Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 59. Memikirkan Ayu


__ADS_3

''Nirina,Mama.. Saya bertemu dokter dulu ya?''kata Willi.


Nirina dan mama nya pun mengangguk,Willi ditemani okeh Cakra menemui dokter.Dia ingin tahu kesehatan nirina yang sebenarnya.


''Dokter bagaimana keadaan Nirina saat ini.?''Willi bertanya dengan serius.


''Keadaan adik anda sangat baik pak Willi,''semua sudah kami cek dan tidak ada masalah yang serius.Hanya saja nirina harus menjalani terapi,untuk tulang punggung dan kaki nya.karena dia tertidur cukup lama,sementara Nirina harus menggunakan kursi roda terlebih dahulu.


Willi mendengarkan ucapan dokter dengan tenang,


dia pun sangat bahagia karena Nirina baik-baik saja.


''Terimakasih Dokter atas penjelasan nya,saya sangat bersyukur adik saya baik baik saja.''Ucap Willi.


Willi dan Cakra keluar dari ruangan dokter dengan penuh kebahagiaan.


''Nirina,kamu harus menjalani terapi untuk beberapa kali,''agar kamu bisa berjalan dan beraktifitas seperti biasanya lagi.semangat ya kakak yakin kamu mampu menjalani nya.


''Iya kak aku pasti akan semangat''.Jawab Nirina.


Setelah menemani Nirina,Willi menuju ke rumah sakit dimana Ayu dirawat.Karena rumah sakit tempat Nirina dan Ayu dirawat itu berbeda,itu membuat Willi harus bolak-balik setiap hari nya.


''Kamu harus semangat Will,Nirina sudah sadar jadi kamu tinggal memikirkan Ayu sekarang.!'' Cakra memberi support.


''Pasti Cak,''beban saya sudah berkurang, kesembuhan Nirina itu keajaiban untuk saya dan Mama.Semoga Ayu juga cepat sembuh dan segera sadar.Sedih melihat nya seperti itu,setiap datang menemani nya hati ini sakit Cak..ingin rasanya menggantikan posisi nya.


''Jangan berkata seperri itu Will..!Jika kamu yang terluka apakah kamu yakin Ayu akan kuat menerima nya.?''Ucap Cakra


''Dia gadis yang kuat Cak.!''


''Sudah,jangan lemah Ayu tidak akan suka'' Cakra menggoda.


Sesampai nya di rumah sakit,seperti biasanya Maira sedang menemani Ayu yang belum sadarkan diri.Leadaan nya masih sama tidak menunjukan kemajuan apapun,semakin hari Maira pun semakin kurus memikirkan kesehatan putri nya.


Setelah Willi datang,Maira pasti kembali ke apartemen ditemani halisa dan kakek Ayu.Cakra tidak lama menemani Willi,Karena Willi memintanya untuk pulang.

__ADS_1


''Ayu bagaimana kabar mu hari ini sayang,?''Pasti sangat menyenangkan bukan.kamu harus selalu semangat sayang,percayalah kamu pasti akan sembuh.Kamu tau Nirina adik ku,dia sudah sadar dari koma,dia sudah berjuang dengan sangat lama.


kesembuhan nya sangat membahagiakan sayang,kalau kamu sadar pasti akan lengkap kebahagiaan saya saat ini.


Di tempat lain,Andhara tengah berdebat dengan Juan.


''Kamu harus nya menyayangi Raymond Juan!'' Kata Andhara.


Apalagi sih,bukan nya kebutuhan Raymond sudah ku penuhi.Apa masih kurang,bukan kah orang tuamu itu kaya apa dia tidak mau memberi makan cucu semata wayang nya.


''Buka begitu Juan,''Kamu tidak pernah menanyakan kabar Raymond atau menggendong nya.Berikan kasih sayang yang lebih untuk nya,Willi saja masih menanyakan kabar Raymond walau lewat suster nya.


Itu yang membuat aku malas, karena kamu suka membandingkan aku dengan Willi.Padahal dia selalu menyiksa mu,mana pernah dia memberi kan mu kesenangan.kesalahan mu juga menikah dengan nya,harus nya saat kamu hamil aku yang menikah dengan mu bukan Willi.Jadi aku sudah kecewa saat itu,kamu tidak usah menuntut lebih soal Raymond.


''Juan...kamu kan tau kalau aku memnag menyukai Willi sejak lama,''mengapa kamu mengungkit nya.? Andhara tidak terima.


''Dasar b*doh,terserah apa mau-mu..!'' Juan berkata dengan kesal,lalu pergi begitu saja.


Andhara kesal Juan acuh seperti itu..memang dia tidak menyukai Juan,tetapi Juan sangat menyukai nya.Itu lah yang di manfaatkan oleh Andhara, mendapatkan perhatian dari Juan dan selalu ada dalam keadaan apapun.


Hari ini,Nirina menjalani terapi dia sangat bersemangat dan antusias tentunya.Banyak yang ingin ia gapai,pendidikan belum selesai,pekerjaan dan masih banyak lagi.


''Pasti Ma'' Jawab nya.


''Ma mengapa Kakak tidak menemani ku,dia juga belum menjenguk ku lagi.Apa dia tidak senang aku sembuh..? ''Nirina cemberut.


''Sayang mana mungkin,?''Kakak mu orang yang paling yakin akan kesembuhan mu.Bahkan ketika Mama hampir putus asa ketika berjuang untuk mu,kakak mu mempertahan kan pengobatan mu.Dia tidak pernah peduli ketika banyak orang yang berkata, kalau kamu hidup karena alat-alat kedokteran.Bahkan ada yang bilang jika semua alat itu dilepas,kamu pasti sudah tiada.Tetapi Willi tidak peduli,dia meyakini jika suatu saat nanti kamu akan sembuh.


Nirina menangis,mendengar yang di ceritakan orang tua nya.Dia juga terharu karena kakak nya,sangat menyayangi dirinya.


''Jadi pada saat itu aku sudah di ambang kematian ya ma?''Ucap Nirina dengan berderai air mata.


''Bisa dibilang begitu sayang.'' Jawab sang Mama,yang juga menitihkan air mata.


''Sudah nak,''kamu jangan memikirkan nya lagi ya pikirkan kesehatan mu dahulu.Mama takut keadaan mu nanti menurun,kamu tau kan kakak mu seperti apa.?

__ADS_1


''Siap Ma,nanti Kak Willi bisa pidato gak kelar-kelar kan.'' Mereka berdua pun tertawa bersama.


Nirina menjalani terapi nya dengan sangat baik, keadaan nya juga sudah semakin membaik.Mama nya dengan setia mendampingi nya,karena Willi sangat sibuk jadi tidak pernah menemani adik nya teraphi.Bahkan menemui Ayu saja ketika malam hari,itu pun setelah menjenguk Nirina terlebih dahulu.


Hani ini lah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nirina dan keluarga.Dokter sudah memperbolehkan nya untuk pulang ,karena kondisi Nirina sudah sangat baik.Tetapi dia masih menggunakan kursi roda, sampai terapi nya sudah selesai.


Willi menyempatkan waktu untuk menjemput adik nya,saat ini dia ditemani oleh Cakra.


''Dek,sudah siap untuk pulang?'' ucap Willi.


''Sangat siap,aku sudah rindu kamar ku kak.''Nirina berkata dengan sangat manja.


''kamar mu sudah rapih dan sudah siap menyambut mu kembali.''Jawab Willi.


Mereka pun meninggalkan rumah sakit dengan hati yang gembira,perjuangan panjang yang mereka lalui


tidak lah sia-sia.


Di sepanjang perjalanan mereka tertawa bersama, bercanda dan menikmati kebahagiaan yang sudah lama menghilang.


''Ayu,kalau kamu sadar nanti pasti saya akan sebahagia ini..Sadar lah sayang.'' Willi melamun dan memikirkan Ayu.


Setelah sampai dirumahnya mereka berbincang di ruang keluarga,karena banyak hari-hari yang sudah Nirina lewati.Pastinya banyak hal pula yang tidak ia ketahui,termasuk pernikahan Willi dan Andhara.


''Kak,sekarang kamu belum menikah kan..?''Nirina bertanya,tetapi nadanya meledek.


''sudah,tapi sudah berpisah.''Jawab Willi.


''Apa..!'' Nirina terkejut.


''Ia kaka sempat menikah,''tetapi satu bulan ini kami baru saja berpisah.Lagian pernikahan ini tidak kakak harap kan,semua ini hanya karena salah paham.Yang pasti,pernikahan kakak yang kemarin bukan lah kenangan yang indah,tidak pantas juga untuk di kenang.Nanti pelan-pelan pasti Kakak ceritakan semuanya,yang pasti kamu harus sehat dulu.


''Siapa wanita itu.?''Nirina ingin tau.


''Andhara'' Jawab Willi.

__ADS_1


''Apa...!Dia masih saja mengejar mu kak.?''Nirina memang tidak suka dengan Andhara.


''Ya begitulah.'' Wili berkata sambil melangkah menuju kamar nya.


__ADS_2