'' Jawab Damian.


''Apa maksudmu mendaftarkan gugatan ke pengadilan Mas..?'' Nesia bertanya dengan wajah yang memerah karena emosi.


''Pertanyaan apa itu,''pasti nya kamu sudah tau kan Nesia apa maksud nya.Sebenar nya saya ingin kita pisah baik baik,jodoh kita sudah sampai di sini saya sudah tidak bisa untuk hidup berumah tangga dengan mu,saya harap kamu juga memahami nya Nes,karena memaksakan segala sesuatu apalagi soal hati itu tidak lah mudah.Nesia saya mulai saat ini kamu bukan istri saya lagi,saya menalak mu sekarang,''detik ini juga kamu bukan lagi istri saya.''


''Tega kamu mas,''saya menemani mu selama bertahun tahun sekarang setelah kamu bertemu lagi dengan Maira,kamu mencampakkan ku.


''Maaf Nesia kamu tidak perlu membawa Maira,'' karena saya dan Maira saja tidak pernah komunikasi dalam bentuk apapun.Maira tidka akan sudi kembali dengan lelaki pengecut seperti ku


Nesia tetap tidak terima dengan ucapan Damian,dia tetap saja marah marah.Keputusan Damian membuat nya semakin murka,Nesia bahkan tidak mampu mengontrol emosi nya.

__ADS_1


__ADS_2