
Ketika saya pergi dari rumah keluarga Andhara, Papa dan Mama nya selalu menghubungi ku.Karena mereka tidak mau berurusan dengan polisi,bahkan Andhara sendiri meneror saya.Dia kembali mengancam akan menyakiti Raymond,dia juga akan kembali menyakiti mu sayang.Tetapi saya tidak peduli,pikiran saya saat itu hanyalah menyelamatkan mu.
Semua sampel dan berkas di urus oleh pengacara, karena saya ingin melihat hasil nya lebih cepat. Hidup saya seperti di kejar waktu saat itu, Cakra pun sangat sulit di hubungi.
Justru Mama lah yang menghubungi saya mama bilang Nirina di bawa ke rumah sakit,yang sebelum nya dia dirawat dirumah.Apa kamu tau apa yang saya rasakan saat itu,Hatiku rasanya seperti sudah mati.Tuhan seakan tidak memberikan pilihan untuk saya,dada ini terasa sesak seakan udara tak mampu lagi ku hirup.
''Tuhan mengapa semua harus terjadi secara bersamaan,kedua wanita yang penting dalam hidup ku membutuhkan ku.Siapa yang harus saya pilih terlebih dahulu,siapa yang harus saya selamatkan terlebih dahulu.''
Mama terus saja memaksa saya untuk datang, karena Cakra belum memberi kabar apa pun.Saya memutuskan menemani Mama di rumah sakit.Saat sampai di rumah sakit,Mama menangis sendirian.
Dokter berkata keadaan Nirina sangat lah kritis.
Saya menemui Nirina di ruang perawatan nya, rasanya sudah tidak sanggup lagi melihat nya begini.Tubuh ramping yang semakin kurus,wajah cantik yang semakin layu begitulah gambaran adik ku saat itu.
Saya duduk di samping Nirina,jemari yang lemah itu saya genggam dengan lembut,Perlahan saya berkata..
''Nirina sayang,jika kamu sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan kakak ikhlas jika kamu ingin pergi.
__ADS_1
Maaf kan Kakak jika selama ini memaksamu untuk bertahan,kamu adalah gadis yang kuat mampu bertahan selama ini.Kamu harus tau Mama dan Kakak akan mengikuti mau-mu sekarang,pergilah dek agar kami tidak kesakitan lagi.Bertemulah dengan papa di surga,kami akan selalu menyayangi kalian.Tetapi jika kamu masih ingin bertahan,tolong jangan di paksakan jika kamu tidak mampu.Kakak tidak mau kami kesakitan setiap saat,pergilah Nirina pergi dengan tenang adik ku sayang.''
''Saya tak mampu membendung air mata ini,'' jika memang Nirina harus pergi saya ikhlas.Hampir empat tahun dia berjuang,itu bukan lah waktu yang sebentar justru sangat lama untuk saya menantinya.
Mungkin saja dia sudah lelah dan tak mampu lagi berjuang,kasian juga Mama yang selalu bersedih saat melihat Nirina yang semakin sering drop akhir-akhir ini.
Saya lihat air mata Nirina mengalir mendengarkan ucapan ku,dia masih merespon ku.Memang seperti itu,ketika saya atau Mama bersedih dan kami bercerita pada nya,pasti dia akan menangis.
Saat itu Mama sudah terlihat lebih tenang,dia sudah tidak menangis seperti saat saya datang.Walapun saya marah dan kesal pada nya,tetap saja saya tidak tega melihat nya.Saat ini saya hanya hidup bersama Mama dan Nirina,jika Nirina pergi maka Mama lah satu-satu nya keluarga yang saya miliki.
Ketika saya merenung memikirkan Nirina,juga memikirkan keadaan Mu Ayu,Cakra memberi kabar jika situasi di sana sangat lah genting.Saya memutuskan menemui Cakra saat itu juga,untuk membantu menolong mu.
Sesampai nya di sana,,Saya melihat Cakra sedang bertarung dengan para penjaga gudang tua itu. Ternyata Nenek tua itu menyiapkan banyak pengawalan di sana,saya pun sempat bertarung dengan mereka.Karena mereka menghalangi saya masuk untuk menyelamatkan mu,beruntung saya mampu melumpuhkan nya.
Hanya tinggal beberapa di antara mereka yang harus saya bereskan,saat itu saya mendengar suara tembakan yang sangat keras.Pikiran saya kacau, hatiku bergetar saya sangat takut jika p*luru itu mengenai tubuh mu.Dengan perasaan yang begitu panik,ku h*ntamkan kepala musuh kesebuah tembok dengan keras.
Saya ingin berlari mengejar mu tetapi tiba-tiba kaki saya terasa lemas dan tak mampu berjalan.Seketika saya roboh terkulai di tanah,seluruh tubuh saya bergetar membayang keadaan mu.Saya berusaha bangkit untuk menyelamatkan mu,ketika saya baru saja berdiri.Ada yang m*mukul ke punggung saya menggunakan sebuah kayu,seketika saya ambruk tersungkur.Beruntung nya ada Cakra yang datang menolong,kalau Cakra terlambat sedikit saja, mungkin orang itu sudah kembali menghantam dan menghajar saya sampai tidak bernyawa.
__ADS_1
Saya sempat pingsan untuk beberapa saat,mungkin karena banyak nya beban pikiran dan tubuh saya yang memang agak lemah saat itu.Membuat saya tumbang untuk sesaat,tak butuh waktu lama kesadaran saya pun kembali.Saat itu saya tidak peduli dengan diri saya,dengan sekuat tenaga saya kembali bangkit.Tetapi Cakra menghalangi saya untuk melangkah,karena badan saya yang masih lemah.
''Tunggu will,istirahat lah terlebih dahulu tubuh mu masih sangat lemah.!''Cakra menahan tubuhku.
''Tidak Cakra,saya harus menyelamatkan Ayu.''Cakra tetap menahan saya.
''Minggir Cak,jangan menghalangiku nr*ngsek..!''Saya marah pada Cakra saat itu.
''Biarkan saya yang masuk untuk menolong nya.!'' Ucap Cakra,yang paham dengan keadaan ku.
Saya pun merelakan Cakra untuk masuk dan menyelamatkan mu,baru saja dia ingin masuk ternyata masih ada orang yang menjaga pintu itu.
Terjadilah kembali pertarungan di antara mereka. saat itu Cakra seorang diri dan mereka berlima.
Saya pun tidak tinggal diam,dengan tenaga yang tersisa saya membantu Cakra m*nghajar mereka semua.Ketika saya mampu bangkit dan musuh tumbang,saya berusaha membuka pintu yang tergembok itu.Saya dan Cakra berusaha meroboh kan pintu yang terbuat dari besi itu,karena keadaan nya yang sudah rapuh sangat mudah untuk di robohkan.
Saya berlari mencari keberadaan mu saat itu,gudang ini sangat lah luas saya sudah berteriak pun kamu tidka menjawab nya.Hingga ketika saat say memasuki sebuah ruangan yang luas,si sanalah saya menemukan mu.
__ADS_1
Betapa terkejut nya saya saat itu,menyaksikan mereka menyiksamu dengan kejam.Tanpa rasa iba mereka melemparkan tubuh mu yang kecil ini kebawah,sekuat tenaga saya berlari untuk menangkap mu tetapi saya tidak mampu.
Tubuh mu terkulai lemah di lantai,ketika tangan ku mengangkat kepala mu darah mengalir deras membasahi tangan ku.